Uncategorized – Astra Agro Lestari https://www.astra-agro.co.id Prosper with the Nation Thu, 10 Apr 2025 04:40:52 +0000 id-ID hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.8.13 174751122 Ini Dampak CSR Perusahaan Sawit dalam Pemberdayaan Perempuan di Perkebunan https://www.astra-agro.co.id/id/2025/02/18/ini-dampak-csr-perusahaan-sawit-dalam-pemberdayaan-perempuan-di-perkebunan/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/02/18/ini-dampak-csr-perusahaan-sawit-dalam-pemberdayaan-perempuan-di-perkebunan/#respond Tue, 18 Feb 2025 15:32:41 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=18705 Program CSR perusahaan sawit berdampak beragam pada pemberdayaan perempuan di perkebunan

Bagaimana program Corporate Social Responsibility (CSRperusahaan sawitmemengaruhi pemberdayaan perempuan di daerah perkebunan? Pertanyaan ini menjadi sorotan mengingat peran krusial perempuan dalam sektor perkebunan sawit. Studi menunjukkan dampak yang beragam, mulai dari peningkatan ekonomi hingga tantangan aksesibilitas yang tidak merata.

Dampak Positif Program CSR

Beberapa program CSR telah menunjukkan dampak positif yang signifikan terhadap pemberdayaan perempuan. Salah satu contohnya adalah peningkatan ekonomi melalui pelatihan keterampilan, akses pasar, dan dukungan UMKM. 

Pembelian Tandan Buah Segar (TBS) dari perkebunan rakyat oleh perusahaan seperti PT Sari Lembah Subur, misalnya, secara langsung meningkatkan pendapatan perempuan petani sawit. Hal ini sejalan dengan program kolaborasi Cargill Indonesia, Yayasan CARE Peduli, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Musi Banyuasin yang terbukti meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan ekonomi perempuan.

Selain itu, akses ke layanan kesehatan dan pendidikan, termasuk pelatihan kesehatan reproduksi, juga berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup perempuan. Sebuah penelitian di Desa Pandahan dan Desa Pulau Pinang, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, menunjukkan peningkatan tingkat pendidikan dan kesehatan masyarakat berkat program CSR perusahaan sawit. Program-program ini tidak hanya meningkatkan taraf hidup, tetapi juga memberdayakan perempuan untuk berperan lebih aktif dalam pengambilan keputusan di rumah tangga dan komunitas.

Program Cargill di Musi Banyuasin, misalnya, secara khusus dirancang untuk memberdayakan perempuan. Program fokus pada peningkatan kapasitas perempuan melalui pelatihan kewirausahaan dan akses permodalan.

Keterbatasan dan Tantangan

Meskipun dampak positif terlihat, akses yang tidak merata menjadi tantangan utama. Perempuan di lokasi geografis terpencil, dengan tingkat pendidikan rendah, atau akses informasi terbatas, mungkin kesulitan memperoleh manfaat dari program CSR. Skala dan keberlanjutan program juga menjadi kendala. Beberapa program hanya bersifat sementara dan tidak berkelanjutan setelah berakhirnya pendanaan perusahaan.

Partisipasi perempuan dalam perencanaan dan implementasi program juga krusial. Terakhir, ketergantungan pada CSR perusahaan dapat menimbulkan masalah. Keberlanjutan pemberdayaan perempuan membutuhkan kemandirian ekonomi. Terlalu bergantung pada bantuan perusahaan dapat menghambat perkembangan tersebut.

Kesimpulan

Program CSR perusahaan sawit memiliki potensi besar untuk memberdayakan perempuan di daerah perkebunan. Namun, keberhasilannya bergantung pada desain program yang inklusif, partisipasi aktif perempuan, dan keberlanjutan program. Evaluasi komprehensif dan pemantauan berkelanjutan sangat penting untuk memastikan efektivitas dan dampak jangka panjang. Penting untuk memastikan program CSR tidak hanya memberikan bantuan sementara, tetapi juga membangun kapasitas perempuan untuk mencapai kemandirian ekonomi dan sosial.

Ke depan, kolaborasi yang lebih kuat antara perusahaan, pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan perempuan sendiri sangat dibutuhkan untuk memastikan program CSR memberikan dampak yang berkelanjutan dan merata bagi pemberdayaan perempuan di sektor perkebunan sawit.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/02/18/ini-dampak-csr-perusahaan-sawit-dalam-pemberdayaan-perempuan-di-perkebunan/feed/ 0 18705
Tanam Jagung Serentak, Astra Agro Lestari Area Kaltim Dukung Swasembada Pangan 2025 https://www.astra-agro.co.id/id/2025/01/22/tanam-jagung-serentak-astra-agro-lestari-area-kaltim-dukung-swasembada-pangan-2025/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/01/22/tanam-jagung-serentak-astra-agro-lestari-area-kaltim-dukung-swasembada-pangan-2025/#respond Wed, 22 Jan 2025 05:43:30 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=17750 Guna menyukseskan swasembada pangan nasional, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turut berkontribusi melalui program Penanaman Jagung Serentak Satu Juta Hektare, Selasa (21/12025). Kegiatan ini dilaksanakan untuk mendukung program Presiden Prabowo Subianto, yakni swasembada pangan 2025.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan lahan penanaman jagung hibrida yang berlokasi di areal perkebunan PT Astra Agro Lestari Tbk, area Kalimantan Timur. Yakni PT Waru Kaltim Plantation (WKP), PT Sukses Tani Nusasubur (STN), PT Borneo Indah Marjaya (BIM), PT Karyanusa Ekadaya (KED), PT Subur Abadi Plantations (SAP), PT Sumber Kharisma Persada (SKP).

Pada penanaman jagung di PT WKP, kegiatan tersebut langsung dipimpin Kapolres Penajam Paser Utara (PPU) AKBP Supriyanto.

Didampingi Administratur (ADM) PT WKP Eko Andrianto, Community Development Area Manager (CDAM) Kaltim Hermanto Rudi, Partnership Area Manager (PSAM) Kaltim-Kalsel Bagus Setiawan, Partnership Management Specialist Sigid Edy Pranata, serta Asisten Sustainability/CSR PT WKP Zakaria.

“Kami dari PT WKP mewakili PT Astra Agro Lestari Tbk, melakukan penanaman jagung. Hal ini dilakukan oleh semua perusahaan yang di bawah naungan PT Astra Agro Lestari Tbk, baik dari Sumatra, Kalimantan hingga Sulawesi,” ujar Eko Andrianto, ditemui usai kegiatan.

Ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan wujud nyata dari komitmen dan misi PT Astra Agro Lestari Tbk, untuk mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan melalui program pemerintah. Bekerja sama dengan kepolisian setempat, dalam hal ini Polres PPU.

Ia memastikan bahwa PT WKP akan terus melanjutkan program ini. Termasuk setelah panen, pihaknya berkomitmen untuk kembali menggarap tanah dan menanam kembali jagung yang diharapkan mampu menjadi penyumbang komoditas bahan pangan. Yang merupakan salah satu indikator keberhasilan asta cita Presiden Prabowo dalam hal swasembada pangan.

“Kita akan lakukan berkesinambungan dan kita akan bekerja sama dengan karyawan PT WKP untuk mengelola ini dan hasilnya nanti akan dipetik oleh mereka,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, AKBP Supriyanto turut menyerahkan sekitar 75 kilogram bibit jagung hibrida, kepada manajemen PT WKP dan kelompok petani setempat. AKBP Supriyanto menyampaikan rasa bangganya bahwa Kabupaten PPU turut melaksanakan penanaman jagung pada areal PT WKP dan PT STN.

“Harapan kami, bisa mendukung apa yang menjadi kebijakan pemerintah untuk swasembada pangan khususnya jagung dalam waktu dan tempo yang sesingkat-singkatnya,” ungkap AKBP Supriyanto.

Ia turut berharap agar PT Astra Agro Lestari Tbk menjadi contoh yang dapat diikuti oleh elemen masyarakat lainnya, termasuk perusahaan-perusahaan lain dalam mendukung ketahanan pangan di PPU.

“Polri sebagai institusi yang diberikan tugas dan tanggung jawab tambahan untuk mendukung hal tersebut,” ulasnya. Ia menyebut akan mengawal program jagung mulai dari proses penanaman, pemupukan, hingga setelah panen.

“Kebetulan yang sudah kita tanam di daerah Kecamatan Babulu, 10 sampai 15 hari nanti akan panen. Harapannya jagung yang sudah kita panen akan menjadi bibit untuk penanaman berikutnya,” imbuhnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian PPU Andi Trasodiharto, menyambut baik kegiatan yang dapat menjadi langkah percepatan swasembada pangan.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dengan instansi kepolisian, baik dari tingkat kabupaten hingga tingkat desa, akan memberikan hasil yang maksimal dalam peningkatan hasil pertanian, khususnya komoditas jagung.

“Ini merupakan langkah yang baik, khususnya dengan para pihak teman-teman perkebunan kelapa sawit yang juga sudah ikut mendorong terkait dengan upaya percepatan swasembada pangan,” ujar Andi.

Ia menyebut pemerintah daerah memberikan apresiasi kepada Polri maupun pihak swasta dalam hal ini PT Astra Agro Lestari Tbk.

“Kami siap memberikan pendampingan, baik secara teori sehingga hasilnya bisa sesuai dengan target yang kita harapkan,” imbuhnya. 

Sumber: Kaltim Post

Penafian

Artikel ini mungkin berisi materi berhak cipta, yang penggunaannya mungkin tidak diizinkan oleh pemilik hak cipta. Materi ini disediakan dengan tujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan. Materi yang terdapat dalam situs web Astra Agro didistribusikan tanpa mencari keuntungan. Jika Anda tertarik untuk menggunakan materi yang memiliki hak cipta dari materi ini dengan alasan apapun yang melampaui ‘penggunaan wajar’, Anda harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari sumber aslinya

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/01/22/tanam-jagung-serentak-astra-agro-lestari-area-kaltim-dukung-swasembada-pangan-2025/feed/ 0 17750
Menjelajah Inovasi Hijau dan Keberlanjutan di Kebun Sawit Astra Agro https://www.astra-agro.co.id/id/2024/07/19/menjelajah-inovasi-hijau-dan-keberlanjutan-di-kebun-sawit-astra-agro/ https://www.astra-agro.co.id/id/2024/07/19/menjelajah-inovasi-hijau-dan-keberlanjutan-di-kebun-sawit-astra-agro/#respond Fri, 19 Jul 2024 02:25:00 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=15889 TANA PASER – Pekan lalu, pada 11 hingga 12 Juli 2024, Kaltim Post berkesempatan melihat suasana kerja dan kompleks perumahan anak perusahaan perkebunan kelapa sawit milik Astra Agro Lestari (AAL), yaitu PT Borneo Indah Marjaya (BIM) dan PT Palma Platasindo (PPS) di Kabupaten Paser.

Lokasinya berada di Desa Laburan, Kecamatan Paser Belengkong, sekitar satu jam dari ibu kota Kecamatan Tanah Grogot. Selama dua hari berkeliling perkebunan dan kompleks perumahannya, banyak pengetahuan baru yang didapat.

Salah satu metode unik yang diterapkan perusahaan adalah memanfaatkan burung hantu (Tyto Alba) sebagai pengendali hama tikus. Ini menjadi alternatif pengendalian yang prospektif bagi perkebunan kelapa sawit, termasuk bagi PT BIM-PPS.

Untuk meningkatkan efektivitas, perusahaan meningkatkan populasi Tyto Alba dengan menempatkan satu pasang burung hantu dan satu sarang di setiap 20 hektare. Saat ini, PT BIM memiliki 286 sangkar burung hantu aktif dengan total populasi 490 ekor. Sedangkan di PT PPS, terdapat 188 sangkar aktif dengan populasi burung hantu sebanyak 230 ekor.

Budidaya burung hantu di PT BIM-PPS juga menjadi salah satu yang sukses di grup AAL. Perusahaan perkebunan lainnya di grup AAL banyak mengikuti kesuksesan PT BIM-PPS dalam mengelola burung hantu.

Selain melihat budidaya burung hantu, Kaltim Post juga diajak mengunjungi kompleks perumahan PT BIM. Di sini, para istri pekerja yang tinggal di perumahan memiliki aktivitas produktif selain mengurus rumah tangga. Mereka mengelola sampah rumah tangga agar menjadi barang bernilai ekonomis dengan membangun bank sampah.

Target zero burning waste perusahaan perlahan terwujud. Tidak ada sampah yang dibakar. Sampah plastik diolah menjadi barang bernilai, sedangkan sampah organik digunakan sebagai kompos. Dijamin tidak ada sampah berserakan di kompleks perumahan. Semua terkelola dengan baik.

Kunjungan terakhir pada hari pertama adalah melihat Posyandu di perumahan. Meskipun berada di dalam kebun dan jauh dari Puskesmas, Posyandu di sini sangat lengkap fasilitas dan kesiapan kadernya.

Semua bayi dan balita di kompleks perumahan terjamin kesehatannya. Jadwal pengecekan setiap bulan juga selalu tepat waktu. Kader Posyandu memberikan banyak program kepada orang tua bayi. Jika perkembangan tumbuh kembang bayi paling cepat, maka akan diberikan reward.

Indikatornya dilihat dari berat badan bayi dan balita. Perkembangan tumbuh kembang bayi hingga balita sangat diperhatikan, sehingga orang tua bisa fokus bekerja.

Sumber: Kaltimpost.jawapos.com

Penafian
Artikel ini mungkin berisi materi berhak cipta, yang penggunaannya mungkin tidak diizinkan oleh pemilik hak cipta. Materi ini disediakan dengan tujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan. Materi yang terdapat dalam situs web Astra Agro didistribusikan tanpa mencari keuntungan. Jika Anda tertarik untuk menggunakan materi yang memiliki hak cipta dari materi ini dengan alasan apapun yang melampaui ‘penggunaan wajar’, Anda harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari sumber aslinya

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2024/07/19/menjelajah-inovasi-hijau-dan-keberlanjutan-di-kebun-sawit-astra-agro/feed/ 0 15889
Industri sawit menanggapi tuduhan pelanggaran lingkungan https://www.astra-agro.co.id/id/2023/11/28/industri-sawit-menanggapi-tuduhan-pelanggaran-lingkungan/ https://www.astra-agro.co.id/id/2023/11/28/industri-sawit-menanggapi-tuduhan-pelanggaran-lingkungan/#respond Tue, 28 Nov 2023 01:42:44 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=13709 Jakarta (ANTARA) – PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), anak usaha Astra International mengeluarkan laporan lengkap dari pihak ketiga yang independen untuk menanggapi tuduhan pelanggaran lingkungan dan hak asasi manusia (HAM) dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) dan Friends of the Earth (FOE).

Chief Executive Officer (CEO) Eco Nusantara (ENS) Zulfahmi mengatakan pada Maret 2023 AALI telah menunjuk pihaknya untuk melakukan tinjauan menyeluruh dan independen terkait kegiatan di lapangan.

“Untuk melakukan penilaian independen yang kompleks seperti ini, kami mendorong para pemangku kepentingan termasuk masyarakat sipil untuk bekerja sama, secara transparan dalam mendapatkan fakta-fakta yang sebenernya di lapangan,” katanya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.

Zulfahmi mengatakan ENS sangat menghormati keputusan masing-masing pihak, selama proses verifikasi, secara konsisten baik ENS maupun AALI sangat terbuka untuk bukti-bukti yang ada.

Dengan kepercayaan ini, kata dia lagi, diharapkan bisa didapatkan akar permasalahan yang sesungguhnya sehingga memudahkan dalam penetapan solusinya.

“Kami juga menyadari bahwa tidak ada laporan yang dapat memuaskan semua pihak. Namun sekali lagi, kami yakin bahwa AALI tetap terbuka untuk melihat informasi dan bukti-bukti yang jelas yang dimiliki oleh para pemangku kepentingan, dan berkomtimen untuk melakukan yang terbaik dalam menyelesaikan masalah yang timbul,” ujarnya.

Sementara itu, CEO Astra Agro Santosa mengatakan hasil dari verifikasi ENS merupakan langkah maju yang positif bagi seluruh pemangku kepentingan karena menyediakan penilaian yang komprehensif untuk menanggapi tuduhan tersebut.

Sejauh ini, katanya pula, pihaknya percaya bahwa laporan ENS dapat memberikan gambaran bagi para pemangku kepentingan untuk lebih memahami apa yang sebenernya terjadi di lapangan.

Saat ini, kata dia lagi, perusahaan fokus kepada upaya dan pada waktunya akan mengasimilasi serta menyampaikan usulan rencana aksi untuk mengimplementasikan rekomendasi berdasarkan laporan tersebut.

“Kami mengundang dan mendorong pihak-pihak yang tertarik atau peduli terhadap penyelesaian masalah atau ingin membantu masyarakat untuk menjadi bagian dari proses ini,’ katanya pula.

Perseroan, ujarnya lagi, siap memberikan informasi terbaru kepada para pemangku kepentingan, mengenai kegiatan yang sedang berlangsung.

“Kami bermaksud untuk terus mempublikasikan informasi terbaru mengenai proses ini secara berkala,” kata Santosa.

Sebelumnya, Walhi dan FOE menyebut tiga perusahaan sawit milik Astra Agro beroperasi di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat, melakukan pelanggaran HAM dan merusak lingkungan.

Sumber: Antaranews.com

Penafian
Artikel ini mungkin berisi materi berhak cipta, yang penggunaannya mungkin tidak diizinkan oleh pemilik hak cipta. Materi ini disediakan dengan tujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan. Materi yang terdapat dalam situs web Astra Agro didistribusikan tanpa mencari keuntungan. Jika Anda tertarik untuk menggunakan materi yang memiliki hak cipta dari materi ini dengan alasan apapun yang melampaui ‘penggunaan wajar’, Anda harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari sumber aslinya.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2023/11/28/industri-sawit-menanggapi-tuduhan-pelanggaran-lingkungan/feed/ 0 13709
Ini yang Dilakukan Tim Gabungan dan Perusahaan Saat Lakukan Patroli Karhutla di Koto Gasib Siak https://www.astra-agro.co.id/id/2023/08/10/ini-yang-dilakukan-tim-gabungan-dan-perusahaan-saat-lakukan-patroli-karhutla-di-koto-gasib-siak/ https://www.astra-agro.co.id/id/2023/08/10/ini-yang-dilakukan-tim-gabungan-dan-perusahaan-saat-lakukan-patroli-karhutla-di-koto-gasib-siak/#respond Thu, 10 Aug 2023 06:50:55 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=13257 Tim gabungan bersama perusahaan perkebunan melakukan patroli Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kecamatan Koto Gasib, Siak Riau. Patroli dilaksanakan baik di konsesi perusahaan maupun di kawasan perkebunan milik masyarakat.

Tim gabungan ini terdiri dari Manggala Agni KLHK Daops Sumatra VI/ Siak, TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan PT Kimia Tirta Utama (KTU) Astra Agro Lestari. Kepala Manggala Agani Daops Sumatra VI/Siak Ikhsan Abdillah mengatakan, patroli ini melibatkan unsur perusahaan dan semua pihak untuk mencegah Karhutla. Sebab saat ini masuk ke puncak kemarau yang diprediksi hingga September 2023.

“Intinya kita tidak ingin ada Karhutla di kawasan Koto Gasib, jadi semua pihak harus aktif bergerak memantau dan patroli sekaligus sosialisasi kepada masyarakat,” kata Ikhsan, Minggu (6/8/2023).

Ikhsan mengatakan kegiatan itu merupakan komitmen semua pihak untuk melakukan pencegahan Karhutla. Pergerakan tim ini dapat mengakrabkan diri pada masyarakat pada saat sosialisasi dan mengurangi kemungkinan terjadinya Karhutla. Baik itu kelalaian maupun kesengajaan.

“Kita apresiasi PT KTU yang juga berupaya kuat mencegah Karhutla dengan melibatkan masyarakat di sekitar perkebunan termasuk tim TKTD dan MPA,” katanya.

Sosialisasi tersebut diperkuat dengan menyebarkan pesan singkat (sms broadcast) agar setiap bagian saling menjaga lingkungan dan bekerja sama agar tidak terjadi peristiwa kebakaran sedikitpun.

“Demi menjamin ketersediaan air, perusahaan juga telah membangun embung, overflow dan kantong air yang akan sangat berguna sebagai sumber air pemadaman jika terjadi kebakaran. Saya harapkan semua perusahaan melakukan hal sama,” kata Ikhsan.

Ia menambahkan, kegiatan itu juga untuk meningkatkan efektivitas pemantauan kondisi sekitar perkebunan dalam menghadapi ancaman puncak musim kemarau tahun ini.

Langkah antisipatif sangat diperlukan dalam mencegah terjadinya Karhutla.

“Ya, kami selalu berpartisipasi kuat dengan tim gabungan pemerintah baik Manggala Agni, BPBD, TNI, Polri dan MPA, karena kami juga mempunyai keinginan di wilayah Koto Gasib zero Karhutla,” kata Administratur PT KTU Hubbal K Sembiring.

Ia mengatakan, dalam kegiatan Patroli Gabungan ini, pihaknya melakukan pemantauan titik rawan dan sosialisasi dengan cara memberikan himbauan dan pemahaman kepada masyarakat. Terutama yang ada di sekitar wilayah perusahaan agar melakukan pemasangan larangan dan tidak membakar sembarangan.

“Penanganan karhutla tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kerja sama yang baik antar semua pihak pemerintah daerah, aparat keamanan, swasta maupun masyarakat harus saling mendukung,” katanya,

Hubbal menegaskan kegiatan seperti ini perlu dilaksanakan sebagai langkah antisipatif pencegahan Karhutla. Bahkan untuk menghadapi segala kemungkinan kebakaran di masa yang akan datang.

“Ikutnya kami dalam patroli gabungan ini merupakan wujud komitmen PT KTU dalam rangka menerapkan operasional perusahaan sesuai dengan prinsip keberlanjutan dan mendukung program Pemerintah Kabupaten untuk mewujudkan zero fire di wilayah Kabupaten Siak,” katanya.

Hubbal menyatakan komitmennya untuk mencegah Karhutla dengan ikut serta secara aktif dengan langkah – langkah yang telah disepakati.

Seperti simulasi pencegahan Karhutla, patroli api dan mengajak masyarakat untuk penyadartahuan tentang penyebab dan dampak Karhutla.

“Sekadang kami juga menggandeng pihak-pihak terkait untuk patroli gabungan. Selain itu, kami juga melengkapi diri dengan peralatan yang memadai jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Source: Tribunpekanbaru.com




]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2023/08/10/ini-yang-dilakukan-tim-gabungan-dan-perusahaan-saat-lakukan-patroli-karhutla-di-koto-gasib-siak/feed/ 0 13257
Zulhas: Indonesia Siap Tambah Suplai Minyak Sawit ke India https://www.astra-agro.co.id/id/2022/08/23/zulhas-indonesia-siap-tambah-suplai-minyak-sawit-ke-india/ https://www.astra-agro.co.id/id/2022/08/23/zulhas-indonesia-siap-tambah-suplai-minyak-sawit-ke-india/#respond Tue, 23 Aug 2022 10:47:00 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=10258 REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyampaikan, Indonesia siap menambah suplai ekspor minyak sawit atau CPO ke India. Ia pun meminta agar para eksportir Indonesia menyiapkan antisipasi untuk memenuhi lonjakan permintaan CPO dari India.

Proyeksi kenaikan permintaan CPO seiring dengan akan berlangsungnya Hari Raya Deepavali di India pada 24 Oktober 2022. Komitmen peningkatan suplai itu juga disampaikan dalam Pertemuan Roundtable Business Engagement pada Senin (22/8) di New Delhi, India.

“India menjadi negara pertama yang saya kunjungi dalam misi dagang. Selain sebagai mitra dagang strategis, India juga sebagai konsumen CPO terbesar yang disuplai Indonesia,” kata menteri yang akrab disapa dengan panggilan Zulhas ini di Jakarta, Selasa (23/8/2022).

Zulkifli menyampaikan, CPO memiliki kontribusi penting dalam perekonomian Indonesia, khususnya dalam penyediaan lapangan pekerjaan dan mengurangi kemiskinan bagi enam belas juta petani dan pekerja di sektor sawit. CPO juga memegang peran penting dalam beberapa sektor industri seperti kosmetik, kebutuhan rumah tangga, makanan dan minuman.

“Indonesia sebagai produsen utama CPO di dunia dan India sebagai salah satu pengguna CPO terbesar di dunia harus selalu bekerja sama. Produk CPO Indonesia terjamin keberlanjutannya serta aman untuk kesehatan,” ucapnya.

Sebelumnya, pada Jumat (19/8/2022) pekan lalu, Zulkifli Hasan melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan dan Industri India Piyush Goyal. Pertemuan membahas berbagai upaya mempererat hubungan bilateral.

Ia menambahkan, pihaknya juga bertemu dengan perwakilan Asosiasi Pelaku Usaha India yaitu Confederation of Indian Industry, untuk membahas kerja sama business to business (Btb) pengembangan perdagangan dan investasi kedua negara, diantaranya sektor infrastruktur, farmasi, otomotif, dan pelabuhan.

Pelaku usaha India meminta Indonesia untuk dapat meningkatkan kerja samanya terlebih menjelang serah terima keketuaan G20 dari Indonesia ke India.

Kerja sama lebih spesifik juga ditawarkan para pelaku usaha dan produsen CPO India yang tergabung dalam Solvent Extractor Association dan India’s Vegetable Oils Producer Association, untuk melakukan promosi penggunaan minyak sawit sebagai minyak nabati sehat dan aman.

“Ini dilakukan untuk menghadapi semakin berkembangnya kampanye negatif terhadap penggunaan CPO,yang cenderung mendiskreditkan produk berbahan baku minyak sawit,” ujarnya.

Sebagai informasi, selama tahun 2021, nilai perdagangan nonmigas kedua negara mencapai 19,8 miliar dolar AS atau naik 42,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pangsa pasar ekspor komoditas utama Indonesia ke negara India yakni untuk komoditas batubara mencapai 30 persen dengan nilai 4 miliar dolar AS, diikuti minyak sawit senilai 3,3 miliar dolar AS, tembaga dan paduan besi senilai 940 juta dolar AS, asam lemak 308 juta dolar AS, dan karet alam sebesar 286 juta dolar AS.

“Indonesia dan India memiliki pasar yang besar, sehingga masih banyak potensi dan kerja sama sektor perdagangan antar dua negara yang bisa ditingkatkan untuk mencapai kerja sama ekonomi yang baik dan berkelanjutan, serta saling menguntungkan,” kata dia. 

Sumber: Republika.co.id

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2022/08/23/zulhas-indonesia-siap-tambah-suplai-minyak-sawit-ke-india/feed/ 0 10258
Bahas Penguatan Kerja Sama Bilateral, Indonesia-Malaysia Fokus Kolaborasi di Bidang Kelapa Sawit https://www.astra-agro.co.id/id/2021/10/26/bahas-penguatan-kerja-sama-bilateral-indonesia-malaysia-fokus-kolaborasi-di-bidang-kelapa-sawit/ https://www.astra-agro.co.id/id/2021/10/26/bahas-penguatan-kerja-sama-bilateral-indonesia-malaysia-fokus-kolaborasi-di-bidang-kelapa-sawit/#respond Tue, 26 Oct 2021 10:10:00 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=9118 Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima kunjungan Menteri Perusahaan Perladangan dan Komoditi Malaysia Zuraida Binti Kamaruddin di Jakarta, Minggu (24/10). Pertemuan itu diadakan dalam rangka membahas mengenai penguatan kerja sama bilateral kedua negara, khususnya berdiskusi terkait kebijakan kelapa sawit ke depan. 

Bagi Indonesia, Malaysia merupakan salah satu mitra ekonomi utama dalam hal investasi dan perdagangan. Selama semester I 2021, Penanaman Modal Asing (PMA) yang berasal dari Malaysia mencapai US$706,8 juta dan tersebar di 1.324 proyek. 

Dari sisi perdagangan barang, volume perdagangan bilateral antar negara telah mencapai US$15,03 juta pada 2020 dan US$13,43 juta selama Januari hingga Oktober 2021. Hal tersebut menunjukkan intensnya hubungan bilateral kedua negara. 

Berdasarkan hasil serah terima jabatan ketua pada Pertemuan Tingkat Menteri ke-8 Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) yang diselenggarakan pada 26 Februari 2021 secara virtual, Indonesia saat ini ditunjuk menjadi Ketua CPOPC. 

“Hal penting yang ingin kami tekankan adalah pentingnya negara-negara anggota CPOPC mengintensifkan upaya untuk memastikan harga minyak sawit berkelanjutan. Kami menggarisbawahi tren positif atas pertumbuhan permintaan minyak sawit dan tren kenaikan minyak sawit secara umum,” jelas Airlangga. 

Negara produsen harus mengantisipasi kemungkinan terjadinya siklus harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) melalui peningkatan konsumsi domestic sebagai alat manajemen permintaan. Pengelolaan harga minyak sawit berkelanjutan dapat dicapai dengan melaksanakan program mandat B30 di Indonesia dan B20 di Malaysia. Strategi ini penting untuk menyeimbangkan pasokan dengan permintaan, yang akan menjaga harga CPO global. 

Menanggapi maraknya kampanye negatif terhadap produk kelapa sawit, sebagai negara penghasil kelapa sawit, Indonesia-Malaysia perlu melakukan kampanye positif terhadap kelapa sawit secara efektif, efisien, dan tepat sasaran. 

Indonesia mengapresiasi kemajuan program Countering Anti Palm Oil Campaign yang dilakukan CPOPC berdasarkan persetujuan negara anggota (Indonesia-Malaysia). Program-program ini termasuk kampanye advokasi di Uni Eropa, kampanye media sosial di negara-negara anggota, serta strategi komunikasi dan promosi di negara-negara konsumen minyak sawit. 

Dalam waktu dekat, program kampanye positif diharapkan dapat dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan minyak nabati lainnya, tidak hanya fokus pada kelapa sawit. Publikasi kontribusi minyak nabati untuk memenuhi tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals/ SDGs) harus lebih sering disebarluaskan. 

Indonesia juga mengapresiasi pembentukan CPOPC Scientific Committee untuk fokus pada penyusunan proposal penelitian yang tepat, mengkaji proposal penelitian, mendorong kegiatan penelitian dan pengembangan guna memberikan temuan penelitian dalam memperkaya pengetahuan terkait sektor kelapa sawit. 

“Kami berharap komite dapat bekerja untuk kepentingan terbaik negara-negara anggota termasuk upaya melawan kampanye negatif terhadap minyak sawit,” ungkap Airlangga.

Ia juga menyampaikan bahwa Indonesia-Malaysia perlu memperkuat ikatan, juga memantapkan kolaborasi dan kerja sama di bidang kelapa sawit. Kedua negara harus terus bekerja sama secara aktif untuk lebih memperkuat CPOPC sebagai satu-satunya organisasikomoditas minyak sawit di dunia. 

“Saya ingin mengakhiri dengan menegaskan kembali komitmen kuat Pemerintah Indonesia untuk terus bekerja sama dengan Malaysia. Saya percaya bahwa terlepas dari pandemi yang sedang berlangsung, ada banyak peluang yang harus dimanfaatkan kedua negara di tahun-tahun mendatang,” pungkas Airlangga. (RO/S2-25)

Sumber: Media Indonesia

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2021/10/26/bahas-penguatan-kerja-sama-bilateral-indonesia-malaysia-fokus-kolaborasi-di-bidang-kelapa-sawit/feed/ 0 9118
137 Siswa Terima Beasiswa Astra Cerdas, Disdikbud: PT BIM-PPS Paling Peduli Pendidikan https://www.astra-agro.co.id/id/2021/09/16/137-siswa-terima-beasiswa-astra-cerdas-disdikbud-pt-bim-pps-paling-peduli-pendidikan/ https://www.astra-agro.co.id/id/2021/09/16/137-siswa-terima-beasiswa-astra-cerdas-disdikbud-pt-bim-pps-paling-peduli-pendidikan/#respond Thu, 16 Sep 2021 09:00:00 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=8962 TANA PASER – Bergulirnya tahun ajaran baru menjadi momen bagi PT Astra Agro Lestari Tbk untuk menjalankan program bantuan di bidang pendidikan. Jumat (10/9) lalu, dua perusahaan jaringan mereka di Paser, PT Borneo Indah Marjaya dan PT Palma Plantasindo (BIM-PPS) menyerahkan beasiswa kepada 137 siswa di lingkar satu operasional perusahaan sawit tersebut.

Adapun 137 penerima beasiswa itu terdiri dari 95 siswa SD, 31 siswa SMP, dan 11 siswa SMK. Mereka berasal dari tiga kecamatan di Kabupaten Paser.

Di Tanah Grogot, ada SD 013, SD 030, SMP 13, SMK 1, dan SMK 2. Sementara di Desa Tanjung Harapan ada SD 004 dan SMP 02. Lalu di Pasir Belengkong, ada SD BIM, SD 024, SD 008, SD 019, SD 022, SMP 08, dan SMP 05.

Penyerahan beasiswa pendidikan didistribusikan secara langsung ke masing-masing siswa dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Sedangkan indikator penerima beasiswa pendidikan didasarkan pada siswa berprestasi yang sebelumnya telah dilakukan penyeleksian oleh pihak perusahaan.

Pada kesempatan tersebut, Andi HE Jaya selaku Administratur PT BIM-PT PPS menyatakan, beasiswa ini bagian dari program corporate social responsibility (CSR) dari grup Astra, yang diberi nama Program Astra Cerdas. Bersamaan dengan Program Astra Sehat, Program Astra Kreatif, dan Program Astra Hijau. 

“Pemberian beasiswa pendidikan ditujukan bagi anak-anak sekolah binaan dan desa di wilayah lingkar satu 1 perusahaan. Ini untuk membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Paser. Khususnya di desa-desa sekitar, serta sekolah binaan perusahaan,” ungkapnya. 

Andi berharap melalui bantuan beasiswa ini dapat memberikan motivasi kepada seluruh siswa yang ada di sekolah-sekolah ring saru perusahaan untuk terus berprestasi.

Dalam kesempatan yang sama, M Yunus Syam selaku Kabid Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Paser menyampaikan apresiasinya. Dia juga berterima kasih atas bantuan yang disalurkan melalui PT BIM-PT PPS.

Yunus mengakui, meski Kabupaten Paser dikelilingi banyak perusahaan sawit, tak semuanya memiliki kepedulian seperti PT BIM-PT PPD. “Kami rasa baru PT BIM- PT PPS yang betul-betul konsen dan sangat peduli pentingnya pendidikan. Baik untuk anak karyawan maupun anak masyarakat di sekitar kebun,” jelasnya..

Senada dengan M Yunus, Djoko Bawono Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Paser juga mengungkapkan apresiasinya kepada PT BIM-PT PPS. “Perusahan ini selalu konsisten terhadap kegiatan CSR. Laporan terkait program CSR yang akan dan sudah terlaksana juga selalu update,” ujarnya.

Sementara itu, Maya Safitri siswi SMPN 05 Paser salah satu penerima beasiswa menyampaikan ucapan terima kasih kepada PT BIM-PT PPS yang telah memperhatikan dia dan teman-temannya yang lain dengan memberikan beasiswa pendidikan ini. “Adanya beasiswa ini membantu saya untuk tetap mengikuti pembelajaran, terutama di kondisi pandemi seperti saat ini,” ungkapnya.

Ia menuturkan pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir mengakibatkan proses belajar dilakukan secara daring. Hal tersebut membuat Maya dan teman-temannya membutuhkan biaya lebih besar agar dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah.  (man/adv/pro25) 

Sumber: Prokal.co

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2021/09/16/137-siswa-terima-beasiswa-astra-cerdas-disdikbud-pt-bim-pps-paling-peduli-pendidikan/feed/ 0 8962
Atasi Karhutla di Masa Pandemi, Perlu Peran Semua Pihak https://www.astra-agro.co.id/id/2020/11/07/atasi-karhutla-di-masa-pandemi-perlu-peran-semua-pihak/ https://www.astra-agro.co.id/id/2020/11/07/atasi-karhutla-di-masa-pandemi-perlu-peran-semua-pihak/#respond Fri, 06 Nov 2020 19:52:00 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=7308 SIAK – Indonesia punya pekerjaan besar mengantisipasi karhutla, manajemen lapangan harus terkonsolidasi dan terkoordinasi dengan “Area-area yang rawan hotspot dan update informasi sangat penting sekali, memanfaatkan teknologi meningkatkan monitoring dan pengawasan dengan sistem dashboard, Sistem dasbor Lancang Kuning bisa menggambarkan situasi karhutla di Riau pada Februati lalu saat pemantauan wilayah rentan karhutla. Sistem ini, menggunakan empat teknologi satelit sebagai alat pengindera untuk mendeteksi titik api, yakni NOAA, Aqua, Terra, dan satelit dari Lapan.

Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, sebagian besar wilayah akan mengalami puncak kemarau pada Agustus. Dalam laporan itu, 17% wilayah memasuki kemarau April, 38% pada Mei, dan 27% Juni.

Untuk antisipasi karhutla di lahan gambut, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta Badan Restorasi Gambut siaga menjaga tinggi muka air pada lahan gambut. Gambut harus tetap basah tetap basah dengan sekat kanal, embung, sumur bor, teknologi pembasahan lain guna mencegah kekeringan dan kebakaran lahan.

Selain teknologi, pemanfaatan infrastruktur pengawasan pun perlu hingga tingkat bawah, melalui Babinsa, Babinkamtibmas, sampai kepala desa. Dampak Kebakaran Lahan dan Hutan adalah adanya asap yang ditimbulkan dapat menyebabkan penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), asma, penyakit paru obstruktif kronik, penyakit jantung serta iritasi pada mata, tenggorokan dan hidung. Kabut asap dari kebakaran hutan juga dapat mengganggu bidang transportasi, khususnya transportasi penerbangan.

Tersebarnya asap dan emisi gas karbondioksida dan gas-gas lain ke udara juga akan berdampak pada pemanasan global dan perubahan iklim. Kebakaran hutan mengakibatkan hutan menjadi gundul, sehingga tidak mampu lagi menampung cadangan air di saat musim hujan, hal ini dapat menyebabkan tanah longsor ataupun banjir. Selain itu, kebakaran hutan dan lahan juga mengakibatkan berkurangnya sumber air bersih dan bencana kekeringan, karena tidak ada lagi pohon untuk menampung cadangan air.

Terlebih di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini. Sangat besar biaya yang dikeluarkan jika terjadi Karhutla, sangat banyak waktu tersita dan tenaga terkuras.Sebagian besar karhutla karena ulah manusia baik sengaja maupun kelalaian.

Jaga Gambut Tetap Lembab

Untuk mengantisipasi hal itu, sejumlah persiapan dilakukan PT Kimia Tirta Utama dalam menghadapi musim kemarau, walau tidak terjadi kebakaran di lingkungan perusahaan tetapi sikap waspada selalu ditanamkan oleh perusahaan.

Dalam kesempatan kesiapan Karhutla, PT KTU menghadirkan Kapolres Siak AKBP Doddy F Sanjaya, SH SIK MIK, Kadis DLH Siak Syafrilenti dan Kabidnya Ardhayani, Kapolsek Koto Gasib Ipda Suryawan dan sejumlah tamu undangan. Administratur PT KTU, Achmad Zulkarnain didampingi Humas Azra dan Slamat Riyadi, menjelaskan penanganan karhutla dengan integrated water manajemen system.

Menurut Zulkarnain, water manajemen system yang mereka punya sudah diakui Badan Restorasi Gambut. “Kami melakukan hal ini untuk menjaga kelembaban tanah (soil moisture ), sehingga terjaga kelembabannya sepanjang tahun berada di kisaran angka 40-65 sentimeter,” jelas Zulkarnain, perusahaan juga memiliki menara pantau di lima titik yang strategis di sekitar kebun.

Disebutkan Zulkarnain, menara pantau untuk memantau potensi asap atau api yang ada di sekitar kebun PT KTU, bahkan bisa melihat ke kawasan desa sekitar perusahaan. Tidak hanya menara pantau, pihaknya juga menyiapkan drone. Drone ini digunakan untuk mengontrol area patroli udara untuk wilayah yang tidak bisa terjangkau oleh patroli darat. Dan yang tak kalah penting, menurut Zulkarnain adalah sistem sekat kanal atau over flow. Sekat kanal dibuat berdasarkan topografi. Sekat kanal dibagi menjadi lima zona.

“Hal yang terbaru, kami sudah memiliki stasiun riset untuk meneliti emisi gambut dan fakta-fakta lain tentang kelapa sawit dan gambut. Dalam hal ini kerja sama dengan IPB dan BPDPKS,” kata Zulkarnain sambil menunjukkan kegunaan sejumlah peralatan yang ada di stasiun riset dan letaknya di tengah perkebunan.Kunjungan dari BRG dan BPDPKS ke kebun PT KTU terkait penerapan water manajemen system gambut.

Komitmen perusahaan?

Berdasarkan laporan Singapore Institute of International Affairs (SIIA) Haze Outlook 2020 menyebutkan, faktor manusia salah satu hal penting dalam karhutla. Perusahaan dan komunitas jadi titik penting dalam upaya pencegahan karhutla.Apalagi dalam kondisi pandemi COVID-19 yang memberikan dampak pada perekonomian, termasuk perusahaan perkebunan yang mempertahankan pemasukannya.Laporan ini mengatakan, edukasi jadi langkah penting dalam memastikan upaya keberlanjutan tetap berjalan meski COVID-19 ini jadi halangan.Perusahaan-perusahaan besar, sebut laporan ini, yang memiliki komitmen pelestarian dan keberlanjutan harus tetap mematuhi dalam mencegah atau meminimalisir titik api dalam konsesi.

Tentunya, untuk kebaikan bersama, melakukan pendidikan dan pengenalan gambut sejak dini dengan Duta Sawit Gambut Lestari dari Siswa pelajar SMP Kiamia Tirta Utama bersinergi dengan masyarakat sekitar, yaitu MPA dan Desa Sejahtera Peduli Api. Melihat banyaknya inovasi yang dilakukan PT KTU mengantisipasi karhutla, Kapolres Siak AKBP Doddy F Sanjaya yakin akan menginspirasi perusahaan lainnya yang ada di Kabupaten Siak.

“Dengan temuan-temuan dan inovasi, saya harapkan karhutla dapat dicegah. Mengenai kelengkapan peralatan termasuk mobil pemadam memang wajib dimiliki setiap perusahaan, sebagai bentuk antisipasi,” sebut Kapolres.

Sementara Kadis DLH Syafrilenti menyebutkan apa yang dimiliki PT KTU bentuk keseriusan dan totalitas.”Saya berharap inovasi ini menginspirasi perusahaan lainnya,” harapnya.

Sebagai upaya edukasi dan pemberdayaan masyarakat untuk mencegah terjadinya Karhutla, PT KTU juga mengajak masyarakat untuk memberdayakan lahana tidur yang tidak di olah menjadi lahan produktif untuk ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat di masa pandemic seperti ini,masyarakat di ajak mengelola lahan pekarangan rumahnya untuk di tanami dengan tanaman produktif sehingga masyarakat tidak akan membuka lahan dengan cara dibakar yang berakibat fatal Karhutla. Aneka hasil tanaman Holtikultura sebagai penopang ekonomi masyarakat sudah terlihat di Desa sekitar PT Kimia Tirta Utama.(ist)

Sumber: sawitplus.co

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2020/11/07/atasi-karhutla-di-masa-pandemi-perlu-peran-semua-pihak/feed/ 0 7308
Cerah Bukan Tanpa Celah https://www.astra-agro.co.id/id/2019/12/23/cerah-bukan-tanpa-celah/ https://www.astra-agro.co.id/id/2019/12/23/cerah-bukan-tanpa-celah/#respond Mon, 23 Dec 2019 04:04:00 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=5680 Mendung berganti cerah, kering menjadi bermekaran. Begitulah kondisi harga minyak kelapa sawit mentah pada tahun ini. Sempat layu di awal, tetapi menghijau di akhir. Mengutip Bloomberg, hanya 5 bulan lalu, harga acuan sawit berjangka di Malaysia merana di level terendah selama 4 tahun. Pasalnya, investor kecewa terhadap tinginya stok, dan permintaan lemah dari pembeli utama India dan China.

Ditambah, Uni Eropa membatasi produk pertanian ini karena terkait dengan kerusakan lingkungan. Kemudian pada Oktober, terjadi percekcokan dagang antara Malaysia dengan India. Situasi mengenaskan itu seketika berubah dalam Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) di Bali, 30 Oktober-1 November lalu, saat para analis memperingatkan bahwa cuaca panas dan kabut asap akan merusak produksi komoditas unggulan Indonesia itu.

Gayung bersambut, Indonesia juga berfokus pada implementasi program ambisius dan mandatori biodiesel, yang membuatnya menjadi pengguna sekaligus penyuplai terbesar sawit dunia. Beragam sentimen positif itu mendorong harga sawit tumbuh 50%, dari level terendahnya pada Juli 1.937 ringgit per ton ke level 2.900 (US$700] ringgit per ton. Level tersebut menempatkan harga di jalur kenaikan 35% pada tahun ini, performa terbaik dalam hampir satu dekade. Dewi fortuna pun menghampiri para penanam sawit.

Mayoritas pemain melihat harga minyak yang banyak digemakan dalam berbagai produk ini bertahan di level tinggi pada 2020. Menurut median dari 25 estimasi dalam survei Bloomberg terhadap para analis, pedagang, dan eksekutif perkebunan, harga acuan CPO kemungkinan singgah di level rata-rata 2.600 ringgit per ton, tertinggi dalam 3 tahun, dibandingkan dengan ratar-rata 2.240 ringgit pada tahun ini.

Anilkumar Bagani, Kepala Riset di Sunvin Grup, pialang dan konsultan berbasis di Mumbai, India, mengatakan, produksi sawit yang lebih rendah, perluasan mandatori biodiesel, dan kuatnya perminta an pangan akan menjadi pemicu utama harga sawit pada 2020.

Pada tahun depan, setidaknya ada empat hal yang menjadi perhatian pelaku industri sawit. Pertama, boom biodiesel. Mandatori B30 Indonesia adalah kompas yang mengarahkan harga CPO ke zona puncak. Sathia Varqa, Pemilik Palm Oil Analytics di Singapura mengatakan, kebijakan tersebut akan membantu mendongkrak harga CPO. “Selain itu membantu menyalurkan biodiesel ke pasar domestik,” katanya.

Kedua, pelemahan produksi. Para analis merampingkan perkiraan untuk produksi sawit di Indonesia dan Malaysia karena cuaca kering dan kurangnya pemberian pupuk berdampak pada 2020. James Fry, Kepala LMC International, perusahaan penyedia data dan analis pertanian, memperkirakan, stok sawit global menyusut pada 2020 karena pelemahan produksi bertepatan dengan dorongan program biodiesel.

“Tekanan tanpa henti dari LSM untuk menyetop penanaman sawit, juga perlambatan penanaman baru karena pelemahan harga sebelumnya akan menjaga pertumbuhan produksi tetap rendah pada tahun depan,” ujarnya. Ketiga, permintaan mengapung. Kelapa sawit mencapai paritas dengan minyak kedelai untuk pertama kali sejak 2011, mengurangi daya tarik dibandingkan dengan minyak lainnya, dan mendorong pembeli untuk mencari alternatif.

Sementara pertikaian dagang Malaysia dan India berakhir pada November, para pedagang menanti apakah konsumen akan menaikkan bea impor, yang bisa membatasi pembelian kelapa sawit. Di sisi lain, China menaikkan pembeliannya sejak Juli karena wabah demam babi Afrika telah menurunkan permintaan domestik untuk bungkil kedelai sebagai pakan. Artinya, lebih sedikit biji yang dihancurkan, lebih sedikit minyak yang diproduksi.

China National Graind and Oils Information Center memperkirakan impor sawit mencapai rekor 7 juta ton pada tahun yang dimuali Oktober, untuk mengisi celah itu. Keempat, sawit yang lebih hijau. Upaya industri untuk lebih berkelanjutan dan menghindari julukan penjahat iklim menjadi penting, terutama karena hal itu dapat menyebabkan banyak negara membatasi penggunaan kelapa sawit.

Ada kekhawatiran Uni Eropa ingin menghentikan penggunaan kelapa sawit dalam biofuel dan akan mencari pangan lainnya. Skema sertifikasi berkelanjutan di Malaysia dan Indonesia akan menjadi wajib bagi petani, terutama ketika negara produsen bersatu untuk melawan tindakan diskriminatif terhadap kelapa sawit.

Source: Bisnis Indonesia

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2019/12/23/cerah-bukan-tanpa-celah/feed/ 0 5680
Mengurai Sawit di Gedung Nusantara https://www.astra-agro.co.id/id/2019/11/27/mengurai-sawit-di-gedung-nusantara/ https://www.astra-agro.co.id/id/2019/11/27/mengurai-sawit-di-gedung-nusantara/#respond Wed, 27 Nov 2019 13:50:32 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=5542 Pekanbaru, Gatra.com – Bisa jadi, ini kali pertama wakil rakyat di Senayan betah mengupas segala tetek bengek kelapa sawit hingga hampir lima jam. Hadirnya Dirjen Perkebunan, pengusaha dan petani kelapa sawit, membikin sawit benar-benar menjadi sangat seksi untuk dibincangkan.

Sebab di satu sisi, tak ada yang bisa memungkiri kalau kelapa sawit telah muncul sebagai sumber devisa terbesar Negara dan menjadi sumber penghidupan terfavorit petani Indonesia. Ada lebih dari 12 juta orang yang menggantungkan hidup di komoditi ini.

Meski sudah memberi dampak sefantastis itu, sawit yang ada sekarang ternyata belum sampai pada produksi maksimal. “Hasil sawit kita masih rendah, masih di kisaran 3,6 ton perhektar pertahun. Padahal potensinya sekitar 5-6 ton perhektar pertahun,” kata Dirjen Perkebunan Kasdi Subagyono, saat didapuk memberi paparan di ruang rapat Komisi IV DPR RI, Senin (25/11).

Dari paparan Kasdi tadi, wajar jika eropa ketar-ketir dengan geliat sawit Indonesia. Sederet aturan mainpun dibikin untuk mempersempit ruang gerak si emas hijau ini. Mulai dari sawit sumber penyakit hingga sawit perusak hutan dan ekosistem, dihembuskan.

Isu ini tidak menggelinding sendiri, sebab setelahnya, aturan ketat bernama Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) langsung memboncengi. Indonesia yang terpengaruh dengan aturan ini, membikin pula yang namanya Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

ISPO inilah yang belakangan membikin petani puyeng. Sebab apa yang selama ini menjadi persoalan petani sebenarnya sudah sejak lama diketahui oleh pemerintah, namun persoalan itu terkesan dibiarkan. Kasdi sendiri bisa mengurai persoalan itu di hadapan hampir semua anggota Komisi IV itu.

Kasdi menyebut ada delapan tantangan industri sawit. Selain masih rendahnya produktivitas sawit tadi, Kasdi juga menyebut bahwa ada masalah di data dan pemetaan, lalu ada sekitar 3 juta hektar kebun kelapa sawit di dalam kawasan hutan.

Legalitas dan perizinan juga bermasalah lantaran adanya disharmonisasi peraturan antar lembaga baik di pusat maupun di daerah. Konflik usaha antara masyarakat dan perusahaan, kerusakan lingkungan dan kebakaran, hilirisasi turunan sawit dan kampanye negatif Uni Eropa, melengkapi 8 tantangan tadi.

Persoalan yang diurai oleh Kasdi tadi juga sebenarnya yang diusung oleh Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (Aspekpir) dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) ke ruang komisi IV itu.

Sederet masalah itu seakan-akan memunculkan kesan pembiaran masalah dan memunculkan masalah baru bernama ISPO. Di sebut masalah baru lantaran ISPO baru bisa didapat kalau masalah lama sudah kelar. “Kami minta kepastian hukum dalam berinvestasi, ini sangat penting. Salah satunya masalah tumpang tindih kebun sawit di kawasan hutan, ini permasalahan krusial yang sudah puluhan tahun tidak ada solusi konkrit. Sampai hari ini tidak ada penyelesaian baik pada perkebunan swasta, apalagi kebun rakyat,” kata Ketua Umum GAPKI, Joko Supriyono.

Gara-gara ketidakpastian hukum dan tumpang tindih lahan tadi kata Joko sertifikasi ISPO menjadi terhambat. Alhasil sustainability berpeluang tidak tercapai. “Masalah ini akan mempersulit perjuangan melawan kampanye negatif di pasar global, “katanya.

Apkasindo malah tegas-tegasan menolak ISPO berlaku bagi petani sebelum masalah-masalah yang ada diberesi pemerintah. Sebab masalah itu bukan petani yang memunculkan, tapi pemerintah juga, meski itu pada era pemerintah yang lama.

“Gimana pula kami bisa dapat sertifikat ISPO sementara hampir 50% petani sawit kami terjebak di dalam klaim kawasan hutan? Dan yang membikin kami makin pusing, dulu sawit masyarakat tidak kawasan hutan, sekarang malah jadi kawasan hutan,” rutuk Ketua Umum Apkasindo, Gulat Medali Emas Manurung. “Saya sangat memahami kemana arah ‘pemaksaan’ petani wajib ISPO itu. Ini jebakan buat petani sawit, tapi jebakan ini akan menjadi bumerang. Sebab nanti, negara juga yang susah kalau petani bangkrut dan miskin,” kata Gulat yang auditor ISPO itu.

Singkat cerita, pertemuan yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi IV, G Budisatrio Djiwandono, itu menghasilkan 8 kesimpulan untuk disodorkan kepada pemerintah. Pertama, Komisi IV mendorong Kementerian Pertanian, Perusahaan Kelapa Sawit, dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit untuk melakukan penguatan koordinasi dalam menyelesaikan persoalan, tata kelola, serta potensi pasar sawit domestik dan Internasional.

Kedua, Komisi IV mendorong Pemerintah untuk segera melakukan sinkronisasi regulasi dan data komoditas perkebunan kelapa sawit secara akurat dan transparan dari hulu hingga hilir. Ketiga, Komisi IV mendorong Pemerintah segera menyelesaikan persoalan perkebunan kelapa sawit dalam kawasan hutan. Keempat, Komisi IV mendorong Pemerintah untuk segera mencari solusi terkait percepatan realisasi penyaluran pendanaan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

Kelima, Komisi IV mendorong Pemerintah mempromosikan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) kepada seluruh stakeholder dalam rangka mengatasi image negatif tentang kelapa sawit. Keenam, Komisi IV menerima usulan Apkasindo, Aspekpir terkait dukungan PSR, peningkatan SDM, sarana prasarana, riset, dan promosi. Selanjutnya, Komisi IV akan melakukan Rapat Dengar Pendapat dengan Kementerian Pertanian dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) membahas dukungan anggaran untuk pengembangan kelapa sawit rakyat.

“Ketujuh, Komisi IV meminta Kementerian Pertanian untuk menyerahkan data dan peta kawasan perkebunan kelapa sawit, mulai dari perkebunan rakyat, perusahaan swasta, maupun negara. Kedelapan, Komisi IV akan membentuk Panitia Kerja (Panja) tentang kelapa sawit,” cerita Gulat kepada Gatra.com, Selasa (26/11).

Uniknya, di saat sawit terus dipersoalkan, kebutuhan minyak nabati di pasar global justru terus meningkat. Dan ini kata Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Joko Supriyono, menjadi peluang besar bagi Indonesia. “Produksi minyak sawit tumbuh 34,5%, permintaan tumbuh 35,9%. Ini berarti demand akan minyak nabati sangat kuat di masa mendatang,” katanya.

Lantas kenapa pemerintah tidak bersegera turun tangan langsung memberesi persoalan yang ada biar Indonesia bisa menggapai peluang besar tadi? Kenapa malah justru ngotot memberlakukan ISPO kepada semua pelaku sawit di saat sederet masalah itu belum selesai?

Source: Gatra

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2019/11/27/mengurai-sawit-di-gedung-nusantara/feed/ 0 5542
Ekspor Minyak Sawit Tembus 2,74 Juta Ton https://www.astra-agro.co.id/id/2018/03/13/ekspor-minyak-sawit-tembus-274-juta-ton/ Tue, 13 Mar 2018 03:51:20 +0000 http://www.astra-agro.co.id/?p=3410 Investor Daily | Selasa, 13 Maret 2018
JANUARI 2018

JAKARTA – Ekspor minyak sawit sepanjang Januari 2018 mencapai 2,74 juta ton, atau meningkat 4,18% dari Desember 2017 yang tercatat sebesar 2,63 juta ton. Permintaan minyak sawit di pasar global yang cenderung melemah membuat kenaikan kinerja ekspor tidak signifikan.

Sekjen Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Togar Sitanggang mengatakan, angka ekspor tersebut hanya untuk minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan turunannya dan tidak termasuk biodiesel dan oleokimia. Permintaan pasar global yang cenderung melemah telah memicu penurunan harga CPO global. Pada awal 2018, pasar minyak sawit global cukup menjanjikan, ini tercermin dari harga minyak sawit yang meningkat pada dua pekan pertama di kisaran US$ 675-697,50 per metrik ton (mt). Namun demikian, pada pekan ketiga dan keempat Januari 2018, harga terus menurun hingga menyentuh US$ 652,50 per mt.

Togar menjelaskan, turunnya harga minyak sawit global dipicu lemahnya permintaan di pasar global, terutama dari Tiongkok dan negara-negara Uni Eropa (UE). Pada Januari 2018, ekspor minyak sawit lndonesia hanya mampu naik 4% dari Desember 2017, yakni dari 2,63 juta ton menjadi 2,74 juta ton. “Sepanjang Januari, permintaan dali Negeri Tirai Bambu melemah cukup signifikan sebesar 15% atau dari 362.500 ton pada Desember 2017 menjadi 307,490 ton pada Januari 2018,11 kata Togar Sitanggang di Jakarta, Senin (12/3).

Dia memaparkan, turunannya permintaan minyak sawit olehTiongkok disebabkan oleh persediaan minyak kedelai yang melimpah sebagai dampak dari besarnya konsumsi soymeal untuk peternakan di Tiongkok. Penurunan permintaan minyak sawit Indonesia juga diikuti oleh UE yakni terpangkas sebesar 8%, dari 437.940 ton pada Desember 2017 menjadi 404.220 ton pada Januari 2018. Hal yang sama juga diikuti oleh negara-negara Timur Tengah yang membukukan penurunan permintaan hingga 31% dan oleh Afrika anjlok 10%. Di sisi lain, permintaan dari India naik tipis, hanya 1%, yakni dari 593.250 ton pada Desember 2017 menjadi 598.350 ton pada Januari 2018.

Kenaikan permintaan yang signifikan dicatatkan oleh Amerika Serikat (AS) yang melonjak 68%, yakni dari 115.290 ton pada Desember 2017 menjadi 193.470 ton pada Januari 2018. Tuduhan dumping atas biodiesel Indonesia sepertinya tidak mempengaruhi permintaan minyak sawit Negeri Paman Sam tersebut. Selain itu, kenaikan permintaan minyak sawit dari Indonesia juga masuk dari Bangladesh yang naik 244% dan oleh Pakistan yang membukukan kenaikan 3%.

Untuk biodiesel, lanjut Togar, serapan di dalam negeri pada Januari 2018 tercatat naik 14%, yakni dari 191 ribu ton pada Desember 2017 menjadi 218 ribu ton pada Januari 2018. Serapan biodiesel di dalam negeri masih konsisten tiap bulannya meski ada fluktuasi. Terkait produksi, pada Januari 2018 produksi minyak sawit Indonesia terpantau turun 10%, yakni dari 3,80 juta ton pada Desember 2017 menjadi 3,40 juta ton pada Januari 2018. “Penurunan produksi ini merupakan kejadian biasa karena memang musim panen raya telah berakhir,” kata Togar.

Sebelumnya, Badan Pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP KS) mencatat, realisasi pungutan atas ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan turunannya mencapai Rp 2,10 triliun sepanjang Januari-Februari 2018. Dalam periode yang sama, ekspor komoditas perkebunan tersebut tercatat 6,50 juta ton, dengan komposisi 75% berupa produk turunan (hilir) dan 25% lainnya berupa produk mentah (CPO).

]]>
3410
Astra Agro Raih Penghargaan Adiwiyata Nasional 2018 https://www.astra-agro.co.id/id/2018/01/29/astra-agro-raih-penghargaan-adiwiyata-nasional-2018/ https://www.astra-agro.co.id/id/2018/01/29/astra-agro-raih-penghargaan-adiwiyata-nasional-2018/#respond Mon, 29 Jan 2018 04:25:53 +0000 http://www.astra-agro.co.id/?p=4157 Jakarta:  Enam Sekolah Binaan PT Astra Agro Lestari (AAL) kembali mengharumkan nama kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) pada ajang penganugrahan Adiwiyata 2018.

Hal ini mendapat respon positif Dari Rosihan Pribadi Kepala Dinas Pendidikan Dan kebudayaan Kotawaringin Barat yang ditemui di sela-sela acara penghargaan tersebut.

“Astra Agro sangat responsif untuk menjawab menanamkan pembangunan go green sejak dini, Saya berharap bisa menjadi contoh untuk perusahaan lainnya” Kata Rosihan.

Ia menilai bahwa tahun 2019 harus menjadi tahun gerakan pembangunan hijau berwawasan lingkungan untuk menjawab tantangan ke depan dan hal itu harus mulai ditanamkan sejak dini pada anak-anak didik kita.

Tercatat Ada 6 sekolah PT Astra Agro Lestari wilayah kotawaringin barat yang mendapat penghargaan tersebut yaitu SD Astra Agro lestari (PT GSIP), SD Harapan Sejahtera (PT GSDI),  SD Pesona Astra (PT GSPP),  SD Surya Persada (PT SINP), SMP Astra Agro Lestari (PT GSIP),  SMP Indah Makmur (PT GSDI) serta 2 sekolah PT Astra Agro Lestari di wilayah Riau.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup RI Siti Nurbaya dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy kepada Kepala Dinas LH Kobar Bambang Djatmiko dan Kepala Dinas Dikbud Kobar M Rosihan Pribadi di Auditorium Dr. Ir. Soerdjawo, Gedung Manggala Wanabakti, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Jum’at (21/12).

Dukungan mengenai pembangunan hijau juga disampaikan oleh manager pendidikan PT Astra Agro Lestari, Joko Subagio. “Pendidikan Pembangunan hijau memang sudah menjadi DNA kami dan kami terlibat secara utuh untuk menanamkan pada anak didik kami mengenai itu”.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2018/01/29/astra-agro-raih-penghargaan-adiwiyata-nasional-2018/feed/ 0 4157