Pembangunan Komunitas – Astra Agro Lestari https://www.astra-agro.co.id Prosper with the Nation Fri, 23 Jan 2026 03:47:15 +0000 id-ID hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.8.13 174751122 Kolaborasi Berkelanjutan Astra Agro Untuk Cegah Stunting di Provinsi Jambi https://www.astra-agro.co.id/id/2026/01/22/kolaborasi-berkelanjutan-astra-agro-untuk-cegah-stunting-di-provinsi-jambi/ https://www.astra-agro.co.id/id/2026/01/22/kolaborasi-berkelanjutan-astra-agro-untuk-cegah-stunting-di-provinsi-jambi/#respond Thu, 22 Jan 2026 03:42:00 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=22016 Stunting atau kondisi gagal tumbuh pada bayi dan balita masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan sumber daya manusia. Penyebab utamanya adalah kurangnya asupan gizi sejak dalam kandungan hingga masa pertumbuhan, sanitasi buruk, hingga kurangnya edukasi gizi. 

Kompleksitas persoalan stunting mendorong pemerintah untuk mengambil langkah percepatan penanganan. Dilansir dari laman resmi Kementerian Sekretariat Negara dan Kementerian Kesehatan, Pemerintah Indonesia melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP2S) menginisiasi program nasional yang melibatkan lintas kementerian, pemerintah daerah, pelaku swasta, hingga partisipasi aktif masyarakat. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam menurunkan angka gagal tumbuh secara berkelanjutan.

Dalam upaya mendukung program pemerintah tersebut, entitas PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) di Jambi bersama dengan pemerintah daerah Provinsi Jambi menempatkan percepatan penurunan stunting sebagai salah satu agenda prioritas pembangunan, dengan mendorong intervensi yang terencana, terukur, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Gubernur Jambi Al Haris menegaskan bahwa stunting bukan semata persoalan kesehatan, melainkan menyangkut kualitas masa depan daerah. Karena itu, ia mengimbau seluruh sektor untuk turut berperan aktif mendukung rencana aksi penurunan stunting.

“Semua pihak harus berjalan beriringan dan terintegrasi untuk menyukseskan program ini, dan peran orang tua asuh sangat dibutuhkan di setiap daerah,” ujarnya saat membuka Penilaian Kinerja Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi beberapa waktu lalu.

Di tingkat tapak, komitmen penurunan stunting kemudian diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor. Astra Agro perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Kabupaten Merangin dan Sarolangun, turut mendukung agenda percepatan penurunan stunting melalui berbagai program berbasis pemberdayaan masyarakat.

“Astra Agro menjadi salah satu sektor yang senantiasa hadir lewat berbagai komitmen keberlanjutannya, utamanya melalui program orang tua asuh,” tambah Al Haris.

Sepanjang 2025, Astra Agro di Jambi secara konsisten menjalankan berbagai program kesehatan berbasis komunitas. Bagi perusahaan, upaya pencegahan stunting tidak cukup dengan bantuan sesaat, melainkan membutuhkan pendampingan jangka panjang. Melalui tanggung jawab sosial pilar kesehatan, perusahaan telah membina 35 posyandu di wilayah operasional serta enam posyandu khusus untuk komunitas Suku Anak Dalam (SAD).

Seiring berjalannya waktu, peran posyandu tidak hanya sebagai layanan dasar kesehatan, tetapi juga menjadi ruang penguatan komunitas. Pada akhir 2025, Astra Agro senantiasa meningkatkan fasilitas dan layanan kesehatan bagi masyarakat SAD agar posyandu mampu menjawab kebutuhan yang lebih luas.

Menurut Slamet Riyadi, Assistant Corporate Social Responsibility Astra Agro di Jambi, peningkatan layanan tersebut dirancang untuk mencakup seluruh siklus kehidupan.“Mulai dari ibu hamil, ibu pasca melahirkan dan menyusui, bayi, balita, anak prasekolah, anak usia sekolah, remaja, dewasa, hingga lansia,” jelasnya.

Selain itu, perusahaan juga memberi perhatian pada peningkatan kualitas tenaga kesehatan melalui pelatihan dan pendampingan bagi dokter, perawat, serta kader posyandu binaan.

Di posyandu-posyandu inilah cerita perubahan perlahan terbangun, kader yang semakin terlatih, anak-anak yang rutin mendapat makanan tambahan bergizi, hingga fasilitas kesehatan yang kian memadai. Bersama puskesmas setempat, perusahaan juga mengoperasikan layanan puskesmas keliling yang menjangkau 241 kepala keluarga, serta menyediakan ambulans khusus bagi masyarakat SAD yang selama ini sulit mengakses layanan kesehatan.

Kehadiran yang konsisten dan pendekatan yang berkelanjutan tersebut tidak luput dari perhatian pemerintah daerah. Pada Oktober 2025, Pemerintah Kabupaten Merangin memberikan apresiasi atas peran aktif Astra Agro dalam percepatan penurunan stunting. Pengakuan itu kemudian diperkuat dengan penganugerahan Piagam Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dari BKKBN Provinsi Jambi pada Desember 2025.

Upaya perusahaan tidak berhenti pada pilar kesehatan. Anak usaha Astra Agro di Jambi juga turut mendukung program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan sebagai fondasi penting pencegahan stunting. Sepanjang 2025, perusahaan menyalurkan 34,65 ton beras serta 2.979 paket sembako dan makanan kepada lebih dari 331 rumah tangga dan komunitas SAD di Kabupaten Merangin dan Sarolangun.

Bagi perusahaan, makna dari ketahanan pangan tidak berhenti hanya memberi, namun juga mendampingi dan memandirikan, untuk itu  Astra Agro juga bersama komunitas dan kelompok tani SAD menginisiasi penanaman 600 bibit pohon jengkol, budidayakan serai wangi, hingga pengembangan perikanan air tawar. 

Pendidikan kemudian menjadi bab penting berikutnya dalam rangkaian upaya tersebut. Hingga 2025, perusahaan telah membina 13 sekolah di Merangin dan Sarolangun, mendampingi 412 siswa bersama 16 tenaga pendidik. Bagi anak-anak SAD yang harus meninggalkan hutan demi mengenyam pendidikan formal, perusahaan menyediakan Wisma Madu Rimbo, rumah singgah anak-anak SAD dari jenjang sekolah dasar hingga menengah atas.

Slamet menegaskan bahwa peran dunia usaha tak terpisah dari denyut kehidupan daerah. Ia berharap kolaborasi yang terbangun selama ini terus berlanjut, agar pembangunan tidak hanya tumbuh, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2026/01/22/kolaborasi-berkelanjutan-astra-agro-untuk-cegah-stunting-di-provinsi-jambi/feed/ 0 22016
Panggung Mimpi Menumbuhkan Prestasi di Celebes Education Festival 2025 https://www.astra-agro.co.id/id/2025/12/22/panggung-mimpi-menumbuhkan-prestasi-di-celebes-education-festival-2025/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/12/22/panggung-mimpi-menumbuhkan-prestasi-di-celebes-education-festival-2025/#respond Mon, 22 Dec 2025 09:02:24 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=21738 Di tengah riuhnya perubahan zaman dan derasnya arus teknologi, pendidikan tetap menjadi jangkar harapan bagi masa depan. PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) melalui anak usahanya di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, berupaya mengembagkan layar-layar mimpi para siswa dengan menghelat Celebes Education Festival (CEF) 2025. Sebuah ajang pameran pendidikan untuk menjaring bakat-bakat terpendam dari tanah Mandar. 

Festival yang digelar pada Minggu (14/12), menghadirkan 50 penampilan dari beragam bidang yang berasal dari seluruh sekolah binaan anak usaha Astra Agro. Diantaranya adalah pembacaan puisi dan pidato, unjuk karate, solo vokal, pertunjukan pantomim, fashion show busana daur ulang limbah, penampilan tarian daerah, hingga musik tradisional. Total ada 190 siswa yang ikut berpartisipasi pada festival pendidikan pertama yang digelar Yayasan Astra Agro tersebut. 

Siswa yang mengikuti Celebes Education Festival 2025 pun terbagi dari beragam kategori jenjang pendidikan mulai dari jenjang anak usia dini, jenjang sekolah dasar, hingga jenjang menengah. Astra Agro berharap dengan ajang yang diikuti oleh beragam jenjang pendidikan mampu menjadi ruang pembentukan mental, pengembangan bakat, dan pencapaian prestasi bagi siswa-siswi sekolah binaan Astra Agro di wilayah Pasangkayu.

Salah satu talenta berbakat yang ikut memeriahkan panggung Celebes Education Festival hari itu adalah Nurul Ainun, vokalis Band SMP Astra Makmur Jaya. Nurul yang semula hanya sekedar menyalurkan minat dan bakat ditunjuk menjadi pembuka di sebuah acara besar yang dihadiri manajemen perusahaan dan jajaran pemerintah daerah di kampung halamannya. 

Ia pun mengungkapkan rasa takjubnya karena dapat menunjukkan bakat menyanyinya dihadapan ratusan orang. Penampilan Nurul pun mendapatkan antusiasme masyarakat dari yang memadati lokasi acara. “Terima kasih Astra Agro yang telah memberikan kesempatan saya dan teman-teman tampil berani di tonton banyak orang,” ujar Ainun dengan polos dan bahagianya setelah tampil di panggung CEF 2025. 

Segenap jajaran Pemerintah Kabupaten Pasangkayu turut menghadiri Celebes Education Festival. Badaruddin, selaku perwakilan Bupati Pasangkayu, mengharapkan CEF 2025 dapat menjadi panutan bagi perusahaan-perusahaan lain, untuk ikut mencerdaskan dan penampilkan talenta-talenta berbakat generasi penerus, khususnya di Sulawesi Barat. 

“Ini merupakan kegiatan yang luar biasa bermanfaat dan sangat edukatif. Sekolah-sekolah serta siswa-siswi anak usaha Astra Agro, telah dikenal selalu berkontribusi dalam prestasi tidak hanya di tingkat kabupaten dan provinsi, bahkan hingga ke nasional,” ungkap bangga Badaruddin, selaku perwakilan Bupati Pasangkayu yang hadir dalam CEF 2025.

Kemeriahan acara berpadu dengan semangat belajar dan kolaborasi, menjadikan CEF 2025 sebagai momentum penting dalam mendorong pendidikan yang mengedepankan karakter, kreativitas, dan sportivitas. Festival ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan dapat tumbuh melalui kerjasama, kepedulian, dan ruang ekspresi yang inklusif, sehingga membuka jalan bagi lahirnya generasi Celebes yang percaya diri, kreatif, dan berprestasi.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/12/22/panggung-mimpi-menumbuhkan-prestasi-di-celebes-education-festival-2025/feed/ 0 21738
Astra Agro Gandeng CTSS IPB Gelar Training di STN Tingkatkan Kapasitas Pengelolaan Keanekaragaman Hayati https://www.astra-agro.co.id/id/2025/11/21/astra-agro-gandeng-ctss-ipb-gelar-training-di-stn-tingkatkan-kapasitas-pengelolaan-keanekaragaman-hayati/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/11/21/astra-agro-gandeng-ctss-ipb-gelar-training-di-stn-tingkatkan-kapasitas-pengelolaan-keanekaragaman-hayati/#respond Fri, 21 Nov 2025 06:35:40 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=21522 PT Astra Agro Lestari Tbk. (Astra Agro) kembali memperkuat komitmennya dalam pengelolaan kawasan High Conservation Value (HCV), keanekaragaman hayati, dan ekosistem alami dengan menggelar training Biodiversity and Ecosystem Sustainability di PT Sukses Tani Nusasubur (STN) berkolaborasi bersama Center for Transdisciplinary and Sustainability Sciences (CTSS) IPB University.

“Perusahaan menunjukkan kesungguhan yang luar biasa untuk benar-benar menjaga kawasan,” kata Dosen IPB University sekaligus Direktur CTSS IPB University, Prof. Damayanti Buchori, Ph.D, M.Sc usai acara yang dilengkapi dengan kunjungan lapangan melihat program konservasi perusahaan.

Menurut Prof. Damayanti, area konservasi yang dipertahankan perusahaan bahkan lebih luas dibandingkan area yang dibuka untuk perkebunan sawit.

Langkah itu, menurutnya mencerminkan penerapan sustainable landscape yang berjalan baik.

“Cara mereka menjaga landscape-nya itu impressive,” ujar Prof. Damayanti, tampak bangga dengan langkah dan keseriusan PT STN menjaga lingkungan bernilai konservasi tinggi.

Training strategis yang diselenggarakan September lalu ini sendiri ditujukan untuk meningkatkan kompetensi teknis dan koordinasi implementasi konservasi di lanskap perkebunan.

Kegiatan diikuti 25 peserta dari berbagai entitas Astra Group, termasuk PT Astra International Tbk, PT Pamapersada Nusantara, PT Energia Prima Nusantara, PT United Tractors, PT Agincourt Resources, serta anak perusahaan AAL.

Saat melakukan peninjauan lapangan para peserta diajak melihat bagaimana perusahaan memelihara kawasan karst dan gua-gua secara aktif, termasuk melakukan perawatan yang membutuhkan biaya besar. 

Ia mengungkapkan bahwa hasil rapid biodiversity assessment menunjukkan kekayaan hayati yang luar biasa, mulai dari populasi beruk yang kuat hingga kupu-kupu dan burung yang masih mudah dijumpai di sekitar area konservasi.

Selain melibatkan IPB, kegiatan juga melibatkan Dosen University of Vienna, Prof. Dr. Christian Hansjoachim Schulze dan Dosen IPB University, Prof. Dr. Ir. Mirza Dikari Kusrini, M.Si, serta tim ahli dari IPB University lainnya.

Mereka pun memberikan pendalaman ilmiah, bimbingan teknis identifikasi spesies, serta penilaian terhadap metode pengumpulan data lapangan, pengolahan data berdasarkan kaidah ilmiah.

Vice President Sustainability Astra Agro, Susila Darma Wati, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian penting dari penguatan sistem keberlanjutan perusahaan.

“Pelatihan Biodiversity ini kami selenggarakan sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam memenuhi standar keberlanjutan, yang menekankan pentingnya penguatan pengelolaan kawasan High Conservation Value (HCV),keanekaragaman hayati, da nekosistem alamidi seluruh wilayah operasional,” ujar Susi

Baginya, pelaksanaan pelatihan merupakan tindak lanjut 5 Years Action Plan (5YAP) serta langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas tim sustainability dalam mengelola dan mengevaluasi efektivitas program konservasi.

Ia mengungkapkan, program ini juga mendukung implementasi Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) yang menekankan pentingnya penguatan kapasitas dan kolaborasi lintas sektor, termasuk peran sektor swasta dalam menjaga keberlanjutan keanekaragaman hayati.

Sumber: Tribun News Kaltim

Penafian

Artikel ini mungkin berisi materi ber hak cipta, yang penggunaannya mungkin tidak diizinkan oleh pemilik hak cipta. Materi ini disediakan dengan tujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan. Materi yang terdapat dalam situs web Astra Agro didistribusikan tanpa mencari keuntungan. Jika Anda tertarik untuk menggunakan materi yang memiliki hak cipta dari materi ini dengan alasan apapun yang melampaui ‘penggunaan wajar’, Anda harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari sumber aslinya

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/11/21/astra-agro-gandeng-ctss-ipb-gelar-training-di-stn-tingkatkan-kapasitas-pengelolaan-keanekaragaman-hayati/feed/ 0 21522
Menumbuhkan Kehidupan dari Komunitas: Cerita Paguyuban Terbaik Astra Agro 2025 https://www.astra-agro.co.id/id/2025/11/17/menumbuhkan-kehidupan-dari-komunitas-cerita-paguyuban-terbaik-astra-agro-2025/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/11/17/menumbuhkan-kehidupan-dari-komunitas-cerita-paguyuban-terbaik-astra-agro-2025/#respond Mon, 17 Nov 2025 08:53:27 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=21440 Di tengah hiruk pikuk aktivitas di perkebunan, terdapat ruang-ruang hangat yang memupuk kehidupan di dalamnya. Ruang di mana para karyawan dan keluarga besar PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) tumbuh bersama, dan menebar manfaat bagi sekitar. Di sinilah para komunitas inspiratif lahir dan berkembang. Kerap dikenal dengan nama paguyuban, namun maknanya lebih dari sekedar perkumpulan manusia semata. Namun sebuah rumah yang melahirkan nilai kemanusiaan, membangun kepedulian serta menumbuhkan kemandirian yang berkelanjutan. 

Paguyuban Kencana Lestari

Di lingkungan PT Gunung Sejahtera Puti Perdana (GSPP), Kalimantan Tengah, tumbuh sebuah komunitas yang seindah namanya: Paguyuban Kencana Lestari. Di bawah kepemimpinan Dimas Saputra selaku Ketua Paguyuban, mereka menghidupkan semangat kebersamaan dan tanggung jawab sosial yang kuat.

Paguyuban ini berdiri di atas semangat sederhana, saling peduli dan berkembang bersama. Berbagai program unggulan mereka menjadi bukti nyatanya. Program Zero Accident dan Safety Agent, misalnya, bukan hanya slogan keselamatan kerja, tetapi budaya hidup. 

“Keselamatan mulai dari rumah.” menjadi jargon mereka. Dengan menganut sistem Triple S, yakni Sebelum, Saat, dan Sesudah bekerja, bagi mereka keselamatan adalah karakter, bukan kewajiban.

Di sela rutinitas, mereka juga menghidupkan nilai budaya, melalui Siskamling Temu Paguyuban, warga memperkuat rasa aman dan solidaritas. Sementara kesenian kuda lumping menjadi ruang ekspresi budaya yang mengakar, menyatukan warga lintas generasi dalam semangat gotong royong.

Kemandirian ekonomi pun menjadi pilar penting. Melalui UMKM Mandiri, warga memproduksi jamu, nasi tiwul, dan keripik singkong, serta mengelola layanan pangkas rambut secara kemitraan. Serta di bidang lingkungan, program Biopori menjadi simbol kepedulian terhadap bumi, berjalan beriring dengan TPA Keagamaan yang memperkuat moral dan spiritual warga.

Paguyuban ini menjadi cermin nyata bagaimana nilai-nilai 4 pilar tanggung jawab sosial kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan hidup dari rumah ke rumah.

Paguyuban Hidup Baru

Sementara itu, di Desa Laburan, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, berdiri Paguyuban Hidup Baru, komunitas yang benar-benar hidup sesuai namanya. Di bawah naungan PT Borneo Indah Marjaya (BIM), paguyuban ini mengajarkan bagaimana sinergi dan keberlanjutan bisa menjadi rumah bersama.

Paguyuban ini mengedepankan tiga pilar utama: Selamat, Sehat, dan Hijau. Melalui agen safety, ronda malam rutin, dan rambu-rambu keselamatan, mengacu pada komitmen yang sama bahwa menanamkan kesadaran tentang keselamatan bukan hanya urusan kerja, tapi gaya hidup.

Di bidang kesehatan, mereka menjalankan Posyandu warga, jumantik aktif, serta program Ready to Work (RTW) yang membiasakan warga menjaga kebugaran sebelum bekerja. Tidak berhenti di sana, kegiatan olahraga bersama dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) menjadikan paguyuban ini tempat belajar hidup sehat yang nyata.

Hal yang paling membanggakan adalah program Bank Sampah pada Paguyuban Hidup Baru, yang telah berjalan sejak 2021. Program ini bukan hanya mengubah sampah menjadi sumber ekonomi, tetapi juga mengajarkan warga tentang tanggung jawab terhadap lingkungan. Bank sampah ini bahkan telah bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kalimantan Timur dan meraih penghargaan Proklim tingkat provinsi.

Di sela aktivitas lingkungan, warga juga mengembangkan UMKM Paguyuban Mandiri seperti keripik pisang, jamu, dan kerajinan tangan. Semua keuntungan dikembalikan untuk kepentingan bersama. Paguyuban Hidup Baru telah menghadirkan kehidupan baru yang sehat dalam kebiasaan, hijau dalam harmoni, dan mandiri dengan hati.

Paguyuban Hotel Berseri

Dari tanah Kalimantan menuju tanah Riau, Paguyuban Hotel Berseri yang menjadi binaan dan bimbingan PT Kimia Tirta Utama (KTU) juga tak kalah memancarkan semangat kebersamaan yang cerah seperti namanya yakni Berseri. Dengan visi menciptakan lingkungan yang “hijau, guyub, sehat, selamat, dan produktif,” mereka membangun harmoni antara warga, alam, dan perusahaan.

Paguyuban ini berdiri kokoh di atas empat pilar: Sehat, Selamat, Hijau, dan Sejahtera. Melalui program Hotel Berseri Sehat, mereka menjaga kesehatan warga lewat Posyandu Anggrek, apotek hidup, dan senam ibu-ibu setiap minggu. Fitness center juga hadir untuk meningkatkan kesehatan fisik sekaligus menjadi usaha produktif bagi paguyuban.

Dalam pilar Selamat, budaya Safety Culture diterapkan konsisten, dengan Tugu Komitmen Keselamatan, pemeriksaan APD rutin, dan program Ready to Work. Berkat disiplin tinggi ini, PT KTU berhasil mempertahankan predikat Zero Accident hingga 2025.

Tak mau ketinggalan, pilar Hijau juga menjadi program yang menjadi perhatian, dengan dijalankan bersama kreativitas warga. Melalui inovasi LIMBAH (Lihat, Inisiatif, Manfaatkan, Buat, dan Hadirkan solusi), galon bekas disulap jadi pot tanaman, ban bekas jadi pagar dan monumen, serta sampah organik diolah jadi pupuk kompos. Lingkungan pun menjadi taman yang hidup dan indah.

Di pilar terakhir yaitu Sejahtera, warga memberdayakan diri melalui usaha jual beli ternak kambing, budidaya ikan lele, produksi serbuk jahe, serta warung hidup yang menyediakan sayur segar hasil kebun. Semua kegiatan ini bukan hanya meningkatkan kesejahteraan, tapi juga memperkuat ikatan sosial antar warga.

Tiga paguyuban ini, Kencana Lestari, Hidup Baru, dan Hotel Berseri, mewakili wajah sejati keberlanjutan di Astra Agro. Mereka menanam nilai-nilai kemanusiaan di setiap langkah, mengelola lingkungan dengan hati, dan menumbuhkan ekonomi melalui kebersamaan.

Sebagai bukti nyata dari dedikasi dan kerja keras tersebut, ketiga paguyuban ini berhasil menjadi tiga terbaik dalam ajang Inovasi Astra Agro (Innovagro) Lomba Paguyuban 2025. 

Sebuah pengakuan atas semangat kebersamaan, kreativitas, dan kepedulian yang tumbuh dari sebuah  komunitas.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/11/17/menumbuhkan-kehidupan-dari-komunitas-cerita-paguyuban-terbaik-astra-agro-2025/feed/ 0 21440
Ketika Perusahaan dan Pers Bersinergi: Kisah Hangat PT PLB Raih Citra Karsa Awards 2025 https://www.astra-agro.co.id/id/2025/11/04/ketika-perusahaan-dan-pers-bersinergi-kisah-hangat-pt-plb-raih-citra-karsa-awards-2025/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/11/04/ketika-perusahaan-dan-pers-bersinergi-kisah-hangat-pt-plb-raih-citra-karsa-awards-2025/#respond Tue, 04 Nov 2025 06:39:24 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=21377 Malam di Anjong Mon Mata terasa istimewa. Di tengah gemerlap cahaya dan tepuk tangan hangat para insan pers, nama PT Perkebunan Lembah Bhakti (PLB) disebut sebagai penerima Citra Karsa Awards 2025. Sorak gembira terdengar, bukan hanya karena penghargaan yang diraih, tetapi karena maknanya: sebuah pengakuan atas upaya tulus membangun hubungan yang hangat antara perusahaan, media, dan masyarakat di Aceh Singkil.

Sebagai anak perusahaan PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro), PT PLB sudah lama percaya bahwa keberhasilan bisnis tidak berdiri sendiri. Di setiap langkah, perusahaan berupaya menanamkan nilai kolaborasi, termasuk dengan media lokal yang menjadi jembatan informasi bagi masyarakat. Hubungan itu tumbuh dari obrolan sederhana, kerja sama dalam kegiatan sosial, hingga publikasi yang memberi ruang bagi cerita kebaikan dari pelosok Aceh Singkil.

Bagi masyarakat setempat, PT PLB tak hanya identik dengan kebun kelapa sawit. Di pesisir Aceh Singkil, perusahaan turut menjaga lingkungan dengan menanam mangrove bersama Dinas Lingkungan Hidup dan kelompok tani. Di desa-desa, mereka membantu kelompok tani hortikultura dengan bibit dan pendampingan, agar ekonomi lokal terus bergerak maju. Semua dilakukan dengan semangat kebersamaan, bukan sekadar tanggung jawab sosial.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjalankan program-program yang tidak hanya berkelanjutan secara bisnis, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan media lokal,” ujar Riki Agus Rinaldy, Administratur PT PLB. 

Ia menambahkan, kepercayaan publik adalah hal berharga yang harus dijaga melalui keterbukaan dan komunikasi yang baik dengan media.

Media lokal memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang jujur dan membangun. Perusahaan melihat media sebagai mitra yang tumbuh bersama masyarakat. Mereka bukan sekadar pemberita, tapi sahabat yang menjaga semangat literasi dan kepercayaan publik.

Penghargaan Citra Karsa Awards 2025 yang diselenggarakan oleh Serikat Perusahaan Pers (SPS) merupakan bagian dari perayaan HUT ke-79 SPS dengan tema “Pers Maju, Sumber Daya Indonesia Melaju.” 

Dalam acara yang dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Aceh, M. Nasir, Ketua Umum SPS Januar P. Ruswita menjelaskan bahwa penghargaan ini diberikan kepada institusi yang aktif membangun ekosistem media yang sehat, profesional, dan berimbang. “Kami mengapresiasi lembaga yang terus menjaga hubungan baik dengan media, karena pers yang kuat adalah bagian dari kemajuan bangsa,” ujarnya.

Bagi PLB, penghargaan ini bukan garis akhir, melainkan awal dari langkah baru. Di Aceh Singkil, mereka akan terus memperkuat kolaborasi dengan media dalam berbagai program—mulai dari kegiatan lingkungan, CSR, hingga pemberdayaan komunitas. Karena di mata mereka, membangun masyarakat tidak cukup dengan tangan sendiri; perlu banyak tangan yang saling menggenggam, berbagi peran, dan menumbuhkan harapan.

Dari pesisir Singkil hingga panggung Banda Aceh, kisah PT PLB dan media lokal adalah kisah tentang sinergi yang tulus. Bahwa di balik setiap berita baik dan langkah kecil menuju perubahan, selalu ada kerja sama, empati, dan keyakinan bahwa kebaikan yang disemai bersama akan tumbuh menjadi masa depan yang lebih berdaya.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/11/04/ketika-perusahaan-dan-pers-bersinergi-kisah-hangat-pt-plb-raih-citra-karsa-awards-2025/feed/ 0 21377
Astra Agro Dorong Produktivitas Sawit Berkelanjutan https://www.astra-agro.co.id/id/2025/10/11/astra-agro-dorong-produktivitas-sawit-berkelanjutan/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/10/11/astra-agro-dorong-produktivitas-sawit-berkelanjutan/#respond Sat, 11 Oct 2025 06:48:00 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=21527 Jakarta – PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) menegaskan komitmennya terhadap produktivitas kelapa sawit yang berkelanjutan. Upaya yang menjadi bagian penting strategi perusahaan itu diwujudkan melalui inovasi, inklusivitas, dan penggunaan teknologi.

“Di Astra Agro Lestari, kami membangun model pertanian yang inklusif, berbasis teknologi, dan ramah lingkungan. Model yang mampu menjamin ketahanan pangan masa depan melalui perpaduan antara inovasi, kemitraan, dan keberlanjutan,” kata Presiden Direktur PT Astra Agro Lestari Tbk, Djap Tet Fa saat menjadi pembicara dalam Indonesia International Sustainability Forum (IISF), Jumat (10/10).

Dalam perhelatan IISF 2025 di Jakarta Convention Center, Djap Tet Fa membagikan pandangan dan praktik terbaik perusahaan perkebunan kelapa sawit dalam memperkuat ketahanan pangan yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan.

Forum IISF 2025 yang mengusung tema “Investing for a Resilient, Sustainable, and Prosperous World” menghadirkan lebih dari 250 pembicara dan diikuti oleh lebih dari 100 pelaku bisnis serta filantropis global. Forum ini menegaskan komitmen Indonesia terhadap agenda transisi ekonomi hijau, ketahanan pangan, dan energi terbarukan.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang memberikan sambutan menekankan bahwa negara berkembang seperti Indonesia perlu menapaki jalannya sendiri menuju pembangunan berkelanjutan, tanpa harus meniru pola negara maju.

“Tidak ada satu formula yang cocok untuk semua. Kita tidak bisa mencapai kemajuan dengan mengorbankan lingkungan atau stabilitas keuangan. Investasi dan keberlanjutan harus berjalan beriringan,” ujar AHY.

Senada dengan pandangan Menko bahwa pentingnya melakukan langkah yang realistis dan tahan terhadap masa depan sebagai wadah untuk membentuk kemandirian, Astra Agro Lestari juga telah membangun model pertanian berkelanjutan dengan pendekatan kolaboratif antara sektor publik dan swasta.

Dalam sesi diskusi bertema “Sustainable Agriculture”, Djap Tet Fa menegaskan pentingnya kemitraan publik-swasta (public–private partnership) dalam memastikan ketahanan pangan jangka panjang.

Ia menjelaskan bahwa konsep ‘sustainable intensification’, yakni memproduksi lebih banyak dari lahan yang sudah ada tanpa memperluas area tanam, menjadi inti dari strategi Astra Agro Lestari.

Beberapa inisiatif utama yang dijalankan Astra Agro meliputi peremajaan kebun lama dengan varietas unggul untuk meningkatkan produktivitas tanpa membuka lahan baru. Riset dan Inovasi juga terus digalakkan dengan mengembangkan pupuk hayati organik untuk memperbaiki kesehatan tanah, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, serta menurunkan emisi karbon.

Inklusivitas petani kecil juga turut dipastikan oleh Astra Agro Lestari. “No one left behind,” tegas Djap Tet Fa dalam paparannya. Ia memastikan tidak ada yang tertinggal melalui akses kesetaraan terhadap bahan tanam, pupuk, pembiayaan, dan pelatihan bagi para petani mitra.

Teknologi Digital dengan menggunakan drone, kecerdasan buatan (AI), dan analisis data untuk memantau kesehatan kebun dan mengoptimalkan efisiensi panen juga menjadi prioritas Astra Agro Lestari. Selain itu, penerapan standar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), serta penerapan kebijakan tanpa deforestasi, konservasi lahan gambut, dan menghormati hak asasi manusia (NDPE) menjadi komitmen Astra Agro Lestari dalam menerapkan praktik berkelanjutan yang bertanggung jawab, transparan, dan bebas deforestasi.

Memberdayakan Petani Kecil Melalui Teknologi

Djap Tet Fa menekankan bahwa petani sawit (smallholders) adalah mitra utama Astra Agro dalam mendorong ketahanan pangan dan keberlanjutan industri.

“Misi kami sederhana, petani kecil harus tumbuh bersama kami, bukan tertinggal di belakang,” tegasnya.

Melalui Program Inklusi Petani Kecil, Astra Agro Lestari telah bekerja sama dengan ribuan petani mitra untuk membangun ekosistem pertanian yang lebih tangguh dan modern.

Program ini mencakup peningkatan kapasitas petani (capacity building) berupa pelatihan lapangan tentang pengelolaan hama, pemupukan presisi, dan pengelolaan tanah berkelanjutan.

Penyediaan akses pasar dan pembiayaan juga dilakukan Astra Agro dengan membeli hasil panen langsung dari petani mitra melalui kontrak jangka panjang yang transparan, serta dukungan akses ke lembaga keuangan. Digitalisasi tak kalah penting dalam menunjang semua program perusahaan. Astra Agro mengoptimalkan penggunaan platform digital untuk perencanaan pengiriman hasil, pemantauan harga, dan konsultasi agronomi secara real-time.

Presdir Astra Agro yang juga alumnus Universitas Gadjah Mada ini menegaskan, pemberdayaan petani kecil bukan semata tanggung jawab sosial, tetapi investasi strategis bagi ketahanan sistem pertanian nasional.

“Ketika petani memiliki akses terhadap alat, keterampilan, dan pasar, mereka menjadi mitra sejati dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan memastikan manfaat keberlanjutan yang dirasakan oleh semua pihak,” tutupnya.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, Astra Agro Lestari membuktikan bahwa produktivitas dan keberlanjutan bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan dua sisi dari satu visi yang sama demi menuju masa depan pertanian yang tangguh, inklusif, dan ramah lingkungan.

Langkah-langkah konkret seperti yang dilakukan Astra Agro Lestari menjadi bagian penting dari perjalanan menuju masa depan Indonesia yang berkelanjutan.(*)

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/10/11/astra-agro-dorong-produktivitas-sawit-berkelanjutan/feed/ 0 21527
Ahmad Fayaz: Dari Pelosok Sunyi Menuju Panggung Prestasi https://www.astra-agro.co.id/id/2025/10/10/ahmad-fayaz-dari-pelosok-sunyi-menuju-panggung-prestasi/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/10/10/ahmad-fayaz-dari-pelosok-sunyi-menuju-panggung-prestasi/#respond Fri, 10 Oct 2025 06:47:20 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=21271 Di sebuah sudut tenang pelosok perkebunan sawit, jauh dari gemerlap kota, lahirlah sebuah kisah kecil yang begitu berarti. Kisah tentang seorang anak bernama Lalu Ahmad Fayaz, yang masih berusia tujuh tahun, namun sudah mampu menorehkan jejak yang membanggakan.

Fayaz bukanlah anak yang dibesarkan dengan segala kemewahan. Ia tumbuh di tengah alam sederhana, dengan tawa dan peluh keluarga yang setiap hari menyemai kehidupan. Senyumnya polos, matanya jernih, dan rasa ingin tahunya tak pernah padam. Dari ruang kelas yang sederhana, ia belajar, bermimpi, dan perlahan menapaki jalan menuju panggung nasional.

Siapa sangka, anak bungsu dari enam bersaudara ini akhirnya berhasil meraih medali emas Olimpiade Nasional Bahasa Inggris. Ia bukan hanya menjadi juara, tapi juga mengalahkan ratusan peserta dari sekolah-sekolah terbaik, bahkan sekolah internasional. Dengan tekun, Fayaz menuntaskan seluruh soal dengan sempurna dalam waktu yang lebih singkat dibanding peserta lain.

Namun, kemenangan ini bukan sekadar tentang angka dan piala. Kemenangan Fayaz adalah bukti nyata bahwa harapan bisa tumbuh di tempat yang sederhana. Ia adalah anak kebun yang berani bermimpi, dan diberi kesempatan untuk menggapai cita-cita.

Setiap pagi, sebelum sinar matahari menyusup di antara pohon-pohon sawit, Fayaz bersiap menuju sekolah. Sekolah dasarnya adalah sekolah binaan PT Gunung Sejahtera Ibu Pertiwi (GSIP) dan PT Agro Menara Rachmat (AMR), unit usaha dari Astra Agro Lestari. Di sanalah benih mimpinya tumbuh. Bukan hanya lewat buku dan angka, tapi lewat sentuhan para guru yang sabar, yang tak hanya mengajar tapi juga membimbing dengan hati.

“Fayaz selalu bersemangat, tekun, dan tak pernah lelah belajar. Yang membuatnya istimewa, ia percaya bahwa dirinya mampu,” kata gurunya, Putri Azzahra Salsabilla, penuh kebanggaan.

Di balik itu semua, ada sosok ibu yang menjadi cahaya dalam perjalanan Fayaz. Seorang perempuan sederhana yang tak kenal lelah mendampingi, mengulang kata demi kata, membacakan cerita, melatih pengucapan bahasa Inggris dengan penuh kesabaran. Ibunya bukan hanya pendamping belajar, melainkan juga sumber semangat dan keyakinan.

“Nggak pernah berharap apa-apa, kalau kata ibu yang penting berusaha dan belajar terus aja,” begitu ungkap Fayaz saat ditanya apa yang memotivasinya hingga mampu menjadi sang juara. 

Baginya, bisa percaya diri ikut berbagai macam lomba saja sudah membuat keluarganya bangga, sehingga anak sekecil Fayaz pun tidak pernah berekspektasi tinggi dari kemampuannya sendiri. 

Prestasi Fayaz juga tak lepas dari fondasi yang dibangun oleh Astra Agro. Di balik kesibukan bisnis dan operasional, perusahaan ini menanam investasi lain yang tak kalah penting: investasi pada masa depan anak-anak bangsa. Melalui sekolah binaan, pelatihan guru, dan fasilitas pendidikan, Astra Agro menciptakan ruang aman tempat mimpi anak-anak seperti Fayaz bisa bertumbuh.

Pilar pendidikan menjadi salah satu pilar utama yang menjadi komitmen Astra Agro dalam kontribusi untuk mencerdaskan kehidupan anak-anak di usia sekolah hingga mensejahterakan masyarakat. 

Fayaz pulang dengan membawa emas, tetapi sesungguhnya ia membawa lebih dari itu. Ia membawa harapan—untuk anak-anak lain di pelosok negeri, untuk para orang tua yang setia mendampingi, untuk para guru yang sabar membimbing, dan untuk bangsa yang selalu bermimpi akan masa depan yang lebih cerah.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/10/10/ahmad-fayaz-dari-pelosok-sunyi-menuju-panggung-prestasi/feed/ 0 21271
Dari Tangan Kecil untuk Bumi, Gerakan Hijau Astra Agro di Kalimantan https://www.astra-agro.co.id/id/2025/10/02/dari-tangan-kecil-untuk-bumi-gerakan-hijau-astra-agro-di-kalimantan/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/10/02/dari-tangan-kecil-untuk-bumi-gerakan-hijau-astra-agro-di-kalimantan/#respond Thu, 02 Oct 2025 03:47:16 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=21237 Di tengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap krisis lingkungan, khususnya polusi plastik, entitas usaha PT Astra Agro Lestari Tbk. (Astra Agro) di Kalimantan menunjukkan bahwa solusi bisa lahir dari tempat-tempat sederhana—dari halaman sekolah, botol-botol bekas, hingga tangan mungil para siswa.

Inisiatif inspiratif datang dari wilayah berbeda di Kalimantan, namun berangkat dari semangat yang sama yakni membangun kesadaran lingkungan sejak dini dan menjadikan sampah bukan lagi masalah, melainkan sumber kehidupan baru.

Tiga anak usaha Astra Agro di Kalimantan Timur, PT Sumber Kharisma Persada (SKP), PT Cipta Narada Lestari (CNL), dan PT Karyanusa Ekadaya (KED) yang menggandeng sekolah-sekolah binaan dalam menumbuhkan karakter cinta lingkungan. 

Mengusung tema “Hentikan Polusi Plastik”, peringatan ini menjadi ajang memperkuat komitmen bersama pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat terhadap pelestarian lingkungan. Tak hanya pamer kebijakan, kegiatan ini turut diisi lomba-lomba lingkungan, edukasi pengelolaan sampah, hingga penandatanganan Deklarasi Komitmen Sampah di tingkat RT.

Puncaknya, SD Kharisma Persada, SD Astra Agro Lestari School, dan SMP Karya Nusa Lestari berhasil meraih predikat Sekolah Adiwiyata Kabupaten pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 di Kutai Timur.

Poniso Suryo Renggono, Asisten Pemerintahan dan Kesra yang hadir mewakili Bupati Kutai Timur, menyampaikan rasa bangganya kepada semua pihak yang telah berkontribusi termasuk kepada seluruh entitas Astra Agro di Kalimantan yang turut mendukung pemerintah daerah untuk menjadikan lingkungan berkelanjutan. 


“Dukungan pemerintah bukan hanya tertulis di kebijakan, tapi juga diwujudkan lewat aksi nyata bersama. Kesadaran kita bersama adalah pondasi untuk menjaga lingkungan hidup kita,” ujarnya dengan penuh semangat.

Bagi Astra Agro predikat Adiwiyata menjadi bukti bahwa impian besar bisa dimulai dari kebiasaan kecil. “Kami mendidik anak-anak bukan hanya untuk cerdas, tapi juga berkarakter, peduli, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Ini identitas yang akan terus kami jaga,” ujar sang kepala sekolah, Furwandi, penuh bangga.

Di balik kiprah sekolah-sekolah ini, ada peran besar PT SKP, PT CNL, dan PT KED yang menjadi motor penggerak, sejalan dengan implementasi Surat Edaran Menteri LHK RI Nomor 5 Tahun 2025 tentang pengurangan polusi plastik.

Namun, keberhasilan ini bukanlah hasil instan. Ada kerja keras guru-guru yang dengan sabar mengajarkan cara memilah sampah, murid-murid yang riang menanam pohon di halaman sekolah, hingga para orang tua yang ikut menjaga lingkungan di sekitar rumah.

Bagi anak-anak, menjaga bumi tak lagi terdengar sebagai konsep rumit. Ia menjadi keseharian: membawa botol minum pribadi, mengumpulkan plastik bekas untuk didaur ulang, menanam sayuran di pot daur ulang, hingga menjaga kebersihan kelas dan halaman sekolah.

Komitmen serupa juga dijalankan oleh PT Subur Agro Makmur (PT SAM), anak perusahaan AAL di Kalimantan Selatan, meluncurkan program kreatif “Menyulap Sampah Plastik Menjadi Hidroponik”. Bekerjasama dengan TK Negeri Pembina Daha Selatan, program ini tidak hanya mendukung Lomba Sekolah Sehat, tetapi juga mengajarkan praktik waste-to-value secara langsung kepada siswa, guru, dan orang tua.

Dalam kegiatan ini, botol-botol plastik bekas disulap menjadi instalasi hidroponik yang menumbuhkan sayuran segar. Anak-anak pun belajar bahwa limbah yang mereka hasilkan sehari-hari ternyata bisa menjadi “rumah” bagi tanaman yang bermanfaat.

Inisiatif ini mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat. “Ini bukan sekadar proyek, tapi investasi masa depan,” ujar Yeni Kusuma Ahmad Yani, Ketua PKK Kecamatan Daha Selatan.

 

Tidak berhenti di konsep, PT SAM juga turut dalam pendampingan langsung: mulai dari proses pemilahan sampah, perancangan instalasi hidroponik, hingga penyuluhan kepada siswa serta orang tua. Pendekatan ini menjadikan sekolah bukan sekadar tempat belajar, tapi juga laboratorium kecil kreativitas lingkungan.

Kepedulian anak usaha Astra Agro terhadap pengelolaan sampah plastik di Kalimantan menunjukkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil dan konsisten. Melibatkan sekolah, komunitas, dan pemerintah, inisiatif-inisiatif ini tidak hanya mengurangi timbunan sampah, tetapi juga menanamkan karakter peduli lingkungan kepada generasi muda.

Astra Agro memiliki komitmen terhadap pengelolaan sampah yang berkelanjutan, hal tersebut diwujudkan melalui berbagai program dan kegiatan. Termasuk dalam mengurangi dampak lingkungan dari sampah serta melibatkan masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis 5R (reduce, reuse, recycle, refine, dan repair). Selain itu Astra Agro melalui anak usahanya kerap aktif dalam program bina lingkungan dan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah. 

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/10/02/dari-tangan-kecil-untuk-bumi-gerakan-hijau-astra-agro-di-kalimantan/feed/ 0 21237
Rantai Pasok Minyak Sereh dari Suku Anak Dalam Hingga ke UMKM Nasional https://www.astra-agro.co.id/id/2025/09/23/rantai-pasok-minyak-sereh-dari-suku-anak-dalam-hingga-ke-umkm-nasional-3/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/09/23/rantai-pasok-minyak-sereh-dari-suku-anak-dalam-hingga-ke-umkm-nasional-3/#respond Tue, 23 Sep 2025 03:09:46 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=21198 Suku Anak Dalam (SAD) atau kerap dikenal juga dengan orang rimba, merupakan sekelompok masyarakat adat yang tinggal di pedalaman hutan di Sumatera, khususnya di Provinsi Jambi. Sebagian warga SAD sudah menetap di luar hutan untuk bercocok tanam atau melakukan budidaya serta berinteraksi dengan masyarakat lain. 

Perubahan pola hidup tersebut menjadi tantangan tersendiri, baik bagi warga SAD maupun komunitas di sekelilingnya, mengingat orang rimba terbiasa hidup nomaden dan bergantung pada hasil hutan. Untuk itu anak usaha PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) di Jambi, PT Sari Aditya Loka (SAL) menyediakan Agriculture Learning Centre (ALC) untuk memberikan pengetahuan mengenai budidaya tanaman kepada SAD yang ingin mencoba hidup menetap di luar kawasan hutan.

ALC adalah platform yang dirancang untuk memberikan pendidikan, pelatihan, dan pengetahuan tentang berbagai aspek pertanian, mulai dari teknik bercocok tanam hingga pengelolaan usaha tani yang berkelanjutan. Khusus merancang ALC untuk SAD yang berada di Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun, Jambi. Ruang belajar ini diberi nama Suluh Rimbo, harapannya suluh rimbo ini dapat menjadi solusi alternatif dalam pengembangan ekonomi masyarakat SAD yang berbasis multistakeholders. 

Pada tahun 2023, Suluh Rimbo menjadi awal mula dan mengantarkan warga SAD berhasil mengembangkan budidaya perkebunan. Diprakarsai oleh Temenggung Grip yang tinggal di Taman Nasional Bukit Duabelas (TNDB) Jambi, pada masa itu Tumenggung atau pemimpin utama dalam sebuah struktur kelompok ini yang membawa perubahan sedikit demi sedikit bagi kehidupan warga SAD. 

“Suluh Rimbo menjadi solusi alternatif bagi kami dalam pengembangan ekonomi masyarakat SAD. Kami belajar dari nol tentang pertanian dan perkebunan yang bisa menghasilkan pendapatan,” ujar Tumenggung Grip.

Tumenggung Grip mengungkapkan, sejak mengenal Suluh Rimbo, warga SAD mulai mempraktekan budidaya sereh wang. Tujuannya utamanya, ingin menanam sereh wangi di lahan TNBD sebagai obat penangkal nyamuk, serangga, dan beruk yang mengganggu tanaman pangan mereka. 

Hingga akhirnya warga SAD mampu menanam sereh wangi di kebun Suluh Rimbo sebanyak 500 batang per rumpun, sedangkan di area tapak keluarga di TNBD menanam 200 batang per rumpun. Peruntukan yang ditanam di Suluh Rimbo hanya digunakan sebagai edukasi ketahanan pangan warga SAD, sedangkan zona tapak keluarga pemanfaatannya diserahkan ke TNBD. 

Tak hanya itu, bahkan warga SAD juga menginisiasi untuk menjual sisa hasi panen dari sereh wangi supaya dapat menghasilkan penghasilan lain. Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM) binaan Hendri Sumasto yang bernama Berkah Sereh Wangi (BSW) menjadi sasarannya untuk menjual sisa hasil panen. 

“Tenyata di BSW Sereh wanginya tidak hanya di jual sebagai minyak penangkal serangga saja, disana juga diproduksi menjadi produk olahan lain,” kata Grip.

Melihat semangat dan peluang dari budidaya sereh wangi yang dijalani oleh warga SAD binaan Tumenggung Grip, perusahaan senantiasa ikut berkontribusi dan mendorong untuk membantu dan meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Pematang Kabau dan warga SAD dalam mengembangkan budidaya sereh. 

Dengan mendorong BSW memasarkan produk olahan serai wangi beserta turunannya, seperti sabun cuci piring, minyak gosok, dan pewangi lantai, harapannya agar menciptakan rantai pasok bagi UMKM dan warga SAD.

UMKM BSW beranggotakan 24 orang yang diantaranya ada sebanyak 12 orang dari warga SAD kelompok Rimba Tani. Menurut Hendri Sumasto, ia memang sengaja memberikan kesempatan bagi warga SAD untuk dapat bekerja di usaha binaannya, karena ia sangat mendukung warga SAD agar semakin banyak yang mandiri dan berhasil.

“Hasil penjualan yang didapatkan dari BSW, kemudian ada yang diberikan secara tunai atau dalam bentuk bantuan rutin ke warga SAD,” ujar Hendri. 

Membina Berkah Serai Wangi sebagai UMKM Binaan

Selain fasilitas Suluh Rimbo yang diberikan kepada warga SAD, perusahaan memutuskan untuk menjadikan BSW sebagai UMKM binaannya. UMKM yang telah berdiri sejak 2022 ini memberikan nama untuk program khusus minyak sereh, yakni program SEHATI RIMBO (Serai Harum Kanti Rimbo).

Progress penjualannya pun tidak main-main, sejak awal beridiri di tahun 2022 hingga 2024 telah mengalami kenaikan yang cukup signifikan, omzetnya perbulan untuk produk minyak serehnya saja bisa mencapai hingga 12juta.

Hendri Sumasto yang juga menjadi pembina dari UMKM BSW ini mengungkapkan keberhasilan yang didapatkan tidak lepas dari binaan dan dukungan penuh perusahaan. “Kami betul-betul terbantu dari segala sisi dalam menjalankan usaha ini,” ungkapnya. 

Perusahaan berperan aktif dalam pendampingan dan bimbingan bagi warga SAD dalam proses budidaya, ini menjadi hal paling penting, karena budidaya merupakan proses awal dan bahan baku utama dari produk-produk BSW. Selain itu PT SAL juga memberikan bantuan berupa bibit tanaman maupun sarana penunjang lain. 

“Kalau tidak dipasok sereh dari panennya SAD binaan Astra Agro, kami pasti kewalahan karena kekurangan bahan,” kata Hendri.

Dari segi non material pun Astra Agro rutin memberikan pelatihan bagi UMKM BSW mulai dari proses memproduksi tanaman sereh, hingga mengedukasi ilmu packaging produk supaya menjadi lebih menarik dimata para konsumen. 

Bahkan dari sisi penawaran dan promosi produknya Astra Agro turut memberikan arahan, seperti pengenalan dan pelatihan menggunakan sosial media sebagai sarana pemasaran secara online. Meskipun pemasaran secara offline tak juga ditinggalkan, misalnya dengan mengajak BSW mengikuti event dan bazar atau sekedar memasarkan dan menitipkan produk-produknya ke toko-toko besar. 

Produk BSW dan Turunannya Mampu Tembus Pasar Jakarta

Berkat usaha dan kerja keras seluruh anggota dari BSW, dalam satu hari BSW mampu memproduksi hingga 3.000 botol minyak sereh wangi. 

Menariknya, yang awal mulanya produk utama BSW adalah minyak sereh yang efektif mencegah penularan jamur dan gigitan nyamuk di area kulit, kini penjualannya kian meningkat dari produk turunan lainnya yang juga berbahan dasar sereh wangi. 

Sabun cuci piring serai wangi, minyak urut serai wangi, dan pembersih lantai serai wangi, saat ini produk-produk tersebut tak kalah dengan merk-merk ternama lain yang dijual di supermarket besar. Bahkan karena harganya yang lebih terjangkau, namun memiliki fungsi dan khasiat yang sama, peminat justru lebih memilih untuk beralih ke produk-produk lokal yang diproduksi oleh BSW. 

Lalu siapa sangka, UMKM yang baru mau menginjak usia 3 tahun ini, kini sudah mampu memasarkan produk minyak sereh wanginya tidak hanya ke pasar lokal, melainkan telah mencakup ke kota megapolitan, Jakarta. 

Kok bisa ya? Berkat pelatihan dan pengenalan pemasaran yang rutin dibekali oleh anak usaha Astra Agro, BSW selalu konsisten memasarkan produknya ke dinas – dinas di pemerintahan. Dari mulut ke mulut akhirnya produk BSW semakin banyak yang tahu, dan penasaran untuk mencobanya, jadi secara tidak langsung mereka mempromosikan produk BSW. “Tiba-tiba kami dapat pesanan banyak dari Jakarta, kami sendiri pun tidak menyangka bahwa produk kami sudah dinikmati sampai ke kota Jakarta,” tutur Hendri dengan bangga. 

Sementara itu, Slamet Riyadi Assistant Corporate Social Responsibility PT SAL mengungkapkan bahwa budidaya tanaman sereh wangi dan prospek pemasaran produk BSW tidak langsung berjalan mulus, kendala utama yang dialami oleh BSW adalah pemasaran.

Namun seiring berjalannya waktu, dengan berbagai pendekatan, dukungan, dan pelatihan langsung baik kepada UMKM maupun kepada warga SAD, prosesnya kini membuahkan hasil yang manis.

“Sejalan dengan BSW, warga SAD juga menjadi salah satu prioritas perusahaan dalam mewujudkan kemandirian ekonomi agar tidak hanya bergantung pada hasil alam yang berada di kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD)” jelas Slamet.

Anak usaha Astra Agro yang tersebar di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi ini senantiasa berkomitmen untuk melakukan pemberdayaan ekonomi dan mendorong kemajuan masyarakat sekitar beserta masyarakat adat yang hidup berdampingan dengan perusahaan, seperti warga SAD. 

Pemberdayaan ekonomi dan masyarakat adat ini sesuai dengan prinsip bisnis keberlanjutan yang telah digaungkan oleh Astra Agro melalui inisiatif Sustainability Aspirations dalam strategi triple P, yakni Portfolio, People, dan Public Contributions.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/09/23/rantai-pasok-minyak-sereh-dari-suku-anak-dalam-hingga-ke-umkm-nasional-3/feed/ 0 21198
Cerita Masyarakat Adat Kaili Tado dan Fasilitas Air Bersih dari PT LTT https://www.astra-agro.co.id/id/2025/08/05/cerita-masyarakat-adat-kaili-tado-dan-fasilitas-air-bersih-dari-pt-ltt/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/08/05/cerita-masyarakat-adat-kaili-tado-dan-fasilitas-air-bersih-dari-pt-ltt/#respond Tue, 05 Aug 2025 03:32:21 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=20817 Saban hari, seorang ibu rumah tangga, Liliana (38), harus berjalan kaki sekitar 45 menit menyusuri semak belukar dan menuruni serta menaiki jalan terjal untuk mengambil air bersih di sumber mata air di Sungai Lariang, Desa Towiora, Kabupaten Donggala, Sulawesi Barat. Tak terhitung berapa kali dalam sehari ia dan anggota Suku Kaili Tado lainnya harus bolak-balik memikul jerigen dan ember untuk menampung air bersih yang akan mereka gunakan.

Liliana bukan hanya memikul air bersih untuk konsumsi, tetapi ia dan masyarakat Kaili Tado di Desa Towiora juga menggantungkan kebutuhan air mereka untuk mandi, cuci, kakus (MCK) di Sungai Lariang tersebut. Hal ini terjadi karena mereka tidak memiliki akses air bersih, sumur, atau kamar mandi. Bayangkan saja, seluruh kegiatan yang memerlukan air berlangsung di sungai tersebut, tanpa adanya pembatas antara air yang digunakan untuk keperluan konsumsi dan MCK.

Menurut Liliana, kondisi desanya yang mengharuskan bolak-balik ke sungai untuk memikul air bersih sudah menjadi hal yang mau tidak mau harus ia dan warga di Dusun Towiora terima sebagai rutinitas. “Bahkan yang lebih menantang lagi, kalau kami kebelet mau buang air, ya kami juga harus lari-lari menuju sungai, apalagi kalau posisinya malam, gelap tidak ada penerangan sama sekali. Bolak-balik antara rumah ke sungai saja sudah satu jam lebih,” ujarnya.

Kondisi itu tak jarang membuat warga lelah sehingga banyak yang mengeluh. Sampai-sampai jika memasuki musim penghujan, warga lebih memilih menampung air hujan untuk memenuhi kebutuhan air di rumah, meski kadang kualitasnya tidak layak. “Kalau lagi kepepet, enggak tahan lagi, atau lagi kelelahan jalan pikul air, daripada enggak ada sama sekali, ya sudah kami pakai saja air hujan,” kata Liliana.

Fakta lain dari kondisi Sungai Lariang adalah arusnya yang sangat deras ketika banjir. Hal ini menjadi ancaman yang sangat mengkhawatirkan bagi masyarakat yang beraktivitas sehari-hari di sana. Meskipun kemarau kering, atau badai dan banjir melanda, mereka yang memerlukan air, apapun kondisi sungai, tetap bergantung padanya. Siapa yang bisa menjamin keselamatan mereka jika situasi dan kondisinya tidak memungkinkan?

Senada dengannya, ibu rumah tangga lainnya, Romlia, juga menceritakan hal serupa. Setiap sebelum matahari terbit, Romlia harus bangun lebih dulu menuju sungai untuk mandi dan memandikan anaknya. “Kalau sudah terang itu banyak sekali orang pada mandi, cuci, dan keperluan lainnya, supaya enggak antre dan anak saya enggak terlalu malu jadi saya duluan, meski masih gelap,” kata Romlia.

Romlia melanjutkan ceritanya, di saat masih gelap gulita ia membawa dua jerigen lima liter air untuk dibawa pulang setelah selesai memandikan anaknya. Romlia, yang merupakan wanita paruh baya ini, mengaku sering sakit punggung karena usianya yang tidak muda lagi untuk mengangkut dan berjalan jauh berkali-kali ke sungai.

“Tapi ya bagaimana lagi, namanya kebutuhan tetap kami jalani, sampai akhirnya kami mendapatkan keajaiban sumber air bersih yang dekat,” tuturnya.

Air bersih dan sanitasi yang layak merupakan kebutuhan dasar manusia. Salah satu poin tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) adalah memastikan bahwa masyarakat memiliki akses universal terhadap air bersih dan sanitasi.

Hal ini yang mendasari PT Lestari Tani Teladan (LTT) meningkatkan inisiasi dukungan kepada masyarakat sekitar, khususnya bagi masyarakat Desa Towiora. Melihat keprihatinan terhadap masyarakat akan keperluan air bersih, PT LTT telah berhasil membangun lima fasilitas air bersih berupa sumur umum dan fasilitas sanitasi (MCK) untuk Desa Towiora.

Alhamdulillah kami sudah sangat terbantu, kami jadi sudah jarang ke sungai, sudah ada sumur dan kamar mandi yang airnya jernih,” kata Romlia.

Bahkan, Liliana menambahkan, warga di luar Desa Towiora ini juga suka ikut mengambil air bersih dari fasilitas PT LTT, khususnya di saat musim kemarau tiba atau di saat kualitas air di Sungai Lariang keruh.

“Fasilitas air dan sanitasi ini telah memberi manfaat bagi lebih dari 100 keluarga yang memerlukan akses air bersih,” kata Kepala Desa Towiora, Sukri DM Lage.

Baginya, ini merupakan hal yang sangat berarti bagi desanya yang terus menghadapi kekurangan air bersih serta ketiadaan fasilitas sanitasi yang memadai bagi sebagian warga.

Sementara itu, Warni, Ketua Dewan Adat Desa Towiora, menjadi saksi yang mengikuti proses awal mula PT LTT membangun sumur dan fasilitas sanitasi bagi desanya. Ia berharap warga tidak lagi kesulitan dalam mengakses air bersih dan dapat melakukan kegiatan MCK dengan lebih nyaman dan higienis.

“Satu per satu kita benahi Desa Towiora ini dengan dibantu oleh perusahaan. Kalau sudah ada air bersih, mudah-mudahan warga di sini jadi lebih sehat dan produktif ke depannya,” ungkap Warni.

Inisiatif yang dilakukan oleh PT LTT ini merupakan hasil diskusi berkelanjutan, konstruktif, dan partisipatif antara anggota masyarakat dan PT LTT. Kebutuhan ini disampaikan dan ditelusuri langsung atas keterlibatan intensif tim PT LTT dengan apa yang diharapkan dan dibutuhkan oleh masyarakat.

Sejalan dengan proses rencana aksi yang sedang dilakukan oleh PT LTT bersama masyarakat, perusahaan senantiasa duduk bersama, berdiskusi, dan selalu membuka dialog dengan pemangku kepentingan, khususnya masyarakat sekitar perusahaan.

Dengan adanya penguatan kapasitas forum desa yang ada, serta memperkuat kualitas ruang dialog ke perangkat desa dan masyarakat, semakin mempermudah PT LTT mendengarkan apa yang diharapkan oleh masyarakat.

Harapannya, semoga semakin banyak masyarakat yang merasakan kontribusi kehadiran perusahaan di sekitarnya, serta terus membantu mendorong pemberdayaan masyarakat sekitar.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/08/05/cerita-masyarakat-adat-kaili-tado-dan-fasilitas-air-bersih-dari-pt-ltt/feed/ 0 20817
Ketika Pohon-Pohon Sawit PT ANA Tumbuh Selaras Bersama Masyarakat Desa https://www.astra-agro.co.id/id/2025/08/04/ketika-pohon-pohon-sawit-pt-ana-tumbuh-selaras-bersama-masyarakat-desa/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/08/04/ketika-pohon-pohon-sawit-pt-ana-tumbuh-selaras-bersama-masyarakat-desa/#respond Mon, 04 Aug 2025 03:05:10 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=20811 Di antara lekuk perbukitan hijau dan hamparan laut biru yang menyentuh cakrawala, Morowali Utara menyimpan kisah-kisah sederhana yang penuh makna. Di tempat ini, PT Agro Nusa Abadi (ANA) menjejakkan langkah beberapa tahun silam, bukan hanya sebagai perusahaan, tetapi sebagai bagian dari denyut nadi masyarakat. Lewat program-program tanggung jawab sosial yang berpijak pada kebutuhan nyata warga dan pemberdayaan kesejahteraan masyarakat.

Harapan-harapan kecil terus tumbuh. Harapan dari para pendidik yang senantiasa membagikan ilmunya tanpa tanda jasa, harapan pekerja kesehatan seperti kader posyandu yang setia memastikan tumbuh kembang para ibu hamil, bayi, dan balita sesuai grafik normal pertumbuhannya. Pun harapan para pelaku UMKM yang mencoba bangkit lewat usaha rintisannya. Di balik itu semua, PT ANA hadir menjadi partner yang memilih untuk tidak sekedar beroperasi, tetapi juga berkontribusi. 

PT ANA menjalankan program-program keberlanjutannya di Kabupaten Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah, dengan fokus pada desa-desa binaan: Towara Pantai, Peboa, Towara, Molino, Bungintimbe, Tompira, dan Bunta yang terletak di Kecamatan Petasia Timur. Program-program ini dilaksanakan secara rutin berdasarkan pada Empat Pilar CSR, bekerja sama dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan lokal. Melalui pertemuan partisipatif, masyarakat dan perusahaan bersama-sama merancang inisiatif yang sesuai dengan kebutuhan lokal.

Baru-baru ini pada pilar ekonomi PT ANA menyasar pada pasar tradisional yang sederhana, namun denyut ekonomi lokal berdetak di sana. PT ANA, melalui kerja sama dengan pemerintah desa dan warga, membantu revitalisasi Pasar Bungintimbe. Dukungan alat berat dari perusahaan membantu memperluas area pasar, memberi ruang bagi lebih banyak pedagang, lebih banyak pembeli, dan tentu saja, lebih banyak peluang.

Musniati, Kepala Desa Bungintimbe begitu mengapresiasi kontribusi yang diberikan PT ANA, menurutnya pembenahan pasar ini menjadi salah satu alat perputaran ekonomi bagi warganya,  besar harapannya dengan kegiatan ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan mendukung pembangunan desa ke depannya. 

“Dengan fasilitas yang lebih lengkap dan area yang luas, pasar ini akan siap menjadi sentra ekonomi baru bagi warga Bungintimbe,” terang Musniati.

Pada saat yang sama, PT ANA juga memberikan dukungan kepada UMKM Sinergi Magasi, sebuah kelompok usaha yang dibentuk oleh kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Desa Molino. Usaha ini mencakup produksi makanan olahan dan pertanian hortikultura, khususnya budidaya cabai. Untuk membantu pengembangan usaha tersebut, PT ANA hadir mendukung mereka dengan alat-alat produksi dan infrastruktur sederhana karena usaha kecil pun layak mendapat perhatian besar.

“Kami cuma bisa bilang terima kasih banyak lah kepada PT ANA, konsisten tidak hanya bantu desa, tapi juga langsung ke warganya,” ungkap Ketua PKK Desa Molino.

Bagi PT ANA, pemberdayaan bukan hanya tentang bantuan, tetapi tentang menumbuhkan potensi yang telah lama ada dalam diri masyarakat desa—potensi untuk maju dan hidup mandiri. PT ANA menilai positif para perintis usaha melalui UMKM yang ada dapat memberikan dampak serta contoh yang baik bagi warga bahkan desa lain.

Tak hanya berhenti di situ, PT ANA senantiasa menjalankan pilar-pilar CSR lainnya dengan semangat sejahtera bersama bangsa. Dalam dunia pendidikan PT ANA secara konsisten mendukung dunia pendidikan dengan memberikan insentif kepada 21 guru honorer di 13 sekolah binaan hingga Maret 2025. Para penerima manfaat terdiri dari 13 guru Sekolah Dasar (SD), 7 guru Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 1 guru Sekolah Menengah Atas (SMA).  PT ANA memberikan insentif kepada mereka, bukan sekadar angka, tapi bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam mencerdaskan anak-anak desa.

Kemudian pada pilar kesehatan,  PT ANA menunjukkan perhatiannya dengan memberikan insentif kepada 60 kader Posyandu dari 12 desa binaan. Para kader ini adalah para ibu yang tanpa pamrih mengawal tumbuh kembang balita, memantau kesehatan ibu hamil, hingga merawat para lansia. Selain itu, PT ANA juga rutin menyalurkan Makanan Tambahan (PMT) sebagai dukungan nyata untuk gizi masyarakat.

Dan yang tak kalah penting sebagai perusahaan yang beroperasi di tengah kekayaan alam Sulawesi Tengah, PT ANA menyadari bahwa keberlanjutan dapat dicapai dengan tetap menciptakan keseimbangan lingkungan. Dalam kurun waktu 2024 hingga 2025, PT ANA memperkuat komitmennya melalui berbagai inisiatif lingkungan yang menyentuh langsung aspek pelestarian, pengurangan dampak, dan edukasi lingkungan kepada masyarakat sekitar.

Langkah tersebut seperti menanam pohon di area-area penyangga desa untuk mengurangi risiko erosi dan memperbaiki kualitas udara. Ribuan bibit pohon lokal ditanam bekerja sama dengan masyarakat dan sekolah-sekolah di desa binaan.

PT ANA juga senantiasa memberikan pelatihan dan sosialisasi tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup kepada warga desa, kelompok tani, serta pelajar. Adapun yang diangkat mencakup pengelolaan sampah rumah tangga, konservasi air, hingga praktik pertanian ramah lingkungan.

Dengan semangat kolaborasi dan keberlanjutan, PT ANA akan terus hadir, mendengarkan, dan bergerak bersama, menanam harapan di tanah yang subur, dan memanen masa depan yang lebih cerah bagi generasi Morowali Utara yang akan datang.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/08/04/ketika-pohon-pohon-sawit-pt-ana-tumbuh-selaras-bersama-masyarakat-desa/feed/ 0 20811
Menanam Asa, Memanen Jamur: Transformasi Pemuda Mandiri Binaan PT LTT https://www.astra-agro.co.id/id/2025/07/09/menanam-asa-memanen-jamur-transformasi-pemuda-mandiri-binaan-pt-ltt/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/07/09/menanam-asa-memanen-jamur-transformasi-pemuda-mandiri-binaan-pt-ltt/#respond Wed, 09 Jul 2025 02:23:51 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=20621 Di sebuah desa kecil di pedalaman Sulawesi Tengah, di tengah hamparan kebun sawit yang membentang sejauh mata memandang, seorang gadis bernama Novita Sari kerap memanen jamur tiram dari  ratusan baglog. Baglog ini sebutan untuk plastik atau tempat media tumbuh jamur tersebut. Plastik yang berbentuk silinder terbuat dari bahan polipropilena yang tahan panas ini tertata rapi di dalam sebuah ruang gelap, sebagian baglog sudah berbunga lebat jamur yang siap di petik. Sebagiannya lagi, masih kuncup.

Novita merupakan sekretaris dari komunitas karang taruna di Desanya, Desa Towiora, Kecamatan Rio Pakava, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, ia mencoba peruntungan baru dengan membudidayakan jamur tiram di bawah rindangnya pohon sawit, tidak sendirian, melainkan bersama beberapa anggotanya di karang taruna. 

“Mulanya yang terbentuk karang tarunanya dulu, baru ide budidaya ini menjadi salah satu aktivitas di dalamnya,” sebut Novita.

Menurutnya, membangun komunitas ini prosesnya tak semudah membalikan telapak tangan, pasalnya, banyak anak-anak muda di Desa Towiora ini tidak melanjutkan pendidikan sehingga banyak yang tidak memiliki kegiatan. “Jangankan punya ide budidaya jamur ini awalnya, aktivitas sehari-hari saja kadang anggota kami bingung,” ungkapnya. 

Hal tersebut yang mendasari Novita dan beberapa kelompoknya untuk menciptakan komunitas karang taruna yang diberi nama Karang Taruna Harapan Bangsa, terutama bagi Novita yang masih segar sebagai lulusan universitas ternama di Kota Palu, cukup untuk membuka matanya bahwa perubahan tidak harus datang dari kemapanan, tapi dari niat yang tulus. 

Baginya pulang kembali ke kampung halaman dan membangun Desanya menjadi lebih baik menjadi cita-citanya saat membentuk karang taruna ini. “Kalau bukan kita siapa yang mau bangun Desa kita sendiri jadi lebih baik kan?” papar Novita penuh semangat. .

Dengan keterbatasan, lahir api semangat yang membakar keinginan untuk mengubah nasib generasi muda di desanya. Komunitas kepemudaan yang dijalankan oleh Novita dan anggotanya ini berhasil menggaet sekitar 60 anggota pemuda yang ada di Desa Towiora, Desa yang sebelumnya sunyi senyap dan jauh dari hiruk pikuk kota tanpa kegiatan kaum remaja, kini menjadi lebih ceria dan bewarna. 

Banyak sekali kegiatan yang dilakukan oleh karang taruna di Desa Towiora, perayaan HUT 17 Agustus, perayaan hari besar umat beragama, kegiatan rutin desa seperti posyandu, kerja bakti dan lain sebagainya kini menjadi kegiatan rutin yang berhasil dijalankan oleh karang taruna.

Lebih membahagiakan lagi, komunitas ini mendapatkan respon yang begitu positif dari pemerintah desa, seluruh masyarakat, hingga industri yang hidup berdampingan dengan Desa Towiora. Kelapa sawit, menjadi satu-satunya industri terdekat bagi Desa Towiora. Lestari Tani Teladan (LTT) perusahaan sawit yang menyambut hangat inisiasi kepemudaan yang didirikan Novita dan anggotanya, apalagi melihat tujuan utamanya adalah untuk memberdayakan dan mensejahterakan masyarakat. 

“Wah kalau PT LTT sih benar-benar mendukung kami, budidaya jamur ini bantuan nyata bagi kami dari LTT, mereka yang bangunkan rumah jamurnya, belikan ratusan baglognya, juga bantu pasarkan penjualannya,” ujar Novita. 

Tak hanya bagi komunitas kepemudaannya, menurut Novi, begitu gadis kecil ini disapa PT LTT juga senantiasa memberikan berbagai kontribusi untuk Desa Towiora, sebagai desa binaannya, PT LTT tidak hanya memberikan kewajibannya, namun juga mendampingi masyarakatnya dari segala bidang. Misalnya saja, tidak hanya memberikan bantuan putus, namun juga pelatihan dan pendampingan rutin agar usaha dan bantuan yang diberikan dapat berkelanjutan, pun masyarakatnya juga mandiri dalam berwirausaha.

Bagi Novi yang masih terbilang dalam usia belia dan baru memasuki dunia kerja, meski pendapatan tak menentu dari budidaya jamur tiram ini, namun budidaya ini banyak memberikan peluang dan perubahan, bagi karang taruna khususnya. Apalagi untuk anggotanya yang tidak berkegiatan sebelumnya, kini dengan mengolah budidaya jamur, mereka memiliki aktivitas produktif dan juga menghasilkan nilai ekonomis. 

Ada masanya, jamur tiram ini memasuki masa panen raya, pada masa itu panen jamur perhari bisa sampai berkali-kali dengan menghasilkan puluhan kilogram jamur yang dapat dijual. Menariknya lagi, budidaya jamur ini meskipun tidak dalam masa panen raya, setiap hari jamur berbuah dan dapat dipanen minimal 2 sampai 3 kali, sehingga setiap harinya budidaya ini pasti ada kegiatan memanen dan memasarkan hasil panennya. 

Sukri D.M Lage, Kepala Desa Towiora mengungkapkan rasa bangganya terhadap inisiasi yang dibuat karang taruna Harapan Bangsa, baik dalam membangun komunitas kepemudaan maupun usaha budidaya jamur yang dijalankan dari bantuan PT LTT. 

“Ya, tak bosan-bosannya kami dari Desa Towiora merasa bersyukur dengan adanya perusahaan sawit PT LTT, begitu banyak kontribusi yang dihadirkan untuk kami dari segala aspek kebutuhan masyarakat,” ungkap Sukri D.M Lage. 

PT LTT yang merupakan salah satu entitas dari PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) dalam misi salah satunya adalah mendorong pengembangan UMKM, khususnya di sekitar area perkebunan kelapa sawit, melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Dalam praktiknya Astra Agro melibatkan pemuda dengan memberikan pelatihan, pendampingan, dan akses pasar untuk membantunya tumbuh dan berkontribusi pada ekonomi daerah. Tentunya bertujuan untuk menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat dan mewujudkan Desa yang sejahtera. 

Dengan adanya Karang Taruna Harapan Bangsa ini sejalan dengan misi Astra Agro untuk sejahtera bersama bangsa, serta prinsip keberlanjutan melalui Sustainability Aspirations Astra Agro menetapkan target yang harus dicapai pada tahun 2030 mendatang, dengan mengkolaborasikan people, portfolio, dan public contributions, serta Good Corporate Governance (GCG) sebagai key enabler.

“Yang lebih penting, desa Towiora kini punya semangat baru, saya sebagai perwakilan Karang Taruna Harapan Bangsa ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat di sini bahwa melihat sawit bukan hanya sebagai pohon bisnis, tapi sebagai potensi masa depan yang bisa diolah dengan bijak dan lestari,” pungkas Novita Sari. 

Kebun sawit bukan sekadar ladang minyak, ia adalah hamparan harapan dan keringat, Di balik rindang dan hijaunya, keseimbangan itu tercipta, antara rezeki dan lestari, antara industri dan nurani. 

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/07/09/menanam-asa-memanen-jamur-transformasi-pemuda-mandiri-binaan-pt-ltt/feed/ 0 20621
Satu Langkah, Seribu Harapan Para Inisiasi Muda Mandiri PT Letawa https://www.astra-agro.co.id/id/2025/07/04/satu-langkah-seribu-harapan-para-inisiasi-muda-mandiri-pt-letawa/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/07/04/satu-langkah-seribu-harapan-para-inisiasi-muda-mandiri-pt-letawa/#respond Fri, 04 Jul 2025 02:50:00 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=20624 Fatur Rachman Hidayat adalah pemuda di balik terbentuknya organisasi Inisiasi Muda di sebuah desa rural yang berdekatan dengan salah satu entitas usaha Astra Agro, PT Letawa di kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat. Ketika anak seusianya sedang bergelora mengembangkan diri, Fatur berpikir keluar dari kebiasaan dengan memulai organisasi non-profit ini sendirian pada usia 23 tahun.


Berawal dari keinginannya memberikan manfaat bagi kampung halamannya, Fatur mencoba membuat perubahan yang dimulai dari anak-anak muda di sekitarnya. Pembuat perubahan muda sekilas terlihat seperti gelar penuh megah, namun Fatur Rachman menyibak pemahaman dangkal itu untuk menunjukkan perjuangan sejati dari seorang pendidik.


Ya, Fatur berprofesi sebagai seorang dosen muda di Universitas Terbuka di Pasangkayu, juga sebagai pengajar mata pelajaran wirausaha di sekolah menengah atas di Desa Tikke, kampung halamannya. “Pada dasarnya saya memang suka belajar dan berbisnis, jadi mungkin itu yang membawa saya pada profesi pengajar sejak saya lulus S2 hingga saat ini,” kata Fatur.


Ia memprakarsai organisasi Inisiasi Muda ini bermodalkan tekad yang kuat. Fatur mulai bersuara di desanya, memasarkan tujuannya dari mulut ke mulut dan memanfaatkan situs jejaring sosial pada waktu itu. Tahun 2022 menjadi tahun mula kegiatan ini berlangsung.


Kiprah Fatur sebagai pendiri Inisiasi Muda melesat setelah program besar perdana bersama anggotanya, yaitu penanaman ratusan pohon di Desa Tikke yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut dan melibatkan perangkat desa hingga masyarakat setempat. “Selain pemerintah desa dan masyarakat, program dan kegiatan Inisiasi Muda ini didukung penuh oleh perusahaan yang berdampingan dan membina Desa Tikke, yaitu PT Letawa,” ungkapnya.


Menurut Fatur, jika tidak ada dukungan baik materi maupun non-materi oleh salah satu anak usahaAstra Agro yang berada di Sulawesi Barat, mungkin organisasinya tidak akan sampai di titik sekarang. Saat ini Fatur telah membawahi puluhan anggota di organisasinya, yang terdiri dari anak-anak muda Desa Tikke, khususnya bagi mereka yang tidak memiliki kegiatan. “Saya ingin mengubah kegiatan mereka menjadi lebih produktif dengan bergabung dan aktif di komunitas Inisiasi Muda ini,” katanya.


Mulai dari membuat podcast kecil-kecilan terkait kepedulian komunitas untuk lingkungan desa, menjadi pembicara di acara seminar, melaksanakan kegiatan peduli desa, hingga kegiatan-kegiatan rutin di desa kini menjadi aktivitas positif yang dijalani oleh komunitas Inisiasi Muda.


Perubahan Bukan Hal Instan
Ketua dan pendiri Inisiasi Muda, Fatur Rahman Hidayat, menyebutkan bahwa pemberdayaan pemuda, khususnya di daerah, memang tak bisa secara instan. Diperlukan pelatihan dan pendampingan yang komprehensif mulai dari ilmu dasar, analisis bisnis, hingga strategi pemasaran yang jitu agar sukses di pasar.


Ia juga menyampaikan kerap mendapatkan tantangan dalam membangun kesadaran para anggotanya, apalagi komunitas ini adalah organisasi non-profit. “Seringkali teman-teman terpaku untuk mendapat keuntungan secara materi. Nah, sementara kita di Inisiasi Muda ya betul-betul lembaga sosial yang tidak ada bayaran. Meyakinkan mereka yang sejauh ini menjadi tantangan besar bagi saya,” ungkapnya.


Syukurnya, PT Letawa senantiasa menggandeng Inisiasi Muda sebagai mitra dalam mengembangkan kompetensi pemuda wilayah sekitar. Melalui PT Letawa yang bekerja sama dengan Inisiasi Muda, berbagai program sosial, edukasi, dan lingkungan dilaksanakan di wilayah Tikke Raya, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat.


Dukungan Astra Agro melalui PT Letawa sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mewujudkan Sustainability Aspiration 2030, khususnya pada aspek kontribusi publik. Melalui kolaborasi ini, PT Letawa berupaya memperkuat kapasitas generasi muda desa agar dapat mandiri dan berdaya secara sosial maupun ekonomi.


Salah satu puncak kolaborasi tersebut terlihat dalam gelaran webinar nasional bertajuk ‘Pemuda Desa Berdampak’, yang dilaksanakan secara hybrid di Desa Jengeng Raya, Sulawesi Barat, Minggu 25 Mei 2025. Kegiatan bertema ‘Dari Desa untuk Dunia’ itu dihadiri ratusan pemuda dari berbagai wilayah.


Inisiasi Muda menargetkan menjadi organisasi mandiri yang fokus pada program Edutechpreneur dan Sosiopreneur. Salah satu inisiatif yang tengah dirancang adalah program ketahanan pangan berkelanjutan yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi masyarakat desa.


Tak hanya itu, mimpi terbesar komunitas ini bersama PT Letawa juga ingin bisa memberikan beasiswa kepada anak-anak usia sekolah di desa yang ingin bersekolah namun terkendala biaya. Fatur dan komunitasnya yakin PT Letawa, yang sudah dikenal sebagai perusahaan yang ikut memberdayakan masyarakatnya, bisa membantu mewujudkan mimpi dan cita-cita tersebut.


Fatur juga menceritakan desanya begitu berubah sebelum dan setelah PT Letawa hadir. “Tak bisa dipungkiri, sejak awal berdiri PT Letawa membawa perubahan khususnya pada pemberdayaan ekonomi,” ujarnya. Kontribusi tersebut tidak pernah selesai bahkan sampai detik ini. Hampir 80% masyarakatnya mencari nafkah dari PT Letawa, baik sebagai karyawan langsung maupun pihak ketiga yang bekerja sama dengan PT Letawa.


Harapan ke depannya tidak muluk. Komunitas ini bisa terus berdiri, minimal memberikan kegiatan positif bagi para pemudanya saja sudah menjadi kebanggaan bagi Fatur sama seperti kehadiran PT Letawa di desa tempat tinggalnya.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/07/04/satu-langkah-seribu-harapan-para-inisiasi-muda-mandiri-pt-letawa/feed/ 0 20624
Pernyataan Pemerintah Indonesia dan Astra Agro untuk PBB Terkait Isu Sulawesi https://www.astra-agro.co.id/id/2025/03/04/pernyataan-pemerintah-indonesia-dan-astra-agro-untuk-pbb-terkait-isu-sulawesi/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/03/04/pernyataan-pemerintah-indonesia-dan-astra-agro-untuk-pbb-terkait-isu-sulawesi/#respond Tue, 04 Mar 2025 08:50:42 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=18939 Dewan Hak Asasi Manusia PBB (OHCHR) telah mempublikasikan pernyataan terkait tuduhan-tuduhan kepada PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro).

Dalam publikasinya, OHCHR telah menerima klarifikasi dari pihak Pemerintah RI serta Astra Agro. Adapun, OHCHR telah menunjuk special rapporteur sebagai pihak independen untuk memonitor perkembangan isu sehubungan dengan operasi bisnis Astra Agro di Sulawesi.

Pada 9 Desember 2024, pernyataan itu telah dipublikasikan dalam situs milik organisasi global tersebut sesuai dengan peraturan yang ada.

Pemerintah Indonesia diwakili oleh Achsanul Habib sebagai Deputi Wakil Tetap RI I (Dewatapri I) untuk PBB dalam pernyataan tertulisnya ke OHCHR mengatakan bahwa pemerintah menegaskan sebagian besar lahan yang yang dimiliki oleh Astra Agro dan anak usahanya dilindungi oleh Hak Guna Usaha (HGU).

Astra Agro, tulisnya, telah melalui proses clean and clear yang ketat untuk mendapatkan HGU dari pemerintah. Tak hanya itu pemerintah juga memastikan kepatuhan perusahaan terhadap peraturan yang berlaku serta menjalankan konsultasi dengan masyarakat setempat. Dengan begitu pelepasan lahan oleh masyarakat telah melalui kesepakatan awal yang didasarkan pada informasi tanpa paksaan atau Free Prior Informed Consent (FPIC).

Achsanul Habib mengakui sebagai negara berkembang Indonesia memang menghadapi tantangan dalam mereformasi agraria paskakolonial. Tetapi, pemerintah telah melakukan upaya yang signifikan dalam memilah klaim tanah yang tumpang tindih serta memberlakukan pendaftaran tanah secara digital.

Faktanya sejak tahun 2019 hingga 2023 pemerintah telah mensertifikasi 9,1 juta hektar. Di samping itu Indonesia yang merupakan negara kepulauan terbesar di dunia berkomitmen untuk memajukan reformasi agraria untuk melindungi hak-hak seluruh warga negara Indonesia, termasuk masyarakat hukum adat.

Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk secara konstruktif bekerjasama dengan semua pemangku kepentingan terkait dalam perlindungan dan kemajuan hak asasi manusia.  “Kami juga menghargai komitmen Astra Agro untuk terus berdialog dengan pemerintah Indonesia, dan kami siap melanjutkan komunikasi dan kolaborasi yang konstruktif,” tegas Achsanul Habib.

Adapun terkait dengan isu-isu hak asasi manusia dan lingkungan yang disampaikan oleh beberapa lembaga swadaya masyarakat, Astra Agro telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi isu-isu tersebut, termasuk dengan memfasilitasi pihak ketiga secara independen untuk mendorong terjadinya dialog.

Akan tetapi, perusahaan masih menghadapi tantangan dalam membangun komunikasi yang berarti, terutama karena kurangnya respon dari organisasi atau lembaga masyarakat terkait.

Di sisi lain, Astra Agro pun memberikan klarifikasinya terkait dengan dugaan yang ditudingkan kepada anak usahanya. Astra Agro menegaskan bahwa anak perusahaannya telah terlibat dalam kegiatan atas dasar kesepakatan awal yang didasarkan pada informasi tanpa paksaan (FPIC) dan hal lain yang serupa.

Diantaranya dengan kegiatan sosialisasi yang dihadiri oleh perwakilan pemerintah desa, daerah dan masyarakat. Hal ini termasuk dengan diskusi dan kompensasi untuk tanaman yang tumbuh di lahan sebelum memulai operasi pengembangan perkebunan, dan semua dilakukan sesuai dengan peraturan yang berlaku saat itu.

Astra Agro juga sepenuhnya mematuhi kebijakan hak asasi manusia dan tidak terlibat dalam segala bentuk perampasan tanah maupun pelanggaran hak asasi manusia. Kegiatan operasional Astra Agro mematuhi semua hukum yang berlaku.

Segala bentuk pembebasan lahan dimulai dengan tahapan sosialisasi dan pemberian kompensasi yang melibatkan masyarakat dan aparat desa. Nilai kompensasi pun disepakati bersama, sehingga tidak ada kompensasi yang diberikan tanpa persetujuan dari penerima.

Untuk memastikan masyarakat dapat menyampaikan keluhan secara bebas Astra Agro menyediakan saluran untuk menyampaikan keluhan secara terbuka melalui mekanisme pengaduan yang dapat diakses oleh siapapun yang tersedia dalam situs website Astra-agro.co.id

Berikut ini adalah pernyataan Joint Communication antara Pemerintah Indonesia, OHCHR, dan Astra Agro. Silakan di link berikut:

https://spcommreports.ohchr.org/TMResultsBase/DownLoadFile?gId=38801

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/03/04/pernyataan-pemerintah-indonesia-dan-astra-agro-untuk-pbb-terkait-isu-sulawesi/feed/ 0 18939
Membangun Dialog Dengan Masyarakat Melalui Forum Diskusi Masyarakat Adat https://www.astra-agro.co.id/id/2025/02/24/membangun-dialog-dengan-masyarakat-melalui-forum-diskusi-masyarakat-adat/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/02/24/membangun-dialog-dengan-masyarakat-melalui-forum-diskusi-masyarakat-adat/#respond Mon, 24 Feb 2025 08:51:59 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=18833 Sebuah forum masyarakat adat dapat menjadi wadah bagi komunitas lokal untuk menyampaikan aspirasi, kebutuhan, dan tantangan yang mereka hadapi, terutama terkait hak atas tanah, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Dalam hal ini Astra Agro menyadari pentingnya ruang diskusi dalam membantu kelangsungan hidup dan pelesatrian budaya masyarakat adat melalui penyelenggaraan forum dialog yang inklusif dan berkelanjutan.

Fasilitas forum diskusi masyarakat adat saat ini diterapkan perusahaan dalam pemberdayaan warga Suku Anak Dalam (SAD) atau biasa dikenal sebagai Orang Rimba di Jambi. Pada Triwulan III tahun 2024, Forum Kemitraan Pembangunan Sosial Suku Anak Dalam (FKPS-SAD) telah mengadakan pertemuan Temenggung yang melibatkan para Ketemenggungan Orang Rimba. Diantaranya ialah  Temenggung Nggrip, Temenggung Nangkus, Temenggung Afrizal, Temenggung Bepayung, Temenggung Bebayang, Temenggung Malayau Tua, dan Temenggung Malino, serta para Depati, Mangku, Menti, Debalang Batin dan Tengganai. Forum ini berfokus pada diskusi mengenai perkembangan sosial dan penguatan hukum adat Orang Rimba. 

Adapun penguatan hukum adat menjadi penting, karena komunitas Orang Rimba menghadapi perubahan sosial akibat pengaruh luar dan akulturasi budaya. 

Prinsip “Adat Lamo Pusako Usang,” yang berarti bahwa adat (hukum adat) tidak berubah sejak zaman dahulu, menjadi topik utama dalam diskusi tersebut. 

Forum masyarakat Orang Rimba  tersebut membahas masalah kesehatan umum pada anak-anak di kelompok meriau, seperti infeksi, masalah pernapasan, diare dan flu. Mereka menilai bantuan pengobatan kuratif yang diberikan telah berhasil memberikan manfaat bagi 14 anak dari kelompok tersebut. 

Kolaborasi antara agen kesehatan Perseroan dan pusat kesehatan setempat memainkan peran kunci dalam menangani  dan menangani keluhan kesehatan dengan cepat serta memastikan pengobatan yang tepat waktu dan akurat. Selain pengobatan, program ini juga menekankan meningkatkan kesadaran tentang sanitasi dan gizi di dalam masyarakat Orang Rimba.

Selain diskusi mengenai prinsip adat, forum diskusi masyarakat juga membahas topik seputar pemberdayaan ekonomi bagi kelompok Orang Rimba. Salah satu program pemberdayaan ekonomi diwujudkan dalam pembangunan koperasi Berkah Koperasi Berkah Rimba Bukit Duabelas sebagai wadah ekonomi bagi Orang Rimba di kawasan TNBD (Taman Nasional Bukit Dua Belas) untuk mengelola hasil hutan seperti karet, rotan, damar dan jernang. Pada kuartal III 2024, Perseroan dan Temenggung berkonsentrasi untuk memperkuat kerangka kelembagaan kerangka kerja kelembagaan koperasi. 

Proses ini diterapkan melalui beberapa agenda penyuluhan dengan salah satu topik utama yang dibahas adalah pembagian peran untuk Temenggung dalam struktur organisasi koperasi. Langkah ini menjadi sangat penting sebab koperasi berfungsi sebagai organisasi payung bagi Orang Rimba di tujuh ketemenggungan.

Pertemuan tersebut diakhiri dengan komitmen untuk menjunjung tinggi dan mengimplementasikan Hukum Adat Lamo Pusako Usang sesuai dengan tradisi aslinya.

Sejumlah Tokoh Adat dari Kelompok SAD Berdialog Dalam Rapat Koordinasi FKPS Tahunan

Keberadaan forum masyarakat adat menjadi bagian yang vital dalam proses pemberdayaan masyarakat adat yang dilakukan oleh Astra Agro.  Melalui dialog yang terbuka dan partisipatif, perusahaan dapat lebih memahami kebutuhan serta aspirasi masyarakat, sehingga program pemberdayaan yang dijalankan menjadi lebih tepat sasaran dan berkelanjutan. Selain itu, forum ini juga membantu membangun kepercayaan serta kolaborasi yang harmonis antara kedua belah pihak, menciptakan dampak positif yang lebih luas bagi pertumbuhan sosial dan ekonomi.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/02/24/membangun-dialog-dengan-masyarakat-melalui-forum-diskusi-masyarakat-adat/feed/ 0 18833
Astra Agro Mengundang Walhi dan FoE Berdialog untuk Menjawab Keluhan https://www.astra-agro.co.id/id/2025/02/15/astra-agro-mengundang-walhi-dan-foe-berdialog-untuk-menjawab-keluhan/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/02/15/astra-agro-mengundang-walhi-dan-foe-berdialog-untuk-menjawab-keluhan/#respond Sat, 15 Feb 2025 08:03:36 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=18692 PT Astra Agro Lestari Tbk. (Astra Agro) beserta anak usahanya PT Lestari Tani Teladan (LTT)mengundang Walhi dan Friends of Earth (FoE) untuk berdiskusi dan memberikan masukan terkait laporan No Consent, Astra Agro Lestari’s Land Grab in Central and West Sulawesi yang diterbikan pada 2022.

Dalam laporannya PT LTT dituding mengklaim 1.505 hektar tanah milik masyarakat serta beroperasi di luar izin HGU seluas 321 hektar. Namun, tuduhan tersebut belum memiliki bukti yang valid sampai dengan saat ini (14/2/2025). Pihak ketiga yang ditunjuk Astra Agro sebagai verifikator yakni Econusantara (ENS) menyebutkan bahwa keluhan oleh Walhi maupun FoE tidak terbukti.

Pasalnya, ENS telah menggelar pemeriksaan silang untuk nomor izin Hak Guna Usaha (HGU) yang diperoleh PT LTT beserta izin HGU yang disebutkan dalam laporan Walhi/FoE. Dalam pengecekan nomor identifikasi bidang tanah (NIB) pada website resmi ATR-BPN (bhumi.atrbpn.go.id/peta) tercatat bahwa NIB yang dimiliki oleh PT LTT sama dengan NIB HGU yang tertera di website BPN.

Sementara itu, nomor HGU yang dijadikan bukti dalam laporan Walhi/FoE tidak sama dengan nomor izin HGU yang sah dimiliki PT LTT. Laporan verifikasi ENS menyimpulkan nomor izin HGU PT LTT yang menjadi rujukan Walhi berbeda dengan NIB PT LTT yang telah diverifikasi keabsahannya sebagai dokumen negara.

ENS juga melakukan verifikasi untuk keluhan Walhi mengenai terjadinya tumpang tindih antara izin HGU PT LTT dengan pemukiman masyarakat. Caranya dengan menumpang-susun (overlay) titik pemukiman masyarakat Desa Towiora dengan peta izin HGU yang diperoleh dari PT LTT. Hasilnya menunjukan bahwa sebagian area pemukiman justru berada di dalam HGU PT LTT.

Dengan demikian, keluhan mengenai PT LTT yang beroperasi di luar HGU seluar 321 hektar juga telah terbantahkan. Sebab tidak ditemukan informasi lebih rinci dalam laporan yang dituangkan oleh Walhi/FoE. Tim verifikasi ENS menegaskan adanya perbedaan data dokumen perizinan yang menjadi rujukan kedua belah pihak memerlukan klarifikasi para pihak, terutama Walhi. Oleh sebab itu, Astra Agro terus berupaya membuka komunikasi dengan WALHI, serta memprakarsai pertemuan 3 pihak (Walhi, AAL, dan BPN), disaksikan oleh ENS untuk memediasi keluhan.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/02/15/astra-agro-mengundang-walhi-dan-foe-berdialog-untuk-menjawab-keluhan/feed/ 0 18692
Mengubah Limbah Menjadi Pakan Ikan dengan Sumber Nutrisi Berkualitas https://www.astra-agro.co.id/id/2025/02/12/mengubah-limbah-menjadi-pakan-ikan-dengan-sumber-nutrisi-berkualitas/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/02/12/mengubah-limbah-menjadi-pakan-ikan-dengan-sumber-nutrisi-berkualitas/#respond Wed, 12 Feb 2025 08:15:05 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=18672 Keterbatasan memiliki dua sisi, bisa menjadi penghalang bila diamini atau menjadi peluang jika berani diterjang. Kira-kira begitu yang dialami oleh Pokdakan (Kelompok Budi Daya Perikanan) Maju Bersama di Penajam Pases Utara, Kalimantan Timur. Beruntung mereka memilih opsi kedua dalam menghadapi hambatan.

Pasokan bahan baku pakan ternak yang terbatas dan cenderung tinggi, lalu ditambah harga jual ikan yang relatif stabil mendorong kelompok tersebut berinovasi menciptakan SINTAPIBABE atau (Mesin Pembuatan Pakan Ikan dari Barang Bekas) 

SINTAPIBABE adalah mesin pengolah limbah yang sebelumnya menjadi masalah dapat menjadi sumber daya bernilai ekonomi tinggi bagi masyarakat. Mesin ini mampu memproduksi pakan ikan yang merupakan inovasi dari Pokdakan (Kelompok Budi Daya Perikanan) Maju Bersama yang adalah binaan dari PT WKP (Waru Kaltim Plantation), salah satu anak perusahaan Astra Agro.

Inspirasi dari pembuatan SINTAPIBABE di awali oleh ketergantungan pakan pada pabrik sedangkan harga yang terus meningkat telah memengaruhi kemampuan pembudi daya dalam mengais keuntungan. Pasalnya, harga jual ikan cenderung stabil di pasaran yang berkisar antara Rp 23.000 s/d 25.000 per kg.

Sebagai gambaran, pembudi daya perlu mengeluarkan dana sebesar Rp380.000 untuk 30 kilogram pakan selama empat hari. Adapun pakan tersebut mampu mencukupi kebutuhan 35 keramba jaring, delapan kolam terpal dan satu kolam tanah milik Pokdakan Maju Bersama.

Permasalahan itu membuat Pokdakan Maju Bersama berinovasi untuk memproduksi pakan ikan dengan memanfaatkan barang bekas dan bahan baku lokal. Bahan baku utamanya pun memanfaatkan ikan runcah yakni ikan kecil-kecil yang tertangkap tidak sengaja oleh nelayan dan tidak memiliki nilai ekonomi.

“Sebagai solusi, kami mengarahkan warga yang memiliki keahlian teknis untuk membuat mesin pengolah pakan melalui bimbingan dan referensi online.” jawab Zakaria selaku perwakilan tim CSR (Corporate Social Responsibility) PT WKP.

Kemudian bungkil kedelai, singkong atau labu merah, bulu ayam, tulang ayam dan tulang ikan yang besar. Selanjutnya semua bahan baku itu diolah menjadi tepung, berikutnya dengan menggunakan SINTAPIBABE jadilah pelet untuk pakan ikan.

Dalam satu jam SINTAPIBABE mampu menghasilkan 50 kilogram pakan ikan sehingga mampu memenuhi kebutuhan semua keramba jaring apung, kolam terpal dan kolam tanah yang dimiliki Pokdakan Maju Bersama. Adapun kelompok ini membudidayakan berbagai jenis ikan diantaranta lele, nila dan gurami.

Pembuatan pakan lokal secara mandiri oleh Pokdakan Maju Bersama berhasil memangkas pengeluaran untuk pakan ikan hingga antara 50 persen sampai 60 persen. Nutrisi yang dibutuhkan oleh ikan ternak mereka juga terpenuhi. Buktinya, produksi ikan air tawar yang diunggulkan Pokdakan Maju Bersama berjenis lele Sangkuriang, mampu tembus antara 200 kilogram hingga 300 kilogram untuk satu keramba apung dalam 10 hari.

Pokdakan Maju Bersama menggunakan sistem tangga atau berjenjang dari satu keramba jaring apung ke keramba jaring apung lainnya untuk melakukan panen lele. Dari 19 keramba jaring apung yang disemai bibit ikan lele, kelompok tersebut dalam satu bulan mampu panen mencapai lebih kurang satu ton ikan lele Sangkuriang. Sementara itu rata-rata panen ikan lele untuk satu keramba jaring apung dalam 10 hari mampu meraup penghasilan sekitar Rp6.000.000.

“Dengan sistem keramba jaring apung, pakan ikan dapat terdistribusi secara maksimal sehingga menghasilkan ikan-ikan yang lebih berkualitas.”

Inovasi dari barang bekas dan limbah untuk pakan ikan yang dikembangkan Pokdakan Maju Bersama juga dapat dukungan dari PT WKP, dari inovasi itu Pokdakan Maju Bersama memperoleh penghargaan pada Festival Astra 2024 kategori perikanan sebagai juara satu.

Tidak hanya meraih penghargaan, namun sejumlah lembaga dan desa turut menunjukan ketertarikan untuk mereplikasi dan mengimplementasikan mesin SINTAPIBABE untuk operasional bisnis.

“Akhir-akhir ini Pokdakan juga mendapatkan tawaran kerjasama dengan sebuah perusahaan untuk mengembangkan mesin SINTAPIBABE dalam pengolahan sayur. Jadi kegunaan mesin pengolah ini tidak hanya terbatas pada pengolahan pakan ikan saja, namun memiliki potensi penggunaan yang lebih luas.”

Kedepannya, tim CSR PT WKP berencana untuk mengembangkan mesin SINTAPIBABE sebagai alat pengolahan bahan untuk pupuk kompos untuk perkebunan sayur desa. 

“Mesin yang awalnya kami ciptakan untuk mengatasi permasalahan harga pakan ikan yang tinggi, kini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi bahkan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat di sekitar WKP” ujar Zakaria. 

Sejumlah warga mengolah limbah untuk menjadi pakan ikan dengan mesin SINTAPIBABE
]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/02/12/mengubah-limbah-menjadi-pakan-ikan-dengan-sumber-nutrisi-berkualitas/feed/ 0 18672
Mewujudkan Pondasi Kemandirian Pangan dan Ekonomi melalui Pembinaan Kelompok Tani https://www.astra-agro.co.id/id/2025/01/14/mewujudkan-pondasi-kemandirian-pangan-dan-ekonomi-melalui-pembinaan-kelompok-tani/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/01/14/mewujudkan-pondasi-kemandirian-pangan-dan-ekonomi-melalui-pembinaan-kelompok-tani/#respond Tue, 14 Jan 2025 07:49:52 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=17648 Beberapa wanita Suku Anak Dalam (SAD) tampak berjalan pulang dengan membawa beberapa hasil panen dari budidaya tanaman pangan.  Meskipun terasa berat, namun ekspresi mereka terlihat bahagia. Mungkin saja, kegembiraan itu terpancar karena melalui beragam hasil panen, seperti kacang panjang dan mentimun, terbayang kemandirian ekonomi dan pangan mereka di masa depan. 

Kesuksesan dari hasil panen para SAD tidak terlepas dari bimbingan PT Sari Aditya Loka (SAL), anak usaha Grup Astra Agro Lestari yang berlokasi di Jambi. Sudah jadi pengetahuan umum bahwa sebagian Suku Anak Dalam (SAD) telah keluar dari hutan untuk mulai bercocok tanam atau melakukan budidaya. 

Hal ini merupakan tantangan tersendiri mengingat pola hidup SAD yang berpindah dan bergantung pada hasil hutan. Berangkat dari tantangan tersebut, PT SAL  mencoba membantu dengan memberikan pembinaan budidaya tanaman yang sesuai dengan kebutuhan SAD melalui program Agriculture Learning Centre (ALC) bernama Suluh Rimbo.

Sebuah keluarga SAD dari kelompok tani Suluh Rimbo Air Panas sedang melakukan panen sayuran kangkung

Suluh Rimbo berfungsi sebagai pusat pembelajaran bagi 40 keluarga SAD, menawarkan pelatihan teknik budidaya tanaman. Inisiatif ini bertujuan untuk mempromosikan kemandirian pangan dan menyediakan sumber pendapatan alternatif melalui komoditas pertanian. 

Perusahaan mendukung program ini dengan menyediakan infrastruktur pertanian, termasuk benih, pupuk, dan peralatan, serta meningkatkan keterampilan SAD dalam budidaya tanaman. Kelompok tani Suluh Rimbo terbagi atas dua kelompok, yakni Suluh Rimbo Air Panas dan Suluh Rimbo Sikar.

Di kuartal 1 tahun 2024, Suluh Rimbo Sikar berhasil memanen 270 kg kacang panjang dan 300 kg mentimun. Selain itu, persiapan sedang dilakukan untuk area penanaman cabai keriting. Suluh Rimbo Sikar telah membuat kemajuan yang signifikan sejak awal program, dengan anggota kelompok yang sekarang lebih sadar akan praktik pertanian dan memahami bahwa komoditas tanaman pangan dapat diproduksi untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Selama periode ini, Suluh Rimbo Air Panas, yang dikelola oleh kelompok Rimba Tani, berhasil memanen beberapa jenis tanaman, seperti Iuffa, cabai dan ikat kangkong.

Selain itu, Kelompok Rimba Tani juga sedang mempersiapkan lahan untuk menanam jagung, sereh, singkong, dan gambas. Kelompok ini telah menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam pengelolaan kebun secara teknis, menjadi mahir dalam rotasi tanaman untuk menyesuaikan dengan kondisi lingkungan, memastikan pertumbuhan tanaman yang optimal, dan memilih tanaman yang tepat untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Budidaya Tanaman Hidroponik Oleh Karang Taruna Bungintimbe

Tidak hanya masyarakat SAD yang menerima manfaat dari pembinaan tani oleh Astra Agro, namun hal yang sama juga dirasakan oleh Kelompok Karang Taruna Bungintimbe di Morowali Utara. Kelompok Pemuda tersebut bahkan berhasil menjalin kemitraan dengan perusahaan tambang terdekat untuk menjual sayuran hidroponik. Dalam perjanjian tersebut, kelompok ini diharuskan memasok 200 kg sayuran setiap minggunya. Demi meningkatkan kapasitas produksi, perusahaan, melalui program CSR PT ANA (Agro Nusa Abadi) memberikan bantuan pengembangan lahan, alat berat, dan infrastruktur produksi. 

Seorang asisten CSR dari PT ANA sedang melakukan pembinaan tani kepada anggota Karang Taruna Bungintimbe

Selain perusahaan, pemerintah daerah, melalui Dinas Pertanian dan Pangan Morowali Utara, turut terlibat dalam proyek ini dengan menawarkan paket rumah kaca hidroponik. Bersamaan dengan hal tersebut, Kelompok Karang Taruna dan perusahaan turut mengunjungi kelompok hidroponik di Lembaga Pemasyarakatan Kolonodale untuk mendiskusikan potensi kolaborasi sebagai pemasok sayuran untuk penjara Kolonodale.

Inisiatif ini memiliki potensi menghasilkan pendapatan bulanan sebesar Rp 12 juta dari penjualan sayuran dan secara efektif mempengaruhi berbagai pemangku kepentingan, termasuk pengakuan dari Dinas Pertanian Morowali Utara dan Dinas Pertanian Morowali Utara dan kelompok hidroponik lainnya. Program pembinaan kelompok tani yang dilakukan oleh perusahaan tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan bagi masyarakat setempat, namun juga berpotensi untuk membuka peluang dan kolaborasi bagi perekonomian lokal.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/01/14/mewujudkan-pondasi-kemandirian-pangan-dan-ekonomi-melalui-pembinaan-kelompok-tani/feed/ 0 17648
Pemberdayaan Usaha Kecil hingga E-commerce di Perkebunan Sawit: Perjalanan Paguyuban Binaan Astra Agro dalam Merintis UMKM https://www.astra-agro.co.id/id/2024/12/05/pemberdayaan-usaha-kecil-hingga-e-commerce-di-perkebunan-sawit-perjalanan-paguyuban-binaan-astra-agro-dalam-merintis-umkm/ https://www.astra-agro.co.id/id/2024/12/05/pemberdayaan-usaha-kecil-hingga-e-commerce-di-perkebunan-sawit-perjalanan-paguyuban-binaan-astra-agro-dalam-merintis-umkm/#respond Thu, 05 Dec 2024 04:44:56 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=17166 Di era sosial media yang perlahan menggeser pola penjualan dari “Offline” menjadi “Online”, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berpotensi mendapatkan berkah. Setidaknya, promosi produk mereka hingga ke berbagai tempat menjadi lebih mudah dan jangkauan wilayahnya jauh lebih luas. UMKM binaan PT Perkebunan Lembah Bhakti (PT PLB), selaku anak usaha Astra Agro adalah salah satu kelompok UMKM yang melihat peluang itu. Dengan keunggulan yang dibuka dunia digital, mereka melakukan pemasaran produk melalui Whatsapp (WA). 

“Kita promosikan lewat status WA, terus beberapa juga ada yang punya facebook dan instagram. Lumayan jadi makin banyak yang pesan. Kalau mau pesan juga tinggal WA aja, kita langsung antar,” ungkap Rita Sembiring, salah satu anggota pauyuban PT PLB yang turut berkecimpung dalam usaha pembuatan kripik UMKM PT PLB. 

Salah satu produk dari UMKM PT PLB adalah keripik pisang

Ide pemasaran secara digital ini awalnya timbul akibat tantangan penjualan yang dialami oleh pelaku usaha dalam memasarkan produk-produknya ke masyarakat luar desanya. Bahkan Rita Sembiring, salah satu anggota paguyuban PT PLB, mengaku pernah keliling ke warung di desa-desa sekitar untuk menawarkan tester gratis kepada masyarakat. 

Ide kreatif dan unik kemudian muncul pada ibu-ibu kelompok paguyuban. Mereka memanfaatkan teknologi digital dan sosial media sebagai sarana promosi dan pemesanan.

Selain banyaknya permintaan yang mereka terima, Rita juga bersyukur karena tidak perlu merohoh kocek yang terlalu dalam untuk modal usahanya. “Semua bahan baku keripik diambil langsung dari kebun di desa yang juga kami tanam dan olah,” katanya. 

Catur Wibowo, selaku Assistant CSR (Corporate Social Responsibility) PT PLB mengungkapkan, kegiatan usaha ini sebagai salah satu langkahnya untuk mendorong anggota dan masyarakat desanya untuk kreatif dan semangat berbisnis meski dimulai dari bisnis kecil.

Pemberdayaan Masyarakat Dalam Bentuk Pendampingan Agrikultur Bagi Kelompok Tani Setempat

Pemberdayaan ekonomi warga lokal melalui bisnis produk UMKM tidak hanya terbatas di PT Perkebunan Lembah Bhakti (PLB), namun dapat ditemukan di seluruh anak perusahaan Astra Agro. Selain pembinaan UMKM, tim CSR perusahaan juga melakukan pemberdayaan melalui pendampingan agrikultur demi memperkuat ketahanan pangan masyarakat di sekitar konsesi perkebunan. Beberapa tanaman yang dipilih untuk dikembangkan tidak memakan proses pengolahan yang lama, sehinga dalam waktu singkat dapat menghasilkan panen. 

Tanaman tersebut meliputi buncis, kacang panjang, timun, tomat, cabai dan lainnya. Selain untuk konsumsi pribadi, sejumlah tanaman yang dipanen turut dijual ke pasar untuk pendapatan tambahan. Salah satunya adalah program Agriculutral Learning Center (ALC) yang diberdayakan untuk Suku Orang Rimba  di PT Sari Aditya Loka (SAL) melalui kelompok Suluh Rimbo Sikar dan Suluh Rimbo Air Panas. Melalui kegiatan Suluh Rimbo, suku Orang Rimba dapat tetap aktif memproduksi pangan secara mandiri dan berkontribusi dalam memperkuat ketersediaan pangan bagi masyarakat setempat. 

Budidaya Peternakan.

Selain budidaya pertanian, masyarakat setempat juga mendapatkan pembinaan dalam budidaya peternakan ayam dan perikanan. Salah satunya adalah upaya dan bantuan Tim CSR PT Pasangkayu, seperti pembersihan kandang ayam, pemberian pakan berkualitas, pemberian air minum untuk pemenuhan nutrisi, perbaikan ventilasi untuk menjaga kualitas udara, pemberian vaksin dan vitamin dengan melibatkan dokter hewan dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Pasangkayu. 

Sementara itu untuk budidaya perikanan, masyarakat setempat juga mendapatkan pembinaan dalam budidaya perikanan, seperti pemberdayaan ikan lele untuk kelompok suku Bunggu yang bermukim di sekitar wilayah PT Pasangkayu. Hasil dari peternakan yang telah dipanen dapat membantu kelompok masyarakat untuk memenuhi gizi harian, terutama bagi mereka yang tinggal jauh dari laut. 

Kehadiran perkebunan sawit seperti Astra Agro tidak hanya menghidupkan industri kelapa sawit di suatu daerah, namun juga membangun kemandirian ekonomi masyarakat setempat melalui pembinaan usaha UMKM. Dengan memberikan pelatihan, akses permodalan, dan pengembangan jaringan pemasaran, UMKM dapat menjadi pilar penting dalam mendiversifikasi sumber penghasilan di sekitar perkebunan.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2024/12/05/pemberdayaan-usaha-kecil-hingga-e-commerce-di-perkebunan-sawit-perjalanan-paguyuban-binaan-astra-agro-dalam-merintis-umkm/feed/ 0 17166
Langkah Hijau Paguyuban PT ANA: Menghadapi Krisis Energi Dengan Transformasi Limbah Plastik Menjadi Energi Terbarukan https://www.astra-agro.co.id/id/2024/11/12/langkah-hijau-paguyuban-pt-ana-menghadapi-krisis-energi-dengan-transformasi-limbah-plastik-menjadi-energi-terbarukan/ https://www.astra-agro.co.id/id/2024/11/12/langkah-hijau-paguyuban-pt-ana-menghadapi-krisis-energi-dengan-transformasi-limbah-plastik-menjadi-energi-terbarukan/#respond Tue, 12 Nov 2024 09:42:10 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=16940 Limbah plastik telah menjadi salah satu isu lingkungan global terbesar saat ini. Selain banyaknya jumlah plastik sekali pakai yang dibuang dan memenuhi tempat, limbah plastik membutuhkan waktu 1.000 tahun untuk terurai, sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada lingkungan, mulai dari mencemari kandungan tanah hingga mengancam kehidupan biota laut. Masalah ini menuntut perhatian serius dan aksi global untuk mengurangi ketergantungan terhadap plastik sekali pakai dan memperkuat upaya daur ulang.

Bank Sampah Paguyuban Karya Lestari yang beroperasi di Afdeling Alfa PT Agro Nusa Abadi (PT ANA) melihat permasalahan tersebut sebagai peluang. Mereka mengubah limbah plastik domestik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM). Egi Erlangga, karyawan PT ANA yang bertugas sebagai operator penyulingan limbah plastik menjelaskan mengenai proses konversi sampah plastik menjadi bahan bakar minyak. 

Ia mengatakan semua jenis plastik yang telah terkumpul di bank sampah dimasukkan ke dalam alat penyulingan yang melalui dua tahap penampungan uap panas. “Dari situ, uap panas dialirkan melalui pipa menuju alat pendingin, hingga akhirnya menghasilkan dua jenis bahan bakar, yaitu minyak tanah dan bensin sekelas premium,” terang Egi.

BBM hasil penyulingan limbah botol plastik oleh Paguyuban Karya Lestari

Melalui proses penyulingan yang sederhana, satu kilogram limbah botol plastik dapat menghasilkan hingga setengah liter minyak yang menyerupai minyak tanah. Sementara itu, limbah plastik lain seperti shampo sachet dan produk serupa, dapat diolah menjadi sekitar 300 mililiter minyak.

Tidak hanya mengolah limbah plastik, Paguyuban Karya Lestari juga melakukan daur ulang limbah organik menjadi briket, yakni bahan bakar padat yang terbuat dari bahan organik. Briket-briket hasil olahan limbah organik domestik yang dikumpulkan di bank sampah dapat digunakan warga sebagai pengganti gas elpiji untuk kebutuhan memasak. Selain itu, briket ini juga telah dijual ke rumah makan terdekat untuk bahan bakar dapur, sehingga dapat menjadi penghasilan untuk warga paguyuban. 

Kumpulan briket hasil dari pengolahan sampah organik
Seorang wanita anggota paguyuban sedang menyalakan kompor dengan bahan bakar briket olahan sampah organik
Bahan baku sampah organik untuk pembuatan briket berasal dari bank sampah paguyuban

“Beberapa instansi pemerintahan telah mengunjungi Paguyuban Karya Lestari untuk melihat aplikasi pengolahan limbah plastik dan organik menjadi energi terbarukan. Sistem pengolahan sampah organik menjadi briket ini rencananya akan direplikasi dan diterapkan untuk beberapa di Morowali Utara,” ujar Gunawan selaku Asisten Afdeling Alfa PT ANA. Gunawan menjelaskan bahwa selain melestarikan lingkungan, proyek daur ulang limbah dari PT ANA dapat menjadi inspirasi untuk sumber pendapatan masyarakat sekitar.  

Upaya pengolahan limbah plastik dari sampah domestik tidak hanya dilakukan oleh PT ANA, namun juga oleh berbagai paguyuban Astra Agro dapat ditemukan fasilitas bank sampah dimana limbah diolah menjadi benda yang lebih bermanfaat. Salah satu contohnya adalah PT GSIP (Gunung Sejahtera Ibu Pertiwi) dengan inovasi pembuatan Ecobrick, sebagai fondasi untuk pembuatan gapura paguyuban dan kerajinan tangan. 

Sebagai perusahaan yang menjunjung tinggi keberlanjutan, Astra Agro selalu berupaya untuk menerapkan pengelolaan limbah baik dari proses bisnis (waste management) hingga level paguyuban. Dalam proses bisnis, perusahaan secara bertahap mengurangi penggunaan energi tak terbarukan dengan cara melakukan substitusi dengan sumber energi baru terbarukan (EBT). Pengolahan limbah yang dilakukan oleh paguyuban Astra Agro sejalan dengan Sustainability Aspiration Value “Public Contribution” dalam pelestarian lingkungan dan “People” untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Upaya pengolahan limbah oleh paguyuban dari anak-anak perusahan Astra Agro menunjukkan bahwa upaya melestarikan lingkungan tidak harus dimulai dari hal besar, namun justru dapat dimulai dari lingkup yang kecil seperti paguyuban. 

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2024/11/12/langkah-hijau-paguyuban-pt-ana-menghadapi-krisis-energi-dengan-transformasi-limbah-plastik-menjadi-energi-terbarukan/feed/ 0 16940