Sustainability Aspiration Blog ID – Astra Agro Lestari https://www.astra-agro.co.id Prosper with the Nation Mon, 23 Feb 2026 04:59:38 +0000 id-ID hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.8.13 174751122 Dukung Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), Ini Kontribusi Astra Agro: Kelola Sampah, Jaga Masa Depan https://www.astra-agro.co.id/id/2026/02/22/dukung-hari-peduli-sampah-nasional-hpsn-ini-kontribusi-astra-agro-kelola-sampah-jaga-masa-depan/ https://www.astra-agro.co.id/id/2026/02/22/dukung-hari-peduli-sampah-nasional-hpsn-ini-kontribusi-astra-agro-kelola-sampah-jaga-masa-depan/#respond Sun, 22 Feb 2026 04:15:00 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=22100 Di berbagai sudut kota hingga pelosok desa, sampah masih menjadi persoalan yang akrab ditemui. Kantong plastik sekali pakai, sisa makanan rumah tangga, hingga limbah kemasan kerap menumpuk tanpa pengelolaan yang memadai.

Pada tingkat nasional, isu sampah bukan lagi sekadar persoalan kebersihan, melainkan juga menyangkut kesehatan masyarakat, pencemaran lingkungan, hingga perubahan iklim. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang dikutip dari Indonesiaasri.com, aktivitas rumah tangga menjadi penyumbang sampah terbesar dengan porsi mencapai 60,44%, disusul aktivitas pasar sebesar 11,63%.

Melihat tantangan tersebut, kolaborasi menjadi kunci. Upaya pengelolaan sampah tidak dapat berjalan optimal jika hanya mengandalkan satu pihak. Dibutuhkan keterlibatan aktif berbagai elemen, termasuk sektor industri yang memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat di wilayah operasionalnya. Perusahaan tidak lagi sekadar berperan sebagai pelaku usaha, tetapi juga menjadi mitra pembangunan yang turut membangun kesadaran serta menghadirkan solusi lingkungan secara berkelanjutan.

Kesadaran inilah yang mendorong PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) bersama seluruh entitas usahanya mengubah tantangan menjadi peluang. Dari wilayah operasional yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan, berbagai inisiatif lahir untuk mengubah sampah yang sebelumnya dinilai sebagai persoalan menjadi sumber manfaat bagi masyarakat.

Langkah tersebut salah satunya diwujudkan melalui implementasi Muatan Lokal Pendidikan Lingkungan Kebun Sawit (Mulok PLKS) di sekolah-sekolah binaan. Astra Agro bersama entitas usahanya menghadirkan sub-program pengolahan sampah berbasis sistem 5R (reduce, reuse, recycle, replace, replant). Melalui program ini, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mempraktikkan pengelolaan sampah secara langsung. Beragam karya kreatif pun lahir, mulai dari kerajinan berbahan cangkang sawit dan sampah plastik, nutrisi hidroponik dari limbah daun kelapa sawit, eco-enzim, eco-brick dari sampah kertas dan botol plastik, hingga briket sebagai bahan alternatif arang.

Diantaranya perubahan nyata terlihat di Desa Pandu Sanjaya, desa binaan PT Gunung Sejahtera Ibu Pertiwi (GSIP) dan PT Agro Menara Rachmat (AMR). Melalui kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat, bank sampah desa diperkuat dengan bantuan alat kompos dan fasilitas fermentasi. Pengolahan kompos dan pakan maggot menjadi bernilai ekonomi, membuka peluang kemandirian masyarakat.

Semangat pengelolaan sampah juga tumbuh di wilayah operasional PT Borneo Indah Marjaya (BIM) dan PT Palma Plantasindo (PPS). Melalui Bank Sampah Unit (BSU), masyarakat diajak memilah dan mengelola sampah rumah tangga. Botol plastik, kertas bekas, dan limbah domestik lainnya diolah menjadi produk bernilai, seperti lilin dan kerajinan tangan. Dari sini sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah, melainkan sumber peluang ekonomi.

Kepedulian terhadap lingkungan juga dikenalkan sejak dini kepada generasi muda. Melalui sekolah binaan PT Subur Agro Makmur (SAM), siswa diajak memanfaatkan botol plastik bekas sebagai media tanam hidroponik. Kegiatan sederhana ini tidak hanya mengajarkan keterampilan bercocok tanam, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari langkah kecil dalam kehidupan sehari-hari.

Upaya serupa juga dijalankan oleh PT Sumber Kharisma Persada (SKP), PT Cipta Narada Lestari (CNL), dan PT Karyanusa Ekadaya (KED). Ketiga entitas tersebut berhasil mendampingi sekolah binaan meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025. Mengusung tema “Hentikan Polusi Plastik”, pembinaan dilakukan melalui penanaman kebiasaan memilah sampah, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, serta pembangunan budaya sekolah yang peduli lingkungan. Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan sekolah menjadikan edukasi lingkungan berkembang menjadi gerakan nyata yang dijalankan siswa setiap hari.

Komitmen Astra Agro dalam pengelolaan sampah juga hadir langsung di tengah masyarakat adat. Dikutip dari laporan tahunan Astra Agro pada 2024, perusahaan berkolaborasi dengan Kementerian Agama dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Palu untuk memberikan pelatihan pembuatan ecobrick kepada masyarakat Suku Bunggu di Dusun Saluraya, Sulawesi Barat. Melalui pelatihan ini, sampah plastik yang sebelumnya tidak terkelola diolah menjadi produk bermanfaat. Antusiasme warga terlihat dari semangat mereka mengikuti setiap sesi, mencerminkan tumbuhnya kesadaran sekaligus harapan baru untuk menjaga lingkungan secara lebih bijak.

Semangat serupa juga tumbuh di tengah masyarakat Suku Dayak Tomun. Melalui kampanye lingkungan, Astra Agro membagikan 600 tas belanja ramah lingkungan sebagai pengganti kantong plastik sekali pakai serta menyediakan 70 tempat sampah untuk mendukung kebersihan desa. Program ini menjadi bagian dari upaya perubahan perilaku masyarakat menuju kebiasaan yang lebih ramah lingkungan.

Secara lebih luas, perusahaan juga terus menggalakkan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai di desa-desa binaan. Sepanjang 2024, lebih dari 1.000 tas belanja ramah lingkungan telah dibagikan sebagai alternatif pengganti kantong plastik. Di saat yang sama, Astra Agro senantiasa memperkuat edukasi mengenai pengelolaan sampah, pemanfaatan pekarangan rumah, serta pengurangan penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari. Upaya ini turut didukung dengan peningkatan akses transportasi di desa-desa sekitar wilayah operasional, sehingga tidak hanya meningkatkan kepedulian lingkungan, tetapi juga mempercepat perputaran ekonomi masyarakat.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2026/02/22/dukung-hari-peduli-sampah-nasional-hpsn-ini-kontribusi-astra-agro-kelola-sampah-jaga-masa-depan/feed/ 0 22100
Kontribusi Nyata Astra Agro: Masyarakat Berdaya, Masa Depan Terbina https://www.astra-agro.co.id/id/2026/02/05/kontribusi-nyata-astra-agro-di-sulawesi-masyarakat-berdaya-masa-depan-terbina/ https://www.astra-agro.co.id/id/2026/02/05/kontribusi-nyata-astra-agro-di-sulawesi-masyarakat-berdaya-masa-depan-terbina/#respond Thu, 05 Feb 2026 07:15:13 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=22058 PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) bersama anak usahanya di Sulawesi senantiasa memperkuat komitmen pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan partisipatif dan berbasis kebutuhan lokal. Seluruh program dirancang melalui pemetaan sosial serta dialog aktif dengan pemerintah desa dan masyarakat, guna memastikan manfaat yang relevan dan berkelanjutan.

Berpijak pada empat pilar tanggung jawab sosial yakni —pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan, Astra Agro memiliki tekad untuk mencapai pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan komunitas. Melalui inisiasi tersebut, perusahaan berusaha selalu meningkatkan kualitas hidup, keterampilan, dan kemandirian masyarakat, sekaligus menjaga pelestarian alam dan menciptakan nilai tambah ekonomi. 

Di bidang pendidikan, Astra Agro memberikan dukungan nyata melalui beasiswa, insentif bagi guru honorer, serta penyediaan sarana pendukung kegiatan belajar. Hingga kuartal ketiga 2025, dukungan tersebut menjangkau 13 sekolah per September 2025, sekaligus mendorong pengembangan karakter dan prestasi siswa melalui kegiatan non-akademik. Upaya ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi muda desa yang lebih percaya diri dan berdaya saing.

Pada saat yang sama, pilar kesehatan masyarakat juga menjadi prioritas. Melalui layanan Posyandu, ratusan ibu hamil, balita, dan lansia mendapatkan imunisasi, pemeriksaan rutin, hingga makanan tambahan (PMT). Tidak berhenti di sana, Astra Agro juga memberikan insentif dan dukungan kapasitas bagi kader Posyandu di sejumlah desa, sehingga layanan kesehatan berbasis komunitas dapat terus berjalan secara mandiri.

Dalam pilar ekonomi pun, Astra Agro menyesuaikan pendekatan dengan potensi dan karakteristik tiap wilayah.  Untuk upaya penguatan ekonomi lokal, Astra Agro mendampingi kelompok tani, nelayan, peternak, serta pelaku UMKM agar mampu meningkatkan nilai tambah usaha mereka. Pendampingan dilakukan melalui pelatihan, pemanfaatan sumber daya lokal, hingga dukungan akses pasar. PT Agro Nusa Abadi (ANA) di Morowali Utara, misalnya, kelompok ketahanan pangan desa didukung dengan pemanfaatan tandan kosong kelapa sawit sebagai pupuk organik, sekaligus pengembangan produk lokal yang bernilai ekonomi.

Sementara di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, PT Lestari Tani Teladan (LTT) membangun hubungan erat dengan masyarakat Desa Towiora dan Tinauka melalui pendampingan intensif dan diskusi partisipatif. Inisiatif ini mendorong lahirnya kembali peran pemuda desa melalui pembentukan karang taruna. Dukungan berupa rumah jamur dan baglog membuka peluang usaha budidaya jamur tiram yang dikelola secara mandiri oleh pemuda desa, sekaligus menumbuhkan semangat kewirausahaan dan kemandirian ekonomi lokal.

Kontribusi PT LTT juga mencakup pembangunan infrastruktur sosial. Fasilitasi pembangunan Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Desa Towiora—melalui penyediaan alat berat, paving block, hingga sertifikasi lahan—menjadi contoh bahwa pembangunan tidak hanya menyasar aspek ekonomi, tetapi juga kebutuhan sosial dan budaya masyarakat.

Tak berhenti di situ, PT Mamuang (MMG) di Sulawesi Barat turut mengimplementasikan program pemberdayaan berbasis kearifan lokal. Di Desa Martasari, perempuan didukung melalui penyediaan alat tenun dan pendampingan keterampilan, membuka peluang ekonomi baru, sekaligus menghidupkan kembali tradisi. Sementara itu, kelompok tani di Desa Karya Bersama memperoleh pelatihan pengolahan hasil pertanian untuk meningkatkan nilai tambah produk dan daya saing pasar.

Selain itu, PT Agro Nusa Abadi (ANA) juga menjawab kebutuhan nyata masyarakat di Desa Bunta, Tompira, dan Molino. Kelompok tani menerima benih jagung dan pupuk organik disertai pelatihan pertanian ramah lingkungan. Nelayan memperoleh peralatan tangkap yang lebih memadai, sedangkan kelompok perempuan didorong mengolah hasil kebun menjadi produk pangan yang berpotensi menjadi sumber pendapatan keluarga.

PT ANA juga memfasilitasi penyediaan air bersih melalui sumur bor dan tangki penampung yang kini dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. Tak hanya itu, kegiatan penghijauan di bantaran sungai serta perbaikan sarana transportasi desa turut memperkuat kualitas hidup masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Pilar lingkungan menjadi bagian tak terpisahkan, hingga kuartal ketiga 2025, Astra Agro mencatat kemajuan signifikan dalam program rehabilitasi lingkungan di berbagai wilayah, termasuk Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat. Astra Agro telah melakukan penanaman dan rehabilitasi lahan di sepanjang sempadan sungai, pesisir, serta area bernilai konservasi tinggi (HCV), dengan total lebih dari 22.000 pohon ditanam di hampir 67 hektare lahan secara kumulatif.

 

Program ini bertujuan memulihkan fungsi ekologis—seperti mencegah erosi, menjaga kualitas air, dan memperkuat konektivitas habitat, serta memberikan manfaat ekonomi dan sosial jangka panjang bagi masyarakat sekitar. Selain itu, Astra Agro juga terlibat aktif dalam penyusunan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG) Provinsi Sulawesi Barat bersama pemerintah daerah dan akademisi.

Melalui rangkaian inisiatif tersebut, Astra Agro menegaskan keyakinannya bahwa keberhasilan operasional perusahaan tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan masyarakat sekitar. Dengan menjadikan masyarakat sebagai mitra sejati, Astra Agro terus membangun fondasi pembangunan yang inklusif, berdaya, dan berkelanjutan di Sulawesi.

Melalui anak usaha yang tersebar di berbagai pelosok negeri, Astra Agro ingin menegaskan bahwa pembangunan dapat hadir melalui program yang sederhana, kontekstual, dan berbasis kebutuhan nyata, perusahaan berupaya menyentuh langsung denyut kehidupan masyarakat.

Hingga kuartal ketiga 2025, program community development Astra Agro di Sulawesi terus berkembang, menjangkau masyarakat melalui peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan dasar, penguatan ekonomi lokal, serta rehabilitasi lingkungan yang terintegrasi dengan partisipasi warga.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2026/02/05/kontribusi-nyata-astra-agro-di-sulawesi-masyarakat-berdaya-masa-depan-terbina/feed/ 0 22058
Kolaborasi Berkelanjutan Astra Agro Untuk Cegah Stunting di Provinsi Jambi https://www.astra-agro.co.id/id/2026/01/22/kolaborasi-berkelanjutan-astra-agro-untuk-cegah-stunting-di-provinsi-jambi/ https://www.astra-agro.co.id/id/2026/01/22/kolaborasi-berkelanjutan-astra-agro-untuk-cegah-stunting-di-provinsi-jambi/#respond Thu, 22 Jan 2026 03:42:00 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=22016 Stunting atau kondisi gagal tumbuh pada bayi dan balita masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan sumber daya manusia. Penyebab utamanya adalah kurangnya asupan gizi sejak dalam kandungan hingga masa pertumbuhan, sanitasi buruk, hingga kurangnya edukasi gizi. 

Kompleksitas persoalan stunting mendorong pemerintah untuk mengambil langkah percepatan penanganan. Dilansir dari laman resmi Kementerian Sekretariat Negara dan Kementerian Kesehatan, Pemerintah Indonesia melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP2S) menginisiasi program nasional yang melibatkan lintas kementerian, pemerintah daerah, pelaku swasta, hingga partisipasi aktif masyarakat. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam menurunkan angka gagal tumbuh secara berkelanjutan.

Dalam upaya mendukung program pemerintah tersebut, entitas PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) di Jambi bersama dengan pemerintah daerah Provinsi Jambi menempatkan percepatan penurunan stunting sebagai salah satu agenda prioritas pembangunan, dengan mendorong intervensi yang terencana, terukur, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Gubernur Jambi Al Haris menegaskan bahwa stunting bukan semata persoalan kesehatan, melainkan menyangkut kualitas masa depan daerah. Karena itu, ia mengimbau seluruh sektor untuk turut berperan aktif mendukung rencana aksi penurunan stunting.

“Semua pihak harus berjalan beriringan dan terintegrasi untuk menyukseskan program ini, dan peran orang tua asuh sangat dibutuhkan di setiap daerah,” ujarnya saat membuka Penilaian Kinerja Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi beberapa waktu lalu.

Di tingkat tapak, komitmen penurunan stunting kemudian diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor. Astra Agro perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Kabupaten Merangin dan Sarolangun, turut mendukung agenda percepatan penurunan stunting melalui berbagai program berbasis pemberdayaan masyarakat.

“Astra Agro menjadi salah satu sektor yang senantiasa hadir lewat berbagai komitmen keberlanjutannya, utamanya melalui program orang tua asuh,” tambah Al Haris.

Sepanjang 2025, Astra Agro di Jambi secara konsisten menjalankan berbagai program kesehatan berbasis komunitas. Bagi perusahaan, upaya pencegahan stunting tidak cukup dengan bantuan sesaat, melainkan membutuhkan pendampingan jangka panjang. Melalui tanggung jawab sosial pilar kesehatan, perusahaan telah membina 35 posyandu di wilayah operasional serta enam posyandu khusus untuk komunitas Suku Anak Dalam (SAD).

Seiring berjalannya waktu, peran posyandu tidak hanya sebagai layanan dasar kesehatan, tetapi juga menjadi ruang penguatan komunitas. Pada akhir 2025, Astra Agro senantiasa meningkatkan fasilitas dan layanan kesehatan bagi masyarakat SAD agar posyandu mampu menjawab kebutuhan yang lebih luas.

Menurut Slamet Riyadi, Assistant Corporate Social Responsibility Astra Agro di Jambi, peningkatan layanan tersebut dirancang untuk mencakup seluruh siklus kehidupan.“Mulai dari ibu hamil, ibu pasca melahirkan dan menyusui, bayi, balita, anak prasekolah, anak usia sekolah, remaja, dewasa, hingga lansia,” jelasnya.

Selain itu, perusahaan juga memberi perhatian pada peningkatan kualitas tenaga kesehatan melalui pelatihan dan pendampingan bagi dokter, perawat, serta kader posyandu binaan.

Di posyandu-posyandu inilah cerita perubahan perlahan terbangun, kader yang semakin terlatih, anak-anak yang rutin mendapat makanan tambahan bergizi, hingga fasilitas kesehatan yang kian memadai. Bersama puskesmas setempat, perusahaan juga mengoperasikan layanan puskesmas keliling yang menjangkau 241 kepala keluarga, serta menyediakan ambulans khusus bagi masyarakat SAD yang selama ini sulit mengakses layanan kesehatan.

Kehadiran yang konsisten dan pendekatan yang berkelanjutan tersebut tidak luput dari perhatian pemerintah daerah. Pada Oktober 2025, Pemerintah Kabupaten Merangin memberikan apresiasi atas peran aktif Astra Agro dalam percepatan penurunan stunting. Pengakuan itu kemudian diperkuat dengan penganugerahan Piagam Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) dari BKKBN Provinsi Jambi pada Desember 2025.

Upaya perusahaan tidak berhenti pada pilar kesehatan. Anak usaha Astra Agro di Jambi juga turut mendukung program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan sebagai fondasi penting pencegahan stunting. Sepanjang 2025, perusahaan menyalurkan 34,65 ton beras serta 2.979 paket sembako dan makanan kepada lebih dari 331 rumah tangga dan komunitas SAD di Kabupaten Merangin dan Sarolangun.

Bagi perusahaan, makna dari ketahanan pangan tidak berhenti hanya memberi, namun juga mendampingi dan memandirikan, untuk itu  Astra Agro juga bersama komunitas dan kelompok tani SAD menginisiasi penanaman 600 bibit pohon jengkol, budidayakan serai wangi, hingga pengembangan perikanan air tawar. 

Pendidikan kemudian menjadi bab penting berikutnya dalam rangkaian upaya tersebut. Hingga 2025, perusahaan telah membina 13 sekolah di Merangin dan Sarolangun, mendampingi 412 siswa bersama 16 tenaga pendidik. Bagi anak-anak SAD yang harus meninggalkan hutan demi mengenyam pendidikan formal, perusahaan menyediakan Wisma Madu Rimbo, rumah singgah anak-anak SAD dari jenjang sekolah dasar hingga menengah atas.

Slamet menegaskan bahwa peran dunia usaha tak terpisah dari denyut kehidupan daerah. Ia berharap kolaborasi yang terbangun selama ini terus berlanjut, agar pembangunan tidak hanya tumbuh, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2026/01/22/kolaborasi-berkelanjutan-astra-agro-untuk-cegah-stunting-di-provinsi-jambi/feed/ 0 22016
Menumbuhkan Karakter Lewat Seni, Astra Agro Hadir Menjadi Bagian dari Ruang Tumbuh Anak https://www.astra-agro.co.id/id/2026/01/21/menumbuhkan-karakter-lewat-seni-astra-agro-hadir-menjadi-bagian-dari-ruang-tumbuh-anak/ https://www.astra-agro.co.id/id/2026/01/21/menumbuhkan-karakter-lewat-seni-astra-agro-hadir-menjadi-bagian-dari-ruang-tumbuh-anak/#respond Wed, 21 Jan 2026 08:01:00 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=22012 Pembelajaran seni di sekolah, khususnya pada jenjang pendidikan usia dini dan sekolah dasar memainkan peran penting dalam pembentukan karakter dan pengembangan berbagai keterampilan anak. Kerap dianggap sebagai sebuah kegiatan hiburan, seni justru merupakan alat yang efektif untuk mendukung perkembangan kognitif, emosional, motorik, dan sosial anak.

Pemahaman inilah yang tercermin dalam Pagelaran Seni dan Kreativitas Siswa TK Awal Mulia dan SDS Kimia Tirta Utama. Sekolah binaan PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) di Riau tersebut sukses menghadirkan sebuah pentas seni yang menampilkan berbagai pertunjukan mempesona mulai dari tari-tarian tradisional, tarian modern, hingga ajang tarik suara lagu-lagi daerah.

Di usia sekolah dasar, anak berada dalam masa perkembangan penting di mana mereka mulai memahami lingkungan sosial dan emosional. Pada masa ini, pendidikan seni berfungsi sebagai media bagi mereka untuk mengekspresikan emosi dan imajinasi, yang terkadang sulit diungkapkan dengan kata-kata

Oleh karena itu, pagelaran seni ini dirancang sebagai ruang ekspresi sekaligus sarana pembelajaran kontekstual, yang mendorong anak untuk berani tampil, bekerja sama, menghargai perbedaan, serta membangun empati sejak dini. Bahkan, di balik setiap penampilan para siswa, tersirat makna yang dikemas dengan mengangkat isu-isu sosial penting, seperti anti-perundungan (stop bullying), kemajemukan budaya, serta pola hidup sehat. Para siswa diajak untuk memahami nilai-nilai tersebut dengan cara yang menyenangkan dan sesuai dengan dunia anak-anak.

Koordinator Wilayah Kecamatan (Korwilcam) Bidang Pendidikan Kecamatan Koto Gasib, Sutikno, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, turut mengapresiasi upaya sekolah dalam menjadikan seni sebagai bagian dari proses pembelajaran. Menurutnya, setiap jenis seni ini memberikan kesempatan kepada anak untuk berkembang secara utuh, baik pada aspek kognitif juga emosional dan sosial. 

“Pagelaran ini sangat tepat menjadi puncak rangkaian pembelajaran, terlebih dilaksanakan menjelang libur sekolah. Anak-anak mendapatkan pengalaman berharga yang tidak selalu bisa diperoleh di setiap sekolah. Selamat kepada seluruh siswa, guru, juga korporasi yang turut mendukung pentas maupun proses pembelajaran selama ini,” ujar Sutikno.

Pagelaran Seni dan Kreativitas Siswa TK Awal Mulia & SDS Kimia Tirta Utama merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Astra Agro dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Melalui kegiatan ini, sekolah diharapkan menjadi ruang belajar yang aman, inklusif, dan inspiratif dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, kreatif dan berdaya saing.

Komitmen tersebut juga tercermin dari capaian SDS Kimia Tirta Utama hingga ke kancah nasional dengan diraihnya predikat Sekolah Adiwiyata Nasional. Prestasi ini lahir dari konsistensi sekolah dalam menjalankan berbagai program unggulan di bidang lingkungan, seperti pemilahan sampah organik dan anorganik, budidaya tanaman obat keluarga (TOGA), pembangunan green house, hingga penerapan kawasan bebas rokok di lingkungan sekolah.

Masrikan, Kepala Sekolah SDS Kimia Tirta Utama, menyampaikan bahwa keberhasilan sekolah tidak terlepas dari semangat belajar dan inovasi para siswa dalam mengembangkan potensi diri, selain di bidang akademik. 

“Dukungan orang tua sebagai pendidik utama di rumah, serta pembinaan berkelanjutan dari Astra Agro pun, menjadi faktor penting dalam mendorong kemajuan sekolah dan optimalisasi tumbuh kembang para siswa,” tutupnya.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2026/01/21/menumbuhkan-karakter-lewat-seni-astra-agro-hadir-menjadi-bagian-dari-ruang-tumbuh-anak/feed/ 0 22012
Dari Desa untuk Generasi Bangsa, Astra Agro Hadirkan Makna Hari Ibu di Pasangkayu https://www.astra-agro.co.id/id/2025/12/29/dari-desa-untuk-generasi-bangsa-astra-agro-hadirkan-makna-hari-ibu-di-pasangkayu/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/12/29/dari-desa-untuk-generasi-bangsa-astra-agro-hadirkan-makna-hari-ibu-di-pasangkayu/#respond Mon, 29 Dec 2025 06:28:51 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=21772 Di tengah rintik hujan yang kerap membasahi bumi pertiwi, perayaan Hari Ibu hadir setiap 22 Desember sebagai momentum nasional yang menggugah sanubari. Hari Ibu sejatinya bukan sekadar perayaan kasih sayang, melainkan refleksi atas peran dan perjuangan perempuan Indonesia dalam sejarah bangsa.

Penetapan Hari Ibu berakar dari Kongres Perempuan Indonesia I pada 22 Desember 1928 di Yogyakarta, ketika perempuan dari berbagai latar belakang berkumpul untuk pertama kalinya. Kongres ini menjadi tonggak penting dalam menyuarakan kepentingan bersama, mulai dari pendidikan, kesehatan, hak anak, hingga kontribusi perempuan dalam perjuangan kemerdekaan nasional.

PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) melalui anak usahanya di Sulawesi Barat, menginisiasi peringatan Hari Ibu Nasional dengan menyelenggarakan rangkaian kegiatan talkshow dan sosialiasi kesehatan di tingkat tapak. 

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi berkumpulnya kader posyandu yang senantiasa secara rutin memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh masyarakat di sekitar wilayah operasional Astra Agro.

Rangkaian acara yang dilaksanakan tepat pada Selasa (22/12) ini diikuti oleh sekitar 300 kader posyandu internal dan eksternal binaan Astra Agro di Sulawesi Barat. Pagi itu acara disambut dengan gerimis kecil namun tak menyulutkan semangat para peserta yang hadir untuk mengikuti keseluruhan acara.

Mengusung tema “Dari Pelukan Ibu dan Dukungan Ayah, Tumbuhlah Anak Sehat dan Kuat”, kegiatan ini bertujuan memperkuat peran kader posyandu dalam mendukung kesehatan ibu dan anak melalui pemantauan tumbuh kembang, edukasi gizi, dan penguatan pola asuh, sebagai upaya nyata pencegahan gagal tumbuh atau stunting.

Dalam penyelenggaraan kegiatan ini, Astra Agro menggandeng komunitas Inisiasi Muda dari Desa Tikke Raya, Kabupaten Pasangkayu, sebagai komunitas binaannya. Inisiasi Muda merupakan kelompok pemuda yang aktif bergerak di bidang kepedulian lingkungan dan sosial. Mereka senantiasa menunjukkan komitmennya bagi masyarakat, termasuk dalam pelaksanaan Talkshow Kader Posyandu bersama Astra Agro.

Bekerjasama dengan Komunitas Peduli ASI, Astra Agro dan Inisiasi Muda menghadirkan langsung dua Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Umum Daerah serta Kepala Dinas BKKBN sebagai narasumber Talkshow. 

Andi Handriyati, Dokter Spesialis Anak RSUD AKO Kabupaten Pasangkayu, mengungkapkan rasa bangganya dapat menjadi bagian dari kegiatan yang memberikan dampak positif bagi sekitar. “Inisiasi yang luar biasa hadir dari korporasi dan pemuda desa bagi generasi penerus bangsa di momen spesial hari Ibu,” ungkapnya. 

Ia mengatakan, sebagai ibu bekerja, memastikan anak tetap tumbuh optimal, baik secara fisik, mental, maupun emosional adalah hal yang tidak bisa ditawar. Lalu, peran kader posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat. Sehingga keduanya menjadi sinergi yang positif yang dihadirkan dalam rangkaian acara dan talkshow kali ini.

 

Sementara, Fatur Rachman Hidayat ketua dari Inisiasi Muda menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektoral antara perusahaan, pemerintah daerah, serta organisasi masyarakat. “Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga memperkuat komitmen bersama,” kata Fatur. 

Inisiasi yang dilakukan oleh anak usaha Astra Agro di Sulawesi Barat merupakan satu dari rangkaian program yang telah dijalankan oleh seluruh anak usaha Astra Agro di setiap wilayah operasionalnya dalam tanggung jawab sosial pada pilar kesehatan. 

Sepanjang tahun 2024, Astra Agro telah melakukan program dalam mendukung pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan yang diwujudkan melalui Pusat Kegiatan Kesehatan Masyarakat (PK2M) berbasis Posyandu. 

Kegiatan PK2M tersebut mencakup pendampingan, edukasi, serta pemberian bantuan sarana dan prasarana kepada total 335 Posyandu yang tersebar di desa-desa wilayah kerja Astra Agro. Selain itu Astra Agro juga telah menyalurkan bantuan berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan vitamin kepada 3.342 ibu hamil serta 18.570 bayi dan balita di desa-desa binaan.

Serta sejalan dengan tujuan dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Ibu di Sulawesi Barat, perusahaan juga telah memberikan dukungan terhadap penanganan stunting pada anak-anak di wilayah operasional.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/12/29/dari-desa-untuk-generasi-bangsa-astra-agro-hadirkan-makna-hari-ibu-di-pasangkayu/feed/ 0 21772
Panggung Mimpi Menumbuhkan Prestasi di Celebes Education Festival 2025 https://www.astra-agro.co.id/id/2025/12/22/panggung-mimpi-menumbuhkan-prestasi-di-celebes-education-festival-2025/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/12/22/panggung-mimpi-menumbuhkan-prestasi-di-celebes-education-festival-2025/#respond Mon, 22 Dec 2025 09:02:24 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=21738 Di tengah riuhnya perubahan zaman dan derasnya arus teknologi, pendidikan tetap menjadi jangkar harapan bagi masa depan. PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) melalui anak usahanya di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, berupaya mengembagkan layar-layar mimpi para siswa dengan menghelat Celebes Education Festival (CEF) 2025. Sebuah ajang pameran pendidikan untuk menjaring bakat-bakat terpendam dari tanah Mandar. 

Festival yang digelar pada Minggu (14/12), menghadirkan 50 penampilan dari beragam bidang yang berasal dari seluruh sekolah binaan anak usaha Astra Agro. Diantaranya adalah pembacaan puisi dan pidato, unjuk karate, solo vokal, pertunjukan pantomim, fashion show busana daur ulang limbah, penampilan tarian daerah, hingga musik tradisional. Total ada 190 siswa yang ikut berpartisipasi pada festival pendidikan pertama yang digelar Yayasan Astra Agro tersebut. 

Siswa yang mengikuti Celebes Education Festival 2025 pun terbagi dari beragam kategori jenjang pendidikan mulai dari jenjang anak usia dini, jenjang sekolah dasar, hingga jenjang menengah. Astra Agro berharap dengan ajang yang diikuti oleh beragam jenjang pendidikan mampu menjadi ruang pembentukan mental, pengembangan bakat, dan pencapaian prestasi bagi siswa-siswi sekolah binaan Astra Agro di wilayah Pasangkayu.

Salah satu talenta berbakat yang ikut memeriahkan panggung Celebes Education Festival hari itu adalah Nurul Ainun, vokalis Band SMP Astra Makmur Jaya. Nurul yang semula hanya sekedar menyalurkan minat dan bakat ditunjuk menjadi pembuka di sebuah acara besar yang dihadiri manajemen perusahaan dan jajaran pemerintah daerah di kampung halamannya. 

Ia pun mengungkapkan rasa takjubnya karena dapat menunjukkan bakat menyanyinya dihadapan ratusan orang. Penampilan Nurul pun mendapatkan antusiasme masyarakat dari yang memadati lokasi acara. “Terima kasih Astra Agro yang telah memberikan kesempatan saya dan teman-teman tampil berani di tonton banyak orang,” ujar Ainun dengan polos dan bahagianya setelah tampil di panggung CEF 2025. 

Segenap jajaran Pemerintah Kabupaten Pasangkayu turut menghadiri Celebes Education Festival. Badaruddin, selaku perwakilan Bupati Pasangkayu, mengharapkan CEF 2025 dapat menjadi panutan bagi perusahaan-perusahaan lain, untuk ikut mencerdaskan dan penampilkan talenta-talenta berbakat generasi penerus, khususnya di Sulawesi Barat. 

“Ini merupakan kegiatan yang luar biasa bermanfaat dan sangat edukatif. Sekolah-sekolah serta siswa-siswi anak usaha Astra Agro, telah dikenal selalu berkontribusi dalam prestasi tidak hanya di tingkat kabupaten dan provinsi, bahkan hingga ke nasional,” ungkap bangga Badaruddin, selaku perwakilan Bupati Pasangkayu yang hadir dalam CEF 2025.

Kemeriahan acara berpadu dengan semangat belajar dan kolaborasi, menjadikan CEF 2025 sebagai momentum penting dalam mendorong pendidikan yang mengedepankan karakter, kreativitas, dan sportivitas. Festival ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan dapat tumbuh melalui kerjasama, kepedulian, dan ruang ekspresi yang inklusif, sehingga membuka jalan bagi lahirnya generasi Celebes yang percaya diri, kreatif, dan berprestasi.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/12/22/panggung-mimpi-menumbuhkan-prestasi-di-celebes-education-festival-2025/feed/ 0 21738
Deteksi Dini Sebagai Kunci Dari Kesembuhan: Kolaborasi Lovepink dan Astra Agro Cegah Kanker Payudara di Kalimantan Tengah https://www.astra-agro.co.id/id/2025/12/15/deteksi-dini-sebagai-kunci-dari-kesembuhan-kolaborasi-lovepink-dan-astra-agro-cegah-kanker-payudara-di-kalimantan-tengah/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/12/15/deteksi-dini-sebagai-kunci-dari-kesembuhan-kolaborasi-lovepink-dan-astra-agro-cegah-kanker-payudara-di-kalimantan-tengah/#respond Mon, 15 Dec 2025 09:45:00 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=21697 Sabtu pagi yang cerah di sebuah aula gelanggang olahraga perkebunan kelapa sawit tampak dipadati oleh perempuan dan anak-anak. Pada pagi hari tersebut, aula yang biasanya digunakan untuk berolahraga dimanfaatkan sebagai venue program Pink Talk sebagai agenda sosialisasi pencegahan dan deteksi dini kanker payudara yang diinisiasi oleh Yayasan Lovepink Indonesia.

Astra Agro mengundang perwakilan desa ring 1 di sekitar perkebunan sawit, di antaranya Desa Pandu Sanjaya, Desa Sidomulyo, Desa Sungai Bengkoang, Desa Pangkalan Tiga, dan Desa Runtu untuk menghadiri sosialisasi yang diselenggarakan di PT Gunung Sejahtera Dua Indah (GSDI), Kalimantan Tengah. Selain perwakilan desa, perusahaan juga mengundang tenaga kesehatan yang bertugas di Polibun (Poliklinik Kebun), yang terdiri atas dokter, perawat, serta kader posyandu dari internal maupun eksternal perusahaan serta komunitas PERISKA (Perwakilan Istri Karyawan).

Sejumlah jajaran staff beserta tenaga kesehatan (dokter, perawat, kader posyandu) dari seluruh anak perusahaan Astra Agro di Kalimantan Tengah turut menghadiri dan menyimak materi sosialisasi pada agenda Pink Talk

Sosialisasi mengenai pencegahan kanker payudara di anak perusahaan Astra Agro menjadi sangat penting, terutama di komunitas yang tinggal di sekitar perkebunan Astra Agro. Berdasarkan data dari Global Cancer Observatory (GLOBOCAN), kanker payudara masih menjadi “pembunuh nomor satu” bagi perempuan di Indonesia karena tingginya jumlah kasus baru dan angka kematian, terutama akibat minimnya deteksi dini yang diperkuat oleh mitos dan stigma negatif.

“Banyak warga berasumsi kanker payudara hanya dialami perempuan dengan riwayat keluarga, padahal terdapat banyak faktor lain seperti hormon, pola gizi, dan kondisi psikologis,” ujar Nyoman Christiany Yudha, selaku anggota Lovepink Indonesia yang juga merupakan penyintas kanker payudara.

Deteksi dini dapat dilakukan melalui metode SADARI (Periksa Payudara Sendiri) dan SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis) yang saling melengkapi. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sekitar 85% kelainan payudara pertama kali ditemukan oleh perempuan melalui SADARI yang dilakukan dengan benar. SADARI dapat dilakukan secara mandiri di rumah untuk mengenali perubahan pada payudara, idealnya 7–10 hari setelah menstruasi berakhir saat kondisi payudara lebih lunak.

Peserta wanita melakukan praktek gerakan SADARI bersama sebagai bagian dari screening kanker payudara bulanan

Apabila ditemukan kelainan saat melakukan SADARI atau pada perempuan berusia di atas 40 tahun, pemeriksaan lanjutan melalui SADANIS oleh tenaga kesehatan profesional seperti dokter atau bidan sangat dianjurkan. Deteksi sejak dini berperan besar dalam meningkatkan peluang kesembuhan.

Upaya peningkatan kesadaran ini tidak hanya menjadi tanggung jawab perempuan, namun juga peran dari orang terdekat dan komunitas sekitar. Peran sederhana di dalam keluarga, seperti dukungan suami untuk mengingatkan istri melakukan pemeriksaan rutin, menjadi langkah awal yang sangat berarti.

“Melalui perwakilan desa yang hadir, kami akan membantu menyebarluaskan pengetahuan dari Lovepink kepada warga desa lainnya sepulang dari acara ini,” tegas Suyamto, Kepala Desa Pangkalan Tiga, Kabupaten Kotawaringin Barat. Menurutnya, pengetahuan tentang deteksi dini dan pencegahan kanker payudara sangat berharga, terutama bagi masyarakat di wilayah pedesaan dan pedalaman Kalimantan Tengah.

Bapak Suyamto, selaku Kepala desa Pangkalan Tiga turut aktif berpartisipasi dalam sesi tanya jawab materi deteksi dini kanker payudara

Kegiatan ini merupakan kerja sama tahunan keempat antara Astra Agro dan Lovepink Indonesia, setelah sebelumnya dilaksanakan di Riau, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Barat. Kolaborasi ini telah dimulai sejak awal pandemi melalui berbagai sosialisasi daring yang menjangkau seluruh wilayah operasional Astra Agro di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi serta inisiatif lainnya seperti yang tertulis pada artikel Sustainability Aspiration berikut.

Melalui kolaborasi yang terjalin secara konsisten dengan Lovepink Indonesia, diharapkan upaya edukasi dan pencegahan dapat terus diperluas, menjangkau lebih banyak masyarakat, serta menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya pencegahan dan deteksi dini kanker payudara sebagai kunci dalam menurunkan jumlah kasus kanker payudara stadium lanjut di sejumlah area pedalaman Indonesia.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/12/15/deteksi-dini-sebagai-kunci-dari-kesembuhan-kolaborasi-lovepink-dan-astra-agro-cegah-kanker-payudara-di-kalimantan-tengah/feed/ 0 21697
Astra Agro Gandeng CTSS IPB Gelar Training di STN Tingkatkan Kapasitas Pengelolaan Keanekaragaman Hayati https://www.astra-agro.co.id/id/2025/11/21/astra-agro-gandeng-ctss-ipb-gelar-training-di-stn-tingkatkan-kapasitas-pengelolaan-keanekaragaman-hayati/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/11/21/astra-agro-gandeng-ctss-ipb-gelar-training-di-stn-tingkatkan-kapasitas-pengelolaan-keanekaragaman-hayati/#respond Fri, 21 Nov 2025 06:35:40 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=21522 PT Astra Agro Lestari Tbk. (Astra Agro) kembali memperkuat komitmennya dalam pengelolaan kawasan High Conservation Value (HCV), keanekaragaman hayati, dan ekosistem alami dengan menggelar training Biodiversity and Ecosystem Sustainability di PT Sukses Tani Nusasubur (STN) berkolaborasi bersama Center for Transdisciplinary and Sustainability Sciences (CTSS) IPB University.

“Perusahaan menunjukkan kesungguhan yang luar biasa untuk benar-benar menjaga kawasan,” kata Dosen IPB University sekaligus Direktur CTSS IPB University, Prof. Damayanti Buchori, Ph.D, M.Sc usai acara yang dilengkapi dengan kunjungan lapangan melihat program konservasi perusahaan.

Menurut Prof. Damayanti, area konservasi yang dipertahankan perusahaan bahkan lebih luas dibandingkan area yang dibuka untuk perkebunan sawit.

Langkah itu, menurutnya mencerminkan penerapan sustainable landscape yang berjalan baik.

“Cara mereka menjaga landscape-nya itu impressive,” ujar Prof. Damayanti, tampak bangga dengan langkah dan keseriusan PT STN menjaga lingkungan bernilai konservasi tinggi.

Training strategis yang diselenggarakan September lalu ini sendiri ditujukan untuk meningkatkan kompetensi teknis dan koordinasi implementasi konservasi di lanskap perkebunan.

Kegiatan diikuti 25 peserta dari berbagai entitas Astra Group, termasuk PT Astra International Tbk, PT Pamapersada Nusantara, PT Energia Prima Nusantara, PT United Tractors, PT Agincourt Resources, serta anak perusahaan AAL.

Saat melakukan peninjauan lapangan para peserta diajak melihat bagaimana perusahaan memelihara kawasan karst dan gua-gua secara aktif, termasuk melakukan perawatan yang membutuhkan biaya besar. 

Ia mengungkapkan bahwa hasil rapid biodiversity assessment menunjukkan kekayaan hayati yang luar biasa, mulai dari populasi beruk yang kuat hingga kupu-kupu dan burung yang masih mudah dijumpai di sekitar area konservasi.

Selain melibatkan IPB, kegiatan juga melibatkan Dosen University of Vienna, Prof. Dr. Christian Hansjoachim Schulze dan Dosen IPB University, Prof. Dr. Ir. Mirza Dikari Kusrini, M.Si, serta tim ahli dari IPB University lainnya.

Mereka pun memberikan pendalaman ilmiah, bimbingan teknis identifikasi spesies, serta penilaian terhadap metode pengumpulan data lapangan, pengolahan data berdasarkan kaidah ilmiah.

Vice President Sustainability Astra Agro, Susila Darma Wati, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian penting dari penguatan sistem keberlanjutan perusahaan.

“Pelatihan Biodiversity ini kami selenggarakan sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam memenuhi standar keberlanjutan, yang menekankan pentingnya penguatan pengelolaan kawasan High Conservation Value (HCV),keanekaragaman hayati, da nekosistem alamidi seluruh wilayah operasional,” ujar Susi

Baginya, pelaksanaan pelatihan merupakan tindak lanjut 5 Years Action Plan (5YAP) serta langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas tim sustainability dalam mengelola dan mengevaluasi efektivitas program konservasi.

Ia mengungkapkan, program ini juga mendukung implementasi Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) yang menekankan pentingnya penguatan kapasitas dan kolaborasi lintas sektor, termasuk peran sektor swasta dalam menjaga keberlanjutan keanekaragaman hayati.

Sumber: Tribun News Kaltim

Penafian

Artikel ini mungkin berisi materi ber hak cipta, yang penggunaannya mungkin tidak diizinkan oleh pemilik hak cipta. Materi ini disediakan dengan tujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan. Materi yang terdapat dalam situs web Astra Agro didistribusikan tanpa mencari keuntungan. Jika Anda tertarik untuk menggunakan materi yang memiliki hak cipta dari materi ini dengan alasan apapun yang melampaui ‘penggunaan wajar’, Anda harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari sumber aslinya

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/11/21/astra-agro-gandeng-ctss-ipb-gelar-training-di-stn-tingkatkan-kapasitas-pengelolaan-keanekaragaman-hayati/feed/ 0 21522
Dukung program green policing, PT TPP bersama Polsek Lirik gelar penanaman pohon https://www.astra-agro.co.id/id/2025/11/20/dukung-program-green-policing-pt-tpp-bersama-polsek-lirik-gelar-penanaman-pohon/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/11/20/dukung-program-green-policing-pt-tpp-bersama-polsek-lirik-gelar-penanaman-pohon/#respond Thu, 20 Nov 2025 06:26:00 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=21519 Rengat (ANTARA) – Polsek Lirik bersama PT Tunggal Perkasa Plantations (TPP), perusahaan perkebunan kelapa sawit anak usaha PT Astra Agro Lestari Tbk melaksanakan kegiatan penanaman pohon dan sosialisasi di Sekolah Menengah Pertama Swasta (SMPS) Tunggal Lestari, Kamis.

Kegiatan yang digelar dalam rangka mendukung program green policing Kapolda Riau sekaligus menyambut “Hari Pohon Nasional”yang diperingati setiap 21 November.

Kegiatan itu, dipimpin oleh Kapolsek Lirik, AKP Novris H. Simanjuntak dihadiri beberapa pihak terkait.

“Terima kasih kepada PT Tunggal Perkasa Plantations dan SMPS Tunggal Lestari yang telah melaksanakan kegiatan ini dan mendukung program Kapolda Riau,” kata Kapolsek Lirik.

Ia mengatakan, dengan realisasi kegiatan Polda Riau itu memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi semua pihak.

Melalui penanaman pohon bersama, tentu dengan harapan lingkungan semakin hijau dan lestari.

Bahkan, memberikan manfaat bagi masyarakat, menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan di masa mendatang.

Pada kesempatan itu, Administratur PT TPP, Victor Aybund menyebutkan, kegiatan itu sebagai langkah positif dalam membangun kesadaran peduli lingkungan.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Polsek Lirik yang tidak hanya berfokus pada keamanan, tetapi juga aktif mendorong kesadaran lingkungan dan pendidikan karakter bagi pelajar,” ujar Victor.

Ia menegaskan, sebagai bagian dari PT Astra Agro Lestari Tbk, PT TPP memiliki komitmen kuat dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan masyarakat.

Kolaborasi positif sebaiknya dapat terus berlanjut dan memberikan dampak baik bagi generasi muda, khususnya di wilayah Indragiri Hulu.

Sebab, kegiatan itu menghadirkan potret sinergi yang nyata antara kepolisian, pemerintah, dunia pendidikan, dan perusahaan.

Serta mewujudkan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang hijau, aman, sehat dan berdaya sebagai investasi jangka panjang bagi Inhu.

Untuk diketahui, turut hadir dalam momen tersebut, Camat Lirik, Kepala Desa Sungai Sagu, Administratur PT TPP, CDO PT TPP, Asisten CSR PT TPP, para siswa SMPS Tunggal Lestari, Polisi Cilik, hingga duta konservasi sekolah.

Setelah penanaman pohon, rangkaian acara berlanjut dengan sosialisasi tentang bahaya bullying, penyalahgunaan narkoba dan pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas serta tiga isu sosial yang erat dengan kehidupan generasi muda. ***

Sumber: riau.antaranews.com

Penafian

Artikel ini mungkin berisi materi berhak cipta, yang penggunaannya mungkin tidak diizinkan oleh pemilik hak cipta. Materi ini disediakan dengan tujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan. Materi yang terdapat dalam situs web Astra Agro didistribusikan tanpa mencari keuntungan. Jika Anda tertarik untuk menggunakan materi yang memiliki hak cipta dari materi ini dengan alasan apapun yang melampaui ‘penggunaan wajar’, Anda harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari sumber aslinya

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/11/20/dukung-program-green-policing-pt-tpp-bersama-polsek-lirik-gelar-penanaman-pohon/feed/ 0 21519
Menumbuhkan Kehidupan dari Komunitas: Cerita Paguyuban Terbaik Astra Agro 2025 https://www.astra-agro.co.id/id/2025/11/17/menumbuhkan-kehidupan-dari-komunitas-cerita-paguyuban-terbaik-astra-agro-2025/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/11/17/menumbuhkan-kehidupan-dari-komunitas-cerita-paguyuban-terbaik-astra-agro-2025/#respond Mon, 17 Nov 2025 08:53:27 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=21440 Di tengah hiruk pikuk aktivitas di perkebunan, terdapat ruang-ruang hangat yang memupuk kehidupan di dalamnya. Ruang di mana para karyawan dan keluarga besar PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) tumbuh bersama, dan menebar manfaat bagi sekitar. Di sinilah para komunitas inspiratif lahir dan berkembang. Kerap dikenal dengan nama paguyuban, namun maknanya lebih dari sekedar perkumpulan manusia semata. Namun sebuah rumah yang melahirkan nilai kemanusiaan, membangun kepedulian serta menumbuhkan kemandirian yang berkelanjutan. 

Paguyuban Kencana Lestari

Di lingkungan PT Gunung Sejahtera Puti Perdana (GSPP), Kalimantan Tengah, tumbuh sebuah komunitas yang seindah namanya: Paguyuban Kencana Lestari. Di bawah kepemimpinan Dimas Saputra selaku Ketua Paguyuban, mereka menghidupkan semangat kebersamaan dan tanggung jawab sosial yang kuat.

Paguyuban ini berdiri di atas semangat sederhana, saling peduli dan berkembang bersama. Berbagai program unggulan mereka menjadi bukti nyatanya. Program Zero Accident dan Safety Agent, misalnya, bukan hanya slogan keselamatan kerja, tetapi budaya hidup. 

“Keselamatan mulai dari rumah.” menjadi jargon mereka. Dengan menganut sistem Triple S, yakni Sebelum, Saat, dan Sesudah bekerja, bagi mereka keselamatan adalah karakter, bukan kewajiban.

Di sela rutinitas, mereka juga menghidupkan nilai budaya, melalui Siskamling Temu Paguyuban, warga memperkuat rasa aman dan solidaritas. Sementara kesenian kuda lumping menjadi ruang ekspresi budaya yang mengakar, menyatukan warga lintas generasi dalam semangat gotong royong.

Kemandirian ekonomi pun menjadi pilar penting. Melalui UMKM Mandiri, warga memproduksi jamu, nasi tiwul, dan keripik singkong, serta mengelola layanan pangkas rambut secara kemitraan. Serta di bidang lingkungan, program Biopori menjadi simbol kepedulian terhadap bumi, berjalan beriring dengan TPA Keagamaan yang memperkuat moral dan spiritual warga.

Paguyuban ini menjadi cermin nyata bagaimana nilai-nilai 4 pilar tanggung jawab sosial kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan hidup dari rumah ke rumah.

Paguyuban Hidup Baru

Sementara itu, di Desa Laburan, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, berdiri Paguyuban Hidup Baru, komunitas yang benar-benar hidup sesuai namanya. Di bawah naungan PT Borneo Indah Marjaya (BIM), paguyuban ini mengajarkan bagaimana sinergi dan keberlanjutan bisa menjadi rumah bersama.

Paguyuban ini mengedepankan tiga pilar utama: Selamat, Sehat, dan Hijau. Melalui agen safety, ronda malam rutin, dan rambu-rambu keselamatan, mengacu pada komitmen yang sama bahwa menanamkan kesadaran tentang keselamatan bukan hanya urusan kerja, tapi gaya hidup.

Di bidang kesehatan, mereka menjalankan Posyandu warga, jumantik aktif, serta program Ready to Work (RTW) yang membiasakan warga menjaga kebugaran sebelum bekerja. Tidak berhenti di sana, kegiatan olahraga bersama dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) menjadikan paguyuban ini tempat belajar hidup sehat yang nyata.

Hal yang paling membanggakan adalah program Bank Sampah pada Paguyuban Hidup Baru, yang telah berjalan sejak 2021. Program ini bukan hanya mengubah sampah menjadi sumber ekonomi, tetapi juga mengajarkan warga tentang tanggung jawab terhadap lingkungan. Bank sampah ini bahkan telah bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kalimantan Timur dan meraih penghargaan Proklim tingkat provinsi.

Di sela aktivitas lingkungan, warga juga mengembangkan UMKM Paguyuban Mandiri seperti keripik pisang, jamu, dan kerajinan tangan. Semua keuntungan dikembalikan untuk kepentingan bersama. Paguyuban Hidup Baru telah menghadirkan kehidupan baru yang sehat dalam kebiasaan, hijau dalam harmoni, dan mandiri dengan hati.

Paguyuban Hotel Berseri

Dari tanah Kalimantan menuju tanah Riau, Paguyuban Hotel Berseri yang menjadi binaan dan bimbingan PT Kimia Tirta Utama (KTU) juga tak kalah memancarkan semangat kebersamaan yang cerah seperti namanya yakni Berseri. Dengan visi menciptakan lingkungan yang “hijau, guyub, sehat, selamat, dan produktif,” mereka membangun harmoni antara warga, alam, dan perusahaan.

Paguyuban ini berdiri kokoh di atas empat pilar: Sehat, Selamat, Hijau, dan Sejahtera. Melalui program Hotel Berseri Sehat, mereka menjaga kesehatan warga lewat Posyandu Anggrek, apotek hidup, dan senam ibu-ibu setiap minggu. Fitness center juga hadir untuk meningkatkan kesehatan fisik sekaligus menjadi usaha produktif bagi paguyuban.

Dalam pilar Selamat, budaya Safety Culture diterapkan konsisten, dengan Tugu Komitmen Keselamatan, pemeriksaan APD rutin, dan program Ready to Work. Berkat disiplin tinggi ini, PT KTU berhasil mempertahankan predikat Zero Accident hingga 2025.

Tak mau ketinggalan, pilar Hijau juga menjadi program yang menjadi perhatian, dengan dijalankan bersama kreativitas warga. Melalui inovasi LIMBAH (Lihat, Inisiatif, Manfaatkan, Buat, dan Hadirkan solusi), galon bekas disulap jadi pot tanaman, ban bekas jadi pagar dan monumen, serta sampah organik diolah jadi pupuk kompos. Lingkungan pun menjadi taman yang hidup dan indah.

Di pilar terakhir yaitu Sejahtera, warga memberdayakan diri melalui usaha jual beli ternak kambing, budidaya ikan lele, produksi serbuk jahe, serta warung hidup yang menyediakan sayur segar hasil kebun. Semua kegiatan ini bukan hanya meningkatkan kesejahteraan, tapi juga memperkuat ikatan sosial antar warga.

Tiga paguyuban ini, Kencana Lestari, Hidup Baru, dan Hotel Berseri, mewakili wajah sejati keberlanjutan di Astra Agro. Mereka menanam nilai-nilai kemanusiaan di setiap langkah, mengelola lingkungan dengan hati, dan menumbuhkan ekonomi melalui kebersamaan.

Sebagai bukti nyata dari dedikasi dan kerja keras tersebut, ketiga paguyuban ini berhasil menjadi tiga terbaik dalam ajang Inovasi Astra Agro (Innovagro) Lomba Paguyuban 2025. 

Sebuah pengakuan atas semangat kebersamaan, kreativitas, dan kepedulian yang tumbuh dari sebuah  komunitas.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/11/17/menumbuhkan-kehidupan-dari-komunitas-cerita-paguyuban-terbaik-astra-agro-2025/feed/ 0 21440
Ketika Perusahaan dan Pers Bersinergi: Kisah Hangat PT PLB Raih Citra Karsa Awards 2025 https://www.astra-agro.co.id/id/2025/11/04/ketika-perusahaan-dan-pers-bersinergi-kisah-hangat-pt-plb-raih-citra-karsa-awards-2025/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/11/04/ketika-perusahaan-dan-pers-bersinergi-kisah-hangat-pt-plb-raih-citra-karsa-awards-2025/#respond Tue, 04 Nov 2025 06:39:24 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=21377 Malam di Anjong Mon Mata terasa istimewa. Di tengah gemerlap cahaya dan tepuk tangan hangat para insan pers, nama PT Perkebunan Lembah Bhakti (PLB) disebut sebagai penerima Citra Karsa Awards 2025. Sorak gembira terdengar, bukan hanya karena penghargaan yang diraih, tetapi karena maknanya: sebuah pengakuan atas upaya tulus membangun hubungan yang hangat antara perusahaan, media, dan masyarakat di Aceh Singkil.

Sebagai anak perusahaan PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro), PT PLB sudah lama percaya bahwa keberhasilan bisnis tidak berdiri sendiri. Di setiap langkah, perusahaan berupaya menanamkan nilai kolaborasi, termasuk dengan media lokal yang menjadi jembatan informasi bagi masyarakat. Hubungan itu tumbuh dari obrolan sederhana, kerja sama dalam kegiatan sosial, hingga publikasi yang memberi ruang bagi cerita kebaikan dari pelosok Aceh Singkil.

Bagi masyarakat setempat, PT PLB tak hanya identik dengan kebun kelapa sawit. Di pesisir Aceh Singkil, perusahaan turut menjaga lingkungan dengan menanam mangrove bersama Dinas Lingkungan Hidup dan kelompok tani. Di desa-desa, mereka membantu kelompok tani hortikultura dengan bibit dan pendampingan, agar ekonomi lokal terus bergerak maju. Semua dilakukan dengan semangat kebersamaan, bukan sekadar tanggung jawab sosial.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjalankan program-program yang tidak hanya berkelanjutan secara bisnis, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan media lokal,” ujar Riki Agus Rinaldy, Administratur PT PLB. 

Ia menambahkan, kepercayaan publik adalah hal berharga yang harus dijaga melalui keterbukaan dan komunikasi yang baik dengan media.

Media lokal memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang jujur dan membangun. Perusahaan melihat media sebagai mitra yang tumbuh bersama masyarakat. Mereka bukan sekadar pemberita, tapi sahabat yang menjaga semangat literasi dan kepercayaan publik.

Penghargaan Citra Karsa Awards 2025 yang diselenggarakan oleh Serikat Perusahaan Pers (SPS) merupakan bagian dari perayaan HUT ke-79 SPS dengan tema “Pers Maju, Sumber Daya Indonesia Melaju.” 

Dalam acara yang dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Aceh, M. Nasir, Ketua Umum SPS Januar P. Ruswita menjelaskan bahwa penghargaan ini diberikan kepada institusi yang aktif membangun ekosistem media yang sehat, profesional, dan berimbang. “Kami mengapresiasi lembaga yang terus menjaga hubungan baik dengan media, karena pers yang kuat adalah bagian dari kemajuan bangsa,” ujarnya.

Bagi PLB, penghargaan ini bukan garis akhir, melainkan awal dari langkah baru. Di Aceh Singkil, mereka akan terus memperkuat kolaborasi dengan media dalam berbagai program—mulai dari kegiatan lingkungan, CSR, hingga pemberdayaan komunitas. Karena di mata mereka, membangun masyarakat tidak cukup dengan tangan sendiri; perlu banyak tangan yang saling menggenggam, berbagi peran, dan menumbuhkan harapan.

Dari pesisir Singkil hingga panggung Banda Aceh, kisah PT PLB dan media lokal adalah kisah tentang sinergi yang tulus. Bahwa di balik setiap berita baik dan langkah kecil menuju perubahan, selalu ada kerja sama, empati, dan keyakinan bahwa kebaikan yang disemai bersama akan tumbuh menjadi masa depan yang lebih berdaya.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/11/04/ketika-perusahaan-dan-pers-bersinergi-kisah-hangat-pt-plb-raih-citra-karsa-awards-2025/feed/ 0 21377
Teknologi & Inklusivitas Jadi Kunci Astra Agro Bangun Sawit Berkelanjutan https://www.astra-agro.co.id/id/2025/10/13/teknologi-inklusivitas-jadi-kunci-astra-agro-bangun-sawit-berkelanjutan-2/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/10/13/teknologi-inklusivitas-jadi-kunci-astra-agro-bangun-sawit-berkelanjutan-2/#respond Mon, 13 Oct 2025 05:51:00 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=21504 Jakarta – PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) menegaskan komitmennya terhadap produktivitas kelapa sawit yang berkelanjutan. Upaya yang menjadi bagian penting strategi perusahaan itu diwujudkan melalui inovasi, inklusivitas, dan penggunaan teknologi.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang memberikan sambutan menekankan bahwa negara berkembang seperti Indonesia perlu menapaki jalannya sendiri menuju pembangunan berkelanjutan, tanpa harus meniru pola negara maju.

“Tidak ada satu formula yang cocok untuk semua. Kita tidak bisa mencapai kemajuan dengan mengorbankan lingkungan atau stabilitas keuangan. Investasi dan keberlanjutan harus berjalan beriringan,” ujar AHY dalam keterangan tertulis, Sabtu (11/10/2025).

Hal tersebut ia katakan saat menjadi pembicara dalam Indonesia International Sustainability Forum (IISF), Jumat (10/10).

Sementara itu, Presiden Direktur PT Astra Agro Lestari Tbk, Djap Tet Fa mengatakan di Astra Agro Lestari, pihaknya membangun model pertanian yang inklusif, berbasis teknologi, dan ramah lingkungan.

“Model yang mampu menjamin ketahanan pangan masa depan melalui perpaduan antara inovasi, kemitraan, dan keberlanjutan,” kata Djap Tet Fa.

Senada dengan pandangan AHY bahwa pentingnya melakukan langkah yang realistis dan tahan terhadap masa depan sebagai wadah untuk membentuk kemandirian, Astra Agro Lestari juga telah membangun model pertanian berkelanjutan dengan pendekatan kolaboratif antara sektor publik dan swasta.

Dalam sesi diskusi bertema ‘Sustainable Agriculture’, Djap Tet Fa menegaskan pentingnya kemitraan publik-swasta (public-private partnership) dalam memastikan ketahanan pangan jangka panjang.

Ia menjelaskan bahwa konsep ‘sustainable intensification’, yakni memproduksi lebih banyak dari lahan yang sudah ada tanpa memperluas area tanam, menjadi inti dari strategi Astra Agro Lestari.

Beberapa inisiatif utama yang dijalankan Astra Agro meliputi peremajaan kebun lama dengan varietas unggul untuk meningkatkan produktivitas tanpa membuka lahan baru. Riset dan Inovasi juga terus digalakkan dengan mengembangkan pupuk hayati organik untuk memperbaiki kesehatan tanah, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, serta menurunkan emisi karbon. Inklusivitas petani kecil juga turut dipastikan oleh Astra Agro Lestari.

“No one left behind,” tegas Djap Tet Fa dalam paparannya.

Ia memastikan tidak ada yang tertinggal melalui akses kesetaraan terhadap bahan tanam, pupuk, pembiayaan, dan pelatihan bagi para petani mitra.

Teknologi Digital dengan menggunakan drone, kecerdasan buatan (AI), dan analisis data untuk memantau kesehatan kebun dan mengoptimalkan efisiensi panen juga menjadi prioritas Astra Agro Lestari. Selain itu, penerapan standar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), serta penerapan kebijakan tanpa deforestasi, konservasi lahan gambut, dan menghormati hak asasi manusia (NDPE) menjadi komitmen Astra Agro Lestari dalam menerapkan praktik berkelanjutan yang bertanggung jawab, transparan, dan bebas deforestasi.

Memberdayakan Petani Kecil Melalui Teknologi

Djap Tet Fa menekankan bahwa petani sawit (smallholders) adalah mitra utama Astra Agro dalam mendorong ketahanan pangan dan keberlanjutan industri.

“Misi kami sederhana, petani kecil harus tumbuh bersama kami, bukan tertinggal di belakang,” tegasnya.

Melalui Program Inklusi Petani Kecil, Astra Agro Lestari telah bekerja sama dengan ribuan petani mitra untuk membangun ekosistem pertanian yang lebih tangguh dan modern.

Program ini mencakup peningkatan kapasitas petani (capacity building) berupa pelatihan lapangan tentang pengelolaan hama, pemupukan presisi, dan pengelolaan tanah berkelanjutan.

Penyediaan akses pasar dan pembiayaan juga dilakukan Astra Agro dengan membeli hasil panen langsung dari petani mitra melalui kontrak jangka panjang yang transparan, serta dukungan akses ke lembaga keuangan. Digitalisasi tak kalah penting dalam menunjang semua program perusahaan.

Astra Agro mengoptimalkan penggunaan platform digital untuk perencanaan pengiriman hasil, pemantauan harga, dan konsultasi agronomi secara real-time. Djap Tet Fa yang juga alumnus Universitas Gadjah Mada ini menegaskan, pemberdayaan petani kecil bukan semata tanggung jawab sosial, tetapi investasi strategis bagi ketahanan sistem pertanian nasional.

“Ketika petani memiliki akses terhadap alat, keterampilan, dan pasar, mereka menjadi mitra sejati dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan memastikan manfaat keberlanjutan yang dirasakan oleh semua pihak,” tutupnya.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, Astra Agro Lestari membuktikan bahwa produktivitas dan keberlanjutan bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan dua sisi dari satu visi yang sama demi menuju masa depan pertanian yang tangguh, inklusif, dan ramah lingkungan.

Langkah-langkah konkret seperti yang dilakukan Astra Agro Lestari menjadi bagian penting dari perjalanan menuju masa depan Indonesia yang berkelanjutan.

Sebagai informasi, forum IISF 2025 yang mengusung tema ‘Investing for a Resilient, Sustainable, and Prosperous World’ menghadirkan lebih dari 250 pembicara dan diikuti oleh lebih dari 100 pelaku bisnis serta filantropis global. Forum ini menegaskan komitmen Indonesia terhadap agenda transisi ekonomi hijau, ketahanan pangan, dan energi terbarukan.

Sumber: https://finance.detik.com/

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/10/13/teknologi-inklusivitas-jadi-kunci-astra-agro-bangun-sawit-berkelanjutan-2/feed/ 0 21504
Astra Agro Dorong Produktivitas Sawit Berkelanjutan https://www.astra-agro.co.id/id/2025/10/11/astra-agro-dorong-produktivitas-sawit-berkelanjutan/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/10/11/astra-agro-dorong-produktivitas-sawit-berkelanjutan/#respond Sat, 11 Oct 2025 06:48:00 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=21527 Jakarta – PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) menegaskan komitmennya terhadap produktivitas kelapa sawit yang berkelanjutan. Upaya yang menjadi bagian penting strategi perusahaan itu diwujudkan melalui inovasi, inklusivitas, dan penggunaan teknologi.

“Di Astra Agro Lestari, kami membangun model pertanian yang inklusif, berbasis teknologi, dan ramah lingkungan. Model yang mampu menjamin ketahanan pangan masa depan melalui perpaduan antara inovasi, kemitraan, dan keberlanjutan,” kata Presiden Direktur PT Astra Agro Lestari Tbk, Djap Tet Fa saat menjadi pembicara dalam Indonesia International Sustainability Forum (IISF), Jumat (10/10).

Dalam perhelatan IISF 2025 di Jakarta Convention Center, Djap Tet Fa membagikan pandangan dan praktik terbaik perusahaan perkebunan kelapa sawit dalam memperkuat ketahanan pangan yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan.

Forum IISF 2025 yang mengusung tema “Investing for a Resilient, Sustainable, and Prosperous World” menghadirkan lebih dari 250 pembicara dan diikuti oleh lebih dari 100 pelaku bisnis serta filantropis global. Forum ini menegaskan komitmen Indonesia terhadap agenda transisi ekonomi hijau, ketahanan pangan, dan energi terbarukan.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang memberikan sambutan menekankan bahwa negara berkembang seperti Indonesia perlu menapaki jalannya sendiri menuju pembangunan berkelanjutan, tanpa harus meniru pola negara maju.

“Tidak ada satu formula yang cocok untuk semua. Kita tidak bisa mencapai kemajuan dengan mengorbankan lingkungan atau stabilitas keuangan. Investasi dan keberlanjutan harus berjalan beriringan,” ujar AHY.

Senada dengan pandangan Menko bahwa pentingnya melakukan langkah yang realistis dan tahan terhadap masa depan sebagai wadah untuk membentuk kemandirian, Astra Agro Lestari juga telah membangun model pertanian berkelanjutan dengan pendekatan kolaboratif antara sektor publik dan swasta.

Dalam sesi diskusi bertema “Sustainable Agriculture”, Djap Tet Fa menegaskan pentingnya kemitraan publik-swasta (public–private partnership) dalam memastikan ketahanan pangan jangka panjang.

Ia menjelaskan bahwa konsep ‘sustainable intensification’, yakni memproduksi lebih banyak dari lahan yang sudah ada tanpa memperluas area tanam, menjadi inti dari strategi Astra Agro Lestari.

Beberapa inisiatif utama yang dijalankan Astra Agro meliputi peremajaan kebun lama dengan varietas unggul untuk meningkatkan produktivitas tanpa membuka lahan baru. Riset dan Inovasi juga terus digalakkan dengan mengembangkan pupuk hayati organik untuk memperbaiki kesehatan tanah, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, serta menurunkan emisi karbon.

Inklusivitas petani kecil juga turut dipastikan oleh Astra Agro Lestari. “No one left behind,” tegas Djap Tet Fa dalam paparannya. Ia memastikan tidak ada yang tertinggal melalui akses kesetaraan terhadap bahan tanam, pupuk, pembiayaan, dan pelatihan bagi para petani mitra.

Teknologi Digital dengan menggunakan drone, kecerdasan buatan (AI), dan analisis data untuk memantau kesehatan kebun dan mengoptimalkan efisiensi panen juga menjadi prioritas Astra Agro Lestari. Selain itu, penerapan standar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), serta penerapan kebijakan tanpa deforestasi, konservasi lahan gambut, dan menghormati hak asasi manusia (NDPE) menjadi komitmen Astra Agro Lestari dalam menerapkan praktik berkelanjutan yang bertanggung jawab, transparan, dan bebas deforestasi.

Memberdayakan Petani Kecil Melalui Teknologi

Djap Tet Fa menekankan bahwa petani sawit (smallholders) adalah mitra utama Astra Agro dalam mendorong ketahanan pangan dan keberlanjutan industri.

“Misi kami sederhana, petani kecil harus tumbuh bersama kami, bukan tertinggal di belakang,” tegasnya.

Melalui Program Inklusi Petani Kecil, Astra Agro Lestari telah bekerja sama dengan ribuan petani mitra untuk membangun ekosistem pertanian yang lebih tangguh dan modern.

Program ini mencakup peningkatan kapasitas petani (capacity building) berupa pelatihan lapangan tentang pengelolaan hama, pemupukan presisi, dan pengelolaan tanah berkelanjutan.

Penyediaan akses pasar dan pembiayaan juga dilakukan Astra Agro dengan membeli hasil panen langsung dari petani mitra melalui kontrak jangka panjang yang transparan, serta dukungan akses ke lembaga keuangan. Digitalisasi tak kalah penting dalam menunjang semua program perusahaan. Astra Agro mengoptimalkan penggunaan platform digital untuk perencanaan pengiriman hasil, pemantauan harga, dan konsultasi agronomi secara real-time.

Presdir Astra Agro yang juga alumnus Universitas Gadjah Mada ini menegaskan, pemberdayaan petani kecil bukan semata tanggung jawab sosial, tetapi investasi strategis bagi ketahanan sistem pertanian nasional.

“Ketika petani memiliki akses terhadap alat, keterampilan, dan pasar, mereka menjadi mitra sejati dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan memastikan manfaat keberlanjutan yang dirasakan oleh semua pihak,” tutupnya.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, Astra Agro Lestari membuktikan bahwa produktivitas dan keberlanjutan bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan dua sisi dari satu visi yang sama demi menuju masa depan pertanian yang tangguh, inklusif, dan ramah lingkungan.

Langkah-langkah konkret seperti yang dilakukan Astra Agro Lestari menjadi bagian penting dari perjalanan menuju masa depan Indonesia yang berkelanjutan.(*)

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/10/11/astra-agro-dorong-produktivitas-sawit-berkelanjutan/feed/ 0 21527
Ahmad Fayaz: Dari Pelosok Sunyi Menuju Panggung Prestasi https://www.astra-agro.co.id/id/2025/10/10/ahmad-fayaz-dari-pelosok-sunyi-menuju-panggung-prestasi/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/10/10/ahmad-fayaz-dari-pelosok-sunyi-menuju-panggung-prestasi/#respond Fri, 10 Oct 2025 06:47:20 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=21271 Di sebuah sudut tenang pelosok perkebunan sawit, jauh dari gemerlap kota, lahirlah sebuah kisah kecil yang begitu berarti. Kisah tentang seorang anak bernama Lalu Ahmad Fayaz, yang masih berusia tujuh tahun, namun sudah mampu menorehkan jejak yang membanggakan.

Fayaz bukanlah anak yang dibesarkan dengan segala kemewahan. Ia tumbuh di tengah alam sederhana, dengan tawa dan peluh keluarga yang setiap hari menyemai kehidupan. Senyumnya polos, matanya jernih, dan rasa ingin tahunya tak pernah padam. Dari ruang kelas yang sederhana, ia belajar, bermimpi, dan perlahan menapaki jalan menuju panggung nasional.

Siapa sangka, anak bungsu dari enam bersaudara ini akhirnya berhasil meraih medali emas Olimpiade Nasional Bahasa Inggris. Ia bukan hanya menjadi juara, tapi juga mengalahkan ratusan peserta dari sekolah-sekolah terbaik, bahkan sekolah internasional. Dengan tekun, Fayaz menuntaskan seluruh soal dengan sempurna dalam waktu yang lebih singkat dibanding peserta lain.

Namun, kemenangan ini bukan sekadar tentang angka dan piala. Kemenangan Fayaz adalah bukti nyata bahwa harapan bisa tumbuh di tempat yang sederhana. Ia adalah anak kebun yang berani bermimpi, dan diberi kesempatan untuk menggapai cita-cita.

Setiap pagi, sebelum sinar matahari menyusup di antara pohon-pohon sawit, Fayaz bersiap menuju sekolah. Sekolah dasarnya adalah sekolah binaan PT Gunung Sejahtera Ibu Pertiwi (GSIP) dan PT Agro Menara Rachmat (AMR), unit usaha dari Astra Agro Lestari. Di sanalah benih mimpinya tumbuh. Bukan hanya lewat buku dan angka, tapi lewat sentuhan para guru yang sabar, yang tak hanya mengajar tapi juga membimbing dengan hati.

“Fayaz selalu bersemangat, tekun, dan tak pernah lelah belajar. Yang membuatnya istimewa, ia percaya bahwa dirinya mampu,” kata gurunya, Putri Azzahra Salsabilla, penuh kebanggaan.

Di balik itu semua, ada sosok ibu yang menjadi cahaya dalam perjalanan Fayaz. Seorang perempuan sederhana yang tak kenal lelah mendampingi, mengulang kata demi kata, membacakan cerita, melatih pengucapan bahasa Inggris dengan penuh kesabaran. Ibunya bukan hanya pendamping belajar, melainkan juga sumber semangat dan keyakinan.

“Nggak pernah berharap apa-apa, kalau kata ibu yang penting berusaha dan belajar terus aja,” begitu ungkap Fayaz saat ditanya apa yang memotivasinya hingga mampu menjadi sang juara. 

Baginya, bisa percaya diri ikut berbagai macam lomba saja sudah membuat keluarganya bangga, sehingga anak sekecil Fayaz pun tidak pernah berekspektasi tinggi dari kemampuannya sendiri. 

Prestasi Fayaz juga tak lepas dari fondasi yang dibangun oleh Astra Agro. Di balik kesibukan bisnis dan operasional, perusahaan ini menanam investasi lain yang tak kalah penting: investasi pada masa depan anak-anak bangsa. Melalui sekolah binaan, pelatihan guru, dan fasilitas pendidikan, Astra Agro menciptakan ruang aman tempat mimpi anak-anak seperti Fayaz bisa bertumbuh.

Pilar pendidikan menjadi salah satu pilar utama yang menjadi komitmen Astra Agro dalam kontribusi untuk mencerdaskan kehidupan anak-anak di usia sekolah hingga mensejahterakan masyarakat. 

Fayaz pulang dengan membawa emas, tetapi sesungguhnya ia membawa lebih dari itu. Ia membawa harapan—untuk anak-anak lain di pelosok negeri, untuk para orang tua yang setia mendampingi, untuk para guru yang sabar membimbing, dan untuk bangsa yang selalu bermimpi akan masa depan yang lebih cerah.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/10/10/ahmad-fayaz-dari-pelosok-sunyi-menuju-panggung-prestasi/feed/ 0 21271
Dari Tangan Kecil untuk Bumi, Gerakan Hijau Astra Agro di Kalimantan https://www.astra-agro.co.id/id/2025/10/02/dari-tangan-kecil-untuk-bumi-gerakan-hijau-astra-agro-di-kalimantan/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/10/02/dari-tangan-kecil-untuk-bumi-gerakan-hijau-astra-agro-di-kalimantan/#respond Thu, 02 Oct 2025 03:47:16 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=21237 Di tengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap krisis lingkungan, khususnya polusi plastik, entitas usaha PT Astra Agro Lestari Tbk. (Astra Agro) di Kalimantan menunjukkan bahwa solusi bisa lahir dari tempat-tempat sederhana—dari halaman sekolah, botol-botol bekas, hingga tangan mungil para siswa.

Inisiatif inspiratif datang dari wilayah berbeda di Kalimantan, namun berangkat dari semangat yang sama yakni membangun kesadaran lingkungan sejak dini dan menjadikan sampah bukan lagi masalah, melainkan sumber kehidupan baru.

Tiga anak usaha Astra Agro di Kalimantan Timur, PT Sumber Kharisma Persada (SKP), PT Cipta Narada Lestari (CNL), dan PT Karyanusa Ekadaya (KED) yang menggandeng sekolah-sekolah binaan dalam menumbuhkan karakter cinta lingkungan. 

Mengusung tema “Hentikan Polusi Plastik”, peringatan ini menjadi ajang memperkuat komitmen bersama pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat terhadap pelestarian lingkungan. Tak hanya pamer kebijakan, kegiatan ini turut diisi lomba-lomba lingkungan, edukasi pengelolaan sampah, hingga penandatanganan Deklarasi Komitmen Sampah di tingkat RT.

Puncaknya, SD Kharisma Persada, SD Astra Agro Lestari School, dan SMP Karya Nusa Lestari berhasil meraih predikat Sekolah Adiwiyata Kabupaten pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025 di Kutai Timur.

Poniso Suryo Renggono, Asisten Pemerintahan dan Kesra yang hadir mewakili Bupati Kutai Timur, menyampaikan rasa bangganya kepada semua pihak yang telah berkontribusi termasuk kepada seluruh entitas Astra Agro di Kalimantan yang turut mendukung pemerintah daerah untuk menjadikan lingkungan berkelanjutan. 


“Dukungan pemerintah bukan hanya tertulis di kebijakan, tapi juga diwujudkan lewat aksi nyata bersama. Kesadaran kita bersama adalah pondasi untuk menjaga lingkungan hidup kita,” ujarnya dengan penuh semangat.

Bagi Astra Agro predikat Adiwiyata menjadi bukti bahwa impian besar bisa dimulai dari kebiasaan kecil. “Kami mendidik anak-anak bukan hanya untuk cerdas, tapi juga berkarakter, peduli, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Ini identitas yang akan terus kami jaga,” ujar sang kepala sekolah, Furwandi, penuh bangga.

Di balik kiprah sekolah-sekolah ini, ada peran besar PT SKP, PT CNL, dan PT KED yang menjadi motor penggerak, sejalan dengan implementasi Surat Edaran Menteri LHK RI Nomor 5 Tahun 2025 tentang pengurangan polusi plastik.

Namun, keberhasilan ini bukanlah hasil instan. Ada kerja keras guru-guru yang dengan sabar mengajarkan cara memilah sampah, murid-murid yang riang menanam pohon di halaman sekolah, hingga para orang tua yang ikut menjaga lingkungan di sekitar rumah.

Bagi anak-anak, menjaga bumi tak lagi terdengar sebagai konsep rumit. Ia menjadi keseharian: membawa botol minum pribadi, mengumpulkan plastik bekas untuk didaur ulang, menanam sayuran di pot daur ulang, hingga menjaga kebersihan kelas dan halaman sekolah.

Komitmen serupa juga dijalankan oleh PT Subur Agro Makmur (PT SAM), anak perusahaan AAL di Kalimantan Selatan, meluncurkan program kreatif “Menyulap Sampah Plastik Menjadi Hidroponik”. Bekerjasama dengan TK Negeri Pembina Daha Selatan, program ini tidak hanya mendukung Lomba Sekolah Sehat, tetapi juga mengajarkan praktik waste-to-value secara langsung kepada siswa, guru, dan orang tua.

Dalam kegiatan ini, botol-botol plastik bekas disulap menjadi instalasi hidroponik yang menumbuhkan sayuran segar. Anak-anak pun belajar bahwa limbah yang mereka hasilkan sehari-hari ternyata bisa menjadi “rumah” bagi tanaman yang bermanfaat.

Inisiatif ini mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat. “Ini bukan sekadar proyek, tapi investasi masa depan,” ujar Yeni Kusuma Ahmad Yani, Ketua PKK Kecamatan Daha Selatan.

 

Tidak berhenti di konsep, PT SAM juga turut dalam pendampingan langsung: mulai dari proses pemilahan sampah, perancangan instalasi hidroponik, hingga penyuluhan kepada siswa serta orang tua. Pendekatan ini menjadikan sekolah bukan sekadar tempat belajar, tapi juga laboratorium kecil kreativitas lingkungan.

Kepedulian anak usaha Astra Agro terhadap pengelolaan sampah plastik di Kalimantan menunjukkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil dan konsisten. Melibatkan sekolah, komunitas, dan pemerintah, inisiatif-inisiatif ini tidak hanya mengurangi timbunan sampah, tetapi juga menanamkan karakter peduli lingkungan kepada generasi muda.

Astra Agro memiliki komitmen terhadap pengelolaan sampah yang berkelanjutan, hal tersebut diwujudkan melalui berbagai program dan kegiatan. Termasuk dalam mengurangi dampak lingkungan dari sampah serta melibatkan masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis 5R (reduce, reuse, recycle, refine, dan repair). Selain itu Astra Agro melalui anak usahanya kerap aktif dalam program bina lingkungan dan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah. 

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/10/02/dari-tangan-kecil-untuk-bumi-gerakan-hijau-astra-agro-di-kalimantan/feed/ 0 21237
Rantai Pasok Minyak Sereh dari Suku Anak Dalam Hingga ke UMKM Nasional https://www.astra-agro.co.id/id/2025/09/23/rantai-pasok-minyak-sereh-dari-suku-anak-dalam-hingga-ke-umkm-nasional-3/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/09/23/rantai-pasok-minyak-sereh-dari-suku-anak-dalam-hingga-ke-umkm-nasional-3/#respond Tue, 23 Sep 2025 03:09:46 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=21198 Suku Anak Dalam (SAD) atau kerap dikenal juga dengan orang rimba, merupakan sekelompok masyarakat adat yang tinggal di pedalaman hutan di Sumatera, khususnya di Provinsi Jambi. Sebagian warga SAD sudah menetap di luar hutan untuk bercocok tanam atau melakukan budidaya serta berinteraksi dengan masyarakat lain. 

Perubahan pola hidup tersebut menjadi tantangan tersendiri, baik bagi warga SAD maupun komunitas di sekelilingnya, mengingat orang rimba terbiasa hidup nomaden dan bergantung pada hasil hutan. Untuk itu anak usaha PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) di Jambi, PT Sari Aditya Loka (SAL) menyediakan Agriculture Learning Centre (ALC) untuk memberikan pengetahuan mengenai budidaya tanaman kepada SAD yang ingin mencoba hidup menetap di luar kawasan hutan.

ALC adalah platform yang dirancang untuk memberikan pendidikan, pelatihan, dan pengetahuan tentang berbagai aspek pertanian, mulai dari teknik bercocok tanam hingga pengelolaan usaha tani yang berkelanjutan. Khusus merancang ALC untuk SAD yang berada di Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun, Jambi. Ruang belajar ini diberi nama Suluh Rimbo, harapannya suluh rimbo ini dapat menjadi solusi alternatif dalam pengembangan ekonomi masyarakat SAD yang berbasis multistakeholders. 

Pada tahun 2023, Suluh Rimbo menjadi awal mula dan mengantarkan warga SAD berhasil mengembangkan budidaya perkebunan. Diprakarsai oleh Temenggung Grip yang tinggal di Taman Nasional Bukit Duabelas (TNDB) Jambi, pada masa itu Tumenggung atau pemimpin utama dalam sebuah struktur kelompok ini yang membawa perubahan sedikit demi sedikit bagi kehidupan warga SAD. 

“Suluh Rimbo menjadi solusi alternatif bagi kami dalam pengembangan ekonomi masyarakat SAD. Kami belajar dari nol tentang pertanian dan perkebunan yang bisa menghasilkan pendapatan,” ujar Tumenggung Grip.

Tumenggung Grip mengungkapkan, sejak mengenal Suluh Rimbo, warga SAD mulai mempraktekan budidaya sereh wang. Tujuannya utamanya, ingin menanam sereh wangi di lahan TNBD sebagai obat penangkal nyamuk, serangga, dan beruk yang mengganggu tanaman pangan mereka. 

Hingga akhirnya warga SAD mampu menanam sereh wangi di kebun Suluh Rimbo sebanyak 500 batang per rumpun, sedangkan di area tapak keluarga di TNBD menanam 200 batang per rumpun. Peruntukan yang ditanam di Suluh Rimbo hanya digunakan sebagai edukasi ketahanan pangan warga SAD, sedangkan zona tapak keluarga pemanfaatannya diserahkan ke TNBD. 

Tak hanya itu, bahkan warga SAD juga menginisiasi untuk menjual sisa hasi panen dari sereh wangi supaya dapat menghasilkan penghasilan lain. Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM) binaan Hendri Sumasto yang bernama Berkah Sereh Wangi (BSW) menjadi sasarannya untuk menjual sisa hasil panen. 

“Tenyata di BSW Sereh wanginya tidak hanya di jual sebagai minyak penangkal serangga saja, disana juga diproduksi menjadi produk olahan lain,” kata Grip.

Melihat semangat dan peluang dari budidaya sereh wangi yang dijalani oleh warga SAD binaan Tumenggung Grip, perusahaan senantiasa ikut berkontribusi dan mendorong untuk membantu dan meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Pematang Kabau dan warga SAD dalam mengembangkan budidaya sereh. 

Dengan mendorong BSW memasarkan produk olahan serai wangi beserta turunannya, seperti sabun cuci piring, minyak gosok, dan pewangi lantai, harapannya agar menciptakan rantai pasok bagi UMKM dan warga SAD.

UMKM BSW beranggotakan 24 orang yang diantaranya ada sebanyak 12 orang dari warga SAD kelompok Rimba Tani. Menurut Hendri Sumasto, ia memang sengaja memberikan kesempatan bagi warga SAD untuk dapat bekerja di usaha binaannya, karena ia sangat mendukung warga SAD agar semakin banyak yang mandiri dan berhasil.

“Hasil penjualan yang didapatkan dari BSW, kemudian ada yang diberikan secara tunai atau dalam bentuk bantuan rutin ke warga SAD,” ujar Hendri. 

Membina Berkah Serai Wangi sebagai UMKM Binaan

Selain fasilitas Suluh Rimbo yang diberikan kepada warga SAD, perusahaan memutuskan untuk menjadikan BSW sebagai UMKM binaannya. UMKM yang telah berdiri sejak 2022 ini memberikan nama untuk program khusus minyak sereh, yakni program SEHATI RIMBO (Serai Harum Kanti Rimbo).

Progress penjualannya pun tidak main-main, sejak awal beridiri di tahun 2022 hingga 2024 telah mengalami kenaikan yang cukup signifikan, omzetnya perbulan untuk produk minyak serehnya saja bisa mencapai hingga 12juta.

Hendri Sumasto yang juga menjadi pembina dari UMKM BSW ini mengungkapkan keberhasilan yang didapatkan tidak lepas dari binaan dan dukungan penuh perusahaan. “Kami betul-betul terbantu dari segala sisi dalam menjalankan usaha ini,” ungkapnya. 

Perusahaan berperan aktif dalam pendampingan dan bimbingan bagi warga SAD dalam proses budidaya, ini menjadi hal paling penting, karena budidaya merupakan proses awal dan bahan baku utama dari produk-produk BSW. Selain itu PT SAL juga memberikan bantuan berupa bibit tanaman maupun sarana penunjang lain. 

“Kalau tidak dipasok sereh dari panennya SAD binaan Astra Agro, kami pasti kewalahan karena kekurangan bahan,” kata Hendri.

Dari segi non material pun Astra Agro rutin memberikan pelatihan bagi UMKM BSW mulai dari proses memproduksi tanaman sereh, hingga mengedukasi ilmu packaging produk supaya menjadi lebih menarik dimata para konsumen. 

Bahkan dari sisi penawaran dan promosi produknya Astra Agro turut memberikan arahan, seperti pengenalan dan pelatihan menggunakan sosial media sebagai sarana pemasaran secara online. Meskipun pemasaran secara offline tak juga ditinggalkan, misalnya dengan mengajak BSW mengikuti event dan bazar atau sekedar memasarkan dan menitipkan produk-produknya ke toko-toko besar. 

Produk BSW dan Turunannya Mampu Tembus Pasar Jakarta

Berkat usaha dan kerja keras seluruh anggota dari BSW, dalam satu hari BSW mampu memproduksi hingga 3.000 botol minyak sereh wangi. 

Menariknya, yang awal mulanya produk utama BSW adalah minyak sereh yang efektif mencegah penularan jamur dan gigitan nyamuk di area kulit, kini penjualannya kian meningkat dari produk turunan lainnya yang juga berbahan dasar sereh wangi. 

Sabun cuci piring serai wangi, minyak urut serai wangi, dan pembersih lantai serai wangi, saat ini produk-produk tersebut tak kalah dengan merk-merk ternama lain yang dijual di supermarket besar. Bahkan karena harganya yang lebih terjangkau, namun memiliki fungsi dan khasiat yang sama, peminat justru lebih memilih untuk beralih ke produk-produk lokal yang diproduksi oleh BSW. 

Lalu siapa sangka, UMKM yang baru mau menginjak usia 3 tahun ini, kini sudah mampu memasarkan produk minyak sereh wanginya tidak hanya ke pasar lokal, melainkan telah mencakup ke kota megapolitan, Jakarta. 

Kok bisa ya? Berkat pelatihan dan pengenalan pemasaran yang rutin dibekali oleh anak usaha Astra Agro, BSW selalu konsisten memasarkan produknya ke dinas – dinas di pemerintahan. Dari mulut ke mulut akhirnya produk BSW semakin banyak yang tahu, dan penasaran untuk mencobanya, jadi secara tidak langsung mereka mempromosikan produk BSW. “Tiba-tiba kami dapat pesanan banyak dari Jakarta, kami sendiri pun tidak menyangka bahwa produk kami sudah dinikmati sampai ke kota Jakarta,” tutur Hendri dengan bangga. 

Sementara itu, Slamet Riyadi Assistant Corporate Social Responsibility PT SAL mengungkapkan bahwa budidaya tanaman sereh wangi dan prospek pemasaran produk BSW tidak langsung berjalan mulus, kendala utama yang dialami oleh BSW adalah pemasaran.

Namun seiring berjalannya waktu, dengan berbagai pendekatan, dukungan, dan pelatihan langsung baik kepada UMKM maupun kepada warga SAD, prosesnya kini membuahkan hasil yang manis.

“Sejalan dengan BSW, warga SAD juga menjadi salah satu prioritas perusahaan dalam mewujudkan kemandirian ekonomi agar tidak hanya bergantung pada hasil alam yang berada di kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD)” jelas Slamet.

Anak usaha Astra Agro yang tersebar di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi ini senantiasa berkomitmen untuk melakukan pemberdayaan ekonomi dan mendorong kemajuan masyarakat sekitar beserta masyarakat adat yang hidup berdampingan dengan perusahaan, seperti warga SAD. 

Pemberdayaan ekonomi dan masyarakat adat ini sesuai dengan prinsip bisnis keberlanjutan yang telah digaungkan oleh Astra Agro melalui inisiatif Sustainability Aspirations dalam strategi triple P, yakni Portfolio, People, dan Public Contributions.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/09/23/rantai-pasok-minyak-sereh-dari-suku-anak-dalam-hingga-ke-umkm-nasional-3/feed/ 0 21198
Ganoderma: Si Pembunuh Dalam Senyap di Kebun Sawit https://www.astra-agro.co.id/id/2025/09/18/ganoderma-si-pembunuh-dalam-senyap-di-kebun-sawit/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/09/18/ganoderma-si-pembunuh-dalam-senyap-di-kebun-sawit/#respond Thu, 18 Sep 2025 07:34:55 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=21158 Di balik hijaunya hamparan perkebunan kelapa sawit, tersembunyi ancaman mematikan yang mengintai dari bawah tanah. Ia bukan hama yang merusak daun-daun atau cuaca ekstrem yang menghambat proses penyerbukan, melainkan jamur Ganoderma Boninense. Diam-diam, cendawan itu menyerang akar, merambat sampai ke batang, dan membuat pohon sawit keropos dari dalam hingga roboh tak berdaya.

Ganoderma bukanlah jamur biasa, karena organisme itu penyebab utama penyakit busuk pangkal batang serta menjadi penyakit paling merusak pada tanaman kelapa sawit. Gejala awal dari penyakit ini biasanya seperti daun menguning, pelepah menjadi menggantung, dan pertumbuhan tanaman melambat. Kemudian jamur ini mulai menyebar melalui jaringan batang, hingga akhirnya tanaman akan mati secara perlahan.

Ganoderma mampu membunuh tanaman kelapa sawit dengan relatif cepat sehingga total populasi tanaman per hektar (SPH) akan turun drastis dan mengakibatkan penurunan produksi TBS yang signifikan. Penyakit busuk pangkal batang akibat Ganoderma adalah realita pahit yang menjadi risiko para petani dan perusahaan sawit dalam beberapa tahun terakhir.

Mengapa Penyebaran Ganoderma Sulit Dikendalikan?

Ganoderma itu seperti kanker bagi kelapa sawit, ia menyebar secara sistemik melalui tanah dan akar. Begitu tanaman terinfeksi, hampir mustahil untuk disembuhkan. Di sisi lain, infeksi oleh Ganoderma juga sulit dideteksi karena jamur ini menyerang ke pangkal batang yang berada dalam tanah.

Faktor kondisi perkebunan yang hangat dan lembap menyebabkan jamur ini tumbuh dengan subur hampir di seluruh wilayah yang menjadi sentra produksi kelapa sawit di Indonesia. Sehingga jika tidak dicegah sejak dini, Ganoderma dapat memengaruhi produktivitas perkebunan kelapa sawit, baik milik rakyat maupun yang dikelola oleh perusahaan. Satu pohon yang roboh bisa memberikan efek domino ke pohon-pohon lainnya bahkan ke seluruh areal perkebunan. Alhasil, risiko kerugian yang diderita juga terbilang besar serta dapat membahayakan kelangsungan perkebunan dalam jangka panjang.

Kerugian akibat Ganoderma bukan sekadar persoalan teknis perkebunan. Bagi petani sawit, penurunan produktivitas berarti berkurangnya penghasilan harian, yang langsung memengaruhi kesejahteraan penghidupan. Sementara bagi perusahaan perkebunan, kerugian produksi bisa mencapai jutaan ton TBS per tahun, yang berdampak pada rantai pasok, tenaga kerja, hingga kontribusi terhadap ekonomi lokal.

Dengan demikian, Ganoderma bukan hanya ancaman biologis, melainkan juga ancaman sosial dan ekonomi. Jika tidak dikendalikan, penyakit ini berpotensi melemahkan sektor strategis kelapa sawit yang selama ini menjadi salah satu penopang devisa negara dan sumber penghidupan jutaan orang.

Inovasi Astra Agro Tangkal Penyebaran Ganoderma Melalui Bibit Unggul

Penyebaran Ganoderma yang meresahkan industri mendapatkan perhatian khusus oleh PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro). Hal tersebut yang mendasari tim Research and Development (R&D) Astra Agro menganggap perlu memperbaharui varietas unggul sebelumnya dengan menambahkan keunggulan yang tahan terhadap Ganoderma.Astra Agro melakukan riset yang mendalam terhadap jamur yang menggerogoti tanaman kelapa sawit. Setelah melakukan berbagai macam pengujian, riset serta pengembangan, Astra Agro berhasil menghasilkan tiga varietas bibit unggul sawit terbaru yang tahan terhadap penyakit Ganoderma.

Ketiga varietas tersebut diberi nama DxP AAL Nirmala MRG, DxP AAL Lestari MRG, DxP AAL Sejahtera MRG. Astra Agro merilis ketiga varietas baru ini setelah dinyatakan lulus Sidang Pelepasan Varietas Tanaman Perkebunan oleh Direkorat Jenderal Perkebunan di Bogor, Kamis 16 Mei 2025. Keunggulan paling utama dari varietas teranyar ini adalah moderat resisten atau tahan terhadap penyakit busuk pangkal batang yang disebabkan oleh cendawan Ganoderma.

Keunggulan lainnya yang tidak kalah penting adalah mencegah masalah partenokarpi atau kerap disebut dengan buah kempet. Menariknya lagi bahwa tiga varietas terbaru ini tidak akan menghasilkan buah kempet, sehingga berpengaruh positif terhadap produktivitas yang dihasilkan.Demikian pula dengan sex ratio atau perbandingan bunga betina dengan total bunga yang ada. Sex ratio pada varietas terbaru ini cukup seimbang yakni sekitar 75% – 88% hal ini mampu mendukung penyerbukan secara alamiah di lapangan tanpa bantuan secara manual.

Meskipun memiliki keunggulan yang baru, tiga varietas ini tetap memiliki keunggulan-keunggulan pada varietas sebelumnya seperti produksi tandan buah segar (TBS) dan kandungan minyak yang lebih banyak. Sebagai informasi, total bibit yang dimiliki oleh Astra Agro mencapai 6 jenis. Sebelumnya pada 2020 Astra Agro telah berhasil menciptakan tiga varietas andalan untuk mendukung daya saing dan produktivitas kebun sawit yang diberi nama AAL Lestari, AAL Sejahtera, dan AAL Nirmala.

Direktur Perbenihan Perkebunan Kementerian Pertanian, Ebi Rulianti, dalam sidang pelepasan benih Astra Agro, menyatakan bahwa di Indonesia sudah dapat dipastikan tidak ada lahan atau tanah yang bebas dari Ganoderma, dan Varietas kelapa sawit DxP AAL Nirmala MRG, DxP AAL Lestari MRG, DxP AAL Sejahtera MRG, layak untuk dilepas atau lulus karena dinilai menjadi solusi dalam penanganan penyakit busuk pangkal batang yang disebabkan oleh Ganoderma boninense.

Menurutnya, penyakit ganoderma mungkin tidak bisa dihilangkan sepenuhnya, tapi dampaknya bisa diminimalkan, adanya varietas baru yang dirilis oleh Astra Agro, harapannya perusahaan dan petani mampu memperoleh produksi yang optimal meski ditengah berkembangnya ancaman lain secara diam-diam dan tersembunyi, yakni ancaman Ganoderma.

Bagi Astra Agro menjaga kebun sawit dari ancaman ganoderma merupakan salah satu langkah untuk mendukung keberlanjutan, perusahaan ingin memastikan bahwa generasi mendatang tidak hanya mewarisi kebun sawit yang tangguh terhadap penyakit, tetapi juga lingkungan yang terjaga serta manfaat ekonomi bagi masyarakat. Inilah bagian dari komitmen perusahaan untuk terus tumbuh bersama bangsa, dengan menjaga alam sekaligus memelihara harapan.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/09/18/ganoderma-si-pembunuh-dalam-senyap-di-kebun-sawit/feed/ 0 21158
Kontribusi Astra Agro Dalam Pembangunan Sosial dan Ekonomi Kabupaten Pasangkayu https://www.astra-agro.co.id/id/2025/09/03/kontribusi-astra-agro-dalam-pembangunan-sosial-dan-ekonomi-kabupaten-pasangkayu/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/09/03/kontribusi-astra-agro-dalam-pembangunan-sosial-dan-ekonomi-kabupaten-pasangkayu/#respond Wed, 03 Sep 2025 07:10:43 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=20996 Pasangkayu merupakan kabupaten paling utara provinsi Sulawesi Barat yang berbatasan langsung dengan Selat Makassar. Wilayah ini merupakan daerah pesisir sehingga memiliki suguhan panorama berbagai macam pantai yang indah.

Kabupaten Pasangkayu merupakan daerah pemekaran dari Kabupaten Mamuju pada tahun 2003. Sebelum menjadi nama Pasangkayu, wilayah pesisir ini bernama Kabupaten Mamuju Utara. Kala itu, Mamuju merupakan daerah terpencil yang minim akses transportasi dan infrastruktur karena jauh dari pusat perkotaan. 

Untuk dapat mekar, sebuah wilayah perlu memiliki jumlah penduduk sebanyak 100.000 jiwa. Selain itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam bentuk fiskal diharapkan minimal Rp10 miliar mengacu pada PP no.78/2007 dan UU no.23/2014. 

Pemekaran terjadi karena area seluas 3.043,75 km2 itu telah berkembang pesat semenjak setiap daerah memiliki otonomi. Pasalnya, Pemerintah Daerah memilliki hak, wewenang, dan kewajiban untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat.

Pasca 2003, Pemerintah Daerah mulai membuka peluang untuk berbagai investasi dari sektor swasta dapat masuk. Salah satunya adalah pengusaha perkebunan kelapa sawit yang diundang untuk ikut mengembang wilayah pesisir tersebut.

Setelah 20 tahun berjalan, wilayah pesisir pantai ini memiliki penduduk sebanyak 184.905 jiwa pada 2024. Banyak orang menggantungkan mata pencaharian pada sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan. PAD wilayah pun telah berkembang dari Rp5 miliar pada 2005 ketika baru mekar, hingga tumbuh mencapai Rp18,47 miliar.

PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) hadir di Pasangkayu menjadi perusahaan yang memiliki peran besar dalam pengembangan wilayah pesisir tersebut. Perusahaan kelapa sawit itu hadir dengan semangat dan misi untuk ikut mensejahterakan bangsa, khususnya masyarakat di sekitar area operasional Astra Agro. Berpegang pada empat dasar pilar tanggung jawab sosial dalam menjalankan operasional bisnisnya di seluruh anak usaha Astra Agro di seluruh Indonesia, tak terkecuali di anak usaha yang berada di Kabupaten Pasangkayu. 

Astra Kreatif (Ekonomi), Astra Sehat (Kesehatan), Astra Cerdas (Pendidikan) dan Astra Hijau (Lingkungan), menjadi fokus utama Astra Agro dalam memberikan kontribusi yang berkelanjutan dan signifikan bagi masyarakat dan lingkungan. 

Keseluruhan program tersebut di masing-masing anak usahanya, telah disesuaikan dengan skala prioritas berdasarkan usulan dan hasil diskusi antara perusahaan, masyarakat dan dimusyawarahkan dengan pemerintah desa agar sejalan dengan program serta visi dan misi daerah setempat. 

Pada pilar ekonomi, Astra Agro mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program-program seperti Astra Kreatif, yang mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta peningkatan pendapatan masyarakat. 

Hal tersebut terbukti dari adanya bantuan pembinaan kelompok tani sawit dengan capaian total penerima manfaat di seluruh anak usaha Astra Agro di Kabupaten Pasangkayu sebanyak 1.742 petani, serta pembinaan usaha non sawit yang menyasar kurang lebih 800 KK. 

Astra Agro telah membina berbagai ragam UMKM yang berpotensi di wilayah Kabupaten Pasangkayu, dengan harapan mampu membantu dan memberdayakan ekonomi masyarakatnya. 

Ragam UMKM tersebut diantaranya, kelompok budidaya perikanan, kelompok peternak ayam joper hingga ayam petelur, kelompok peternak kambing, UMKM budidaya jamur yang dihasilkan dari hasil pengolahan sawit, UMKM berbagai macam keripik yang ditanam dilahan sendiri hingga diproduksi langsung oleh paguyubun di sekitar perusahaan. 

Selain itu, Astra Agro di Kabupaten Pasangkayu juga membina dan membantu para petani nonsawit seperti petani cabai, jagung, serta buah dan sayuran, bahkan juga memiliki UMKM yang sedang trend saat ini seperti kelompok usaha kedai kopi. 

Astra Agro juga aktif dalam meningkatkan kesehatan masyarakat melalui program Astra sehat pada pilar kesehatan. Hingga 2024 data menunjukkan Astra Agro di Subar telah berkontribusi pada bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada 3.267 bayi dan balita serta 412 ibu hamil. 

Tak kalah penting untuk mendukung sarana kesehatan terrsebut, Astra Agro telah membina dan memiliki kader posyandu sebanyak 295 kader yang tersebar di seluruh desa sekitar di anak usaha Astra Agro di Sulbar. 

Berbagai program rutin di bidang kesehatan pun tak jarang digaungkan, seperti vaksinasi gratis, program keluarga berencana, donor darah, hingga sunatan massal. 

Pada pilar pendidikan, melalui Astra Cerdas Astra Agro mendukung segala bentuk pendidikan yang meliputi beasiswa, peningkatan kualitas guru, hingga pembangunan sarana dan prasarana pendidikan. 

Saat ini Astra Agro di Sulbar telah memiliki 50 sekolah binaan yang diantaranya merupakan sekolah Adiwiyata, 100 guru honorer yang mendapatkan bantuan rutin dari Astra Agro, serta 174 siswa berprestasi yang mendapatkan beasiswa dari Astra Agro. 

Selain berfokus pada masyarakatnya, lingkungan juga menjadi perhatian utama perusahaan dalam menjalankan program tanggung jawab sosial, melalui pilar Lingkungan dalam Astra Hijau, Astra Agro senantiasa peduli lingkungan melalui pengelolaan sampah, penanaman pohon, serta pengelolaan air bersih. 

Astra Agro khususnya di Kabupaten Pasangkayu Sulbar, juga berfokus pada infrastruktur dengan senantiasa berkontribusi melalui bantuan material maupun nonmaterial terhadap pembangunan dan perbaikan jalan, jembatan hingga berbagai bantuan pembangunan fasilitas umum pada desa-desa sekitar operasional perusahaan. 

Ke-empat pilar tersebut merupakan turunan dari tata kelola keberlanjutan Astra Agro dalam Sustainability Aspirations. Astra Agro menetapkan target yang harus dicapai pada tahun 2030 dengan mengkolaborasikan portfolio, people, dan public contribution, serta Good Corporate Governance (GCG) sebagai key enabler

Pengembangan sawit di Pasangkayu tidak hanya memberikan efek domino terhadap perekonomian daerah, namun juga memberikan kesempatan pengembangan daerah. Faktor utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi yakni adanya peningkatan kinerja sektor kelapa sawit CPO dan turunannya. 

Astra Agro optimis sebagai salah satu industri kelapa sawit yang hadir di Pasangkayu, senantiasa dapat memberikan pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan pendapatan, penciptaan lapangan kerja, dan dukungan terhadap program pembangunan berkelanjutan. 

Mampu berperan dalam meningkatkan kesejahteraan petani sawit dan masyarakat sekitar wilayah operasionalnya, serta mendorong inovasi dan efisiensi dalam industri kelapa sawit, juga menjadi harapan Astra Agro yang hadir di tengah-tengah masyarakat. 

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/09/03/kontribusi-astra-agro-dalam-pembangunan-sosial-dan-ekonomi-kabupaten-pasangkayu/feed/ 0 20996
Ragam Kontribusi Astra Agro Reduksi Efek Gas Rumah Kaca https://www.astra-agro.co.id/id/2025/09/01/ragam-kontribusi-astra-agro-reduksi-efek-gas-rumah-kaca/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/09/01/ragam-kontribusi-astra-agro-reduksi-efek-gas-rumah-kaca/#respond Mon, 01 Sep 2025 13:08:14 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=20993 Di hamparan hijau perkebunan sawit yang membentang, di sanalah kehidupan tumbuh, tidak hanya bagi tanaman, tetapi juga bagi jutaan manusia yang menggantungkan harapannya. Sinergi antara alam dan makhluk hidup di dalamnya telah menciptakan ekosistem yang berkelanjutan dan saling terikat satu sama lain.

Kelapa sawit sama seperti tanaman lain yang mampu menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen yang dibutuhkan bagi kehidupan. Adapun dalam buku Mitos vs Fakta Kelapa sawit yang diterbitkan oleh Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI), ditemukan bahwa setiap hektar kebun sawit mampu menyerap 64 ton karbon dioksida setiap tahun dan menghasilkan oksigen sekitar 18 ton.

Kendati demikian, kelapa sawit seringkali dinarasikan sebagai tanaman yang memberikan dampak negatif bagi kehidupan, baik manusia maupun makhluk hidup lainnya. Terutama dalam melepaskan efek gas rumah kaca (GRK) yang berdampak pada pemanasan global.

Satu hal yang perlu disadari ialah pemanasan global dapat berdampak terhadap perkebunan kelapa sawit. Misalnya adalah fenomena El-Nino yang menyebabkan cuaca panas ekstrem sehingga mengganggu produksi nasional pada 2023 dan berdampak panjang bagi produktivitas tanaman. Oleh sebab itu, perubahan iklim menjadi tantangan serius yang kini dihadapi masyarakat dunia dan diyakini akan berdampak luas terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk industri sawit seperti halnya sektor pertanian lainnya.

Gas rumah kaca mampu mengubah iklim karena menjadikan bumi seperti ‘rumah kaca’. Gas-gas ini menyerap energi dan memperlambat laju pelepasan energi ke luar angkasa. Gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO₂), metana (CH₄), dan lainnya, mempunyai kemampuan berbeda-beda dalam menyerap panas matahari dan juga berbeda lamanya bertahan di atmosfer. Ada yang cepat hilang, ada juga yang bertahan puluhan hingga ratusan tahun.

Secara alami, bumi punya sistem yang seimbang: jumlah energi yang masuk dari matahari sama dengan yang dipantulkan kembali ke luar angkasa. Ini menjaga suhu Bumi tetap stabil dan mendukung kehidupan. Namun, karena aktivitas manusia dan industri, jumlah gas rumah kaca di atmosfer semakin banyak. Akibatnya, lebih banyak energi panas yang terperangkap di atmosfer, yang membuat suhu bumi terus naik, inilah yang kita kenal sebagai perubahan iklim atau pemanasan global.

Misalnya pada industri kelapa sawit, seperti yang disebutkan dalam Journal of Natural Resources and Environmental Management untuk memenuhi kebutuhan pasar akan permintaan minyak nabati diperlukan upaya untuk peningkatan produktivitas tandan buah segar (TBS) di dalam perkebunan kelapa sawit.

Salah satunya dengan kegiatan ekspansi lahan dan intensifikasi pemupukan. Akan tetapi di sisi lain dampak negatif berupa peningkatan jumlah emisi gas rumah kaca (GRK) yang ditimbulkan dari kegiatan ini cukup besar yang berdampak pada perubahan iklim.

PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) sebagai salah satu pelaku industri kelapa sawit ikut terdampak akibat perubahan iklim dan cuaca ekstrem, seperti penurunan produksi TBS Astra Agro yang terjadi belakangan ini akibat kekeringan panjang di tahun 2019 dan musim panas di akhir 2023 dan berlanjut hingga 2024.

Kesadaran akan pentingnya bisnis yang berkelanjutan telah mendorong Astra Agro menetapkan Sustainability Policy sejak 2015. Kebijakan tersebut telah mendorong seluruh insan Astra Agro senantiasa berupaya dan berkomitmen kuat dalam menjaga ekosistem lingkungan. Salah satunya komitmen perusahaan terhadap transparansi pengelolaan emisi karbon serta kontribusi dalam mereduksi Gas Rumah Kaca secara berkala untuk ikut berkontribusi dalam mengatasi perubahan iklim.

Saat ini pengukuran emisi GRK Astra Agro terdiri dari emisi scope 1 dan 2, yang berasal dari 46 anak perusahaan, terdiri dari kebun inti, pabrik pengolahan kelapa sawit, refinery, pabrik NPK blending, serta kantor pusat.

Astra Agro mencatatkan pencapaian kinerja lingkungan yang berhasil melampaui berbagai target Astra Agro Sustainability Aspiration 2030. Pemanfaatan energi terbarukan oleh Astra Agro telah mencapai 92,17%, sehingga membuahkan hasil pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) 126,3 ktCO2eq.

Astra Agro berhasil mengurangi intensitas emisi pada tahun 2024 jika dibandingkan dengan tahun 2023, inisiatif ini akan memberikan dampak positif yang besar pada kinerja portfolio roadmap dalam mereduksi GRK dan menjalankan operasional di masa yang akan datang.

Pencapaian dan penurunan intensitas emisi ini hasil dari berbagai implementasi program pengurangan emisi gas rumah kaca yang dilakukan Astra Agro di seluruh anak usahanya. Dalam rangka berperan aktif mendukung Nationally Determined Contribution tahun 2030 serta Net Zero Emission (NZE) tahun 2060.

Astra Agro telah mengembangkan program Nature-based Solution (NbS) yang tidak hanya sebagai salah satu inisiatif untuk mereduksi karbon tetapi juga untuk meningkatkan dan memperbaiki kualitas ekosistem.

Hingga tahun 2024, Astra Agro telah melakukan penanaman tanaman hutan seluas 201 Ha dengan total pohon yang ditanam sekitar 173.240 pohon, tak hanya itu, Astra Agro juga melakukan upaya penghematan air melalui solar Water Management System (WMS) sebesar 200.000 liter dengan melakukan penggantian kapasitas pompa.

Dalam pengolahan limbah pun, Astra Agro terus menunjukan peningkatan, yakni jumlah limbah terolah dibandingkan dengan limbah yang dihasilkan untuk limbah padat B3 adalah 0,68%. Persentase tersebut naik dibandingkan tahun 2023 yang hanya sebesar 0,48%. Sedangkan untuk limbah cair B3 dibandingkan limbah yang dihasilkan sudah mencapai 100% baik di tahun 2024 maupun 2023.

Inisiatif lain yang dilakukan oleh Astra Agro ialah memanfaatkan limbah cair atau Palm Oil Mill Effluent (POME) yang kaya bahan organik menjadi energi baru terbarukan, hingga membangun fasilitas methane capture, serta mengurangi penggunaan baru bara dengan melakukan substitusi ke cangkang sawit.

Berdasarkan Journal of Natural Resources and Environmental Management, kegiatan pemupukan memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap timbulnya emisi GRK, karena pupuk memiliki unsur yang dapat mengakibatkan emisi GRK yaitu CO2 dan N2O. Padahal, pemberian pupuk merupakan hal yang harus dilakukan agar memperoleh produktivitas yang baik.

Untuk itu lah, Astra Agro berinisiasi mereduksi penggunaan pupuk kimia atau NPK dengan alternatif menggunakan produk pupuk buatan yang memanfaatkan penggunaan pupuk hayati ASTEMIC (Astra Efficient Microbe). Pupuk ini merupakan produk inovasi Astra Agro pertama berbasis mikroba spesifik pada areal mineral seluas 50.000 ha.

Seluruh langkah yang dilakukan Astra Agro dalam mereduksi GRK sejalan dengan inisiatif keberlanjutan dalam strategi perusahaan yakni Astra Agro Sustainability Aspirations 2030.

Inisiatif ini berfokus pada upaya-upaya dalam mengurangi efek gas rumah kaca, keberagaman dan lingkungan yang inklusi serta memastikan jalannya operasional perusahan memberikan dampak yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar, serta bagi bangsa pada umumnya, sesuai dengan misi prosper with the nations.

Bahkan upaya dan pencapaian Astra Agro ini dibuktikan melalui penghargaan yang baru-baru ini dianugerahi kepada Astra Agro, dalam ajang The Best Corporate Emission Reduction Transparency Award 2025. Astra Agro berhasil dinobatkan sebagai penerima Green Achievement Awards in Emission Reduction and Diamond Achievement in Emission Transparency.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/09/01/ragam-kontribusi-astra-agro-reduksi-efek-gas-rumah-kaca/feed/ 0 20993
Cerita Masyarakat Adat Kaili Tado dan Fasilitas Air Bersih dari PT LTT https://www.astra-agro.co.id/id/2025/08/05/cerita-masyarakat-adat-kaili-tado-dan-fasilitas-air-bersih-dari-pt-ltt/ https://www.astra-agro.co.id/id/2025/08/05/cerita-masyarakat-adat-kaili-tado-dan-fasilitas-air-bersih-dari-pt-ltt/#respond Tue, 05 Aug 2025 03:32:21 +0000 https://www.astra-agro.co.id/?p=20817 Saban hari, seorang ibu rumah tangga, Liliana (38), harus berjalan kaki sekitar 45 menit menyusuri semak belukar dan menuruni serta menaiki jalan terjal untuk mengambil air bersih di sumber mata air di Sungai Lariang, Desa Towiora, Kabupaten Donggala, Sulawesi Barat. Tak terhitung berapa kali dalam sehari ia dan anggota Suku Kaili Tado lainnya harus bolak-balik memikul jerigen dan ember untuk menampung air bersih yang akan mereka gunakan.

Liliana bukan hanya memikul air bersih untuk konsumsi, tetapi ia dan masyarakat Kaili Tado di Desa Towiora juga menggantungkan kebutuhan air mereka untuk mandi, cuci, kakus (MCK) di Sungai Lariang tersebut. Hal ini terjadi karena mereka tidak memiliki akses air bersih, sumur, atau kamar mandi. Bayangkan saja, seluruh kegiatan yang memerlukan air berlangsung di sungai tersebut, tanpa adanya pembatas antara air yang digunakan untuk keperluan konsumsi dan MCK.

Menurut Liliana, kondisi desanya yang mengharuskan bolak-balik ke sungai untuk memikul air bersih sudah menjadi hal yang mau tidak mau harus ia dan warga di Dusun Towiora terima sebagai rutinitas. “Bahkan yang lebih menantang lagi, kalau kami kebelet mau buang air, ya kami juga harus lari-lari menuju sungai, apalagi kalau posisinya malam, gelap tidak ada penerangan sama sekali. Bolak-balik antara rumah ke sungai saja sudah satu jam lebih,” ujarnya.

Kondisi itu tak jarang membuat warga lelah sehingga banyak yang mengeluh. Sampai-sampai jika memasuki musim penghujan, warga lebih memilih menampung air hujan untuk memenuhi kebutuhan air di rumah, meski kadang kualitasnya tidak layak. “Kalau lagi kepepet, enggak tahan lagi, atau lagi kelelahan jalan pikul air, daripada enggak ada sama sekali, ya sudah kami pakai saja air hujan,” kata Liliana.

Fakta lain dari kondisi Sungai Lariang adalah arusnya yang sangat deras ketika banjir. Hal ini menjadi ancaman yang sangat mengkhawatirkan bagi masyarakat yang beraktivitas sehari-hari di sana. Meskipun kemarau kering, atau badai dan banjir melanda, mereka yang memerlukan air, apapun kondisi sungai, tetap bergantung padanya. Siapa yang bisa menjamin keselamatan mereka jika situasi dan kondisinya tidak memungkinkan?

Senada dengannya, ibu rumah tangga lainnya, Romlia, juga menceritakan hal serupa. Setiap sebelum matahari terbit, Romlia harus bangun lebih dulu menuju sungai untuk mandi dan memandikan anaknya. “Kalau sudah terang itu banyak sekali orang pada mandi, cuci, dan keperluan lainnya, supaya enggak antre dan anak saya enggak terlalu malu jadi saya duluan, meski masih gelap,” kata Romlia.

Romlia melanjutkan ceritanya, di saat masih gelap gulita ia membawa dua jerigen lima liter air untuk dibawa pulang setelah selesai memandikan anaknya. Romlia, yang merupakan wanita paruh baya ini, mengaku sering sakit punggung karena usianya yang tidak muda lagi untuk mengangkut dan berjalan jauh berkali-kali ke sungai.

“Tapi ya bagaimana lagi, namanya kebutuhan tetap kami jalani, sampai akhirnya kami mendapatkan keajaiban sumber air bersih yang dekat,” tuturnya.

Air bersih dan sanitasi yang layak merupakan kebutuhan dasar manusia. Salah satu poin tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) adalah memastikan bahwa masyarakat memiliki akses universal terhadap air bersih dan sanitasi.

Hal ini yang mendasari PT Lestari Tani Teladan (LTT) meningkatkan inisiasi dukungan kepada masyarakat sekitar, khususnya bagi masyarakat Desa Towiora. Melihat keprihatinan terhadap masyarakat akan keperluan air bersih, PT LTT telah berhasil membangun lima fasilitas air bersih berupa sumur umum dan fasilitas sanitasi (MCK) untuk Desa Towiora.

Alhamdulillah kami sudah sangat terbantu, kami jadi sudah jarang ke sungai, sudah ada sumur dan kamar mandi yang airnya jernih,” kata Romlia.

Bahkan, Liliana menambahkan, warga di luar Desa Towiora ini juga suka ikut mengambil air bersih dari fasilitas PT LTT, khususnya di saat musim kemarau tiba atau di saat kualitas air di Sungai Lariang keruh.

“Fasilitas air dan sanitasi ini telah memberi manfaat bagi lebih dari 100 keluarga yang memerlukan akses air bersih,” kata Kepala Desa Towiora, Sukri DM Lage.

Baginya, ini merupakan hal yang sangat berarti bagi desanya yang terus menghadapi kekurangan air bersih serta ketiadaan fasilitas sanitasi yang memadai bagi sebagian warga.

Sementara itu, Warni, Ketua Dewan Adat Desa Towiora, menjadi saksi yang mengikuti proses awal mula PT LTT membangun sumur dan fasilitas sanitasi bagi desanya. Ia berharap warga tidak lagi kesulitan dalam mengakses air bersih dan dapat melakukan kegiatan MCK dengan lebih nyaman dan higienis.

“Satu per satu kita benahi Desa Towiora ini dengan dibantu oleh perusahaan. Kalau sudah ada air bersih, mudah-mudahan warga di sini jadi lebih sehat dan produktif ke depannya,” ungkap Warni.

Inisiatif yang dilakukan oleh PT LTT ini merupakan hasil diskusi berkelanjutan, konstruktif, dan partisipatif antara anggota masyarakat dan PT LTT. Kebutuhan ini disampaikan dan ditelusuri langsung atas keterlibatan intensif tim PT LTT dengan apa yang diharapkan dan dibutuhkan oleh masyarakat.

Sejalan dengan proses rencana aksi yang sedang dilakukan oleh PT LTT bersama masyarakat, perusahaan senantiasa duduk bersama, berdiskusi, dan selalu membuka dialog dengan pemangku kepentingan, khususnya masyarakat sekitar perusahaan.

Dengan adanya penguatan kapasitas forum desa yang ada, serta memperkuat kualitas ruang dialog ke perangkat desa dan masyarakat, semakin mempermudah PT LTT mendengarkan apa yang diharapkan oleh masyarakat.

Harapannya, semoga semakin banyak masyarakat yang merasakan kontribusi kehadiran perusahaan di sekitarnya, serta terus membantu mendorong pemberdayaan masyarakat sekitar.

]]>
https://www.astra-agro.co.id/id/2025/08/05/cerita-masyarakat-adat-kaili-tado-dan-fasilitas-air-bersih-dari-pt-ltt/feed/ 0 20817