CSR Ekonomi – Astra Agro Lestari https://www.astra-agro.co.id Prosper with the Nation Mon, 23 Feb 2026 04:59:38 +0000 id-ID hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.8.13 174751122 Kontribusi Nyata Astra Agro: Masyarakat Berdaya, Masa Depan Terbina https://www.astra-agro.co.id/id/2026/02/05/kontribusi-nyata-astra-agro-di-sulawesi-masyarakat-berdaya-masa-depan-terbina/ https://www.astra-agro.co.id/id/2026/02/05/kontribusi-nyata-astra-agro-di-sulawesi-masyarakat-berdaya-masa-depan-terbina/#respond Thu, 05 Feb 2026 07:15:13 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=22058 PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) bersama anak usahanya di Sulawesi senantiasa memperkuat komitmen pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan partisipatif dan berbasis kebutuhan lokal. Seluruh program dirancang melalui pemetaan sosial serta dialog aktif dengan pemerintah desa dan masyarakat, guna memastikan manfaat yang relevan dan berkelanjutan.

Berpijak pada empat pilar tanggung jawab sosial yakni —pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan, Astra Agro memiliki tekad untuk mencapai pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan komunitas. Melalui inisiasi tersebut, perusahaan berusaha selalu meningkatkan kualitas hidup, keterampilan, dan kemandirian masyarakat, sekaligus menjaga pelestarian alam dan menciptakan nilai tambah ekonomi. 

Di bidang pendidikan, Astra Agro memberikan dukungan nyata melalui beasiswa, insentif bagi guru honorer, serta penyediaan sarana pendukung kegiatan belajar. Hingga kuartal ketiga 2025, dukungan tersebut menjangkau 13 sekolah per September 2025, sekaligus mendorong pengembangan karakter dan prestasi siswa melalui kegiatan non-akademik. Upaya ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi muda desa yang lebih percaya diri dan berdaya saing.

Pada saat yang sama, pilar kesehatan masyarakat juga menjadi prioritas. Melalui layanan Posyandu, ratusan ibu hamil, balita, dan lansia mendapatkan imunisasi, pemeriksaan rutin, hingga makanan tambahan (PMT). Tidak berhenti di sana, Astra Agro juga memberikan insentif dan dukungan kapasitas bagi kader Posyandu di sejumlah desa, sehingga layanan kesehatan berbasis komunitas dapat terus berjalan secara mandiri.

Dalam pilar ekonomi pun, Astra Agro menyesuaikan pendekatan dengan potensi dan karakteristik tiap wilayah.  Untuk upaya penguatan ekonomi lokal, Astra Agro mendampingi kelompok tani, nelayan, peternak, serta pelaku UMKM agar mampu meningkatkan nilai tambah usaha mereka. Pendampingan dilakukan melalui pelatihan, pemanfaatan sumber daya lokal, hingga dukungan akses pasar. PT Agro Nusa Abadi (ANA) di Morowali Utara, misalnya, kelompok ketahanan pangan desa didukung dengan pemanfaatan tandan kosong kelapa sawit sebagai pupuk organik, sekaligus pengembangan produk lokal yang bernilai ekonomi.

Sementara di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, PT Lestari Tani Teladan (LTT) membangun hubungan erat dengan masyarakat Desa Towiora dan Tinauka melalui pendampingan intensif dan diskusi partisipatif. Inisiatif ini mendorong lahirnya kembali peran pemuda desa melalui pembentukan karang taruna. Dukungan berupa rumah jamur dan baglog membuka peluang usaha budidaya jamur tiram yang dikelola secara mandiri oleh pemuda desa, sekaligus menumbuhkan semangat kewirausahaan dan kemandirian ekonomi lokal.

Kontribusi PT LTT juga mencakup pembangunan infrastruktur sosial. Fasilitasi pembangunan Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Desa Towiora—melalui penyediaan alat berat, paving block, hingga sertifikasi lahan—menjadi contoh bahwa pembangunan tidak hanya menyasar aspek ekonomi, tetapi juga kebutuhan sosial dan budaya masyarakat.

Tak berhenti di situ, PT Mamuang (MMG) di Sulawesi Barat turut mengimplementasikan program pemberdayaan berbasis kearifan lokal. Di Desa Martasari, perempuan didukung melalui penyediaan alat tenun dan pendampingan keterampilan, membuka peluang ekonomi baru, sekaligus menghidupkan kembali tradisi. Sementara itu, kelompok tani di Desa Karya Bersama memperoleh pelatihan pengolahan hasil pertanian untuk meningkatkan nilai tambah produk dan daya saing pasar.

Selain itu, PT Agro Nusa Abadi (ANA) juga menjawab kebutuhan nyata masyarakat di Desa Bunta, Tompira, dan Molino. Kelompok tani menerima benih jagung dan pupuk organik disertai pelatihan pertanian ramah lingkungan. Nelayan memperoleh peralatan tangkap yang lebih memadai, sedangkan kelompok perempuan didorong mengolah hasil kebun menjadi produk pangan yang berpotensi menjadi sumber pendapatan keluarga.

PT ANA juga memfasilitasi penyediaan air bersih melalui sumur bor dan tangki penampung yang kini dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. Tak hanya itu, kegiatan penghijauan di bantaran sungai serta perbaikan sarana transportasi desa turut memperkuat kualitas hidup masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Pilar lingkungan menjadi bagian tak terpisahkan, hingga kuartal ketiga 2025, Astra Agro mencatat kemajuan signifikan dalam program rehabilitasi lingkungan di berbagai wilayah, termasuk Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat. Astra Agro telah melakukan penanaman dan rehabilitasi lahan di sepanjang sempadan sungai, pesisir, serta area bernilai konservasi tinggi (HCV), dengan total lebih dari 22.000 pohon ditanam di hampir 67 hektare lahan secara kumulatif.

 

Program ini bertujuan memulihkan fungsi ekologis—seperti mencegah erosi, menjaga kualitas air, dan memperkuat konektivitas habitat, serta memberikan manfaat ekonomi dan sosial jangka panjang bagi masyarakat sekitar. Selain itu, Astra Agro juga terlibat aktif dalam penyusunan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG) Provinsi Sulawesi Barat bersama pemerintah daerah dan akademisi.

Melalui rangkaian inisiatif tersebut, Astra Agro menegaskan keyakinannya bahwa keberhasilan operasional perusahaan tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan masyarakat sekitar. Dengan menjadikan masyarakat sebagai mitra sejati, Astra Agro terus membangun fondasi pembangunan yang inklusif, berdaya, dan berkelanjutan di Sulawesi.

Melalui anak usaha yang tersebar di berbagai pelosok negeri, Astra Agro ingin menegaskan bahwa pembangunan dapat hadir melalui program yang sederhana, kontekstual, dan berbasis kebutuhan nyata, perusahaan berupaya menyentuh langsung denyut kehidupan masyarakat.

Hingga kuartal ketiga 2025, program community development Astra Agro di Sulawesi terus berkembang, menjangkau masyarakat melalui peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan dasar, penguatan ekonomi lokal, serta rehabilitasi lingkungan yang terintegrasi dengan partisipasi warga.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2026/02/05/kontribusi-nyata-astra-agro-di-sulawesi-masyarakat-berdaya-masa-depan-terbina/feed/ 0 22058
Astra Agro tekankan pentingnya keberlanjutan melalui nol deforestasi https://www.astra-agro.co.id/id/2025/12/09/astra-agro-tekankan-pentingnya-keberlanjutan-melalui-nol-deforestasi/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/12/09/astra-agro-tekankan-pentingnya-keberlanjutan-melalui-nol-deforestasi/#respond Tue, 09 Dec 2025 03:31:32 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=21630 Jakarta (ANTARA) – PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) menekankan pentingnya aspek keberlanjutan melalui kebijakan nol deforestasi guna menjaga kelestarian lingkungan.

Direktur Astra Agro Bandung Sahari mengatakan, kebijakan nol deforestasi telah dilakukan perusahaan dalam seluruh operasionalnya sejak satu dekade lalu.

“Kebijakan keberlanjutan ini menjadi DNA perusahaan yang wajib dipatuhi oleh seluruh rantai pasok, mulai dari perkebunan inti, plasma, hingga mitra pemasok pihak ketiga,” ujar Bandung dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Pada kebijakan nol deforestasi, Astra Agro memiliki empat pokok utama. Pertama, tidak ada pembangunan di hutan Stok Karbon Tinggi (SKT). Kedua, tidak ada pembangunan di area dengan Nilai Konservasi Tinggi (NKT). Ketiga tidak melakukan pembakaran, dan keempat mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) di perkebunan.

Area dengan Nilai Konservasi Tinggi atau High Conservation Value (HCV) adalah area-area di suatu bentang alam yang memiliki keunikan atau kepentingan yang sangat signifikan dalam konteks biologis, ekologis, hidrologis, dan sosial-budaya.

Astra Agro yang berkomitmen pada tidak ada deforestasi telah menyelesaikan pembaharuan penilaian terhadap area NKT pada seluruh wilayah operasinya sebagai bagian dari upaya untuk mewujudkan tata kelola perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan dengan tetap mempertimbangkan aspek pelestarian keanekaragaman hayati dan fungsi ekologis.

Sebagai bagian dari tata kelola berkelanjutan, Astra Agro telah menyelesaikan pembaruan penilaian NKT di seluruh wilayah operasinya. Proses kegiatan yang ketat itu melibatkan kolaborasi dengan lembaga independen ternama seperti Daemeter Consulting, PILI Green Network, dan Eco Nusantara, serta yang terpenting, masyarakat lokal.

Bandung Sahari menekankan bahwa penilaian NKT ini menjadi landasan ilmiah dan partisipatif untuk pengelolaan keanekaragaman hayati berbasis lansekap.

“Partisipasi aktif masyarakat adalah kunci keberhasilan jangka panjang. Melalui pemetaan partisipatif dan konsultasi mendalam, kami membangun rasa kepemilikan bersama yang esensial bagi efektivitas konservasi,” ujarnya.

Proses tersebut menjadi penting bagi Astra Agro agar seluruh pemangku kepentingan mendapat kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan penilaian, termasuk pertukaran informasi yang memadai, pemetaan partisipatif, dan konsultasi akhir.

Aktivitas tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap masyarakat setempat, pemberian informasi rencana kajian serta permohonan persetujuan kajian.

Bandung Sahari menambahkan kebijakan keberlanjutan merefleksikan perjalanan panjang perseroan yang berkesinambungan untuk menerapkan praktik yang berkelanjutan melalui konservasi keanekaragaman hayati, tanah dan air, mengurangi efek gas rumah kaca serta menciptakan lingkungan yang kondusif bagi internal dan komunitas sekitar.

“Kami menyadari bahwa keberlanjutan sektor kelapa sawit adalah tanggung jawab kolektif. Komitmen nol deforestasi Astra Agro bukan sekedar reaksi sesaat, melainkan fondasi yang kami bangun dan rawat selama bertahun-tahun untuk memastikan bahwa aktivitas operasional dapat memberikan manfaat bagi komunitas lokal tanpa mengorbankan lingkungan,” kata Bandung.

Sumber: Antaranews.com

Penafian

Artikel ini mungkin berisi materi berhak cipta, yang penggunaannya mungkin tidak diizinkan oleh pemilik hak cipta. Materi ini disediakan dengan tujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan. Materi yang terdapat dalam situs web Astra Agro didistribusikan tanpa mencari keuntungan. Jika Anda tertarik untuk menggunakan materi yang memiliki hak cipta dari materi ini dengan alasan apapun yang melampaui ‘penggunaan wajar’, Anda harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari sumber aslinya

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/12/09/astra-agro-tekankan-pentingnya-keberlanjutan-melalui-nol-deforestasi/feed/ 0 21630
Astra Agro (AALI) Ulurkan Bantuan bagi Korban Banjir Sumatera https://www.astra-agro.co.id/id/2025/12/08/astra-agro-aali-ulurkan-bantuan-bagi-korban-banjir-sumatera/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/12/08/astra-agro-aali-ulurkan-bantuan-bagi-korban-banjir-sumatera/#respond Mon, 08 Dec 2025 03:36:00 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=21633 IDXChannel – PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) dengan sigap menyalurkan bantuan kepada para korban bencana banjir bandang yang melanda beberapa wilayah di Sumatera. Perseroan berharap uluran bantuan yang diberikan mampu meringankan penderitaan para korban serta mempercepat pemulihan area yang terdampak bencana.

Direktur & Corporate Secretary Astra Agro, Tingning Sukowignjo menyampaikan duka cita serta keprihatinan yang sedalam-dalamnya atas dampak bencana yang mengakibatkan korban jiwa, korban luka, dan kerugian material bagi yang terdampak langsung maupun tidak langsung.

“Prioritas kami saat ini adalah mengutamakan kemanusiaan dan berkoordinasi dengan pihak terkait, untuk memastikan bantuan (makanan, obat-obatan, kebutuhan pokok) tersalurkan dengan cepat dan tepat sasaran kepada para korban yang terdampak,” katanya dalam keterangan resmi, Jumat (5/12/2025).

Pasca bencana banjir, Astra Ago melalui asosiasi ikut berpartisipasi dalam mengirimkan bantuan kepada para korban di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Tidak hanya melalui asosiasi, Astra Agro mengambil inisiatif langsung, menembus akses yang terputus dan sulit untuk mendistribusikan logistik bantuan ke 10 desa di Kabupaten Aceh Singkil dan Aceh Barat. Langkah nyata ini adalah wujud kepedulian yang tidak berhenti pada kata-kata.

Atas upaya Perseroan yang dengan sigap mengulurkan bantuan kepada warga terdampak, Camat Singkil Utara Asnaldi pun mengapresiasi langkah tersebut. Dia berterima kasih atas donasi yang diberikan entitas Astra Agro kepada warganya yang dengan cepat mengirimkan bantuan.

Begitu juga dengan Sekretaris Desa Ketapang Indah, Ali Nurdin yang mengucapkan terima kasih atas perhatian pihak Perseroan yang memahami kebutuhan warga yang menjadi korban banjir. Bantuan logistik seperti sembako, lanjutnya, telah menolong para warga yang aksesnya terputus untuk mendapatkan pasokan bahan makanan.

Sementara itu, Astra Agro senantiasa berpegang teguh pada praktik perkebunan berkelanjutan yang sesuai dengan regulasi dan standar sertifikasi keberlanjutan seperti ISPO maupun RSPO yang secara ketat mengatur pengelolaan daerah penyangga (buffer zones), sempadan sungai, dan kawasan bernilai konservasi tinggi (High Conservation Value/HCV).

Perseroan secara aktif melindungi kawasan HCV, memantau area sensitif terhadap keanekaragaman hayati, serta memastikan bahwa seluruh aktivitas operasional tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Komitmen terhadap keberlanjutan juga diwujudkan melalui program edukasi dan pelibatan komunitas untuk meningkatkan kesadaran terhadap perubahan iklim. 

Sumber: Idxchannel.com

Penafian

Artikel ini mungkin berisi materi berhak cipta, yang penggunaannya mungkin tidak diizinkan oleh pemilik hak cipta. Materi ini disediakan dengan tujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan. Materi yang terdapat dalam situs web Astra Agro didistribusikan tanpa mencari keuntungan. Jika Anda tertarik untuk menggunakan materi yang memiliki hak cipta dari materi ini dengan alasan apapun yang melampaui ‘penggunaan wajar’, Anda harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari sumber aslinya

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/12/08/astra-agro-aali-ulurkan-bantuan-bagi-korban-banjir-sumatera/feed/ 0 21633
Perkuat Fasilitas Keagamaan, PT Pasangkayu Bantu Material Pembangunan Tempat Ibadah https://www.astra-agro.co.id/id/2025/12/06/perkuat-fasilitas-keagamaan-pt-pasangkayu-bantu-material-pembangunan-tempat-ibadah/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/12/06/perkuat-fasilitas-keagamaan-pt-pasangkayu-bantu-material-pembangunan-tempat-ibadah/#respond Sat, 06 Dec 2025 03:01:00 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=21622 Warga Dusun Lala menerima bantuan material berupa semen dari PT Pasangkayu untuk mendukung pembangunan tempat ibadah di Gereja Dusun Lala. Penyerahan bantuan berlangsung pada Kamis pagi pukul 08.00 WITA di area gereja setempat.

Acara tersebut dihadiri oleh Pendeta Dusun Lala, para tokoh masyarakat, serta jajaran manajemen PT Pasangkayu. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Kepala Tata Usaha (KTU) PT Pasangkayu dan Kepala Kebun Rayon 2 yang datang langsung ke lokasi.

Pendeta Dusun Lala selaku penerima bantuan menyampaikan penghargaan dan apresiasi atas perhatian PT Pasangkayu.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Semoga kerja sama dan kepedulian ini menjadi berkat bagi pembangunan gereja dan bagi seluruh warga jemaat,” ungkapnya.

KTU PT Pasangkayu dalam sambutannya menyatakan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan sosial masyarakat sekitar.

“Bantuan material semen ini adalah wujud dukungan PT Pasangkayu kepada masyarakat Dusun Lala. Program ini merupakan bagian dari CSR 4 Pilar perusahaan, di mana kami ingin membantu memenuhi kebutuhan fasilitas sosial dan keagamaan masyarakat,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Kebun Rayon 2 PT Pasangkayu menegaskan komitmen perusahaan untuk terus menjalin hubungan harmonis dengan masyarakat.

“Kami berharap bantuan ini dapat mempercepat proses pembangunan gereja dan memberikan manfaat bagi seluruh jemaat. PT Pasangkayu akan selalu berupaya hadir melalui program CSR 4 Pilar untuk mendukung pembangunan di wilayah operasional perusahaan,” katanya.

Dengan tersalurnya bantuan ini, pembangunan gereja di Dusun Lala diharapkan dapat berjalan lebih lancar sehingga fasilitas ibadah dapat segera dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat setempat.

Sumber: relasipublik.id

Penafian

Artikel ini mungkin berisi materi berhak cipta, yang penggunaannya mungkin tidak diizinkan oleh pemilik hak cipta. Materi ini disediakan dengan tujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan. Materi yang terdapat dalam situs web Astra Agro didistribusikan tanpa mencari keuntungan. Jika Anda tertarik untuk menggunakan materi yang memiliki hak cipta dari materi ini dengan alasan apapun yang melampaui ‘penggunaan wajar’, Anda harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari sumber aslinya

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/12/06/perkuat-fasilitas-keagamaan-pt-pasangkayu-bantu-material-pembangunan-tempat-ibadah/feed/ 0 21622
Astra Agro Gandeng CTSS IPB Gelar Training di STN Tingkatkan Kapasitas Pengelolaan Keanekaragaman Hayati https://www.astra-agro.co.id/id/2025/11/21/astra-agro-gandeng-ctss-ipb-gelar-training-di-stn-tingkatkan-kapasitas-pengelolaan-keanekaragaman-hayati/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/11/21/astra-agro-gandeng-ctss-ipb-gelar-training-di-stn-tingkatkan-kapasitas-pengelolaan-keanekaragaman-hayati/#respond Fri, 21 Nov 2025 06:35:40 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=21522 PT Astra Agro Lestari Tbk. (Astra Agro) kembali memperkuat komitmennya dalam pengelolaan kawasan High Conservation Value (HCV), keanekaragaman hayati, dan ekosistem alami dengan menggelar training Biodiversity and Ecosystem Sustainability di PT Sukses Tani Nusasubur (STN) berkolaborasi bersama Center for Transdisciplinary and Sustainability Sciences (CTSS) IPB University.

“Perusahaan menunjukkan kesungguhan yang luar biasa untuk benar-benar menjaga kawasan,” kata Dosen IPB University sekaligus Direktur CTSS IPB University, Prof. Damayanti Buchori, Ph.D, M.Sc usai acara yang dilengkapi dengan kunjungan lapangan melihat program konservasi perusahaan.

Menurut Prof. Damayanti, area konservasi yang dipertahankan perusahaan bahkan lebih luas dibandingkan area yang dibuka untuk perkebunan sawit.

Langkah itu, menurutnya mencerminkan penerapan sustainable landscape yang berjalan baik.

“Cara mereka menjaga landscape-nya itu impressive,” ujar Prof. Damayanti, tampak bangga dengan langkah dan keseriusan PT STN menjaga lingkungan bernilai konservasi tinggi.

Training strategis yang diselenggarakan September lalu ini sendiri ditujukan untuk meningkatkan kompetensi teknis dan koordinasi implementasi konservasi di lanskap perkebunan.

Kegiatan diikuti 25 peserta dari berbagai entitas Astra Group, termasuk PT Astra International Tbk, PT Pamapersada Nusantara, PT Energia Prima Nusantara, PT United Tractors, PT Agincourt Resources, serta anak perusahaan AAL.

Saat melakukan peninjauan lapangan para peserta diajak melihat bagaimana perusahaan memelihara kawasan karst dan gua-gua secara aktif, termasuk melakukan perawatan yang membutuhkan biaya besar. 

Ia mengungkapkan bahwa hasil rapid biodiversity assessment menunjukkan kekayaan hayati yang luar biasa, mulai dari populasi beruk yang kuat hingga kupu-kupu dan burung yang masih mudah dijumpai di sekitar area konservasi.

Selain melibatkan IPB, kegiatan juga melibatkan Dosen University of Vienna, Prof. Dr. Christian Hansjoachim Schulze dan Dosen IPB University, Prof. Dr. Ir. Mirza Dikari Kusrini, M.Si, serta tim ahli dari IPB University lainnya.

Mereka pun memberikan pendalaman ilmiah, bimbingan teknis identifikasi spesies, serta penilaian terhadap metode pengumpulan data lapangan, pengolahan data berdasarkan kaidah ilmiah.

Vice President Sustainability Astra Agro, Susila Darma Wati, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian penting dari penguatan sistem keberlanjutan perusahaan.

“Pelatihan Biodiversity ini kami selenggarakan sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam memenuhi standar keberlanjutan, yang menekankan pentingnya penguatan pengelolaan kawasan High Conservation Value (HCV),keanekaragaman hayati, da nekosistem alamidi seluruh wilayah operasional,” ujar Susi

Baginya, pelaksanaan pelatihan merupakan tindak lanjut 5 Years Action Plan (5YAP) serta langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas tim sustainability dalam mengelola dan mengevaluasi efektivitas program konservasi.

Ia mengungkapkan, program ini juga mendukung implementasi Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) yang menekankan pentingnya penguatan kapasitas dan kolaborasi lintas sektor, termasuk peran sektor swasta dalam menjaga keberlanjutan keanekaragaman hayati.

Sumber: Tribun News Kaltim

Penafian

Artikel ini mungkin berisi materi ber hak cipta, yang penggunaannya mungkin tidak diizinkan oleh pemilik hak cipta. Materi ini disediakan dengan tujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan. Materi yang terdapat dalam situs web Astra Agro didistribusikan tanpa mencari keuntungan. Jika Anda tertarik untuk menggunakan materi yang memiliki hak cipta dari materi ini dengan alasan apapun yang melampaui ‘penggunaan wajar’, Anda harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari sumber aslinya

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/11/21/astra-agro-gandeng-ctss-ipb-gelar-training-di-stn-tingkatkan-kapasitas-pengelolaan-keanekaragaman-hayati/feed/ 0 21522
Menumbuhkan Kehidupan dari Komunitas: Cerita Paguyuban Terbaik Astra Agro 2025 https://www.astra-agro.co.id/id/2025/11/17/menumbuhkan-kehidupan-dari-komunitas-cerita-paguyuban-terbaik-astra-agro-2025/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/11/17/menumbuhkan-kehidupan-dari-komunitas-cerita-paguyuban-terbaik-astra-agro-2025/#respond Mon, 17 Nov 2025 08:53:27 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=21440 Di tengah hiruk pikuk aktivitas di perkebunan, terdapat ruang-ruang hangat yang memupuk kehidupan di dalamnya. Ruang di mana para karyawan dan keluarga besar PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) tumbuh bersama, dan menebar manfaat bagi sekitar. Di sinilah para komunitas inspiratif lahir dan berkembang. Kerap dikenal dengan nama paguyuban, namun maknanya lebih dari sekedar perkumpulan manusia semata. Namun sebuah rumah yang melahirkan nilai kemanusiaan, membangun kepedulian serta menumbuhkan kemandirian yang berkelanjutan. 

Paguyuban Kencana Lestari

Di lingkungan PT Gunung Sejahtera Puti Perdana (GSPP), Kalimantan Tengah, tumbuh sebuah komunitas yang seindah namanya: Paguyuban Kencana Lestari. Di bawah kepemimpinan Dimas Saputra selaku Ketua Paguyuban, mereka menghidupkan semangat kebersamaan dan tanggung jawab sosial yang kuat.

Paguyuban ini berdiri di atas semangat sederhana, saling peduli dan berkembang bersama. Berbagai program unggulan mereka menjadi bukti nyatanya. Program Zero Accident dan Safety Agent, misalnya, bukan hanya slogan keselamatan kerja, tetapi budaya hidup. 

“Keselamatan mulai dari rumah.” menjadi jargon mereka. Dengan menganut sistem Triple S, yakni Sebelum, Saat, dan Sesudah bekerja, bagi mereka keselamatan adalah karakter, bukan kewajiban.

Di sela rutinitas, mereka juga menghidupkan nilai budaya, melalui Siskamling Temu Paguyuban, warga memperkuat rasa aman dan solidaritas. Sementara kesenian kuda lumping menjadi ruang ekspresi budaya yang mengakar, menyatukan warga lintas generasi dalam semangat gotong royong.

Kemandirian ekonomi pun menjadi pilar penting. Melalui UMKM Mandiri, warga memproduksi jamu, nasi tiwul, dan keripik singkong, serta mengelola layanan pangkas rambut secara kemitraan. Serta di bidang lingkungan, program Biopori menjadi simbol kepedulian terhadap bumi, berjalan beriring dengan TPA Keagamaan yang memperkuat moral dan spiritual warga.

Paguyuban ini menjadi cermin nyata bagaimana nilai-nilai 4 pilar tanggung jawab sosial kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan hidup dari rumah ke rumah.

Paguyuban Hidup Baru

Sementara itu, di Desa Laburan, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, berdiri Paguyuban Hidup Baru, komunitas yang benar-benar hidup sesuai namanya. Di bawah naungan PT Borneo Indah Marjaya (BIM), paguyuban ini mengajarkan bagaimana sinergi dan keberlanjutan bisa menjadi rumah bersama.

Paguyuban ini mengedepankan tiga pilar utama: Selamat, Sehat, dan Hijau. Melalui agen safety, ronda malam rutin, dan rambu-rambu keselamatan, mengacu pada komitmen yang sama bahwa menanamkan kesadaran tentang keselamatan bukan hanya urusan kerja, tapi gaya hidup.

Di bidang kesehatan, mereka menjalankan Posyandu warga, jumantik aktif, serta program Ready to Work (RTW) yang membiasakan warga menjaga kebugaran sebelum bekerja. Tidak berhenti di sana, kegiatan olahraga bersama dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) menjadikan paguyuban ini tempat belajar hidup sehat yang nyata.

Hal yang paling membanggakan adalah program Bank Sampah pada Paguyuban Hidup Baru, yang telah berjalan sejak 2021. Program ini bukan hanya mengubah sampah menjadi sumber ekonomi, tetapi juga mengajarkan warga tentang tanggung jawab terhadap lingkungan. Bank sampah ini bahkan telah bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kalimantan Timur dan meraih penghargaan Proklim tingkat provinsi.

Di sela aktivitas lingkungan, warga juga mengembangkan UMKM Paguyuban Mandiri seperti keripik pisang, jamu, dan kerajinan tangan. Semua keuntungan dikembalikan untuk kepentingan bersama. Paguyuban Hidup Baru telah menghadirkan kehidupan baru yang sehat dalam kebiasaan, hijau dalam harmoni, dan mandiri dengan hati.

Paguyuban Hotel Berseri

Dari tanah Kalimantan menuju tanah Riau, Paguyuban Hotel Berseri yang menjadi binaan dan bimbingan PT Kimia Tirta Utama (KTU) juga tak kalah memancarkan semangat kebersamaan yang cerah seperti namanya yakni Berseri. Dengan visi menciptakan lingkungan yang “hijau, guyub, sehat, selamat, dan produktif,” mereka membangun harmoni antara warga, alam, dan perusahaan.

Paguyuban ini berdiri kokoh di atas empat pilar: Sehat, Selamat, Hijau, dan Sejahtera. Melalui program Hotel Berseri Sehat, mereka menjaga kesehatan warga lewat Posyandu Anggrek, apotek hidup, dan senam ibu-ibu setiap minggu. Fitness center juga hadir untuk meningkatkan kesehatan fisik sekaligus menjadi usaha produktif bagi paguyuban.

Dalam pilar Selamat, budaya Safety Culture diterapkan konsisten, dengan Tugu Komitmen Keselamatan, pemeriksaan APD rutin, dan program Ready to Work. Berkat disiplin tinggi ini, PT KTU berhasil mempertahankan predikat Zero Accident hingga 2025.

Tak mau ketinggalan, pilar Hijau juga menjadi program yang menjadi perhatian, dengan dijalankan bersama kreativitas warga. Melalui inovasi LIMBAH (Lihat, Inisiatif, Manfaatkan, Buat, dan Hadirkan solusi), galon bekas disulap jadi pot tanaman, ban bekas jadi pagar dan monumen, serta sampah organik diolah jadi pupuk kompos. Lingkungan pun menjadi taman yang hidup dan indah.

Di pilar terakhir yaitu Sejahtera, warga memberdayakan diri melalui usaha jual beli ternak kambing, budidaya ikan lele, produksi serbuk jahe, serta warung hidup yang menyediakan sayur segar hasil kebun. Semua kegiatan ini bukan hanya meningkatkan kesejahteraan, tapi juga memperkuat ikatan sosial antar warga.

Tiga paguyuban ini, Kencana Lestari, Hidup Baru, dan Hotel Berseri, mewakili wajah sejati keberlanjutan di Astra Agro. Mereka menanam nilai-nilai kemanusiaan di setiap langkah, mengelola lingkungan dengan hati, dan menumbuhkan ekonomi melalui kebersamaan.

Sebagai bukti nyata dari dedikasi dan kerja keras tersebut, ketiga paguyuban ini berhasil menjadi tiga terbaik dalam ajang Inovasi Astra Agro (Innovagro) Lomba Paguyuban 2025. 

Sebuah pengakuan atas semangat kebersamaan, kreativitas, dan kepedulian yang tumbuh dari sebuah  komunitas.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/11/17/menumbuhkan-kehidupan-dari-komunitas-cerita-paguyuban-terbaik-astra-agro-2025/feed/ 0 21440
PT TBM salurkan bantuan pakan ayam dan dukung posyandu desa binaan https://www.astra-agro.co.id/id/2025/09/24/pt-tbm-salurkan-bantuan-pakan-ayam-dan-dukung-posyandu-desa-binaan/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/09/24/pt-tbm-salurkan-bantuan-pakan-ayam-dan-dukung-posyandu-desa-binaan/#respond Wed, 24 Sep 2025 07:38:00 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=21208 PT Tri Buana Mas (TBM), salah satu anak usaha PT Astra Agro Lestari Tbk menyalurkan dua bentuk bantuan di desa binaan, Desa Buas-Buas Hilir, Kecamatan Candi Laras Utara, Kabupaten Tapin, berupa pakan ayam petelur untuk kelompok peternak dan bantuan rutin bagi posyandu desa setempat.

PT TBM menyerahkan 1.000 kilogram pakan ayam petelur kepada kelompok peternak lokal. Bantuan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) ini diharapkan dapat meringankan beban peternak dalam memenuhi kebutuhan pakan yang kian mahal, serta mendorong peningkatan perekonomian masyarakat melalui sektor peternakan, demikian press release Humas PT TBM, Selasa.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih atas perhatian dan kepedulian PT TBM, kami berharap program ini bisa berkelanjutan hingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,” kata Pendamping Desa Kecamatan Candi Laras Utara Muharram Rijali Ihsan.

Hal senada juga disampaikan Ahmad Yani, salah satu pengelola ternak ayam petelur di desa tersebut. Menurutnya, biaya pakan merupakan beban terbesar bagi peternak.

Dan dengan jumlah ayam mencapai 500 ekor, setiap hari pihaknya harus menghabiskan lebih dari satu karung pakan berisi 50 kilogram.

“Bantuan ini sangat membantu kami, dalam menjaga keberlangsungan usaha,” ungkapnya.

Sementara itu, Asisten CSR PT TBM Esti Setyaningsih, menyampaikan bahwa dukungan ini merupakan bagian dari program Astra Kreatif, salah satu pilar CSR perusahaan.

“Kami berharap program pemberdayaan ekonomi masyarakat ini terus berkembang dan memberikan manfaat berkelanjutan. Ini juga sejalan dengan komitmen Astra Agro, memberikan kontribusi nyata untuk kesejahteraan masyarakat sekitar,” ucapnya.

Selain mendukung sektor peternakan, PT TBM pada kesempatan yang sama juga menyalurkan bantuan rutin untuk Posyandu Desa Buas-Buas Hilir.

Bantuan ini diperuntukkan bagi penyediaan makanan tambahan bergizi seimbang untuk balita, yang diarahkan mencegah maupun menanggulangi masalah stunting. Bantuan diterima perwakilan pemerintah desa, Sekretaris Desa Buas-Buas Hilir, Andi Taufik.

“Kami sangat mengapresiasi kepedulian PT TBM, bantuan ini bukan hanya mendukung kesehatan balita, tetapi juga memperkuat pelayanan posyandu di desa kami,” tutur Andi Taufik.

Dua kegiatan sosial ini menegaskan peran PT TBM sebagai bagian dari Astra Agro yang terus berupaya memberi manfaat bagi semua, sejalan dengan misi perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat.

Dengan langkah nyata seperti pemberdayaan peternak ayam petelur dan dukungan pada kesehatan balita, PT TBM ingin keberadaan perusahaan terus memberikan dampak positif, baik di bidang ekonomi maupun kesehatan.

Sumber: Antara Kalsel

Penafian

Artikel ini mungkin berisi materi berhak cipta, yang penggunaannya mungkin tidak diizinkan oleh pemilik hak cipta. Materi ini disediakan dengan tujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan. Materi yang terdapat dalam situs web Astra Agro didistribusikan tanpa mencari keuntungan. Jika Anda tertarik untuk menggunakan materi yang memiliki hak cipta dari materi ini dengan alasan apapun yang melampaui ‘penggunaan wajar’, Anda harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari sumber aslinya

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/09/24/pt-tbm-salurkan-bantuan-pakan-ayam-dan-dukung-posyandu-desa-binaan/feed/ 0 21208
Cerita Masyarakat Adat Kaili Tado dan Fasilitas Air Bersih dari PT LTT https://www.astra-agro.co.id/id/2025/08/05/cerita-masyarakat-adat-kaili-tado-dan-fasilitas-air-bersih-dari-pt-ltt/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/08/05/cerita-masyarakat-adat-kaili-tado-dan-fasilitas-air-bersih-dari-pt-ltt/#respond Tue, 05 Aug 2025 03:32:21 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=20817 Saban hari, seorang ibu rumah tangga, Liliana (38), harus berjalan kaki sekitar 45 menit menyusuri semak belukar dan menuruni serta menaiki jalan terjal untuk mengambil air bersih di sumber mata air di Sungai Lariang, Desa Towiora, Kabupaten Donggala, Sulawesi Barat. Tak terhitung berapa kali dalam sehari ia dan anggota Suku Kaili Tado lainnya harus bolak-balik memikul jerigen dan ember untuk menampung air bersih yang akan mereka gunakan.

Liliana bukan hanya memikul air bersih untuk konsumsi, tetapi ia dan masyarakat Kaili Tado di Desa Towiora juga menggantungkan kebutuhan air mereka untuk mandi, cuci, kakus (MCK) di Sungai Lariang tersebut. Hal ini terjadi karena mereka tidak memiliki akses air bersih, sumur, atau kamar mandi. Bayangkan saja, seluruh kegiatan yang memerlukan air berlangsung di sungai tersebut, tanpa adanya pembatas antara air yang digunakan untuk keperluan konsumsi dan MCK.

Menurut Liliana, kondisi desanya yang mengharuskan bolak-balik ke sungai untuk memikul air bersih sudah menjadi hal yang mau tidak mau harus ia dan warga di Dusun Towiora terima sebagai rutinitas. “Bahkan yang lebih menantang lagi, kalau kami kebelet mau buang air, ya kami juga harus lari-lari menuju sungai, apalagi kalau posisinya malam, gelap tidak ada penerangan sama sekali. Bolak-balik antara rumah ke sungai saja sudah satu jam lebih,” ujarnya.

Kondisi itu tak jarang membuat warga lelah sehingga banyak yang mengeluh. Sampai-sampai jika memasuki musim penghujan, warga lebih memilih menampung air hujan untuk memenuhi kebutuhan air di rumah, meski kadang kualitasnya tidak layak. “Kalau lagi kepepet, enggak tahan lagi, atau lagi kelelahan jalan pikul air, daripada enggak ada sama sekali, ya sudah kami pakai saja air hujan,” kata Liliana.

Fakta lain dari kondisi Sungai Lariang adalah arusnya yang sangat deras ketika banjir. Hal ini menjadi ancaman yang sangat mengkhawatirkan bagi masyarakat yang beraktivitas sehari-hari di sana. Meskipun kemarau kering, atau badai dan banjir melanda, mereka yang memerlukan air, apapun kondisi sungai, tetap bergantung padanya. Siapa yang bisa menjamin keselamatan mereka jika situasi dan kondisinya tidak memungkinkan?

Senada dengannya, ibu rumah tangga lainnya, Romlia, juga menceritakan hal serupa. Setiap sebelum matahari terbit, Romlia harus bangun lebih dulu menuju sungai untuk mandi dan memandikan anaknya. “Kalau sudah terang itu banyak sekali orang pada mandi, cuci, dan keperluan lainnya, supaya enggak antre dan anak saya enggak terlalu malu jadi saya duluan, meski masih gelap,” kata Romlia.

Romlia melanjutkan ceritanya, di saat masih gelap gulita ia membawa dua jerigen lima liter air untuk dibawa pulang setelah selesai memandikan anaknya. Romlia, yang merupakan wanita paruh baya ini, mengaku sering sakit punggung karena usianya yang tidak muda lagi untuk mengangkut dan berjalan jauh berkali-kali ke sungai.

“Tapi ya bagaimana lagi, namanya kebutuhan tetap kami jalani, sampai akhirnya kami mendapatkan keajaiban sumber air bersih yang dekat,” tuturnya.

Air bersih dan sanitasi yang layak merupakan kebutuhan dasar manusia. Salah satu poin tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) adalah memastikan bahwa masyarakat memiliki akses universal terhadap air bersih dan sanitasi.

Hal ini yang mendasari PT Lestari Tani Teladan (LTT) meningkatkan inisiasi dukungan kepada masyarakat sekitar, khususnya bagi masyarakat Desa Towiora. Melihat keprihatinan terhadap masyarakat akan keperluan air bersih, PT LTT telah berhasil membangun lima fasilitas air bersih berupa sumur umum dan fasilitas sanitasi (MCK) untuk Desa Towiora.

Alhamdulillah kami sudah sangat terbantu, kami jadi sudah jarang ke sungai, sudah ada sumur dan kamar mandi yang airnya jernih,” kata Romlia.

Bahkan, Liliana menambahkan, warga di luar Desa Towiora ini juga suka ikut mengambil air bersih dari fasilitas PT LTT, khususnya di saat musim kemarau tiba atau di saat kualitas air di Sungai Lariang keruh.

“Fasilitas air dan sanitasi ini telah memberi manfaat bagi lebih dari 100 keluarga yang memerlukan akses air bersih,” kata Kepala Desa Towiora, Sukri DM Lage.

Baginya, ini merupakan hal yang sangat berarti bagi desanya yang terus menghadapi kekurangan air bersih serta ketiadaan fasilitas sanitasi yang memadai bagi sebagian warga.

Sementara itu, Warni, Ketua Dewan Adat Desa Towiora, menjadi saksi yang mengikuti proses awal mula PT LTT membangun sumur dan fasilitas sanitasi bagi desanya. Ia berharap warga tidak lagi kesulitan dalam mengakses air bersih dan dapat melakukan kegiatan MCK dengan lebih nyaman dan higienis.

“Satu per satu kita benahi Desa Towiora ini dengan dibantu oleh perusahaan. Kalau sudah ada air bersih, mudah-mudahan warga di sini jadi lebih sehat dan produktif ke depannya,” ungkap Warni.

Inisiatif yang dilakukan oleh PT LTT ini merupakan hasil diskusi berkelanjutan, konstruktif, dan partisipatif antara anggota masyarakat dan PT LTT. Kebutuhan ini disampaikan dan ditelusuri langsung atas keterlibatan intensif tim PT LTT dengan apa yang diharapkan dan dibutuhkan oleh masyarakat.

Sejalan dengan proses rencana aksi yang sedang dilakukan oleh PT LTT bersama masyarakat, perusahaan senantiasa duduk bersama, berdiskusi, dan selalu membuka dialog dengan pemangku kepentingan, khususnya masyarakat sekitar perusahaan.

Dengan adanya penguatan kapasitas forum desa yang ada, serta memperkuat kualitas ruang dialog ke perangkat desa dan masyarakat, semakin mempermudah PT LTT mendengarkan apa yang diharapkan oleh masyarakat.

Harapannya, semoga semakin banyak masyarakat yang merasakan kontribusi kehadiran perusahaan di sekitarnya, serta terus membantu mendorong pemberdayaan masyarakat sekitar.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/08/05/cerita-masyarakat-adat-kaili-tado-dan-fasilitas-air-bersih-dari-pt-ltt/feed/ 0 20817
Ketika Pohon-Pohon Sawit PT ANA Tumbuh Selaras Bersama Masyarakat Desa https://www.astra-agro.co.id/id/2025/08/04/ketika-pohon-pohon-sawit-pt-ana-tumbuh-selaras-bersama-masyarakat-desa/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/08/04/ketika-pohon-pohon-sawit-pt-ana-tumbuh-selaras-bersama-masyarakat-desa/#respond Mon, 04 Aug 2025 03:05:10 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=20811 Di antara lekuk perbukitan hijau dan hamparan laut biru yang menyentuh cakrawala, Morowali Utara menyimpan kisah-kisah sederhana yang penuh makna. Di tempat ini, PT Agro Nusa Abadi (ANA) menjejakkan langkah beberapa tahun silam, bukan hanya sebagai perusahaan, tetapi sebagai bagian dari denyut nadi masyarakat. Lewat program-program tanggung jawab sosial yang berpijak pada kebutuhan nyata warga dan pemberdayaan kesejahteraan masyarakat.

Harapan-harapan kecil terus tumbuh. Harapan dari para pendidik yang senantiasa membagikan ilmunya tanpa tanda jasa, harapan pekerja kesehatan seperti kader posyandu yang setia memastikan tumbuh kembang para ibu hamil, bayi, dan balita sesuai grafik normal pertumbuhannya. Pun harapan para pelaku UMKM yang mencoba bangkit lewat usaha rintisannya. Di balik itu semua, PT ANA hadir menjadi partner yang memilih untuk tidak sekedar beroperasi, tetapi juga berkontribusi. 

PT ANA menjalankan program-program keberlanjutannya di Kabupaten Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah, dengan fokus pada desa-desa binaan: Towara Pantai, Peboa, Towara, Molino, Bungintimbe, Tompira, dan Bunta yang terletak di Kecamatan Petasia Timur. Program-program ini dilaksanakan secara rutin berdasarkan pada Empat Pilar CSR, bekerja sama dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan lokal. Melalui pertemuan partisipatif, masyarakat dan perusahaan bersama-sama merancang inisiatif yang sesuai dengan kebutuhan lokal.

Baru-baru ini pada pilar ekonomi PT ANA menyasar pada pasar tradisional yang sederhana, namun denyut ekonomi lokal berdetak di sana. PT ANA, melalui kerja sama dengan pemerintah desa dan warga, membantu revitalisasi Pasar Bungintimbe. Dukungan alat berat dari perusahaan membantu memperluas area pasar, memberi ruang bagi lebih banyak pedagang, lebih banyak pembeli, dan tentu saja, lebih banyak peluang.

Musniati, Kepala Desa Bungintimbe begitu mengapresiasi kontribusi yang diberikan PT ANA, menurutnya pembenahan pasar ini menjadi salah satu alat perputaran ekonomi bagi warganya,  besar harapannya dengan kegiatan ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan mendukung pembangunan desa ke depannya. 

“Dengan fasilitas yang lebih lengkap dan area yang luas, pasar ini akan siap menjadi sentra ekonomi baru bagi warga Bungintimbe,” terang Musniati.

Pada saat yang sama, PT ANA juga memberikan dukungan kepada UMKM Sinergi Magasi, sebuah kelompok usaha yang dibentuk oleh kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Desa Molino. Usaha ini mencakup produksi makanan olahan dan pertanian hortikultura, khususnya budidaya cabai. Untuk membantu pengembangan usaha tersebut, PT ANA hadir mendukung mereka dengan alat-alat produksi dan infrastruktur sederhana karena usaha kecil pun layak mendapat perhatian besar.

“Kami cuma bisa bilang terima kasih banyak lah kepada PT ANA, konsisten tidak hanya bantu desa, tapi juga langsung ke warganya,” ungkap Ketua PKK Desa Molino.

Bagi PT ANA, pemberdayaan bukan hanya tentang bantuan, tetapi tentang menumbuhkan potensi yang telah lama ada dalam diri masyarakat desa—potensi untuk maju dan hidup mandiri. PT ANA menilai positif para perintis usaha melalui UMKM yang ada dapat memberikan dampak serta contoh yang baik bagi warga bahkan desa lain.

Tak hanya berhenti di situ, PT ANA senantiasa menjalankan pilar-pilar CSR lainnya dengan semangat sejahtera bersama bangsa. Dalam dunia pendidikan PT ANA secara konsisten mendukung dunia pendidikan dengan memberikan insentif kepada 21 guru honorer di 13 sekolah binaan hingga Maret 2025. Para penerima manfaat terdiri dari 13 guru Sekolah Dasar (SD), 7 guru Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 1 guru Sekolah Menengah Atas (SMA).  PT ANA memberikan insentif kepada mereka, bukan sekadar angka, tapi bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam mencerdaskan anak-anak desa.

Kemudian pada pilar kesehatan,  PT ANA menunjukkan perhatiannya dengan memberikan insentif kepada 60 kader Posyandu dari 12 desa binaan. Para kader ini adalah para ibu yang tanpa pamrih mengawal tumbuh kembang balita, memantau kesehatan ibu hamil, hingga merawat para lansia. Selain itu, PT ANA juga rutin menyalurkan Makanan Tambahan (PMT) sebagai dukungan nyata untuk gizi masyarakat.

Dan yang tak kalah penting sebagai perusahaan yang beroperasi di tengah kekayaan alam Sulawesi Tengah, PT ANA menyadari bahwa keberlanjutan dapat dicapai dengan tetap menciptakan keseimbangan lingkungan. Dalam kurun waktu 2024 hingga 2025, PT ANA memperkuat komitmennya melalui berbagai inisiatif lingkungan yang menyentuh langsung aspek pelestarian, pengurangan dampak, dan edukasi lingkungan kepada masyarakat sekitar.

Langkah tersebut seperti menanam pohon di area-area penyangga desa untuk mengurangi risiko erosi dan memperbaiki kualitas udara. Ribuan bibit pohon lokal ditanam bekerja sama dengan masyarakat dan sekolah-sekolah di desa binaan.

PT ANA juga senantiasa memberikan pelatihan dan sosialisasi tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup kepada warga desa, kelompok tani, serta pelajar. Adapun yang diangkat mencakup pengelolaan sampah rumah tangga, konservasi air, hingga praktik pertanian ramah lingkungan.

Dengan semangat kolaborasi dan keberlanjutan, PT ANA akan terus hadir, mendengarkan, dan bergerak bersama, menanam harapan di tanah yang subur, dan memanen masa depan yang lebih cerah bagi generasi Morowali Utara yang akan datang.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/08/04/ketika-pohon-pohon-sawit-pt-ana-tumbuh-selaras-bersama-masyarakat-desa/feed/ 0 20811
Peduli Desa Era, PT RAS Dukung Program Pertanian Dan Panen Bersama Warga https://www.astra-agro.co.id/id/2025/07/24/peduli-desa-era-pt-ras-dukung-program-pertanian-dan-panen-bersama-warga/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/07/24/peduli-desa-era-pt-ras-dukung-program-pertanian-dan-panen-bersama-warga/#respond Thu, 24 Jul 2025 01:11:00 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=20756 Ditengah semilir angin persawahan dan senyum hangat para petani, panen raya di Desa Era, Kecamatan Mori Utara, Kabupaten Morowali Utara (Morut), Sulawesi Tengah (Sulteng) menjadi bukti bahwa kerja sama dan kepedulian bisa menumbuhkan harapan yang baik bagi masyarakat.

Masyarakat berkumpul di tengah ladang, untuk merayakan keberhasilan panen padi. Hasil dari bantuan bibit yang diberikan PT Rimbunan Alam Sentosa (RAS) di awal tahun ini.

Bagi para petani Era, panen ini bukan sekedar hasil kerja keras beberapa bulan terakhir, tetapi juga wujud nyata dari kepedulian dan kehadiran pihak perusahaan di tengah masyarakat banyak.

PT RAS merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit anak grup dari PT Astra Agro Lestari (AAL) Tbk, yang hidup berdampingan dengan masyarakat Era sebagai Desa binaan mereka.

“Warga Era sangat bersyukur atas bantuan dan kerjasama yang selalu diberikan PT RAS kepada mereka, hasil panennya bagus sekali. Ini rezeki yang tak ternilai bagi banyak keluarga di sini,” kata Kepala Desa (Kades) Era, Ferdinan Moenggo.

Ferdinan Moenggo, mengungkapkan, Desa dan warganya begitu banyak terdampak positif dari hadirnya PT RAS di wilayah mereka.

Sawah bukan hanya soal hasil tani, tetapi juga soal kehidupan. Demikianlah keyakinan warga Era. Panen ini memberi mereka keyakinan baru, bahwa ketahanan pangan bukan hanya slogan, tetapi bisa benar-benar diwujudkan ketika ada niat baik dan kerja sama.

Rasa syukur dan bahagia juga dirasakan oleh Assistant Sustainability PT RAS-SJA2, Elberto Tarigan. Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari inisiatif sosial PT RAS dalam bidang pertanian. Sebagai upaya nyata dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat lokal.

“Kami melihat sendiri bagaimana bibit yang diberikan tumbuh subur. Tak ada yang gagal panen. Semua lahan hijau, menguning, dan akhirnya bisa di tuai secara bersama,” ucap Elberto yang turun langsung ke sawah mendampingi para petani.

Hasil panen ini diharapkan tidak hanya meningkatkan stok pangan lokal, tetapi juga memperkuat daya beli dan kesejahteraan masyarakat petani di Era. Kedepannya juga PT RAS terus berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang responsif terhadap kebutuhan warga, serta berdampak besar bagi keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat.

Bagi PT RAS, keberhasilan panen ini bukan akhir, melainkan langkah awal dari kemitraan jangka panjang dengan masyarakat dalam mewujudkan Desa yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing. 

Sumber: Redaksisulut.com

Penafian

Artikel ini mungkin berisi materi berhak cipta, yang penggunaannya mungkin tidak diizinkan oleh pemilik hak cipta. Materi ini disediakan dengan tujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan. Materi yang terdapat dalam situs web Astra Agro didistribusikan tanpa mencari keuntungan. Jika Anda tertarik untuk menggunakan materi yang memiliki hak cipta dari materi ini dengan alasan apapun yang melampaui ‘penggunaan wajar’, Anda harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari sumber aslinya

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/07/24/peduli-desa-era-pt-ras-dukung-program-pertanian-dan-panen-bersama-warga/feed/ 0 20756
Perkebunan Sawit PT SAL Dorong Kemajuan Desa dengan Konsep Belajar dan Tumbuh Bersama https://www.astra-agro.co.id/id/2025/07/17/perkebunan-sawit-pt-sal-dorong-kemajuan-desa-dengan-konsep-belajar-dan-tumbuh-bersama/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/07/17/perkebunan-sawit-pt-sal-dorong-kemajuan-desa-dengan-konsep-belajar-dan-tumbuh-bersama/#respond Thu, 17 Jul 2025 10:16:02 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=20706 Di antara jalan-jalan tanah merah dan pepohonan rindang di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, Desa Muara Delang pelan-pelan menata masa depannya. Desa ini tidak menunggu bantuan datang dari luar, Ia bergerak dengan kesadaran bahwa perubahan harus lahir dari dalam.

Di tengah upaya masyarakat memperkuat pondasi lokal, kehadiran mitra strategis tetap memegang peranan penting. Di titik itulah PT Sari Aditya Loka (SAL), anak usaha Astra Agro Lestari menempatkan dirinya. Bukan sebagai penyedia solusi, tapi sebagai mitra perjalanan.

Melalui forum kecil yang tak selalu gemerlap berupa Focus Group Discussion (FGD), PT SAL menjalin percakapan dengan masyarakat dan Pemerintah Desa Muara Delang. Diskusi itu tidak hanya rutinitas atau pemenuhan kewajiban perusahaan. Tetapi, sebagai ruang refleksi bersama, tempat di mana potensi desa dipetakan, data sosial dibuka lebar, dan mimpi pembangunan diletakkan di atas meja.

“Program FGD ini sangat membantu desa dalam menentukan arah pembangunan yang tepat sasaran, hampir mirip dengan pendekatan desa kawasan,” kata Haidir, Kepala Desa Muara Delang.

Ia merasa bersyukur mendapatkan pendampingan dari PT SAL di setiap perjalanan mereka. “Selama ini, kami merasakan kontribusi CSR PT SAL yang nyata dan berkelanjutan,” ungkapnya menyebut tanggung jawab sosial perusahaan.

Di tengah gempuran narasi pembangunan yang sering kali identik dengan proyek fisik, PT SAL mengambil jalur yang lebih senyap namun strategis. Konsep yang bisa jadi terdengar abstrak, tapi dalam praktiknya, mengandung proses membuka ruang: ruang untuk belajar, bertanya, menyusun rencana, hingga menata ulang cara pandang masyarakat terhadap sumber daya di sekitar mereka.

“Fasilitasi bukan hanya tentang bantuan. Ia adalah proses pendampingan yang membuka peluang bagi masyarakat untuk menyadari potensi, memahami tantangan, dan mengambil tindakan,” ungkap Asisten Sustainability PT SAL, Slamet Riyadi.

Slamet menyebut bahwa fasilitasi bisa berupa pendamping, relawan, penyuluh, hingga pelatihan-pelatihan sederhana, yang secara perlahan tapi pasti mengubah cara masyarakat mengelola desanya sendiri. Di sinilah pembangunan bukan dipaksakan dari luar, melainkan tumbuh dari dalam.

FGD ini berbasis pendekatan pemetaan sosial, menggali kondisi sosial budaya, kapasitas sumber daya manusia, hingga potensi ekonomi lokal. Desa Muara Delang, kini makin konsisten dalam menyusun arah pembangunan berbasis evidensi dan partisipasi.

Yang menarik, diskusi itu juga menyentuh isu-isu krusial namun sering terabaikan, seperti bagaimana memastikan penggunaan dana desa tepat sasaran, bagaimana membangun tanpa kehilangan identitas lokal, dan bagaimana menjaga agar semangat gotong royong tak tergerus oleh pendekatan transaksional.

Di sinilah model fasilitasi ala PT SAL menjadi signifikan. Ia tidak mengatur, tidak menuntut. Sebaliknya, ia hadir sebagai ruang belajar bersama yang menumbuhkan kepercayaan, sekaligus mendorong desa untuk mengartikulasikan kebutuhannya sendiri. PT SAL hadir tanpa mendominasi, mendampingi tanpa menggurui.

Kehadiran perusahaan di sekitar masyarakat memang kerap dinilai lewat jumlah bantuan yang diberi atau proyek yang dibangun. Namun PT SAL tidak berpikir dengan pola itu. Bagi mereka, membangun desa bukan soal seberapa banyak uang yang dikucurkan, tapi seberapa dalam dampak yang ditinggalkan.

Pendekatan ini sejalan dengan semangat pembangunan desa yang kini bergeser ke arah inklusif dan partisipatif. Pemerintah pusat mendorong desa untuk menjadi motor pembangunan, dan perusahaan seperti PT SAL memilih untuk hadir tidak sebagai nahkoda, tetapi sebagai navigator yang membantu desa menemukan jalannya sendiri.

“Kami tidak ingin mengambil alih. Kami ingin membersamai,” ucap Slamet.

Desa Muara Delang hari ini masih terus berproses. Tapi arah dan semangatnya mulai terasa berbeda. Ada kesadaran baru yang tumbuh, bahwa pembangunan bukan perkara proyek, melainkan proses. Bahwa mitra strategis tidak harus selalu hadir dengan alat berat atau baliho megah, tapi cukup dengan komitmen yang konsisten, dan ruang-ruang kecil untuk berdiskusi.

Dan di sanalah letak kekuatan sebenarnya dari program fasilitasi seperti yang dilakukan perusahaan perkebunan sawit Sari Aditya Loka: tidak menawarkan janji, tapi menumbuhkan harapan.

Sumber: Antara News

Penafian

Artikel ini mungkin berisi materi berhak cipta, yang penggunaannya mungkin tidak diizinkan oleh pemilik hak cipta. Materi ini disediakan dengan tujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan. Materi yang terdapat dalam situs web Astra Agro didistribusikan tanpa mencari keuntungan. Jika Anda tertarik untuk menggunakan materi yang memiliki hak cipta dari materi ini dengan alasan apapun yang melampaui ‘penggunaan wajar’, Anda harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari sumber aslinya

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/07/17/perkebunan-sawit-pt-sal-dorong-kemajuan-desa-dengan-konsep-belajar-dan-tumbuh-bersama/feed/ 0 20706
Dukung Ketahanan Pangan, PT Astra Agro Lestari Gelar Pelatihan Budidaya Lele https://www.astra-agro.co.id/id/2025/07/17/dukung-ketahanan-pangan-pt-astra-agro-lestari-gelar-pelatihan-budidaya-lele/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/07/17/dukung-ketahanan-pangan-pt-astra-agro-lestari-gelar-pelatihan-budidaya-lele/#respond Thu, 17 Jul 2025 08:06:07 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=20697 PT. Astra Agro Lestari melalui PT.Mamuang menyalurkan bantuan ribuan ekor bibit ikan lele dan pelatihan budidaya ikan dengan tajuk “Mengembangkan Kemampuan dan Keterampilan Budidaya yang Efektif”, kepada kelompok tani pembudidaya ikan air tawar Desa Panca Mukti, Kabupaten Donggala, Sulteng, Selasa 8 Juli 2025.

Langkah ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat untuk meningkatkan kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.

Warga Desa Panca Mukti sekaligus peserta pelatihan, Herman mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat yang ingin memulai usaha dalam bidang perikanan.

Menurutnya, bukan hanya tentang pemberian bibir, tetapi pelatihan yang tentunya membuka wawasan baru bagi para peserta.

“Saya pribadi sangat terbantu, apalagi dengan adanya pelatihan yang membuka wawasan baru. Ini menjadi semangat baru bagi kami untuk mengembangkan budidaya ikan sebagai sumber penghasilan tambahan,” tuturnya.

Penyaluran bantuan ini merupakan hasil dari dialog partisipatif antara Tim CSR PT. Mamuang dengan perangkat Desa Panca Mukti dan perwakilan masyarakat. 

Adapun proses penyerahan dilakukan secara simbolis dan disaksikan langsung Kepala Desa Panca Mukti, Karib Wibowo bersama jajaran perangkat desa dan anggota kelompok tani pembudidaya ikan.

Karib Wibowo mengapresiasi langkah yang dilakukan PT. Mamuang dengan memberdayakan masyarakat dan juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat melalui budidaya ikan.

“Budidaya ikan ini bukan hanya soal produksi pangan, tetapi juga peluang ekonomi bagi masyarakat. Kami berharap program ini terus berlanjut dengan dukungan berbagai pihak, terutama perusahaan,” terangnya.

CDO PT. Mamuang Agro Susanto mengatakan, hubungan harmonis perusahaan bersama desa menjadi pondasi yang kuat untuk keberhasilan program budidaya ikan lele di Desa Panca Mukti.

“Kepercayaan masyarakat adalah kunci. Melalui dialog dan kolaborasi yang terbuka, kami dapat memahami kebutuhan masyarakat dan merancang program yang benar-benar berdampak,”kata Agro dalam keterangannya, Rabu 8 Juli 2025.

Ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mendukung program ekonomi produktif masyarakat desa sekitar.

“Kami percaya pemberdayaan ekonomi harus dimulai dari potensi lokal yang nyata. Budidaya ikan air tawar di Panca Mukti merupakan salah satu potensi yang perlu diperkuat, dan kami hadir untuk mendukung dari sisi sarana dan peningkatan kapasitas masyarakat,” jelasnya.

Asisten CSR PT. Mamuang Muh. Fathurrohman menekankan pentingnya pendampingan dalam setiap program CSR yang dijalankan untuk kegiatan berkelanjutan bagi warga Panca Mukti.

“Kami tidak hanya ingin memberikan bantuan fisik, tetapi juga membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan agar program ini dapat berkelanjutan dan memberikan hasil maksimal bagi warga,” tambahnya. 

Sumber: Sulbar Express

Warga Desa Panca Mukti Berkumpul Untuk Berpartisipasi Dalam Pelatihan Budidaya Ikan Air Tawar

Penafian

Artikel ini mungkin berisi materi berhak cipta, yang penggunaannya mungkin tidak diizinkan oleh pemilik hak cipta. Materi ini disediakan dengan tujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan. Materi yang terdapat dalam situs web Astra Agro didistribusikan tanpa mencari keuntungan. Jika Anda tertarik untuk menggunakan materi yang memiliki hak cipta dari materi ini dengan alasan apapun yang melampaui ‘penggunaan wajar’, Anda harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari sumber aslinya

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/07/17/dukung-ketahanan-pangan-pt-astra-agro-lestari-gelar-pelatihan-budidaya-lele/feed/ 0 20697
Dari Pasar, Puskesmas, hingga Budidaya Jamur, Ketika Desa Tumbuh Bersama Astra Agro Lestari https://www.astra-agro.co.id/id/2025/07/15/dari-pasar-puskesmas-hingga-budidaya-jamur-ketika-desa-tumbuh-bersama-astra-agro-lestari/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/07/15/dari-pasar-puskesmas-hingga-budidaya-jamur-ketika-desa-tumbuh-bersama-astra-agro-lestari/#respond Tue, 15 Jul 2025 04:09:06 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=20665 Di banyak sudut sunyi Indonesia, harapan tidak pernah benar-benar mati. Ia tumbuh pelan-pelan, di tengah keterbatasan, lewat tangan-tangan yang tak pernah menyerah seorang kepala desa yang jujur, pemuda yang pulang kampung, atau seorang bidan yang tak pernah absen dari posyandu. Dan kadang, harapan itu datang dari tempat yang tak disangka sebuah perusahaan sawit, yang diam-diam menanam benih masa depan bersama warga desa.

Pagi baru saja dimulai ketika suara mesin backhoe memecah keheningan di Pasar Bungintimbe. Lumpur yang selama ini menjadi hambatan kini berganti jalur yang lebih rata simbol kecil dari perubahan besar yang sedang dimulai. “Alhamdulillah, akhirnya pasar kami dibenahi,” ucap Musniati, Kepala Desa Bungintimbe, sambil tersenyum lega.

“Biasanya kami kerja berhari-hari, sekarang alat berat ini mempercepat semua.” Revitalisasi pasar ini bukan proyek raksasa, tapi cukup untuk menggerakkan roda ekonomi desa. Alat berat itu merupakan bantuan dari PT Agro Nusa Abadi (ANA), anak usaha PT Astra Agro Lestari Tbk. Tapi lebih dari alat berat, yang ditawarkan perusahaan adalah niat untuk berjalan bersama masyarakat.

“Kami tidak ingin sekadar menjadi bisnis yang lewat begitu saja,” ujar Rendy Heryandi Prabowo, Administratur PT ANA. “Kami ingin hadir dan tumbuh bersama warga.”

“Alhamdulillah, akhirnya pasar kami dibenahi. Dengan alat berat ini, pekerjaan yang biasanya berhari-hari, bisa selesai lebih cepat,” kata Musniati, Kepala Desa Bungintimbe, dengan senyum lega. Sementara di sudut lain Sulawesi Tengah, di Desa Towiora, Morowali Utara, semangat membangun desa justru datang dari anak-anak mudanya.

Lagu daerah Sulawesi Tengah Novita Sari, perempuan muda yang pulang kampung setelah merantau kuliah di Palu, memilih membangun desanya dengan cara yang sederhana: budidaya jamur tiram. “Kalau kita pulang ke desa, ya harus punya niat untuk membangun desa. Bukan hanya sekadar tinggal,” ujar Novita mantap.

Bersama Karang Taruna Towiora, Novita mengelola rumah jamur yang didukung PT Lestari Tani Teladan (LTT), juga bagian dari Astra Agro. Setiap hari, mereka panen antara 1-5 kilogram jamur, dijual ke pasar desa dan perusahaan. Hasilnya jadi sumber penghasilan tambahan bagi pemuda-pemudi yang ingin tetap berkarya di kampung halaman. Tak hanya jamur, mereka juga aktif menghidupkan kegiatan sosial desa. “Yang paling sulit itu menjaga semangat teman-teman supaya tetap aktif. Banyak yang sibuk kerja, nikah, atau kuliah,” kata Novita sambil tersenyum kecil.

Lebih jauh dari pada itu, kegiatan CSR ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak, salah satunya Ketua Relawan untuk Orang dan Alam (ROA), Rizal. Ia menilai program CSR PT LTT telah mendorong kemandirian ekonomi pemuda desa.

“Melalui program CSR PT LTT, para pemuda di Desa Towiora kini punya peluang untuk mandiri secara ekonomi lewat budidaya jamur tiram. Ini langkah positif yang patut didukung,” ujar Rizal.

Lebih lanjut, Rizal berharap agar perusahaan-perusahaan lain dapat mengikuti jejak ini. “Kami berharap perusahaan lain bisa mencontoh pendekatan CSR yang partisipatif seperti ini,” tambahnya.

Tak jauh berbeda, di Pelalawan, Riau, sebuah perjuangan lain tengah berlangsung, bukan soal infrastruktur atau ekonomi, tapi soal hidup dan mati generasi masa depan. Kepala Puskesmas Kerumutan, Harno, bersama PT Sawit Lembah Subur (SLS) berupaya menekan angka stunting dengan membudidayakan daun kelor. “Awalnya ada 20 anak gizi buruk. Sekarang, sejak 2023, Kecamatan ini sudah zero stunting,” ujar Harno. Sejak 2019, penanaman kelor digalakkan di halaman rumah warga.

PT SLS mendukung penuh, mulai dari penyediaan bibit, pelatihan pengolahan hingga pembangunan Community Feeding Center (CFC). Asisten CSR PT SLS, Hanafi Febrian menyebut kolaborasi seperti ini adalah contoh nyata CSR yang memberdayakan, bukan sekadar charity sesaat. “Kalau kesehatan masyarakat baik, desa bisa tumbuh bersama,” katanya.

Cerita-cerita kecil dari Bungintimbe, Towiora, dan Kerumutan adalah potongan mozaik besar bagaimana desa-desa di Indonesia membangun dirinya sendiri—dibantu perusahaan yang tak hanya mencari untung, tapi juga mau mendengarkan kebutuhan masyarakat.

Tentu saja, jalan menuju kesejahteraan masih panjang. Ada konflik, ada ketidakpuasan, ada tantangan yang belum terselesaikan. Seperti Novita bilang, “Namanya hidup di desa, kebutuhan itu nggak akan habis.”

Tapi setidaknya, hari ini pasar Bungintimbe mulai tertata, rumah jamur Towiora berisi panen harapan, dan anak-anak Kerumutan tumbuh sehat tanpa bayang-bayang stunting.

Membangun desa memang bukan pekerjaan satu malam. Tapi selama masih ada yang mau peduli, sekecil apapun langkahnya, masa depan tetap punya harapan.

Sumber: Sulteng Pikiran Rakyat

Penafian

Artikel ini mungkin berisi materi berhak cipta, yang penggunaannya mungkin tidak diizinkan oleh pemilik hak cipta. Materi ini disediakan dengan tujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan. Materi yang terdapat dalam situs web Astra Agro didistribusikan tanpa mencari keuntungan. Jika Anda tertarik untuk menggunakan materi yang memiliki hak cipta dari materi ini dengan alasan apapun yang melampaui ‘penggunaan wajar’, Anda harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari sumber aslinya

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/07/15/dari-pasar-puskesmas-hingga-budidaya-jamur-ketika-desa-tumbuh-bersama-astra-agro-lestari/feed/ 0 20665
Menanam Asa, Memanen Jamur: Transformasi Pemuda Mandiri Binaan PT LTT https://www.astra-agro.co.id/id/2025/07/09/menanam-asa-memanen-jamur-transformasi-pemuda-mandiri-binaan-pt-ltt/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/07/09/menanam-asa-memanen-jamur-transformasi-pemuda-mandiri-binaan-pt-ltt/#respond Wed, 09 Jul 2025 02:23:51 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=20621 Di sebuah desa kecil di pedalaman Sulawesi Tengah, di tengah hamparan kebun sawit yang membentang sejauh mata memandang, seorang gadis bernama Novita Sari kerap memanen jamur tiram dari  ratusan baglog. Baglog ini sebutan untuk plastik atau tempat media tumbuh jamur tersebut. Plastik yang berbentuk silinder terbuat dari bahan polipropilena yang tahan panas ini tertata rapi di dalam sebuah ruang gelap, sebagian baglog sudah berbunga lebat jamur yang siap di petik. Sebagiannya lagi, masih kuncup.

Novita merupakan sekretaris dari komunitas karang taruna di Desanya, Desa Towiora, Kecamatan Rio Pakava, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, ia mencoba peruntungan baru dengan membudidayakan jamur tiram di bawah rindangnya pohon sawit, tidak sendirian, melainkan bersama beberapa anggotanya di karang taruna. 

“Mulanya yang terbentuk karang tarunanya dulu, baru ide budidaya ini menjadi salah satu aktivitas di dalamnya,” sebut Novita.

Menurutnya, membangun komunitas ini prosesnya tak semudah membalikan telapak tangan, pasalnya, banyak anak-anak muda di Desa Towiora ini tidak melanjutkan pendidikan sehingga banyak yang tidak memiliki kegiatan. “Jangankan punya ide budidaya jamur ini awalnya, aktivitas sehari-hari saja kadang anggota kami bingung,” ungkapnya. 

Hal tersebut yang mendasari Novita dan beberapa kelompoknya untuk menciptakan komunitas karang taruna yang diberi nama Karang Taruna Harapan Bangsa, terutama bagi Novita yang masih segar sebagai lulusan universitas ternama di Kota Palu, cukup untuk membuka matanya bahwa perubahan tidak harus datang dari kemapanan, tapi dari niat yang tulus. 

Baginya pulang kembali ke kampung halaman dan membangun Desanya menjadi lebih baik menjadi cita-citanya saat membentuk karang taruna ini. “Kalau bukan kita siapa yang mau bangun Desa kita sendiri jadi lebih baik kan?” papar Novita penuh semangat. .

Dengan keterbatasan, lahir api semangat yang membakar keinginan untuk mengubah nasib generasi muda di desanya. Komunitas kepemudaan yang dijalankan oleh Novita dan anggotanya ini berhasil menggaet sekitar 60 anggota pemuda yang ada di Desa Towiora, Desa yang sebelumnya sunyi senyap dan jauh dari hiruk pikuk kota tanpa kegiatan kaum remaja, kini menjadi lebih ceria dan bewarna. 

Banyak sekali kegiatan yang dilakukan oleh karang taruna di Desa Towiora, perayaan HUT 17 Agustus, perayaan hari besar umat beragama, kegiatan rutin desa seperti posyandu, kerja bakti dan lain sebagainya kini menjadi kegiatan rutin yang berhasil dijalankan oleh karang taruna.

Lebih membahagiakan lagi, komunitas ini mendapatkan respon yang begitu positif dari pemerintah desa, seluruh masyarakat, hingga industri yang hidup berdampingan dengan Desa Towiora. Kelapa sawit, menjadi satu-satunya industri terdekat bagi Desa Towiora. Lestari Tani Teladan (LTT) perusahaan sawit yang menyambut hangat inisiasi kepemudaan yang didirikan Novita dan anggotanya, apalagi melihat tujuan utamanya adalah untuk memberdayakan dan mensejahterakan masyarakat. 

“Wah kalau PT LTT sih benar-benar mendukung kami, budidaya jamur ini bantuan nyata bagi kami dari LTT, mereka yang bangunkan rumah jamurnya, belikan ratusan baglognya, juga bantu pasarkan penjualannya,” ujar Novita. 

Tak hanya bagi komunitas kepemudaannya, menurut Novi, begitu gadis kecil ini disapa PT LTT juga senantiasa memberikan berbagai kontribusi untuk Desa Towiora, sebagai desa binaannya, PT LTT tidak hanya memberikan kewajibannya, namun juga mendampingi masyarakatnya dari segala bidang. Misalnya saja, tidak hanya memberikan bantuan putus, namun juga pelatihan dan pendampingan rutin agar usaha dan bantuan yang diberikan dapat berkelanjutan, pun masyarakatnya juga mandiri dalam berwirausaha.

Bagi Novi yang masih terbilang dalam usia belia dan baru memasuki dunia kerja, meski pendapatan tak menentu dari budidaya jamur tiram ini, namun budidaya ini banyak memberikan peluang dan perubahan, bagi karang taruna khususnya. Apalagi untuk anggotanya yang tidak berkegiatan sebelumnya, kini dengan mengolah budidaya jamur, mereka memiliki aktivitas produktif dan juga menghasilkan nilai ekonomis. 

Ada masanya, jamur tiram ini memasuki masa panen raya, pada masa itu panen jamur perhari bisa sampai berkali-kali dengan menghasilkan puluhan kilogram jamur yang dapat dijual. Menariknya lagi, budidaya jamur ini meskipun tidak dalam masa panen raya, setiap hari jamur berbuah dan dapat dipanen minimal 2 sampai 3 kali, sehingga setiap harinya budidaya ini pasti ada kegiatan memanen dan memasarkan hasil panennya. 

Sukri D.M Lage, Kepala Desa Towiora mengungkapkan rasa bangganya terhadap inisiasi yang dibuat karang taruna Harapan Bangsa, baik dalam membangun komunitas kepemudaan maupun usaha budidaya jamur yang dijalankan dari bantuan PT LTT. 

“Ya, tak bosan-bosannya kami dari Desa Towiora merasa bersyukur dengan adanya perusahaan sawit PT LTT, begitu banyak kontribusi yang dihadirkan untuk kami dari segala aspek kebutuhan masyarakat,” ungkap Sukri D.M Lage. 

PT LTT yang merupakan salah satu entitas dari PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) dalam misi salah satunya adalah mendorong pengembangan UMKM, khususnya di sekitar area perkebunan kelapa sawit, melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Dalam praktiknya Astra Agro melibatkan pemuda dengan memberikan pelatihan, pendampingan, dan akses pasar untuk membantunya tumbuh dan berkontribusi pada ekonomi daerah. Tentunya bertujuan untuk menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat dan mewujudkan Desa yang sejahtera. 

Dengan adanya Karang Taruna Harapan Bangsa ini sejalan dengan misi Astra Agro untuk sejahtera bersama bangsa, serta prinsip keberlanjutan melalui Sustainability Aspirations Astra Agro menetapkan target yang harus dicapai pada tahun 2030 mendatang, dengan mengkolaborasikan people, portfolio, dan public contributions, serta Good Corporate Governance (GCG) sebagai key enabler.

“Yang lebih penting, desa Towiora kini punya semangat baru, saya sebagai perwakilan Karang Taruna Harapan Bangsa ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat di sini bahwa melihat sawit bukan hanya sebagai pohon bisnis, tapi sebagai potensi masa depan yang bisa diolah dengan bijak dan lestari,” pungkas Novita Sari. 

Kebun sawit bukan sekadar ladang minyak, ia adalah hamparan harapan dan keringat, Di balik rindang dan hijaunya, keseimbangan itu tercipta, antara rezeki dan lestari, antara industri dan nurani. 

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/07/09/menanam-asa-memanen-jamur-transformasi-pemuda-mandiri-binaan-pt-ltt/feed/ 0 20621
Satu Langkah, Seribu Harapan Para Inisiasi Muda Mandiri PT Letawa https://www.astra-agro.co.id/id/2025/07/04/satu-langkah-seribu-harapan-para-inisiasi-muda-mandiri-pt-letawa/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/07/04/satu-langkah-seribu-harapan-para-inisiasi-muda-mandiri-pt-letawa/#respond Fri, 04 Jul 2025 02:50:00 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=20624 Fatur Rachman Hidayat adalah pemuda di balik terbentuknya organisasi Inisiasi Muda di sebuah desa rural yang berdekatan dengan salah satu entitas usaha Astra Agro, PT Letawa di kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat. Ketika anak seusianya sedang bergelora mengembangkan diri, Fatur berpikir keluar dari kebiasaan dengan memulai organisasi non-profit ini sendirian pada usia 23 tahun.


Berawal dari keinginannya memberikan manfaat bagi kampung halamannya, Fatur mencoba membuat perubahan yang dimulai dari anak-anak muda di sekitarnya. Pembuat perubahan muda sekilas terlihat seperti gelar penuh megah, namun Fatur Rachman menyibak pemahaman dangkal itu untuk menunjukkan perjuangan sejati dari seorang pendidik.


Ya, Fatur berprofesi sebagai seorang dosen muda di Universitas Terbuka di Pasangkayu, juga sebagai pengajar mata pelajaran wirausaha di sekolah menengah atas di Desa Tikke, kampung halamannya. “Pada dasarnya saya memang suka belajar dan berbisnis, jadi mungkin itu yang membawa saya pada profesi pengajar sejak saya lulus S2 hingga saat ini,” kata Fatur.


Ia memprakarsai organisasi Inisiasi Muda ini bermodalkan tekad yang kuat. Fatur mulai bersuara di desanya, memasarkan tujuannya dari mulut ke mulut dan memanfaatkan situs jejaring sosial pada waktu itu. Tahun 2022 menjadi tahun mula kegiatan ini berlangsung.


Kiprah Fatur sebagai pendiri Inisiasi Muda melesat setelah program besar perdana bersama anggotanya, yaitu penanaman ratusan pohon di Desa Tikke yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut dan melibatkan perangkat desa hingga masyarakat setempat. “Selain pemerintah desa dan masyarakat, program dan kegiatan Inisiasi Muda ini didukung penuh oleh perusahaan yang berdampingan dan membina Desa Tikke, yaitu PT Letawa,” ungkapnya.


Menurut Fatur, jika tidak ada dukungan baik materi maupun non-materi oleh salah satu anak usahaAstra Agro yang berada di Sulawesi Barat, mungkin organisasinya tidak akan sampai di titik sekarang. Saat ini Fatur telah membawahi puluhan anggota di organisasinya, yang terdiri dari anak-anak muda Desa Tikke, khususnya bagi mereka yang tidak memiliki kegiatan. “Saya ingin mengubah kegiatan mereka menjadi lebih produktif dengan bergabung dan aktif di komunitas Inisiasi Muda ini,” katanya.


Mulai dari membuat podcast kecil-kecilan terkait kepedulian komunitas untuk lingkungan desa, menjadi pembicara di acara seminar, melaksanakan kegiatan peduli desa, hingga kegiatan-kegiatan rutin di desa kini menjadi aktivitas positif yang dijalani oleh komunitas Inisiasi Muda.


Perubahan Bukan Hal Instan
Ketua dan pendiri Inisiasi Muda, Fatur Rahman Hidayat, menyebutkan bahwa pemberdayaan pemuda, khususnya di daerah, memang tak bisa secara instan. Diperlukan pelatihan dan pendampingan yang komprehensif mulai dari ilmu dasar, analisis bisnis, hingga strategi pemasaran yang jitu agar sukses di pasar.


Ia juga menyampaikan kerap mendapatkan tantangan dalam membangun kesadaran para anggotanya, apalagi komunitas ini adalah organisasi non-profit. “Seringkali teman-teman terpaku untuk mendapat keuntungan secara materi. Nah, sementara kita di Inisiasi Muda ya betul-betul lembaga sosial yang tidak ada bayaran. Meyakinkan mereka yang sejauh ini menjadi tantangan besar bagi saya,” ungkapnya.


Syukurnya, PT Letawa senantiasa menggandeng Inisiasi Muda sebagai mitra dalam mengembangkan kompetensi pemuda wilayah sekitar. Melalui PT Letawa yang bekerja sama dengan Inisiasi Muda, berbagai program sosial, edukasi, dan lingkungan dilaksanakan di wilayah Tikke Raya, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat.


Dukungan Astra Agro melalui PT Letawa sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mewujudkan Sustainability Aspiration 2030, khususnya pada aspek kontribusi publik. Melalui kolaborasi ini, PT Letawa berupaya memperkuat kapasitas generasi muda desa agar dapat mandiri dan berdaya secara sosial maupun ekonomi.


Salah satu puncak kolaborasi tersebut terlihat dalam gelaran webinar nasional bertajuk ‘Pemuda Desa Berdampak’, yang dilaksanakan secara hybrid di Desa Jengeng Raya, Sulawesi Barat, Minggu 25 Mei 2025. Kegiatan bertema ‘Dari Desa untuk Dunia’ itu dihadiri ratusan pemuda dari berbagai wilayah.


Inisiasi Muda menargetkan menjadi organisasi mandiri yang fokus pada program Edutechpreneur dan Sosiopreneur. Salah satu inisiatif yang tengah dirancang adalah program ketahanan pangan berkelanjutan yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi masyarakat desa.


Tak hanya itu, mimpi terbesar komunitas ini bersama PT Letawa juga ingin bisa memberikan beasiswa kepada anak-anak usia sekolah di desa yang ingin bersekolah namun terkendala biaya. Fatur dan komunitasnya yakin PT Letawa, yang sudah dikenal sebagai perusahaan yang ikut memberdayakan masyarakatnya, bisa membantu mewujudkan mimpi dan cita-cita tersebut.


Fatur juga menceritakan desanya begitu berubah sebelum dan setelah PT Letawa hadir. “Tak bisa dipungkiri, sejak awal berdiri PT Letawa membawa perubahan khususnya pada pemberdayaan ekonomi,” ujarnya. Kontribusi tersebut tidak pernah selesai bahkan sampai detik ini. Hampir 80% masyarakatnya mencari nafkah dari PT Letawa, baik sebagai karyawan langsung maupun pihak ketiga yang bekerja sama dengan PT Letawa.


Harapan ke depannya tidak muluk. Komunitas ini bisa terus berdiri, minimal memberikan kegiatan positif bagi para pemudanya saja sudah menjadi kebanggaan bagi Fatur sama seperti kehadiran PT Letawa di desa tempat tinggalnya.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/07/04/satu-langkah-seribu-harapan-para-inisiasi-muda-mandiri-pt-letawa/feed/ 0 20624
PT GSPP Dorong Kemandirian Perempuan Desa Lewat Program Astra Kreatif https://www.astra-agro.co.id/id/2025/06/12/pt-gspp-dorong-kemandirian-perempuan-desa-lewat-program-astra-kreatif/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/06/12/pt-gspp-dorong-kemandirian-perempuan-desa-lewat-program-astra-kreatif/#respond Thu, 12 Jun 2025 11:40:21 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=20473

PT Gunung Sejahtera Puti Pesona (GSPP), salah satu anak usaha PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro), kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat desa melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk “Astra Kreatif”. 

Kali ini, program menyasar Kelompok Wanita Tani (KWT) Sri Rejeki di Desa Kebun Agung, Kabupaten Kotawaringin Barat, dengan tujuan menumbuhkan kemandirian ekonomi para ibu rumah tangga melalui pemanfaatan lahan pekarangan secara produktif dan berkelanjutan.

Acara serah terima bantuan digelar di demplot pertanian KWT Sri Rejeki, Kecamatan Kotawaringin Barat ini turut dihadiri oleh Kepala Desa Kebun Agung, Ketua KWT Sri Rejeki, serta seluruh anggota kelompok. 

Dalam program ini, PT GSPP menyalurkan bantuan berupa benih dan pakan ikan, benih sayuran, peralatan pertanian, hingga perbaikan fasilitas produksi yang mendukung kegiatan budidaya ikan dan bercocok tanam. 

Bantuan ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan keluarga, tetapi juga membuka peluang usaha baru yang bisa dikelola langsung oleh warga desa, khususnya kaum perempuan.

Kepala Desa Kebun Agung, Rohiman, menyampaikan apresiasinya atas kepedulian GSPP yang terus konsisten mendampingi masyarakat. 

“Kami sangat mengapresiasi program Astra Kreatif dari PT GSPP. Ini bukan pertama kalinya mereka hadir untuk masyarakat. Dukungan seperti ini sangat dirasakan manfaatnya, terutama oleh ibu-ibu rumah tangga yang kini bisa lebih produktif di rumah. Program ini tidak hanya membantu dari sisi ekonomi, tapi juga menumbuhkan semangat kerja sama di desa,” ujarnya.

“Bantuan dari PT GSPP memberi kami harapan dan semangat baru. Kini kami tidak hanya bisa menanam sayur atau memelihara ikan, tapi juga belajar cara mengelola hasilnya agar bisa jadi sumber pendapatan. Harapan saya, ibu-ibu di desa makin percaya diri dan mandiri,” ungkap Sriatun. 

Dari sisi perusahaan, PT GSPP menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen nyata perusahaan untuk hadir dan bertumbuh bersama masyarakat desa.
 
“Melalui program Astra Kreatif, kami ingin lebih dari sekadar memberi bantuan. Kami ingin menjadi bagian dari perjalanan masyarakat desa dalam membangun masa depan yang lebih mandiri, hijau, dan sejahtera. Kami percaya bahwa pemberdayaan perempuan adalah kunci kemajuan desa, dan komitmen kami akan terus berlanjut,” ujar Asisten CSR PT GSPP, Usma. 

Melalui inisiatif ini, PT GSPP menegaskan posisinya sebagai mitra strategis masyarakat desa dalam membangun ekosistem yang berdaya, hijau, dan berkelanjutan. 

Lebih dari sekadar program CSR, Astra Kreatif adalah wujud nyata komitmen Astra Agro untuk terus tumbuh bersama masyarakat dan membawa manfaat jangka panjang bagi lingkungan sekitarnya. 

Karena bagi Astra, membangun negeri dimulai dari desa, dan kemajuan sejati adalah ketika masyarakat ikut bertumbuh bersama.

Sumber: Tribun News

Penafian

Artikel ini mungkin berisi materi berhak cipta, yang penggunaannya mungkin tidak diizinkan oleh pemilik hak cipta. Materi ini disediakan dengan tujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan. Materi yang terdapat dalam situs web Astra Agro didistribusikan tanpa mencari keuntungan. Jika Anda tertarik untuk menggunakan materi yang memiliki hak cipta dari materi ini dengan alasan apapun yang melampaui ‘penggunaan wajar’, Anda harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari sumber aslinya

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/06/12/pt-gspp-dorong-kemandirian-perempuan-desa-lewat-program-astra-kreatif/feed/ 0 20473
Panen Jagung Perdana PT SINP-PBNA Jadi Wujud Nyata Sinergi Mewujudkan Swasembada Pangan di Arut Utara https://www.astra-agro.co.id/id/2025/05/23/panen-jagung-perdana-pt-sinp-pbna-jadi-wujud-nyata-sinergi-mewujudkan-swasembada-pangan-di-arut-utara/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/05/23/panen-jagung-perdana-pt-sinp-pbna-jadi-wujud-nyata-sinergi-mewujudkan-swasembada-pangan-di-arut-utara/#respond Fri, 23 May 2025 08:04:00 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=20403 Kotawaringin Barat – Di tengah gencarnya upaya pemerintah mewujudkan swasembada pangan nasional, PT Surya Indah Nusantara Pagi (SINP) dan PT Persada Bina Nusantara Abadi (PBNA) mengambil langkah nyata dengan menggelar panen jagung perdana di Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat. Kegiatan ini menjadi bukti konkret sinergi antara dunia usaha, aparat kepolisian, dan masyarakat dalam menjawab tantangan ketahanan pangan Indonesia.

Panen ini menjadi bagian dari komitmen PT SINP-PBNA sebagai anak usaha PT Astra Agro Lestari Tbk dalam mendukung program pemerintah, khususnya pilar Asta Cita yang menekankan penguatan ketahanan ekonomi melalui kemandirian pangan. Dengan menggandeng berbagai pemangku kepentingan, perusahaan menunjukkan bahwa kolaborasi aktif antara sektor swasta dan masyarakat mampu mendorong terciptanya ekosistem pertanian yang produktif, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan lokal.

Acara yang berlangsung di Afdeling OG, wilayah operasional PT SINP-PBNA ini dihadiri oleh beberapa pemangku kepenting seperti Kapolsek Arut Utara, pihak Kecamatan Arut Utara, Kelurahan Pangkut, Koramil, tokoh adat dan agama, serta perwakilan perusahaan dan masyarakat setempat.

Kapolsek Arut Utara yang diwakili oleh Wakapolsek Eko Sumarsono menjelaskan bahwa sinergi antara aparat kepolisian dan perusahaan sangat penting dalam memastikan keberhasilan program ini. 

“Kami siap mendukung dan mengawal setiap tahapan program ini, dari penanaman hingga panen, untuk memastikan hasil yang optimal dan berkelanjutan,” tegas Eko.

Administratur PT SINP-PBNA, Aan Dwi Permono mengatakan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata semangat “Prosper with the Nation” yang diusung oleh Astra Agro Lestari yakni bertumbuh dan sejahtera bersama bangsa. Menurutnya, kegiatan ini tak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

“Kami percaya bahwa kerja sama multipihak seperti ini bukan hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menciptakan ekosistem sosial ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan,” ujar Aan.

Dalam praktik budidaya jagung, PT SINP-PBNA menerapkan teknik pertanian terpadu dan berkelanjutan, termasuk pengendalian hama yang ramah lingkungan, pemupukan berbasis musim, serta penyiangan manual oleh tenaga kerja lokal. Perusahaan juga membangun kemitraan strategis dengan peternak kambing dalam skema simbiosis mutualisme untuk menjaga ekosistem pertanian.

Keberhasilan panen perdana ini bukan hanya menjadi simbol capaian semata, tetapi juga menandai lahirnya kolaborasi yang efektif antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat. PT SINP-PBNA berharap program ini dapat terus diperluas dan diperkuat di wilayah lain, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan secara lokal, tetapi juga menjadi kontribusi nyata dalam mewujudkan Indonesia yang tangguh dan mandiri di sektor pangan. Karena bagi Astra Agro, bertumbuh bersama bangsa bukan sekadar semboyan, itu adalah komitmen yang diwujudkan dalam setiap langkah.
Sumber: Kaltengpos.com

Penafian

Artikel ini mungkin berisi materi berhak cipta, yang penggunaannya mungkin tidak diizinkan oleh pemilik hak cipta. Materi ini disediakan dengan tujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan. Materi yang terdapat dalam situs web Astra Agro didistribusikan tanpa mencari keuntungan. Jika Anda tertarik untuk menggunakan materi yang memiliki hak cipta dari materi ini dengan alasan apapun yang melampaui ‘penggunaan wajar’, Anda harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari sumber aslinya

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/05/23/panen-jagung-perdana-pt-sinp-pbna-jadi-wujud-nyata-sinergi-mewujudkan-swasembada-pangan-di-arut-utara/feed/ 0 20403
Polres Kutim bersama PT AAL panen jagung program ketahanan pangan https://www.astra-agro.co.id/id/2025/05/22/polres-kutim-bersama-pt-aal-panen-jagung-program-ketahanan-pangan/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/05/22/polres-kutim-bersama-pt-aal-panen-jagung-program-ketahanan-pangan/#respond Thu, 22 May 2025 08:22:00 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=20415 Sangata-Kepolisian Resor (Polres) Kutai Timur (Kutim) melalui Polsek Muara Wahau bersinergi bersama PT Astra Agro Lestari Tbk (AAL), melakukan panen jagung guna mendukung program ketahanan pangan.

“Kegiatan panen berjalan lancar dan sukses menghasilkan jagung hibrida atau jagung pipil dengan output yang maksimal,” ucap Kapolsek Muara Wahau AKP Satria Yudha, saat dihubungi via telpon di Sangatta, Kamis.

Ia menjelaskan dua anak usaha PT AAL yaitu PT Karyanusa Ekadaya (KED) dan PT Subur Abadi Plantations (SAP) jadi mitra dalam program ketahanan pangan di Kutim.

Satria mengatakan melalui penanaman jagung merupakan wujud nyata dukungan perusahaan terhadap program Asta Cita yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia.

“Harapan kami, ke depan PT KED dan PT SAP bisa memperluas lahan tanam jagung melalui program Asta Cita Presiden, sehingga panen berikutnya bisa mencakup hingga lima hektar dan menghasilkan lebih banyak serta lebih optimal,” katanya.

Dikemukakannya bahwa panen jagung yang dilakukan kedua anak usaha PT AAL itu, dilaksanakan pada Rabu (21/5) berhasil memanen sebanyak total 1,65 ton jagung pada lahan seluas 1,5 hektar.

Sementara itu Administratur PT KED, Rasid menambahkan bahwa PT KED memulai penanaman jagung Februari 2025.

Menurutnya proses penanaman, perawatan, hingga panen sepenuhnya melibatkan tenaga kerja di perusahaannya, sehingga karyawan turut memperoleh pengetahuan baru tentang budidaya jagung.

“Saat awal, beberapa kali kami coba gagal. Namun, ketika kita belajar secara mandiri akhirnya kami berhasil memanen jagung ini lebih dari 1 ton,” ucapnya.

Rasid menuturkan dalam budidaya jagung, PT KED memanfaatkan pupuk organik meliputi tandan kosong kelapa sawit dan pupuk cair kelapa sawit.

Hal itu, sejalan dengan Astra Agro Sustainability Aspirations. Penggunaan pupuk ini juga mencerminkan komitmen perusahaan terhadap prinsip keberlanjutan.

“Kelapa sawit memiliki setiap bagian dari tanaman itu punya kegunaan atau dapat dimanfaatkan sehingga tidak ada yang terbuang sia-sia,” ucapnya.

Administratur PT Subur Abadi Plantations Muhammad Abdus Syukur, menjelaskan bahwa pihaknya memanfaatkan lahan di lereng bukit yang berada di sekitar areal perkebunan sawit untuk ditanami jagung.

“Kami memilih memanfaatkan ruang kosong di sela-sela tanaman sawit, meskipun letaknya berada di area yang cukup miring,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan kontur lahan yang tidak rata, proses penanaman jagung tidak bisa dilakukan secara serentak.

“Setelah panen, kami akan kembali melakukan penanaman jagung yang berkelanjutan dan berharap berharap hasilnya bisa lebih baik dari sebelumnya,” ujar Muhammad.

Source: https://kaltim.antaranews.com/

Penafian

Artikel ini mungkin berisi materi berhak cipta, yang penggunaannya mungkin tidak diizinkan oleh pemilik hak cipta. Materi ini disediakan dengan tujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan. Materi yang terdapat dalam situs web Astra Agro didistribusikan tanpa mencari keuntungan. Jika Anda tertarik untuk menggunakan materi yang memiliki hak cipta dari materi ini dengan alasan apapun yang melampaui ‘penggunaan wajar’, Anda harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari sumber aslinya

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/05/22/polres-kutim-bersama-pt-aal-panen-jagung-program-ketahanan-pangan/feed/ 0 20415
PT SRL-2 Gelar AgroTalk untuk Pembinaan Mitra Loyal di Babana https://www.astra-agro.co.id/id/2025/05/20/pt-srl-2-gelar-agrotalk-untuk-pembinaan-mitra-loyal-di-babana/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/05/20/pt-srl-2-gelar-agrotalk-untuk-pembinaan-mitra-loyal-di-babana/#respond Tue, 20 May 2025 08:19:00 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=20412 Mamuju Tengah, 20 Mei 2025 —* PT Suryaraya Lestari 2 (SRL2) kembali melaksanakan kegiatan rutin bulanan AgroTalk yang merupakan bagian dari program pembinaan dan pendampingan kepada para mitra loyal. Kegiatan diikuti oleh Kelompok Tani (KT) Nusa Indah, bertempat di kebun milik mitra loyal yang terletak di Dusun Karondang, Desa Babana, Kecamatan Budong-Budong, Kamis (20/05).

Pengurus Kelompok Tani (KT) Nusa Indah, Rima, mengungkapkan bahwa melalui kegiatan ini, para mitra menjadi lebih memahami kriteria panen dan kualitas TBS yang dapat diterima oleh Pabrik PT SRL-2. Ia menilai pembinaan seperti ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan praktis petani di lapangan.

“Dengan adanya pembinaan ini, kami jadi lebih paham tentang kriteria panen yang benar dan seperti apa kualitas TBS yang bisa diterima oleh pabrik PT SRL-2. Ini sangat membantu kami di lapangan,” ujar Rima.

Administratur PT Suryaraya Lestari 1, Dannyan Taba Rahim, menyampaikan bahwa kegiatan ini harus terus dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan kerja seluruh mitra, serta mempertahankan kualitas TBS yang dikirim ke PT SRL-2.

“Ini adalah kegiatan yang sangat positif dan bermanfaat bagi para mitra Astra Agro. Melalui kegiatan seperti ini, Astra Agro tidak hanya menjadi mitra bisnis, tapi juga menjadi mitra dalam membangun kesejahteraan bersama melalui pertanian kelapa sawit yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sebelum kegiatan dimulai, Para peserta diwajibkan untuk mengisi pre-test guna mengukur pengetahuan awal mereka terkait materi yang akan disampaikan. Setelah itu, peserta mengisi absensi, dan di akhir sesi dilakukan post-test sebagai evaluasi untuk melihat peningkatan pemahaman dari materi pembinaan.

Tema pembinaan kali ini adalah dasar-dasar panen kelapa sawit. Materi disampaikan sebagai upaya untuk meningkatkan kapasitas dan wawasan para mitra dalam budidaya kelapa sawit yang baik dan benar.

Hal ini sejalan dengan komitmen PT SRL-2 untuk tidak hanya menerima pasokan Tandan Buah Segar (TBS) dari mitra, namun juga aktif dalam memberikan edukasi dan pendampingan.

Partnership Operation Senior Officer SRL2, Riananda Giri Prasetya, juga menekankan pentingnya semangat para mitra dalam menjaga kualitas TBS yang dikirimkan ke PT SRL-2. Ia berharap para mitra tidak hanya fokus pada kuantitas hasil panen, tetapi juga memastikan mutu TBS tetap terjaga demi kelangsungan kemitraan yang saling menguntungkan.

“Kami mengapresiasi semangat para mitra, dan kami berharap agar semangat ini terus dijaga. Yang paling penting, kualitas TBS yang dikirim ke PT SRL-2 harus tetap dipertahankan karena itu merupakan kunci utama keberhasilan bersama,” ujar Riananda.

Dengan pelaksanaan AgroTalk secara rutin, diharapkan seluruh mitra loyal dapat terus meningkatkan kemampuan dan pengetahuan mereka dalam praktik berkebun kelapa sawit, sehingga mampu meningkatkan hasil dan kualitas produksi secara berkelanjutan.

Source: https://kabarsulbar.com/

Penafian

Artikel ini mungkin berisi materi berhak cipta, yang penggunaannya mungkin tidak diizinkan oleh pemilik hak cipta. Materi ini disediakan dengan tujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan. Materi yang terdapat dalam situs web Astra Agro didistribusikan tanpa mencari keuntungan. Jika Anda tertarik untuk menggunakan materi yang memiliki hak cipta dari materi ini dengan alasan apapun yang melampaui ‘penggunaan wajar’, Anda harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari sumber aslinya

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/05/20/pt-srl-2-gelar-agrotalk-untuk-pembinaan-mitra-loyal-di-babana/feed/ 0 20412
PT ANA Tunjukkan Komitmen Sosial: Bantu Pemulihan Pascabanjir di Dua Desa di Morowali dan Morowali Utara https://www.astra-agro.co.id/id/2025/05/05/pt-ana-tunjukkan-komitmen-sosial-bantu-pemulihan-pascabanjir-di-dua-desa-di-morowali-dan-morowali-utara/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/05/05/pt-ana-tunjukkan-komitmen-sosial-bantu-pemulihan-pascabanjir-di-dua-desa-di-morowali-dan-morowali-utara/#respond Mon, 05 May 2025 07:02:07 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=20131 Morowali Utara, April 2025 — PT Agro Nusa Abadi (ANA), anak perusahaan PT Astra Agro Lestari, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung masyarakat yang terdampak bencana banjir di wilayah operasionalnya. Melalui aksi nyata di dua lokasi berbeda, Desa Mohoni (Kabupaten Morowali) dan Desa Bunta (Kabupaten Morowali Utara), perusahaan memberikan bantuan langsung yang menyasar kebutuhan mendesak warga.

Pada Kamis, 3 April 2025, PT ANA mengirimkan satu unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) ke Desa Mohoni, Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali. Bantuan ini digunakan untuk membersihkan fasilitas umum seperti gereja dan rumah warga yang terdampak banjir. Aksi ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR), khususnya pada pilar kesehatan.

Kepala Desa Mohoni, Batonius Bate, menyampaikan apresiasi atas kepedulian PT ANA terhadap warga desanya.

“Kami sangat berterima kasih kepada PT ANA atas bantuannya. Ini sangat membantu kami dalam mempercepat proses pemulihan lingkungan pasca banjir,” ujarnya.

Community Development Officer (CDO) PT ANA, Robby S. Ugi, mengatakan bahwa kehadiran perusahaan di tengah bencana ini merupakan bentuk komitmen dalam mendukung ketangguhan masyarakat.

“Dampak banjir tidak hanya merusak bangunan fisik, tapi juga mengganggu kehidupan sosial warga. Kami hadir untuk meringankan beban dan mempercepat proses pemulihan,” katanya.

Dengan kondisi banjir yang tak kunjung surut, pada Selasa, 29 April 2025, PT ANA kembali menyalurkan bantuan langsung berupa sembako dan kebutuhan khusus kepada warga terdampak banjir di Dusun 5 (Dusun Trans), Desa Bunta, Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara. 

Bantuan yang disalurkan meliputi 1.300 kilogram beras, 260 dus mie instan, serta popok bayi, minyak telon, dan tisu basah, khusus bagi kelompok rentan seperti ibu hamil dan balita.

Wakidi, warga yang telah menetap di Dusun Trans sejak 1995, menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan tersebut.

“Alhamdulillah, PT ANA turun langsung membantu kami. Semoga PT ANA jaya terus,” ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa banjir kini terjadi setiap tahun dalam tiga tahun terakhir akibat curah hujan yang tinggi.

Kepala Desa Bunta, Christol Lolo, turut mengucapkan terima kasih atas perhatian PT ANA.

“Bantuan ini sangat berarti, terutama bagi warga di wilayah yang masih terendam,” ujarnya.

Selaras dengan itu, Community Development Area Manager (CDAM) Area Celebes PT ANA, I Gede Oka Arimbawa, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari komitmen perusahaan.

“Kami berharap bantuan ini meringankan beban warga dan mempercepat pemulihan. PT ANA akan terus hadir dan berkontribusi bagi masyarakat sekitar,” katanya.

Dengan aksi nyata di dua desa ini, PT ANA kembali menegaskan peran aktifnya dalam membantu masyarakat menghadapi masa-masa sulit dan membangun ketangguhan sosial di wilayah terdampak bencana.

Sumber : MetroSulteng & InfoSelebes

Penafian

Artikel ini mungkin berisi materi berhak cipta, yang penggunaannya mungkin tidak diizinkan oleh pemilik hak cipta. Materi ini disediakan dengan tujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan. Materi yang terdapat dalam situs web Astra Agro didistribusikan tanpa mencari keuntungan. Jika Anda tertarik untuk menggunakan materi yang memiliki hak cipta dari materi ini dengan alasan apapun yang melampaui ‘penggunaan wajar’, Anda harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari sumber aslinya

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/05/05/pt-ana-tunjukkan-komitmen-sosial-bantu-pemulihan-pascabanjir-di-dua-desa-di-morowali-dan-morowali-utara/feed/ 0 20131