Keanekaragaman Hayati – Astra Agro Lestari https://www.astra-agro.co.id Prosper with the Nation Wed, 31 Dec 2025 02:19:18 +0000 id-ID hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.8.13 174751122 Astra Agro Gandeng CTSS IPB Gelar Training di STN Tingkatkan Kapasitas Pengelolaan Keanekaragaman Hayati https://www.astra-agro.co.id/id/2025/11/21/astra-agro-gandeng-ctss-ipb-gelar-training-di-stn-tingkatkan-kapasitas-pengelolaan-keanekaragaman-hayati/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/11/21/astra-agro-gandeng-ctss-ipb-gelar-training-di-stn-tingkatkan-kapasitas-pengelolaan-keanekaragaman-hayati/#respond Fri, 21 Nov 2025 06:35:40 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=21522 PT Astra Agro Lestari Tbk. (Astra Agro) kembali memperkuat komitmennya dalam pengelolaan kawasan High Conservation Value (HCV), keanekaragaman hayati, dan ekosistem alami dengan menggelar training Biodiversity and Ecosystem Sustainability di PT Sukses Tani Nusasubur (STN) berkolaborasi bersama Center for Transdisciplinary and Sustainability Sciences (CTSS) IPB University.

“Perusahaan menunjukkan kesungguhan yang luar biasa untuk benar-benar menjaga kawasan,” kata Dosen IPB University sekaligus Direktur CTSS IPB University, Prof. Damayanti Buchori, Ph.D, M.Sc usai acara yang dilengkapi dengan kunjungan lapangan melihat program konservasi perusahaan.

Menurut Prof. Damayanti, area konservasi yang dipertahankan perusahaan bahkan lebih luas dibandingkan area yang dibuka untuk perkebunan sawit.

Langkah itu, menurutnya mencerminkan penerapan sustainable landscape yang berjalan baik.

“Cara mereka menjaga landscape-nya itu impressive,” ujar Prof. Damayanti, tampak bangga dengan langkah dan keseriusan PT STN menjaga lingkungan bernilai konservasi tinggi.

Training strategis yang diselenggarakan September lalu ini sendiri ditujukan untuk meningkatkan kompetensi teknis dan koordinasi implementasi konservasi di lanskap perkebunan.

Kegiatan diikuti 25 peserta dari berbagai entitas Astra Group, termasuk PT Astra International Tbk, PT Pamapersada Nusantara, PT Energia Prima Nusantara, PT United Tractors, PT Agincourt Resources, serta anak perusahaan AAL.

Saat melakukan peninjauan lapangan para peserta diajak melihat bagaimana perusahaan memelihara kawasan karst dan gua-gua secara aktif, termasuk melakukan perawatan yang membutuhkan biaya besar. 

Ia mengungkapkan bahwa hasil rapid biodiversity assessment menunjukkan kekayaan hayati yang luar biasa, mulai dari populasi beruk yang kuat hingga kupu-kupu dan burung yang masih mudah dijumpai di sekitar area konservasi.

Selain melibatkan IPB, kegiatan juga melibatkan Dosen University of Vienna, Prof. Dr. Christian Hansjoachim Schulze dan Dosen IPB University, Prof. Dr. Ir. Mirza Dikari Kusrini, M.Si, serta tim ahli dari IPB University lainnya.

Mereka pun memberikan pendalaman ilmiah, bimbingan teknis identifikasi spesies, serta penilaian terhadap metode pengumpulan data lapangan, pengolahan data berdasarkan kaidah ilmiah.

Vice President Sustainability Astra Agro, Susila Darma Wati, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian penting dari penguatan sistem keberlanjutan perusahaan.

“Pelatihan Biodiversity ini kami selenggarakan sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam memenuhi standar keberlanjutan, yang menekankan pentingnya penguatan pengelolaan kawasan High Conservation Value (HCV),keanekaragaman hayati, da nekosistem alamidi seluruh wilayah operasional,” ujar Susi

Baginya, pelaksanaan pelatihan merupakan tindak lanjut 5 Years Action Plan (5YAP) serta langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas tim sustainability dalam mengelola dan mengevaluasi efektivitas program konservasi.

Ia mengungkapkan, program ini juga mendukung implementasi Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) yang menekankan pentingnya penguatan kapasitas dan kolaborasi lintas sektor, termasuk peran sektor swasta dalam menjaga keberlanjutan keanekaragaman hayati.

Sumber: Tribun News Kaltim

Penafian

Artikel ini mungkin berisi materi ber hak cipta, yang penggunaannya mungkin tidak diizinkan oleh pemilik hak cipta. Materi ini disediakan dengan tujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan. Materi yang terdapat dalam situs web Astra Agro didistribusikan tanpa mencari keuntungan. Jika Anda tertarik untuk menggunakan materi yang memiliki hak cipta dari materi ini dengan alasan apapun yang melampaui ‘penggunaan wajar’, Anda harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari sumber aslinya

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/11/21/astra-agro-gandeng-ctss-ipb-gelar-training-di-stn-tingkatkan-kapasitas-pengelolaan-keanekaragaman-hayati/feed/ 0 21522
Dukung program green policing, PT TPP bersama Polsek Lirik gelar penanaman pohon https://www.astra-agro.co.id/id/2025/11/20/dukung-program-green-policing-pt-tpp-bersama-polsek-lirik-gelar-penanaman-pohon/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/11/20/dukung-program-green-policing-pt-tpp-bersama-polsek-lirik-gelar-penanaman-pohon/#respond Thu, 20 Nov 2025 06:26:00 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=21519 Rengat (ANTARA) – Polsek Lirik bersama PT Tunggal Perkasa Plantations (TPP), perusahaan perkebunan kelapa sawit anak usaha PT Astra Agro Lestari Tbk melaksanakan kegiatan penanaman pohon dan sosialisasi di Sekolah Menengah Pertama Swasta (SMPS) Tunggal Lestari, Kamis.

Kegiatan yang digelar dalam rangka mendukung program green policing Kapolda Riau sekaligus menyambut “Hari Pohon Nasional”yang diperingati setiap 21 November.

Kegiatan itu, dipimpin oleh Kapolsek Lirik, AKP Novris H. Simanjuntak dihadiri beberapa pihak terkait.

“Terima kasih kepada PT Tunggal Perkasa Plantations dan SMPS Tunggal Lestari yang telah melaksanakan kegiatan ini dan mendukung program Kapolda Riau,” kata Kapolsek Lirik.

Ia mengatakan, dengan realisasi kegiatan Polda Riau itu memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi semua pihak.

Melalui penanaman pohon bersama, tentu dengan harapan lingkungan semakin hijau dan lestari.

Bahkan, memberikan manfaat bagi masyarakat, menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan di masa mendatang.

Pada kesempatan itu, Administratur PT TPP, Victor Aybund menyebutkan, kegiatan itu sebagai langkah positif dalam membangun kesadaran peduli lingkungan.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Polsek Lirik yang tidak hanya berfokus pada keamanan, tetapi juga aktif mendorong kesadaran lingkungan dan pendidikan karakter bagi pelajar,” ujar Victor.

Ia menegaskan, sebagai bagian dari PT Astra Agro Lestari Tbk, PT TPP memiliki komitmen kuat dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan masyarakat.

Kolaborasi positif sebaiknya dapat terus berlanjut dan memberikan dampak baik bagi generasi muda, khususnya di wilayah Indragiri Hulu.

Sebab, kegiatan itu menghadirkan potret sinergi yang nyata antara kepolisian, pemerintah, dunia pendidikan, dan perusahaan.

Serta mewujudkan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang hijau, aman, sehat dan berdaya sebagai investasi jangka panjang bagi Inhu.

Untuk diketahui, turut hadir dalam momen tersebut, Camat Lirik, Kepala Desa Sungai Sagu, Administratur PT TPP, CDO PT TPP, Asisten CSR PT TPP, para siswa SMPS Tunggal Lestari, Polisi Cilik, hingga duta konservasi sekolah.

Setelah penanaman pohon, rangkaian acara berlanjut dengan sosialisasi tentang bahaya bullying, penyalahgunaan narkoba dan pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas serta tiga isu sosial yang erat dengan kehidupan generasi muda. ***

Sumber: riau.antaranews.com

Penafian

Artikel ini mungkin berisi materi berhak cipta, yang penggunaannya mungkin tidak diizinkan oleh pemilik hak cipta. Materi ini disediakan dengan tujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan. Materi yang terdapat dalam situs web Astra Agro didistribusikan tanpa mencari keuntungan. Jika Anda tertarik untuk menggunakan materi yang memiliki hak cipta dari materi ini dengan alasan apapun yang melampaui ‘penggunaan wajar’, Anda harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari sumber aslinya

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/11/20/dukung-program-green-policing-pt-tpp-bersama-polsek-lirik-gelar-penanaman-pohon/feed/ 0 21519
Ganoderma: Si Pembunuh Dalam Senyap di Kebun Sawit https://www.astra-agro.co.id/id/2025/09/18/ganoderma-si-pembunuh-dalam-senyap-di-kebun-sawit/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/09/18/ganoderma-si-pembunuh-dalam-senyap-di-kebun-sawit/#respond Thu, 18 Sep 2025 07:34:55 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=21158 Di balik hijaunya hamparan perkebunan kelapa sawit, tersembunyi ancaman mematikan yang mengintai dari bawah tanah. Ia bukan hama yang merusak daun-daun atau cuaca ekstrem yang menghambat proses penyerbukan, melainkan jamur Ganoderma Boninense. Diam-diam, cendawan itu menyerang akar, merambat sampai ke batang, dan membuat pohon sawit keropos dari dalam hingga roboh tak berdaya.

Ganoderma bukanlah jamur biasa, karena organisme itu penyebab utama penyakit busuk pangkal batang serta menjadi penyakit paling merusak pada tanaman kelapa sawit. Gejala awal dari penyakit ini biasanya seperti daun menguning, pelepah menjadi menggantung, dan pertumbuhan tanaman melambat. Kemudian jamur ini mulai menyebar melalui jaringan batang, hingga akhirnya tanaman akan mati secara perlahan.

Ganoderma mampu membunuh tanaman kelapa sawit dengan relatif cepat sehingga total populasi tanaman per hektar (SPH) akan turun drastis dan mengakibatkan penurunan produksi TBS yang signifikan. Penyakit busuk pangkal batang akibat Ganoderma adalah realita pahit yang menjadi risiko para petani dan perusahaan sawit dalam beberapa tahun terakhir.

Mengapa Penyebaran Ganoderma Sulit Dikendalikan?

Ganoderma itu seperti kanker bagi kelapa sawit, ia menyebar secara sistemik melalui tanah dan akar. Begitu tanaman terinfeksi, hampir mustahil untuk disembuhkan. Di sisi lain, infeksi oleh Ganoderma juga sulit dideteksi karena jamur ini menyerang ke pangkal batang yang berada dalam tanah.

Faktor kondisi perkebunan yang hangat dan lembap menyebabkan jamur ini tumbuh dengan subur hampir di seluruh wilayah yang menjadi sentra produksi kelapa sawit di Indonesia. Sehingga jika tidak dicegah sejak dini, Ganoderma dapat memengaruhi produktivitas perkebunan kelapa sawit, baik milik rakyat maupun yang dikelola oleh perusahaan. Satu pohon yang roboh bisa memberikan efek domino ke pohon-pohon lainnya bahkan ke seluruh areal perkebunan. Alhasil, risiko kerugian yang diderita juga terbilang besar serta dapat membahayakan kelangsungan perkebunan dalam jangka panjang.

Kerugian akibat Ganoderma bukan sekadar persoalan teknis perkebunan. Bagi petani sawit, penurunan produktivitas berarti berkurangnya penghasilan harian, yang langsung memengaruhi kesejahteraan penghidupan. Sementara bagi perusahaan perkebunan, kerugian produksi bisa mencapai jutaan ton TBS per tahun, yang berdampak pada rantai pasok, tenaga kerja, hingga kontribusi terhadap ekonomi lokal.

Dengan demikian, Ganoderma bukan hanya ancaman biologis, melainkan juga ancaman sosial dan ekonomi. Jika tidak dikendalikan, penyakit ini berpotensi melemahkan sektor strategis kelapa sawit yang selama ini menjadi salah satu penopang devisa negara dan sumber penghidupan jutaan orang.

Inovasi Astra Agro Tangkal Penyebaran Ganoderma Melalui Bibit Unggul

Penyebaran Ganoderma yang meresahkan industri mendapatkan perhatian khusus oleh PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro). Hal tersebut yang mendasari tim Research and Development (R&D) Astra Agro menganggap perlu memperbaharui varietas unggul sebelumnya dengan menambahkan keunggulan yang tahan terhadap Ganoderma.Astra Agro melakukan riset yang mendalam terhadap jamur yang menggerogoti tanaman kelapa sawit. Setelah melakukan berbagai macam pengujian, riset serta pengembangan, Astra Agro berhasil menghasilkan tiga varietas bibit unggul sawit terbaru yang tahan terhadap penyakit Ganoderma.

Ketiga varietas tersebut diberi nama DxP AAL Nirmala MRG, DxP AAL Lestari MRG, DxP AAL Sejahtera MRG. Astra Agro merilis ketiga varietas baru ini setelah dinyatakan lulus Sidang Pelepasan Varietas Tanaman Perkebunan oleh Direkorat Jenderal Perkebunan di Bogor, Kamis 16 Mei 2025. Keunggulan paling utama dari varietas teranyar ini adalah moderat resisten atau tahan terhadap penyakit busuk pangkal batang yang disebabkan oleh cendawan Ganoderma.

Keunggulan lainnya yang tidak kalah penting adalah mencegah masalah partenokarpi atau kerap disebut dengan buah kempet. Menariknya lagi bahwa tiga varietas terbaru ini tidak akan menghasilkan buah kempet, sehingga berpengaruh positif terhadap produktivitas yang dihasilkan.Demikian pula dengan sex ratio atau perbandingan bunga betina dengan total bunga yang ada. Sex ratio pada varietas terbaru ini cukup seimbang yakni sekitar 75% – 88% hal ini mampu mendukung penyerbukan secara alamiah di lapangan tanpa bantuan secara manual.

Meskipun memiliki keunggulan yang baru, tiga varietas ini tetap memiliki keunggulan-keunggulan pada varietas sebelumnya seperti produksi tandan buah segar (TBS) dan kandungan minyak yang lebih banyak. Sebagai informasi, total bibit yang dimiliki oleh Astra Agro mencapai 6 jenis. Sebelumnya pada 2020 Astra Agro telah berhasil menciptakan tiga varietas andalan untuk mendukung daya saing dan produktivitas kebun sawit yang diberi nama AAL Lestari, AAL Sejahtera, dan AAL Nirmala.

Direktur Perbenihan Perkebunan Kementerian Pertanian, Ebi Rulianti, dalam sidang pelepasan benih Astra Agro, menyatakan bahwa di Indonesia sudah dapat dipastikan tidak ada lahan atau tanah yang bebas dari Ganoderma, dan Varietas kelapa sawit DxP AAL Nirmala MRG, DxP AAL Lestari MRG, DxP AAL Sejahtera MRG, layak untuk dilepas atau lulus karena dinilai menjadi solusi dalam penanganan penyakit busuk pangkal batang yang disebabkan oleh Ganoderma boninense.

Menurutnya, penyakit ganoderma mungkin tidak bisa dihilangkan sepenuhnya, tapi dampaknya bisa diminimalkan, adanya varietas baru yang dirilis oleh Astra Agro, harapannya perusahaan dan petani mampu memperoleh produksi yang optimal meski ditengah berkembangnya ancaman lain secara diam-diam dan tersembunyi, yakni ancaman Ganoderma.

Bagi Astra Agro menjaga kebun sawit dari ancaman ganoderma merupakan salah satu langkah untuk mendukung keberlanjutan, perusahaan ingin memastikan bahwa generasi mendatang tidak hanya mewarisi kebun sawit yang tangguh terhadap penyakit, tetapi juga lingkungan yang terjaga serta manfaat ekonomi bagi masyarakat. Inilah bagian dari komitmen perusahaan untuk terus tumbuh bersama bangsa, dengan menjaga alam sekaligus memelihara harapan.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/09/18/ganoderma-si-pembunuh-dalam-senyap-di-kebun-sawit/feed/ 0 21158
Ragam Kontribusi Astra Agro Reduksi Efek Gas Rumah Kaca https://www.astra-agro.co.id/id/2025/09/01/ragam-kontribusi-astra-agro-reduksi-efek-gas-rumah-kaca/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/09/01/ragam-kontribusi-astra-agro-reduksi-efek-gas-rumah-kaca/#respond Mon, 01 Sep 2025 13:08:14 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=20993 Di hamparan hijau perkebunan sawit yang membentang, di sanalah kehidupan tumbuh, tidak hanya bagi tanaman, tetapi juga bagi jutaan manusia yang menggantungkan harapannya. Sinergi antara alam dan makhluk hidup di dalamnya telah menciptakan ekosistem yang berkelanjutan dan saling terikat satu sama lain.

Kelapa sawit sama seperti tanaman lain yang mampu menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen yang dibutuhkan bagi kehidupan. Adapun dalam buku Mitos vs Fakta Kelapa sawit yang diterbitkan oleh Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI), ditemukan bahwa setiap hektar kebun sawit mampu menyerap 64 ton karbon dioksida setiap tahun dan menghasilkan oksigen sekitar 18 ton.

Kendati demikian, kelapa sawit seringkali dinarasikan sebagai tanaman yang memberikan dampak negatif bagi kehidupan, baik manusia maupun makhluk hidup lainnya. Terutama dalam melepaskan efek gas rumah kaca (GRK) yang berdampak pada pemanasan global.

Satu hal yang perlu disadari ialah pemanasan global dapat berdampak terhadap perkebunan kelapa sawit. Misalnya adalah fenomena El-Nino yang menyebabkan cuaca panas ekstrem sehingga mengganggu produksi nasional pada 2023 dan berdampak panjang bagi produktivitas tanaman. Oleh sebab itu, perubahan iklim menjadi tantangan serius yang kini dihadapi masyarakat dunia dan diyakini akan berdampak luas terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk industri sawit seperti halnya sektor pertanian lainnya.

Gas rumah kaca mampu mengubah iklim karena menjadikan bumi seperti ‘rumah kaca’. Gas-gas ini menyerap energi dan memperlambat laju pelepasan energi ke luar angkasa. Gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO₂), metana (CH₄), dan lainnya, mempunyai kemampuan berbeda-beda dalam menyerap panas matahari dan juga berbeda lamanya bertahan di atmosfer. Ada yang cepat hilang, ada juga yang bertahan puluhan hingga ratusan tahun.

Secara alami, bumi punya sistem yang seimbang: jumlah energi yang masuk dari matahari sama dengan yang dipantulkan kembali ke luar angkasa. Ini menjaga suhu Bumi tetap stabil dan mendukung kehidupan. Namun, karena aktivitas manusia dan industri, jumlah gas rumah kaca di atmosfer semakin banyak. Akibatnya, lebih banyak energi panas yang terperangkap di atmosfer, yang membuat suhu bumi terus naik, inilah yang kita kenal sebagai perubahan iklim atau pemanasan global.

Misalnya pada industri kelapa sawit, seperti yang disebutkan dalam Journal of Natural Resources and Environmental Management untuk memenuhi kebutuhan pasar akan permintaan minyak nabati diperlukan upaya untuk peningkatan produktivitas tandan buah segar (TBS) di dalam perkebunan kelapa sawit.

Salah satunya dengan kegiatan ekspansi lahan dan intensifikasi pemupukan. Akan tetapi di sisi lain dampak negatif berupa peningkatan jumlah emisi gas rumah kaca (GRK) yang ditimbulkan dari kegiatan ini cukup besar yang berdampak pada perubahan iklim.

PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) sebagai salah satu pelaku industri kelapa sawit ikut terdampak akibat perubahan iklim dan cuaca ekstrem, seperti penurunan produksi TBS Astra Agro yang terjadi belakangan ini akibat kekeringan panjang di tahun 2019 dan musim panas di akhir 2023 dan berlanjut hingga 2024.

Kesadaran akan pentingnya bisnis yang berkelanjutan telah mendorong Astra Agro menetapkan Sustainability Policy sejak 2015. Kebijakan tersebut telah mendorong seluruh insan Astra Agro senantiasa berupaya dan berkomitmen kuat dalam menjaga ekosistem lingkungan. Salah satunya komitmen perusahaan terhadap transparansi pengelolaan emisi karbon serta kontribusi dalam mereduksi Gas Rumah Kaca secara berkala untuk ikut berkontribusi dalam mengatasi perubahan iklim.

Saat ini pengukuran emisi GRK Astra Agro terdiri dari emisi scope 1 dan 2, yang berasal dari 46 anak perusahaan, terdiri dari kebun inti, pabrik pengolahan kelapa sawit, refinery, pabrik NPK blending, serta kantor pusat.

Astra Agro mencatatkan pencapaian kinerja lingkungan yang berhasil melampaui berbagai target Astra Agro Sustainability Aspiration 2030. Pemanfaatan energi terbarukan oleh Astra Agro telah mencapai 92,17%, sehingga membuahkan hasil pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) 126,3 ktCO2eq.

Astra Agro berhasil mengurangi intensitas emisi pada tahun 2024 jika dibandingkan dengan tahun 2023, inisiatif ini akan memberikan dampak positif yang besar pada kinerja portfolio roadmap dalam mereduksi GRK dan menjalankan operasional di masa yang akan datang.

Pencapaian dan penurunan intensitas emisi ini hasil dari berbagai implementasi program pengurangan emisi gas rumah kaca yang dilakukan Astra Agro di seluruh anak usahanya. Dalam rangka berperan aktif mendukung Nationally Determined Contribution tahun 2030 serta Net Zero Emission (NZE) tahun 2060.

Astra Agro telah mengembangkan program Nature-based Solution (NbS) yang tidak hanya sebagai salah satu inisiatif untuk mereduksi karbon tetapi juga untuk meningkatkan dan memperbaiki kualitas ekosistem.

Hingga tahun 2024, Astra Agro telah melakukan penanaman tanaman hutan seluas 201 Ha dengan total pohon yang ditanam sekitar 173.240 pohon, tak hanya itu, Astra Agro juga melakukan upaya penghematan air melalui solar Water Management System (WMS) sebesar 200.000 liter dengan melakukan penggantian kapasitas pompa.

Dalam pengolahan limbah pun, Astra Agro terus menunjukan peningkatan, yakni jumlah limbah terolah dibandingkan dengan limbah yang dihasilkan untuk limbah padat B3 adalah 0,68%. Persentase tersebut naik dibandingkan tahun 2023 yang hanya sebesar 0,48%. Sedangkan untuk limbah cair B3 dibandingkan limbah yang dihasilkan sudah mencapai 100% baik di tahun 2024 maupun 2023.

Inisiatif lain yang dilakukan oleh Astra Agro ialah memanfaatkan limbah cair atau Palm Oil Mill Effluent (POME) yang kaya bahan organik menjadi energi baru terbarukan, hingga membangun fasilitas methane capture, serta mengurangi penggunaan baru bara dengan melakukan substitusi ke cangkang sawit.

Berdasarkan Journal of Natural Resources and Environmental Management, kegiatan pemupukan memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap timbulnya emisi GRK, karena pupuk memiliki unsur yang dapat mengakibatkan emisi GRK yaitu CO2 dan N2O. Padahal, pemberian pupuk merupakan hal yang harus dilakukan agar memperoleh produktivitas yang baik.

Untuk itu lah, Astra Agro berinisiasi mereduksi penggunaan pupuk kimia atau NPK dengan alternatif menggunakan produk pupuk buatan yang memanfaatkan penggunaan pupuk hayati ASTEMIC (Astra Efficient Microbe). Pupuk ini merupakan produk inovasi Astra Agro pertama berbasis mikroba spesifik pada areal mineral seluas 50.000 ha.

Seluruh langkah yang dilakukan Astra Agro dalam mereduksi GRK sejalan dengan inisiatif keberlanjutan dalam strategi perusahaan yakni Astra Agro Sustainability Aspirations 2030.

Inisiatif ini berfokus pada upaya-upaya dalam mengurangi efek gas rumah kaca, keberagaman dan lingkungan yang inklusi serta memastikan jalannya operasional perusahan memberikan dampak yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar, serta bagi bangsa pada umumnya, sesuai dengan misi prosper with the nations.

Bahkan upaya dan pencapaian Astra Agro ini dibuktikan melalui penghargaan yang baru-baru ini dianugerahi kepada Astra Agro, dalam ajang The Best Corporate Emission Reduction Transparency Award 2025. Astra Agro berhasil dinobatkan sebagai penerima Green Achievement Awards in Emission Reduction and Diamond Achievement in Emission Transparency.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/09/01/ragam-kontribusi-astra-agro-reduksi-efek-gas-rumah-kaca/feed/ 0 20993
Menghidupkan Kembali Sungai Melalui Rehabilitasi Sempadan Sungai https://www.astra-agro.co.id/id/2025/03/17/menghidupkan-kembali-sungai-melalui-rehabilitasi-sempadan-sungai/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/03/17/menghidupkan-kembali-sungai-melalui-rehabilitasi-sempadan-sungai/#respond Mon, 17 Mar 2025 09:07:26 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=19173 Ekosistem riparian atau sempadan sungai merupakan habitat bagi berbagai macam tumbuhan dan hewan, yang memiliki peran penting bedalam menjaga kenakeragaman hayati. Garis pembatas ini juga memiliki fungsi ekologi yang vital, seperti menjaga kualitas air, mencegah erosi, dan mengurangi dampak banjir. 

Oleh karena sempadan sungai sangat penting bagi keberlangsungan ekosistem yang hidup di dalamnya, maka Astra Agro berkomitmen untuk senantiasa menjaganya. Hal itu bahkan tertuang dalam rencana aksi keberlanjutan lima tahun (2021 – 2025). Perusahaan memfokuskan program rehabilitasi kapada ekosistem riparian sebab perannya yang penting bagi kelangsungan hidup spesies dengan memastikan ketersediaan makanan dan habitatnya. 

Penanaman pohon atau replanting menjadi fokus utama dalam program rehabilitasi sempadan sungai. Astra Agro menyediakan kebutuhan bibit  yang sesuai dengan lluas area serta kecocokan lahan. Perseroan tidak menanam pohon kelapa sawit pada sempadan sungai.

Beragam jenis tanaman  seperti pohon peneduh, pohon buah-buahan, serta sejumlah tanaman pelindung api telah ditanam oleh Astra Agro di sempadan sungan, sehingga akar tanaman dapat mencegah erosi tanah. Pemilihan tanaman ini didasarkan pada berbagai aspek ekologi seperti tanaman asli tanah, varietas lokal, dan bukan merupakan spesies invasif.

Strategi pelaksanaan kegiatan rehabilitasi Astra Agro bersifat berkelanjutan dan dilakukan secara bertahap sepanjang tahun. Kami juga melakukan peninjauan dan pembaruan data dari upaya rehabilitasi riparian sebelumnya. Manfaat dari upaya rehabilitasi kami dapat dilihat dari hasil pengukuran dan pendokumentasian dampak dari berbagai spesies burung yang memanfaatkan lokasi rehabilitasi.

Kegiatan rehabilitasi sempadan sungai dilakukan di dalam konsesi Perseroan dengan jumlah tanaman mencapai 3.100 pohon di kuartal ketiga 2024 di Riau, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Barat. Pohon-pohon ini, yang mewakili berbagai spesies seperti Shorea sp., Aquilaria malaccensis, Cerbera manghas, Pterocarpus indicus, Alstonia scholaris, Handroanthus chrysotrichus, Heritiera sp., dan Mimusops elengi, ditanam di lahan seluas kurang lebih 19,75 hektar. Tujuan dari inisiatif penanaman ini adalah untuk mengembalikan fungsi ekologis dari area riparian, termasuk pengendalian erosi dan perlindungan sungai.

Keterlibatan aktif karyawan dan masyarakat sekitar dalam kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keberhasilan program, namun juga menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab yang lebih kuat terhadap lingkungan. Untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan ekosistem sungai, contoh konsesi yang berpartisipasi dalam penanaman pohon untuk rehabilitasi sempadan sungai di kuartal III antara lain PT Eka Dura Indonesia (PT EDI) dan PT Kimia Tirta Utama (PT KTU). Melalui upaya-upaya tersebut, diharapkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan akan semakin meningkat dan memberikan manfaat jangka panjang bagi ekosistem sungai.

PT Eka Dura Indonesia menjadi salah satu lokasi dalam melakukan upaya rehabilitasi mangrove
]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/03/17/menghidupkan-kembali-sungai-melalui-rehabilitasi-sempadan-sungai/feed/ 0 19173
Mengubah Limbah Menjadi Pakan Ikan dengan Sumber Nutrisi Berkualitas https://www.astra-agro.co.id/id/2025/02/12/mengubah-limbah-menjadi-pakan-ikan-dengan-sumber-nutrisi-berkualitas/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/02/12/mengubah-limbah-menjadi-pakan-ikan-dengan-sumber-nutrisi-berkualitas/#respond Wed, 12 Feb 2025 08:15:05 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=18672 Keterbatasan memiliki dua sisi, bisa menjadi penghalang bila diamini atau menjadi peluang jika berani diterjang. Kira-kira begitu yang dialami oleh Pokdakan (Kelompok Budi Daya Perikanan) Maju Bersama di Penajam Pases Utara, Kalimantan Timur. Beruntung mereka memilih opsi kedua dalam menghadapi hambatan.

Pasokan bahan baku pakan ternak yang terbatas dan cenderung tinggi, lalu ditambah harga jual ikan yang relatif stabil mendorong kelompok tersebut berinovasi menciptakan SINTAPIBABE atau (Mesin Pembuatan Pakan Ikan dari Barang Bekas) 

SINTAPIBABE adalah mesin pengolah limbah yang sebelumnya menjadi masalah dapat menjadi sumber daya bernilai ekonomi tinggi bagi masyarakat. Mesin ini mampu memproduksi pakan ikan yang merupakan inovasi dari Pokdakan (Kelompok Budi Daya Perikanan) Maju Bersama yang adalah binaan dari PT WKP (Waru Kaltim Plantation), salah satu anak perusahaan Astra Agro.

Inspirasi dari pembuatan SINTAPIBABE di awali oleh ketergantungan pakan pada pabrik sedangkan harga yang terus meningkat telah memengaruhi kemampuan pembudi daya dalam mengais keuntungan. Pasalnya, harga jual ikan cenderung stabil di pasaran yang berkisar antara Rp 23.000 s/d 25.000 per kg.

Sebagai gambaran, pembudi daya perlu mengeluarkan dana sebesar Rp380.000 untuk 30 kilogram pakan selama empat hari. Adapun pakan tersebut mampu mencukupi kebutuhan 35 keramba jaring, delapan kolam terpal dan satu kolam tanah milik Pokdakan Maju Bersama.

Permasalahan itu membuat Pokdakan Maju Bersama berinovasi untuk memproduksi pakan ikan dengan memanfaatkan barang bekas dan bahan baku lokal. Bahan baku utamanya pun memanfaatkan ikan runcah yakni ikan kecil-kecil yang tertangkap tidak sengaja oleh nelayan dan tidak memiliki nilai ekonomi.

“Sebagai solusi, kami mengarahkan warga yang memiliki keahlian teknis untuk membuat mesin pengolah pakan melalui bimbingan dan referensi online.” jawab Zakaria selaku perwakilan tim CSR (Corporate Social Responsibility) PT WKP.

Kemudian bungkil kedelai, singkong atau labu merah, bulu ayam, tulang ayam dan tulang ikan yang besar. Selanjutnya semua bahan baku itu diolah menjadi tepung, berikutnya dengan menggunakan SINTAPIBABE jadilah pelet untuk pakan ikan.

Dalam satu jam SINTAPIBABE mampu menghasilkan 50 kilogram pakan ikan sehingga mampu memenuhi kebutuhan semua keramba jaring apung, kolam terpal dan kolam tanah yang dimiliki Pokdakan Maju Bersama. Adapun kelompok ini membudidayakan berbagai jenis ikan diantaranta lele, nila dan gurami.

Pembuatan pakan lokal secara mandiri oleh Pokdakan Maju Bersama berhasil memangkas pengeluaran untuk pakan ikan hingga antara 50 persen sampai 60 persen. Nutrisi yang dibutuhkan oleh ikan ternak mereka juga terpenuhi. Buktinya, produksi ikan air tawar yang diunggulkan Pokdakan Maju Bersama berjenis lele Sangkuriang, mampu tembus antara 200 kilogram hingga 300 kilogram untuk satu keramba apung dalam 10 hari.

Pokdakan Maju Bersama menggunakan sistem tangga atau berjenjang dari satu keramba jaring apung ke keramba jaring apung lainnya untuk melakukan panen lele. Dari 19 keramba jaring apung yang disemai bibit ikan lele, kelompok tersebut dalam satu bulan mampu panen mencapai lebih kurang satu ton ikan lele Sangkuriang. Sementara itu rata-rata panen ikan lele untuk satu keramba jaring apung dalam 10 hari mampu meraup penghasilan sekitar Rp6.000.000.

“Dengan sistem keramba jaring apung, pakan ikan dapat terdistribusi secara maksimal sehingga menghasilkan ikan-ikan yang lebih berkualitas.”

Inovasi dari barang bekas dan limbah untuk pakan ikan yang dikembangkan Pokdakan Maju Bersama juga dapat dukungan dari PT WKP, dari inovasi itu Pokdakan Maju Bersama memperoleh penghargaan pada Festival Astra 2024 kategori perikanan sebagai juara satu.

Tidak hanya meraih penghargaan, namun sejumlah lembaga dan desa turut menunjukan ketertarikan untuk mereplikasi dan mengimplementasikan mesin SINTAPIBABE untuk operasional bisnis.

“Akhir-akhir ini Pokdakan juga mendapatkan tawaran kerjasama dengan sebuah perusahaan untuk mengembangkan mesin SINTAPIBABE dalam pengolahan sayur. Jadi kegunaan mesin pengolah ini tidak hanya terbatas pada pengolahan pakan ikan saja, namun memiliki potensi penggunaan yang lebih luas.”

Kedepannya, tim CSR PT WKP berencana untuk mengembangkan mesin SINTAPIBABE sebagai alat pengolahan bahan untuk pupuk kompos untuk perkebunan sayur desa. 

“Mesin yang awalnya kami ciptakan untuk mengatasi permasalahan harga pakan ikan yang tinggi, kini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi bahkan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat di sekitar WKP” ujar Zakaria. 

Sejumlah warga mengolah limbah untuk menjadi pakan ikan dengan mesin SINTAPIBABE
]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/02/12/mengubah-limbah-menjadi-pakan-ikan-dengan-sumber-nutrisi-berkualitas/feed/ 0 18672
Pengendalian Hama Ramah Lingkungan di Perkebunan Sawit https://www.astra-agro.co.id/id/2024/12/17/pengendalian-hama-ramah-lingkungan-di-perkebunan-sawit/ https://www.astra-agro.co.id/id/2024/12/17/pengendalian-hama-ramah-lingkungan-di-perkebunan-sawit/#respond Tue, 17 Dec 2024 03:26:22 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=17375 Di tengah banyak tantangan dalam sektor agribisnis, hama menjadi persoalan yang tak kalah rumit. Sejumlah perusahaan perkebunan umumnya menggunakan pestisida untuk mengatasi hama. Namun, seiring prinsip keberlanjutan dan Sustainability Development Goals (SDGs), proses bisnis harus lebih memerhatikan serta memastikan bahwa operasional perusahaan tidak memberi dampak buruk bagi lingkungan. Dalam hal ancaman hama, Astra Agro Lestari menggunakan pengendali yang ramah lingkungan. Bukan dengan bahan kimia, melainkan dengan teknik yang Astra Agro istilahkan sebagai pengendalian hama hayati.

Pengendalian hayati dilakukan dengan memanfaatkan predator untuk menekan populasi hama. Selain ramah lingkungan, pengendalian hama hayati ini berkontribusi dalam penurunan penggunaan pestisida. Beberapa pengendalian hama hayati yang Astra Agro terapkan misalnya, Sycanus sp,  Tyto alba, dan Bunga Turnera Subulata.

Seekor serangga sycanus sp sedang memangsa ulat api
  1. Sycanus sp, serangga pembunuh ulat api

Serangga Sycanus sp. adalah predator yang mampu membunuh ulat api dan memangsa hampir semua larva lepidoptera alias kupu-kupu yang membantu penyerbuk tanaman kelapa sawit. Hal ini dapat berakibat pada Sycanus sp. meletakkan telur pada helaian daun kelapa sawit, sehingga memungkinkan predator ini hidup pada tajuk kelapa sawit dan aktif memangsa ulat api (Abdul et al., 2016). Dengan memanfaatkan musuh alami dari predator, maka keseimbangan tetap terjaga dan tidak mencemari lingkungan. Pembudidayaan serangga predator Sycanus telah dilakukan sejak tahun 2018. 

  1. Tyto Alba

Salah satu metode unik yang diterapkan perusahaan adalah memanfaatkan Tyto alba (burung hantu) sebagai pengendali hama tikus. Ini menjadi alternatif pengendalian yang prospektif bagi perkebunan kelapa sawit. Untuk meningkatkan efektivitas, perusahaan meningkatkan populasi Tyto alba dengan menempatkan satu pasang burung hantu dan satu sarang di setiap 20 hektare. Seperti Sycanus sp yang membunuh ulat api, sebagai pemangsa tikus, burung hantu bertugas untuk memangsa hama yang biasa menyerang tanaman kelapa sawit.

  1. Turnera Subulata

Selain predator hama, Astra Agro juga melakukan pencegahan hama melalui media tumbuhan. Langkah ini dilakukan dengan menanam Bunga Turnera Subulata. Bunga yang juga dikenal sebagai bunga pukul sembilan ini juga dapat ditemukan di konsesi perkebunan perusahaan ini juga dikenal luas sebagai tanaman hias (ornamental plant) yang juga merupakan tanaman obat (medicinal plant). Selain memperindah areal kebun, bunga ini memiliki fungsi lain sebagai tanaman pengendali hama. Sebagai tanaman inang yang menghasilkan madu, bunga Turnera Subulata menjadi tempat bagi ulat api dewasa mendapatkan makanan. Dengan tersedianya kebutuhan makan, ulat api dewasa ini tidak menyerang tanaman kelapa sawit.

Selain pengendalian hayati, Astra Agro Lestari telah melakukan serangkaian riset untuk mengatasi serangan hama, meningkatkan keberhasilan penyerbukan hingga penerapan Early Warning System (EWS). Dengan memanfaatkan teknologi pemetaan digital untuk menerapkan sistem pengamatan organisme pengganggu tanaman (OPT) secara dini agar dapat diperoleh data yang akurat terkait populasi hama, penyakit dan keberadaan musuh alami secara cepat dan akurat. 

Pengendalian hama hayati beserta strategi pencegahan hama sejalan dengan prinsip industri sawit yang ramah lingkungan dan dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia sintetis. Oleh karena itu, pengendalian hama hayati di kebun sawit tidak hanya mendukung pengelolaan hama yang efisien, tetapi juga mendukung keberlanjutan sektor pertanian dalam jangka panjang.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2024/12/17/pengendalian-hama-ramah-lingkungan-di-perkebunan-sawit/feed/ 0 17375
Menjaga Keberlanjutan Industri Sawit Melalui Pupuk Astemic https://www.astra-agro.co.id/id/2024/05/29/menjaga-keberlanjutan-industri-sawit-melalui-pupuk-astemic/ https://www.astra-agro.co.id/id/2024/05/29/menjaga-keberlanjutan-industri-sawit-melalui-pupuk-astemic/#respond Wed, 29 May 2024 04:21:58 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=15301

Menjaga keberlanjutan industri sawit melalui pupuk astemic

ASTEMIC: Astra Efficient Microbe

Pupuk ASTEMIC (Astra Efficient Microbe) merupakan produk pupuk hayati Astra Agro pertama berbasis mikroba spesifik. Inovasi baru ini dikembangkan Tim Mikrobiologi dan Agronomi Div Research and Development. Pupuk ASTEMIC memiliki manfaat untuk meningkatkan penyerapan hara kelapa sawit dan menambah kesuburan tanah.

 

Pupuk ASTEMIC sebagai pupuk ramah lingkungan

Pupuk ASTEMIC lebih ramah lingkungan dibanding pupuk kimia dikarenakan komposisinya yang mengandung mikroba. Selain itu, Mikroba yang dipakai juga berasal dari tanah yang masih berada di kawasan perkebunan AAL.

Dalam komposisinya Pupuk ASTEMIC terdiri dari 5 jenis bakteri, yakni:

 

Bacillus Pumilus

 

 

Bacillus Subtilis

 

 

Bacillus Cereus

 

 

Pseudomonas Sp.

 

 

Rhizobium Sp.

 

Di sisi lain, ketersediaan unsur hara pada pupuk meningkatkan aktivitas mikroba yang ada di dalam pupuk sehingga membantu menyediakan nutrisi bagi tanaman 

“Jadi bisa dikatakan pupuk hayati ini berasal dari alam, dan kembali lagi untuk alam” -Tim mikrobiologi RnD.

 

Manfaat Pupuk ASTEMIC untuk perkembangan tanaman pohon kelapa sawit

 

Peningkatan Kualitas Tanah dan Pertumbuhan Tanaman:

 

Pupuk ASTEMIC membantu peningkatan aktivitas tanah, mulai dari peningkatan c-organik hingga kapasitas tukar kation (KTK) pada tanah. Selain itu pupuk ASTEMIC juga menghasilkan hormon pertumbuhan pada tanaman.

 

 Melindungi Tanaman dari Penyakit:

 

Astemic juga memiliki kemampuan untuk menghambat pertumbuhan salah satu penyakit ganoderma, sehingga meningkatkan kesehatan dari tanaman sawit itu sendiri.

Pupuk ASTEMIC sudah lolos di dua laboratorium yang dipilih kementrian pertanian, yakni Universitas padjajaran dan Universitas Jendral Soedirman. Di tahun 2024, pupuk ini ditargetkan untuk didistribusikan pada 53.000 hektar kebun di AAL.

 

Sejarah Pupuk ASTEMIC

 

Inovasi Pupuk ASTEMIC didasari oleh ide bahwa aktivitas besarnya pengaruh aktivitas mikoorganisme pada perbaikan unsur hara tanah. Peningkatan aktifitas mikroba tanah akan membuat tanaman lebih optimal dalam menyerap hara tanah. 

Pupuk hayati umumnya digunakan pada komoditas hortikultura. Namun, Astra Agro Lestari mencoba mengadaptasi penggunaan pupuk untuk tanaman tahunan seperti kelapa sawit. 

Proses adaptasi diawali dengan eksplorasi mikroba di lahan perkebunan Astra Agro. Setelah itu, proses dilakukan dengan melakukan seleksi mikroba untuk mendapatkan mikroba potensial dan mudah dikembangkan.

Formulasi dilakukan hingga terbentuk konsorsium mikroba Astemic. Uji kualitas dan performa pupuk Astemic dilakukan baik pada tahap bibitan, TBM (tanaman belum menghasilkan), TM (tanaman menghasilkan) hingga tanaman tua (>20 thn). Hasilnya diperoleh formula dan prosedur aplikasi Astemic yang mudah dan tepat guna untuk aplikasi di lapangan.

Pupuk ASTEMIC sudah lolos di dua laboratorium yang dipilih Kementrian Pertanian, yakni Universitas Padjajaran dan Universitas Jendral Soedirman. Setelah dilakukan uji produksi, Astemic memperoleh hak atas kekayaan intelektual (HAKI) merek dagang yang kemudian didaftarkan ke Kementerian Pertanian untuk mendapatkan izin edar. Di tahun 2024, pupuk ini ditargetkan untuk didistribusikan pada 53.000 hektar kebun di Astra Agro untuk mereduksi 25% pupuk kimia. Namun pupuk ini disiapkan hanya untuk memenuhi kebutuhan internal perusahaan dan kebun petani mitra Astra Agro.

“Penggunaan Astemic sekaligus menjadi wujud komitmen Astra Agro terhadap penerapan prinsip-prinsip sustainability,” ujar Santosa selaku CEO Astra Agro Lestari.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2024/05/29/menjaga-keberlanjutan-industri-sawit-melalui-pupuk-astemic/feed/ 0 15301
Elaeidobius: Pekerja Kecil yang Berperan Besar dalam Polinasi Tanaman Kelapa Sawit https://www.astra-agro.co.id/id/2024/05/22/elaeidobius-pekerja-kecil-yang-berperan-besar-dalam-polinasi-tanaman-kelapa-sawit/ https://www.astra-agro.co.id/id/2024/05/22/elaeidobius-pekerja-kecil-yang-berperan-besar-dalam-polinasi-tanaman-kelapa-sawit/#respond Wed, 22 May 2024 04:16:02 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=15120

Elaeidobius: Pekerja Kecil yang Berperan Besar dalam Polinasi Tanaman Kelapa Sawit

Bila kita berjalan-jalan ke perkebunan sawit di salah satu PT Astra agro, maka kita akan melihat pekerja rawat yang sedang melepaskan kumbang dari sebuah wadah di tengah kebun kelapa sawit. Meski kumbang tersebut berukuran kecil dan nyaris tidak terlihat, namun selama ini Elaeidobius Kamerunicus Faust memberikan dampak yang signifikan terhadap produksi minyak kelapa sawit.  

Elaeidobius adalah kumbang yang membantu penyerbukan bunga tanaman kelapa sawit dan sama halnya dengan sawit, Elaeidobius juga berasal dari Afrika dan dibawa ke perkebunan di Indonesia di tahun 1983. Sejak saat itu kumbang ini mulai dikembangkan di sejumlah perkebunan sawit di Indonesia dan sukses membantu meningkatkan produksi kelapa sawit. Selain itu, pembudidayaan kumbang yang berasal dari Afrika ini juga merupakan salah satu metode pelestarian keanekaragaman hayati yang selaras dengan inisiatif Portofolio yang merupakan bagian dari Sustainability Aspiration.  

Melalui bantuan Elaidobius maka perusahaan dapat menghemat biaya dan tenaga kerja, serta dapat membantu polinasi untuk tanaman tinggi yang sulit dijangkau pekerja dalam polinasi manual. Hingga saat ini semua pekerja perkebunan sawit sudah mengandalkan Elaidobius untuk penyerbukan. 

 

Kumbang Elaeidobius Kamerunicus Faust

 

Polinasi merupakan salah satu bagian yang penting dalam menggenjot produktifitas kelapa sawit, namun bukan berarti proses ini bebas dari kendala. Oleh karena itu, di saat perkebunan kelapa sawit di Indonesia banyak mengalami kendala dalam polinasi, maka perlu untuk mencari solusi dari permasalahan tersebut. Hal ini disebabkan oleh penurunan kinerja dan genetik pollinator dari spesies yang ada.

 

Seorang Pekerja Rawat Melepaskan Kumbang Elaeidobius Ke Perkebunan Sawit

 

Untuk menjawab permasalah tersebut, maka GAPKI (Gabungan Kelapa Sawit Indonesia) menginisiasi sebuah projek untuk mendatangkan varian baru dari Elaieidobius demi meningkatkan performa polinasi. Kedua varian target yang rencananya akan dipelajari untuk introduksi adalah Elaeidobius Subvittatus dan Elaeidobius Plagiatus Astra Agro sendiri juga terlibat secara langsung dalam projek ini. 

 

“Produksi minyak kelapa sawit dipengaruhi oleh kesuksesan dari tingkat polinasi kelapa sawit.”

  • Tim Research dan Development 
]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2024/05/22/elaeidobius-pekerja-kecil-yang-berperan-besar-dalam-polinasi-tanaman-kelapa-sawit/feed/ 0 15120