Kesehatan Masyarakat – Astra Agro Lestari https://www.astra-agro.co.id Prosper with the Nation Tue, 18 Nov 2025 02:25:40 +0000 id-ID hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.8.13 174751122 Menumbuhkan Kehidupan dari Komunitas: Cerita Paguyuban Terbaik Astra Agro 2025 https://www.astra-agro.co.id/id/2025/11/17/menumbuhkan-kehidupan-dari-komunitas-cerita-paguyuban-terbaik-astra-agro-2025/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/11/17/menumbuhkan-kehidupan-dari-komunitas-cerita-paguyuban-terbaik-astra-agro-2025/#respond Mon, 17 Nov 2025 08:53:27 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=21440 Di tengah hiruk pikuk aktivitas di perkebunan, terdapat ruang-ruang hangat yang memupuk kehidupan di dalamnya. Ruang di mana para karyawan dan keluarga besar PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) tumbuh bersama, dan menebar manfaat bagi sekitar. Di sinilah para komunitas inspiratif lahir dan berkembang. Kerap dikenal dengan nama paguyuban, namun maknanya lebih dari sekedar perkumpulan manusia semata. Namun sebuah rumah yang melahirkan nilai kemanusiaan, membangun kepedulian serta menumbuhkan kemandirian yang berkelanjutan. 

Paguyuban Kencana Lestari

Di lingkungan PT Gunung Sejahtera Puti Perdana (GSPP), Kalimantan Tengah, tumbuh sebuah komunitas yang seindah namanya: Paguyuban Kencana Lestari. Di bawah kepemimpinan Dimas Saputra selaku Ketua Paguyuban, mereka menghidupkan semangat kebersamaan dan tanggung jawab sosial yang kuat.

Paguyuban ini berdiri di atas semangat sederhana, saling peduli dan berkembang bersama. Berbagai program unggulan mereka menjadi bukti nyatanya. Program Zero Accident dan Safety Agent, misalnya, bukan hanya slogan keselamatan kerja, tetapi budaya hidup. 

“Keselamatan mulai dari rumah.” menjadi jargon mereka. Dengan menganut sistem Triple S, yakni Sebelum, Saat, dan Sesudah bekerja, bagi mereka keselamatan adalah karakter, bukan kewajiban.

Di sela rutinitas, mereka juga menghidupkan nilai budaya, melalui Siskamling Temu Paguyuban, warga memperkuat rasa aman dan solidaritas. Sementara kesenian kuda lumping menjadi ruang ekspresi budaya yang mengakar, menyatukan warga lintas generasi dalam semangat gotong royong.

Kemandirian ekonomi pun menjadi pilar penting. Melalui UMKM Mandiri, warga memproduksi jamu, nasi tiwul, dan keripik singkong, serta mengelola layanan pangkas rambut secara kemitraan. Serta di bidang lingkungan, program Biopori menjadi simbol kepedulian terhadap bumi, berjalan beriring dengan TPA Keagamaan yang memperkuat moral dan spiritual warga.

Paguyuban ini menjadi cermin nyata bagaimana nilai-nilai 4 pilar tanggung jawab sosial kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan hidup dari rumah ke rumah.

Paguyuban Hidup Baru

Sementara itu, di Desa Laburan, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, berdiri Paguyuban Hidup Baru, komunitas yang benar-benar hidup sesuai namanya. Di bawah naungan PT Borneo Indah Marjaya (BIM), paguyuban ini mengajarkan bagaimana sinergi dan keberlanjutan bisa menjadi rumah bersama.

Paguyuban ini mengedepankan tiga pilar utama: Selamat, Sehat, dan Hijau. Melalui agen safety, ronda malam rutin, dan rambu-rambu keselamatan, mengacu pada komitmen yang sama bahwa menanamkan kesadaran tentang keselamatan bukan hanya urusan kerja, tapi gaya hidup.

Di bidang kesehatan, mereka menjalankan Posyandu warga, jumantik aktif, serta program Ready to Work (RTW) yang membiasakan warga menjaga kebugaran sebelum bekerja. Tidak berhenti di sana, kegiatan olahraga bersama dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) menjadikan paguyuban ini tempat belajar hidup sehat yang nyata.

Hal yang paling membanggakan adalah program Bank Sampah pada Paguyuban Hidup Baru, yang telah berjalan sejak 2021. Program ini bukan hanya mengubah sampah menjadi sumber ekonomi, tetapi juga mengajarkan warga tentang tanggung jawab terhadap lingkungan. Bank sampah ini bahkan telah bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kalimantan Timur dan meraih penghargaan Proklim tingkat provinsi.

Di sela aktivitas lingkungan, warga juga mengembangkan UMKM Paguyuban Mandiri seperti keripik pisang, jamu, dan kerajinan tangan. Semua keuntungan dikembalikan untuk kepentingan bersama. Paguyuban Hidup Baru telah menghadirkan kehidupan baru yang sehat dalam kebiasaan, hijau dalam harmoni, dan mandiri dengan hati.

Paguyuban Hotel Berseri

Dari tanah Kalimantan menuju tanah Riau, Paguyuban Hotel Berseri yang menjadi binaan dan bimbingan PT Kimia Tirta Utama (KTU) juga tak kalah memancarkan semangat kebersamaan yang cerah seperti namanya yakni Berseri. Dengan visi menciptakan lingkungan yang “hijau, guyub, sehat, selamat, dan produktif,” mereka membangun harmoni antara warga, alam, dan perusahaan.

Paguyuban ini berdiri kokoh di atas empat pilar: Sehat, Selamat, Hijau, dan Sejahtera. Melalui program Hotel Berseri Sehat, mereka menjaga kesehatan warga lewat Posyandu Anggrek, apotek hidup, dan senam ibu-ibu setiap minggu. Fitness center juga hadir untuk meningkatkan kesehatan fisik sekaligus menjadi usaha produktif bagi paguyuban.

Dalam pilar Selamat, budaya Safety Culture diterapkan konsisten, dengan Tugu Komitmen Keselamatan, pemeriksaan APD rutin, dan program Ready to Work. Berkat disiplin tinggi ini, PT KTU berhasil mempertahankan predikat Zero Accident hingga 2025.

Tak mau ketinggalan, pilar Hijau juga menjadi program yang menjadi perhatian, dengan dijalankan bersama kreativitas warga. Melalui inovasi LIMBAH (Lihat, Inisiatif, Manfaatkan, Buat, dan Hadirkan solusi), galon bekas disulap jadi pot tanaman, ban bekas jadi pagar dan monumen, serta sampah organik diolah jadi pupuk kompos. Lingkungan pun menjadi taman yang hidup dan indah.

Di pilar terakhir yaitu Sejahtera, warga memberdayakan diri melalui usaha jual beli ternak kambing, budidaya ikan lele, produksi serbuk jahe, serta warung hidup yang menyediakan sayur segar hasil kebun. Semua kegiatan ini bukan hanya meningkatkan kesejahteraan, tapi juga memperkuat ikatan sosial antar warga.

Tiga paguyuban ini, Kencana Lestari, Hidup Baru, dan Hotel Berseri, mewakili wajah sejati keberlanjutan di Astra Agro. Mereka menanam nilai-nilai kemanusiaan di setiap langkah, mengelola lingkungan dengan hati, dan menumbuhkan ekonomi melalui kebersamaan.

Sebagai bukti nyata dari dedikasi dan kerja keras tersebut, ketiga paguyuban ini berhasil menjadi tiga terbaik dalam ajang Inovasi Astra Agro (Innovagro) Lomba Paguyuban 2025. 

Sebuah pengakuan atas semangat kebersamaan, kreativitas, dan kepedulian yang tumbuh dari sebuah  komunitas.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/11/17/menumbuhkan-kehidupan-dari-komunitas-cerita-paguyuban-terbaik-astra-agro-2025/feed/ 0 21440
Dari Tangan Kecil untuk Bumi, Gerakan Hijau Astra Agro di Kalimantan https://www.astra-agro.co.id/id/2025/10/02/dari-tangan-kecil-untuk-bumi-gerakan-hijau-astra-agro-di-kalimantan/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/10/02/dari-tangan-kecil-untuk-bumi-gerakan-hijau-astra-agro-di-kalimantan/#respond Thu, 02 Oct 2025 03:47:16 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=21237 Di tengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap krisis lingkungan, khususnya polusi plastik, entitas usaha PT Astra Agro Lestari Tbk. (Astra Agro) di Kalimantan menunjukkan bahwa solusi bisa lahir dari tempat-tempat sederhana—dari halaman sekolah, botol-botol bekas, hingga tangan mungil para siswa.

Inisiatif inspiratif datang dari wilayah berbeda di Kalimantan, namun berangkat dari semangat yang sama yakni membangun kesadaran lingkungan sejak dini dan menjadikan sampah bukan lagi masalah, melainkan sumber kehidupan baru.

Tiga anak usaha Astra Agro di Kalimantan Timur, PT Sumber Kharisma Persada (SKP), PT Cipta Narada Lestari (CNL), dan PT Karyanusa Ekadaya (KED) yang menggandeng sekolah-sekolah binaan dalam menumbuhkan karakter cinta lingkungan. 

Mengusung tema “Hentikan Polusi Plastik”, peringatan ini menjadi ajang memperkuat komitmen bersama pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat terhadap pelestarian lingkungan. Tak hanya pamer kebijakan, kegiatan ini turut diisi lomba-lomba lingkungan, edukasi pengelolaan sampah, hingga penandatanganan Deklarasi Komitmen Sampah di tingkat RT.

Puncaknya, SD Kharisma Persada, SD Astra Agro Lestari School, dan SMP Karya Nusa Lestari berhasil meraih predikat Sekolah Adiwiyata Kabupaten pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 di Kutai Timur.

Poniso Suryo Renggono, Asisten Pemerintahan dan Kesra yang hadir mewakili Bupati Kutai Timur, menyampaikan rasa bangganya kepada semua pihak yang telah berkontribusi termasuk kepada seluruh entitas Astra Agro di Kalimantan yang turut mendukung pemerintah daerah untuk menjadikan lingkungan berkelanjutan. 


“Dukungan pemerintah bukan hanya tertulis di kebijakan, tapi juga diwujudkan lewat aksi nyata bersama. Kesadaran kita bersama adalah pondasi untuk menjaga lingkungan hidup kita,” ujarnya dengan penuh semangat.

Bagi Astra Agro predikat Adiwiyata menjadi bukti bahwa impian besar bisa dimulai dari kebiasaan kecil. “Kami mendidik anak-anak bukan hanya untuk cerdas, tapi juga berkarakter, peduli, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Ini identitas yang akan terus kami jaga,” ujar sang kepala sekolah, Furwandi, penuh bangga.

Di balik kiprah sekolah-sekolah ini, ada peran besar PT SKP, PT CNL, dan PT KED yang menjadi motor penggerak, sejalan dengan implementasi Surat Edaran Menteri LHK RI Nomor 5 Tahun 2025 tentang pengurangan polusi plastik.

Namun, keberhasilan ini bukanlah hasil instan. Ada kerja keras guru-guru yang dengan sabar mengajarkan cara memilah sampah, murid-murid yang riang menanam pohon di halaman sekolah, hingga para orang tua yang ikut menjaga lingkungan di sekitar rumah.

Bagi anak-anak, menjaga bumi tak lagi terdengar sebagai konsep rumit. Ia menjadi keseharian: membawa botol minum pribadi, mengumpulkan plastik bekas untuk didaur ulang, menanam sayuran di pot daur ulang, hingga menjaga kebersihan kelas dan halaman sekolah.

Komitmen serupa juga dijalankan oleh PT Subur Agro Makmur (PT SAM), anak perusahaan AAL di Kalimantan Selatan, meluncurkan program kreatif “Menyulap Sampah Plastik Menjadi Hidroponik”. Bekerjasama dengan TK Negeri Pembina Daha Selatan, program ini tidak hanya mendukung Lomba Sekolah Sehat, tetapi juga mengajarkan praktik waste-to-value secara langsung kepada siswa, guru, dan orang tua.

Dalam kegiatan ini, botol-botol plastik bekas disulap menjadi instalasi hidroponik yang menumbuhkan sayuran segar. Anak-anak pun belajar bahwa limbah yang mereka hasilkan sehari-hari ternyata bisa menjadi “rumah” bagi tanaman yang bermanfaat.

Inisiatif ini mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat. “Ini bukan sekadar proyek, tapi investasi masa depan,” ujar Yeni Kusuma Ahmad Yani, Ketua PKK Kecamatan Daha Selatan.

 

Tidak berhenti di konsep, PT SAM juga turut dalam pendampingan langsung: mulai dari proses pemilahan sampah, perancangan instalasi hidroponik, hingga penyuluhan kepada siswa serta orang tua. Pendekatan ini menjadikan sekolah bukan sekadar tempat belajar, tapi juga laboratorium kecil kreativitas lingkungan.

Kepedulian anak usaha Astra Agro terhadap pengelolaan sampah plastik di Kalimantan menunjukkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil dan konsisten. Melibatkan sekolah, komunitas, dan pemerintah, inisiatif-inisiatif ini tidak hanya mengurangi timbunan sampah, tetapi juga menanamkan karakter peduli lingkungan kepada generasi muda.

Astra Agro memiliki komitmen terhadap pengelolaan sampah yang berkelanjutan, hal tersebut diwujudkan melalui berbagai program dan kegiatan. Termasuk dalam mengurangi dampak lingkungan dari sampah serta melibatkan masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis 5R (reduce, reuse, recycle, refine, dan repair). Selain itu Astra Agro melalui anak usahanya kerap aktif dalam program bina lingkungan dan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah. 

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/10/02/dari-tangan-kecil-untuk-bumi-gerakan-hijau-astra-agro-di-kalimantan/feed/ 0 21237
Posyandu Binaan Sebagai Garda Terdepan Pencegahan Stunting https://www.astra-agro.co.id/id/2025/01/24/posyandu-binaan-sebagai-garda-terdepan-pencegahan-stunting/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/01/24/posyandu-binaan-sebagai-garda-terdepan-pencegahan-stunting/#respond Fri, 24 Jan 2025 09:20:08 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=17786 Isu stunting telah menjadi perhatian nasional karena bisa menghalangi target generasi emas 2045. Astra Agro dengan semangat “Sejahtera Bersama Bangsa” tengah berupaya membantu pemerintah dalam mewujudkan visi pemuda-pemudi Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing tinggi. 

Sebagaimana diketahui, faktor geografis kerap menjadi tantangan yang menyulitkan bagi pemerataan layanan kesehatan kepada masyarakat. Sementara, kebutuhan untuk sosialisasi, sarana dan prasarana kesehatan atau tenaga ahli masih sangat minim. 

Kondisi stunting tidak hanya mempengaruhi tinggi badan anak, namun juga berdampak kepada perkembangan kognitif anak sehingga berpotensi mempengaruhi pencapaian akademik dan kualitas hidup di masa depan.

Oleh sebab itu, pencegahan stunting di area rural perlu mendapatkan perhatian khusus serta aksi nyata. Astra Agro berupaya mewujudkan visi Generasi Emas 2045, dengan mengadakan kegiatan rutin posyandu sebagai upaya perusahaan dalam memberikan layanan kesehatan dan mencegah stunting di kalangan masyarakat setempat. 

Upaya tersebut diturunkan dalam program pemberdayaan posyandu binaan di sekitar anak perusahaan Astra Agro. Selain diperuntukan bagi karyawan dan keluarga, fasilitas kesehatan posyandu juga terbuka bagi masyarakat lokal. Perusahaan mendukung upaya ini dengan memberikan makanan tambahan dan vitamin untuk memastikan kecukupan gizi. 

Astra Agro juga memberlakukan strategi jangka panjang melalui pemberdayaan kader posyandu.  Kader posyandu adalah masyarakat setempat yang bekerja secara sukarela untuk membantu implementasi program kesehatan di wilayah posyandunya. Hingga dengan tahun 2024, sebanyak 2.080 kader posyandu binaan telah mendapatkan training serta pendampingan secara intens dan Kerjasama dengan tenaga kesehatan dari Puskesmas.

Memberantas Stunting Hingga Ke Pedalaman Indonesia

Sejumlah kelompok masyarakat setempat yang bermukim di dekat perusahaan mendapatkan bantuan sarana dan prasarana perusahaan. Diantara kelompok  yang mendapatkan manfaat dari program pencegahan stunting ini adalah Orang Rimba atau Suku Anak Dalam (SAD) di wilayah Jambi serta penduduk desa Towiora dan Tinauka di Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah. Pada kuartal kedua tahun 2024, layanan posyandu menjangkau 105 balita dan 12 ibu hamil dari kelompok SAD, dengan fokus pada pemantauan pertumbuhan, perkembangan, dan kecukupan gizi. 

Seorang dokter melakukan pemeriksaan kesehatan rutin kepada anak dari Suku Anak Dalam

Untuk meningkatkan efektivitas Posyandu, di tahun 2024 perusahaan memberdayakan 30 kader Posyandu dengan memberikan insentif dan pelatihan, bekerja sama dengan Puskesmas setempat. Lalu untuk di wilayah Desa Toiwora dan Desa Tinauka, program Posyandu diimplementasikan dengan pemberian bantuan makanan tambahan dan pemeriksaan kesehatan kepada 38 ibu hamil, 146 balita, dan 82 lansia di lima Posyandu (satu unit di Desa Toiwora dan empat unit di Desa Tinauka).

Kolaborasi Dalam Program Penyuluhan

Pertunjukan cerita dongeng dengan boneka di Posyandu Dalesa, Kalimantan Tengah

Perusahaan turut melakukan kolaborasi dengan komunitas di wilayah setempat untuk menjalankan program pencegahan stunting. Salah satunya melalui kelas balita yang ditujukan untuk merangsang pertumbuhan kognitif dan motorik anak seperti yang dilakukan di Posyandu Dalesa, Desa Pandu Sanjaya, Kecamatan Pangkalan Lada, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng. 

Para balita tengah terpesona dengan kehadiran boneka yang bisa berbicara, menghidupkan cerita dongeng yang penuh warna. Kegiatan tersebut bukan hanya sekadar hiburan, tetapi bagian dari upaya besar Astra Agro untuk mengoptimalkan peran Posyandu dalam pengentasan stunting dan mendukung perkembangan anak-anak. 

“Stunting bukan hanya masalah kekurangan gizi, tapi juga memengaruhi pertumbuhan kognitif dan motorik anak. Ini adalah isu yang perlu kita hadapi bersama, karena masa depan bangsa kita, Generasi Emas 2045, dimulai dari sini,” ungkap Febriansyah selaku Community Development Astra Agro Area Kalimantan Tengah.

Di Posyandu Dalesa, Astra Agro berfokus tidak hanya pada pemberian makanan tambahan (PMT) untuk memperbaiki gizi anak-anak, tetapi juga pada aspek yang sering terlupakan, stimulasi sensorik dan motorik. Menurut Febriansyah, Posyandu yang selama ini dikenal sebagai tempat pemeriksaan kesehatan harus lebih aktif dalam memfasilitasi tumbuh kembang anak, dengan memberi perhatian pada stimulus yang memacu kemampuan anak dalam berinteraksi dengan dunia sekitarnya.

Di tengah kelas, dua perempuan dari Komunitas Sayang Anak Kobar Kampung Dongeng, Asmi dan Titi, menjadi pusat perhatian. Mereka membawa serta boneka beraneka warna, yang digunakan untuk mengenalkan anak-anak pada berbagai jenis hewan. Cerita yang dibawakan pun tidak hanya menyentuh, tetapi juga mengajak anak-anak berinteraksi aktif, merangsang otak dan motorik mereka.

Program ini bukanlah langkah pertama Astra Agro dalam mendukung kesehatan anak-anak. Sejak 2022, perusahaan yang bergerak di industri kelapa sawit ini telah mengakselerasi prinsip keberlanjutan melalui Sustainability Aspirations. Ini bukan hanya soal menjaga lingkungan, tetapi juga tentang memberi kontribusi nyata dalam menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi penerus.

Harapannya, gerakan ini bisa menular ke seluruh penjuru Indonesia, membantu mengurangi angka stunting, dan membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/01/24/posyandu-binaan-sebagai-garda-terdepan-pencegahan-stunting/feed/ 0 17786
Perkebunan Sawit yang Inklusif Dimulai dari Dukungan terhadap Peran Ibu https://www.astra-agro.co.id/id/2024/12/20/perkebunan-sawit-yang-inklusif-dimulai-dari-dukungan-terhadap-peran-ibu/ https://www.astra-agro.co.id/id/2024/12/20/perkebunan-sawit-yang-inklusif-dimulai-dari-dukungan-terhadap-peran-ibu/#respond Fri, 20 Dec 2024 02:11:00 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=17444 Dalam menciptakan lingkungan perkebunan sawit yang inksulif diperlukan fasilitas yang menunjang, terutama bagi para ibu yang bekerja maupun tinggal di sekitar perkebunan. Salah satu penyediaan fasilitas tersebut adalah Tempat Penitipan Anak (TPA) yang dapat dimanfaatkan bagi karyawan wanita yang bekerja. 

Fasilitas TPA yang tersebar di seluruh perkebunan anak perusahaan Astra Agro ini dilengkapi dengan beragam fasilitas seperti ruang bermain beserta bermacam alat permainan edukatif, halaman bermain di taman yang dilengkapi dengan arena permainan seperti ayunan, perosotan, jungkat-jungkit dan lainnya. TPA telah didesain dan dirancang sedemikian rupa guna menciptakan keamanan dan kenyamanan untuk anak-anak. 

TPA sendiri bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar anak pendidikan dini, aktivitas bermain, serta waktu istirahat yang cukup, ketika orang tua bekerja. Anak yang dapat dititipkan di TPA adalah anak berusia 1 tahun hingga usia taman kanak-kanak atau maksimal 6 tahun.

Pengasuh yang bekerja di TPA merupakan karyawan pilihan dengan kompetensi pada bidangnya, seperti guru TK yang direkrut perusahaan, perawat di poliklinik kebun (polibun) serta kader-kader posyandu setempat.

Salah satu orang tua yang merasakan manfaat dari fasilitas daycare perusahaan adalah Erlina Sari, seorang istri dari karyawan yang bekerja di PT Perkebunan Lembah Bhakti (PLB), desa Kilangan, kabupaten Aceh Singkil, provinsi Aceh. Erlina merupakan salah satu orang tua yang telah menitipkan anaknya ke TPA sejak anak keduanya Zia berusia 1,5 tahun. Bahkan dulu anak pertamanya juga ia titipkan di sana, yang saat ini usianya sudah 11 tahun. Jadi, kurang lebih sudah 13 tahun ia memanfaatkan fasilitas yang disediakan perusahaannya, berupa tempat penitipan anak, atau yang saat ini populer disebut daycare.

Erlina beserta suaminya sudah sangat percaya untuk menitipkan anaknya di TPA PT PLB sebelum berangkat kerja, dan akan menjemputnya kembali seusai bekerja. Orang tua dari dua anak ini mengaku sangat bersyukur dan terbantu dengan fasilitas TPA.

“Saya bisa membantu suami dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga berkat fasilitas TPA dari PLB, petugasnya sangat amanah, tempatnya nyaman, kedua anak saya menjadi saksi keberhasilan TPA membantu orang tua menjaga dan mendidik anak-anak, selagi orang tuanya bekerja,” ungkap Erlina.

Selain Erlina, fasilitas TPA Astra Agro juga telah membantu karyawan seperti Tina, seorang pekerja rawat yang juga merupakan seorang ibu. Saat ini anak bungsu Tina yang masih berusia dua tahun dititipkan di TPA yang difasilitasi perusahaan. 

“Saya sangat terbantu dengan fasilitas TPA yang disediakan oleh Astra Agro. TPA dari perusahaan memiliki fasilitas yang memadahi, sehingga membuat anak-anak merasa nyaman. Oleh karena itu saya tidak khawatir untuk menitipkan anak saya setiap kali berangkat kerja. 

Di sisi lain, anak kedua Tina yang sudah bersekolah di sekolah dasar binaan perusahaan juga mendapatkan fasilitas antar jemput bis sekolah gratis dari Astra Agro, sehingga mempermudah Tina dalam membagi waktu antara pekerjaan dan pekerjaan rumah.

Pemberdayaan Orang Tua Melalui Ilmu ‘Parenting’

Selain fasilitas TPA, perusahaan juga turut memfasilitasi tumbuh kembang anak dalam bentuk pembinaan untuk ilmu ‘parenting’ melalui posyandu yang ditujukan bagi para wanita di areal perkebunan. Sesi pembinaan yang berfokus pada tata cara mengasuh, membimbing dan mendidik anak yang baik dan benar merupakan langkah yang krusial dalam menciptakan generasi penerus bangsa. Salah satu wanita yang menjadi pelopor program ini adalah Lina Agustina, ibu rumah tangga yang mengintegrasikan  ilmu ‘parenting’ melalui kelas balita pada posyandu yang dibinanya. 

“Posyandu menempatkan perempuan, khususnya ibu rumah tangga yang menjadi kader sebagai garda terdepan dalam mewujudkan masyarakat yang sehat,” ungkap Febriansyah, selaku Community Development Area Manager PT Astra Agro Lestari Tbk wilayah Kalimantan Tengah.

Sebagai ibu dengan dua anak, Lina termotivasi untuk membagikan pengalaman ‘parenting’ dengan orang tua lainnya. Melalui Posyandu, dirinya mengembangkan kelas balita yang berfokus pada pengembangan kemampuan sensorik dan motorik anak yang mendukung peningkatan kecerdasan generasi bangsa.

“Intuisi seorang Ibu dalam memahami kebutuhan anak mendukung pelayanan yang paling dekat dengan masyarakat. Hal ini dituangkan dengan menciptakan program kesehatan yang interaktif dan kreatif seperti kelas balita,” ujar Lina. 

Difasilitasi PT GSIP-AMR, Posyandu Teratai menyediakan gizi seimbang setiap bulannya pada kegiatan posyandu. Menurut Lina, pengaruh tumbuh kembang anak disokong oleh pola asuh yang baik secara menyeluruh, termasuk kebutuhan gizi anak yang memerlukan pedoman gizi seimbang. Penghargaan tertinggi pun telah diraih pada Astra Festival sebagai inovasi program CSR bidang kesehatan. 

Pengadaan fasilitas TPA yang memadai serta program pembinaan ilmu parenting di perkebunan sawit merupakan langkah awal untuk membangun linkungan kerja yang inklusif, sebab fasilitas yang mendukung peran seorang ibu dapat meningkatkan partisipasi perempuan dalam dunia kerja, termasuk dalam posisi kepemimpinan.

Dengan membangun lingkungan kerja yang inklusif, perkebunan sawit dapat menjadi model keberhasilan yang mengintegrasikan kemajuan ekonomi dengan tanggung jawab sosial.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2024/12/20/perkebunan-sawit-yang-inklusif-dimulai-dari-dukungan-terhadap-peran-ibu/feed/ 0 17444
Dari Sosialisasi Hingga Aplikasi:Sepak Terjang Astra Agro dan Lovepink Berduet Mencegah Kanker Payudara https://www.astra-agro.co.id/id/2024/11/07/dari-sosialisasi-hingga-aplikasisepak-terjang-astra-agro-dan-lovepink-berduet-mencegah-kanker-payudara/ https://www.astra-agro.co.id/id/2024/11/07/dari-sosialisasi-hingga-aplikasisepak-terjang-astra-agro-dan-lovepink-berduet-mencegah-kanker-payudara/#respond Thu, 07 Nov 2024 04:38:35 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=16854 Sejak tahun 2021, PT Astra Agro Lestari Tbk dan Yayasan Daya Dara Indonesia atau yang lebih dikenal dengan nama Lovepink telah menjalin kerjasama untuk menggelar serangkaian kegiatan sosialisasi pencegahan kanker payudara bagi karyawan maupun masyarakat yang tinggal di sekitar konsesi perkebunan perusahaan. Kegiatan sosialisasi ini turut dihadiri oleh beberapa penyintas kanker payudara atau survivor dari Yayasan Lovepink.

Saat ini, 1 dari 6 orang perempuan berisiko terkena kanker payudara. Jika tidak ada tindakan preventif, di tahun 2030 diprediksi 1 dari 3 wanita akan berisiko terkena kanker payudara. Ancaman kanker payudara tidak hanya mengintai kaum wanita. Baik pria maupun wanita berpotensi terkena kanker yang umumnya baru ketahuan ketika sudah stadium tinggi. 

“Terdapat sekitar 70% penderita kanker payudara di Indonesia yang berkonsultasi ke dokter sudah stadium lanjut. Beda halnya dengan Singapura, yang tingkat kesadaran terhadap deteksi dini kanker payudara sudah sangat baik, sehingga sebagian besar pasien kanker payudaranya diketahui di stadiun awal”, ujar Ina Indrayati selaku Survivor dari Lovepink

Berangkat dari permasalahan tersebut, maka Perseroan dan Lovepink menyelenggarakan Pink Talk yang diadakan di seluruh area perusahaan Grup Astra Agro yang terletak di Pulau Sumatera,  Kalimantan dan Sulawesi. Kegiatan Pink Talk sebelumnya telah diadakan sejak tahun 2021 secara daring dan disiarkan ke seluruh anak perusahaan Astra Agro via Zoom. Namun di era pasca pandemi, kegiatan Pink Talk mulai diadakan secara offline. Salah satu kegiatan Pink Talk yang baru saja dilaksanakan di tahun 2024 berlokasi di Sulawesi. 

Sesi penyuluhan online mengenai langkah pencegahan kanker payudara di salah satu anak perusahaan Astra Agro
Penyuluhan pencegahan kanker payudara untuk siswi di sekolah binaan Astra Agro

PT Mamuang bekerja sama dengan Yayasan Daya Dara Indonesia (LovePink) melaksanakan kegiatan sosialisasi deteksi dini pencegahan kanker payudara yang dibuka langsung oleh Bupati Pasangkayu, H. Yaumil Ambo Djiwa pada Kamis, 12/9/2024. 

Beragam peserta mulai dari karyawan, istri karyawan, tenaga kesehatan, penduduk asli setempat, pejabat serta pegawai instansi pemerintahan turut mengahadiri acara PinkTalk di PT Mamuang (September 2024)

Kepala Poliklinik Kebun PT Lestari Tani Teladan (LTT), dr. Lydia yang bertugas sebagai moderator dalam kegiatan tersebut mengungkapkan masih banyaknya stigma negatif pada penderita kanker payudara di kalangan masyarakat pedalaman, seperti aib yang mengarah kepada judgment terhadap perbuatan penderita di masa lalu.

Keengganan pasien dalam memeriksakan diri menjadi penyebab keterlambatan penanganan kanker payudara yang seharusnya bisa dicegah berkembang ke tahap lanjut.

Aplikasi Breasties

Melalui LovePink Breasties App para pengguna dapat mengikuti arah petunjuk untuk deteksi dini kanker payudara

Selain sosialisasi pencegahan kanker payudara, Astra Agro dan Lovepink juga turut bekerjasama dengan membuat aplikasi yang diberi nama Breasties 2.0. Informasi dan fitur aplikasi Breasties 2.0 disediakan agar user semakin teredukasi dan peduli terhadap risiko terkena kanker payudara. Bresties 2.0 juga rutin memberikan notifikasi mengenai kapan waktu untuk melakukan SADARI atau periksa payudara sendiri. Ada juga informasi yang tersedia melalui fitur tanya jawab.

“Ini bisa menjadi proof point, bahwa perusahaan ingin menerapkan gaya hidup sehat sebagai bagian penting dari menghargai hak dan kesehatan para pekerja, terutama bagi pekerja perempuan,” ujar Santosa selaku CEO PT Astra Agro Lestari Tbk. 

Aplikasi Breasties 2.0 ini juga diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat dan karyawan mengenai bahaya kanker payudara.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2024/11/07/dari-sosialisasi-hingga-aplikasisepak-terjang-astra-agro-dan-lovepink-berduet-mencegah-kanker-payudara/feed/ 0 16854